Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 44


__ADS_3

Siapa lelaki itu, kenapa dia mondar - mandir di ruangan anak saya. Ucap batin pak Umar


Dengan rasa takut pak Umar mencoba mendekati orang tersebut dan menegurnya.


"Maaf , anda siapa ya ko anda mondar - mandir di ruangan anak saya" tegur pak Umar sopan, namun dalam hatinya ada ketakutan, takut orang tersebut akan berbuat jahat pada keluarganya.


Orang tersebut terkejut mendengar ada seseorang menegurnya. dan langsung melihat siapa yang menegurnya.


"Nak Fariz sedang apa di sini ?" Tanya pak Umar kaget ternyata orang tersebut adalah Fariz anak dari Kyai Hasan.


"Lagi lagi lagi jenguk temen sakit" jawab Fariz gugup dan berbohong.


"Syifa juga di rawat di sini, mau masuk ?" Tawar pak Umar, ia percaya kalau ruangan sebelah itu adalah temennya Fariz.


"Kayanya lain kali saja, lagi buru soalnya, nitip salam saja buat Syifa" Fariz menolak karena ia tahu bahwa kakak dan Uminya ada di dalam.


Fariz pun pamit langsung pergi, ia bisa bernafas lega karena pak Umar percaya dengannya kalau ia sedang menjenguk temennya.


Setelah Fariz pergi pak Umar pun masuk ke dalam ruangan anaknya. "Eh ada Umi dan nak Bani juga" ucap Pak Umar.


Bani hanya membalasnya dengam senyuman kemudian menyalami pak umar dengan rasa hormat.


Waktu semakin siang Robby dan keluarganya pamit pulang, hal itu di sambut bahagia oleh Salwa karena dirinya sudah tidak nyaman berada di sana.


"Umi aku mau pamit pulang, salam buat semua yang ada di pesantren" ucap Salwa seraya pamit pada Umi.


"Nanti Umi salamin" jawab Umi ramah.


Sepeninggalan keluarga Robby, Bani pun ikut pamit untuk ke tempat kerjanya dan akan menjemput Uminya ketika nanti pas jam makan siang.


...****...


Robby mengantar mamah Erni pulang ke rumahnya. "Kapan kalian akan nginap di sini ?" Tanya Mamah Erni sebelum turun dari mobil.


"Nanti mah, kalau udah gak terlalu sibuk" jawab Robby.


"Kamu jangan sibuk - sibuk, kasian istrimu, sesekali ajak jalan, makan di luar atau liburan, bukannya kalian belum bulan madu" mamah Erni menasehati Robby.


Robby hanya mengangguk tanda ia mengerti, setelah mengantar mamahnya kini Robby mengantar istrinya ke apartemen.


"Aku mengantar mu sampai sini, karena aku ada pertemuan penting" ucap Robby. Tanpa banyak biacara Salwa turun dari dalam mobil suaminya dengan perasaan kesal, karena mamahnya di antar sampai depan pintu rumah sedangkan dirinya di turunkan di pinggir jalan dekat pintu masuk apartemen yang artinya ia harus berjalan agak jauh.

__ADS_1


Robby melajukan mobilnya ke sebuah kafe tempat di mana ia sudah janjian ingin bertemu temannya.


" Lama sekali bro" tegur teman Robby yang bernama david.


"Sorry gue habis jenguk adik gue di rumah sakit" Jawab Robby seraya menarik kursi untuk duduk.


"Adik beneran apa adik ketemu gede nih ?" Ledek david seraya tertawa puas.


"Sembarangan kalau ngomong" protes Robby " Dia adik sepupuhku, lagian aku jenguk bareng istri dan mamahku" jelas Robby.


"Makanya cepetan nikah biar ada yang ngurus" sambung Robby.


"Ah lu aja nikah gak di urusin tuh" ledek david.


"Sekarang belum tapi nanti bakalan" jawab Robby dengan bangga "Sini mana barang yang gue pesen" pinta Robby.


"Sabar bro, minum dulu biar gak tegang" David sudah menyiapkan sebuah minuman ke sukaan Robby.


"Gak lu masukin apa - apa kan ?" tanya Robby penuh selidik.


"Gue masukin sianida puas lo".


"Rob emang lu yakin bakal mengelakuin ini masa istri lo ?" Tanya David tak menyangka karena Robby nekat.


"Hahah yakinlah, karena ini jalan satu - satunya" jawan Robby penuh keyakinan.


"Gila lo ya" ucap David seraya menggelengkan kepalanya.


"Sudah diam, sini barangnya, hasilnya lihat saja nanti" pinta Robby.


David memberikan sebuah bungkusan kecil dan Robby langsung menerimanya dengan senang hati "Amankan, kalau terjadi apa - apa lu yang bertanggung jawab" ancam Robby pada David.


"Aman si tapi paling nanti lo yang akan angkat tangan menyerah" ledek David.


"Sialan temen gak ada adab" gerutu Robby.


Pertemuan Robby dan David berakhir setelah adzan dzhur berkumandang, Robby melajukan mobilnya menuju tempat kerjanya, karena harus mengecek beberapa persediaan barang.


...******...


Bani kembali ke rumah sakit dan menjemput Uminya untuk pulang. "Umi pulang dulu nanti besok insya Allah ke sini lagi" ucap Umi.

__ADS_1


"Umi kata dokter besok Syifa sudah boleh pulang, tapi mungkin sorean pulangnya karena besok ada cek lab lagi, kalau Umi mengizinkan setelah pulang dari rumah sakit Syifa akan di bawa dulu pulang ke rumah" ucap Ummah menjelaskan.


"Alhamdulilah kalau bener besok bisa pulang, kalau soal itu saya bicarakan dulu dengan Abah, nanti Abah yang akan menghubungi kalian atau nggak besok pagi kami akan ke sini" jawab Umi.


Setelah kepergian Bani dan Umi, pak Umar mulai bercerita tentang tadi yang melihat Fariz mondar - mandir di depan ruangan Syifa.


"Mungkin benar yang di katakan nak Fariz, beliau sedang menjenguk temennya" jawab Ummah yang tak ingin berperasangka buruk.


"Ummah bantu Syifa ke toilet" pinta Syifa pada sang Ummah.


Dengan sigap Ummah membantu Syifa ke toilet, Ummah membantu membawakan tiang infusan.


Dua hari di rumah sakit ke adaan Syifa mulai membaik, bahkan dokter memberi tahu jika hasil lab besok baik maka sorenya akan bisa pulang, hal itu di sambut bahagia oleh pak Umar dan istrinya, karena dari hari pertama di Syifa di rawat mereka tak pernah meninggalkan Syifa, untuk baju ganti pun mereka meminta Abian untuk mengantarkannya. Shela hanya datang sekali karena kondisinya sedang hamil, sedangkan Abian Sering datang pada sore hari untuk mengantar baju dan makanan untuk keluarganya.


...*******...


Hari Ini Robby pulang lebih awal dari biasanya, kedatangannya tak pernah di sambut hangat oleh istrinya.


"Malam ini aku akan masak spesial untuk kita" ucap Robby pada Salwa.


"Tapi di kulkas persediaan bahan makanan Abis" jawab Salwa datar.


Robby pergi ke dapur untuk memastikan ucapan Salwa, ia membuka kulkas dan benar saja persedian makanan sudah habis hanya tersisa telor satu butir.


"Kalau gitu kita makan di luar saja, bagaimana ?" tanya Robby.


"Males keluar aku, delivery saja" ucap Salwa tanpa menatap Robby ia masih asik memonton siaran televisi.


"Ya sudah, kamu mau makan apa ?" tanya Robby.


"Samakan saja dengan kamu" jawab Salwa yang masih asik nonton siaran televisi.


Adzan Magrib sudah berkumandang Salwa bangkit dari tempat duduknya menuju kamarnya untuk melakukan Shalat magrib, begitu pun dengan Robby masuk ke kamarnya dan menyegarkan tubuhnya dengan cara mandi.


Sudah hampir satu jam namun pesenan belum datang dengan setia Robby menunggu pesanan makanan sedangkan Salwa masih di dalam kamarnya.


Setelah makanan datang Robby menyajikan makanan itu di ruang makan, tak lupa Robby pun mencampurkan sesuatu ke dalam minuman milik Salwa. Semua sudah terhidang kini Robby memanggil Salwa untuk makan malam bersama.


🍃🍃🍃🍃🍃


Jangan lupa Like dan Vote ya.

__ADS_1


__ADS_2