Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 88


__ADS_3

Syifa, Umi dan Fariz masih menyimak pembicaraan Bani dan Ratna, mereka belum bisa menebak permasalahan apa sebenarnya yang mereka biacarakan.


Siapa lagi yang berbuat jahat dengan kak Bani. Gumam Fariz dalam hatinya.


"Hmm kalau boleh tau nama suaminya siapa ya ?" tanya Fariz yang penasaran.


"Oh maaf saya lupa menyebut nama suami saya. namanya Malik, beliau juga merupakan teman Bani di masa kuliah, Suami saya merupakan dalang dari pembakaran kantornya Bani, maka dari saya datang ke sini mewakili keluarga dan juga suami saya untuk meminta maaf yang sebesar - besarnya atas kejahatan suami saya" jelas Ratna.


Ya allah maafkan hamba karena sudah soudzon. gumam Syifa.


"Jangan pernah merasa bersalah dalam hal ini, aku sudah melupakan semua kejadian ini, aku juga sudah memaafkan suami mu, anggap saja ini musibah bagi kita semua" jelas Bani.


"Saya malu, kamu terlalu baik Bani, namun kebaikkan kamu ternyata di salah artikan oleh suami ku" jelas Ratna seraya tertunduk.


"Bani, terima lah ini, sebagai bentuk tanggung jawab kami" ucap Ratna seraya mengamil amplop coklat dari dalam tasnya lalu menyerahkan amplop tersebut pada Bani.


"Ini apa ?" tanya Bani bingung.


"Ini uang sebagai bentuk ganti rugi, walupun uang ini tak akan cukup mengganti rugi semua kerusakannya" jelas Ratna.


"Kamu tak perlu melakukan semua ini, aku tau kamu juga sedang membutuhkan ini semua, jadi mohon maaf aku tidak bisa menerima ini" jelas Bani yang menolak pemberian dari Ratna.


"Bani aku sangat berharap kamu mau menerima ini, kalau kamu tak menerimanya berarti kamu belum memaafkan suami ku" ucap Ratna.


"Aku menerimanya, namun aku kembalikan ke kamu, ini untuk anak kamu," jelas Bani lalu menyodorkan kembali amplop tersebut ke Ratna.


"Mbak terima ya, itu merupkan rezeki untuk anaknya, gak baik loh nolak rezeki" sahut Syifa.


"Terima kasih atas kebagian keluarga ini, karena sudah sore saya izin pamit pulang" ujar Ratna.


Ratan pun pergi meninggalkan rumah Bani dengan perasaan lega, kemudian Syifa pergi le kamarnya dan di ikuti Bani.

__ADS_1


"Maafkan Syifa karena telah berperasangka buruk" ujar Syifa.


"Inget kata dokter tadi, jangan stres karena akan berakibat buruk terhadap kandungan kamu" jelas Bani seraya mengusap perut istrinya lalu mengecup kening sang istri.


...****...


Hari pertama puasa berjalan seperti biasanya, Syifa juga mengikuti Sahur dan juga berbuka puasa walaupun dirinya tak puasa.


Puasa tahun ini sangat berbeda dari tahun - tahun sebelumnya, Ini pertama kalinya Syifa puasa jauh dari orang tuanya, namun ia masih bersyukur karena mempunyai mertua yang memperlakukan dirinya dengan baik.


adaan pesantren mulai sepi, karena santri sudah pada pulang sejak puasa pertama, sudah jadi kebiasaan pesantren yang akan meliburkan kegiatan pesantren selama bulan puasa. namun masih ada beberapa santri yang belum pulang karena mereka masih sekolah, dan sekolah mereka belum libur.


Ada rasa sedih di puasa tahun ini karena, di tahun pertamanya ia menjadi seorang istri ia tak bisa mengikuti puasa karena mengkhawatirkan kondisi janjinnya dan juga dokter pun menyarakan Syifa agar tidak puasa.


Ibu hamil diberikan keringanan untuk tidak berpuasa.Dilihat dari segi hukum Islam, ibu hamil yang tidak berpuasa tetap wajib mengganti amalan puasanya di bulan Ramadan dengan meng-qodho' puasa atau membayar fidyah di hari-hari setelahnya. 


Sementara itu, dari sisi kesehatan, para ahli kesehatan menganjurkan agar ibu hamil tidak berpuasa terlebih dahulu apabila usia kandungan masih menginjak trimester pertama.


Lepas dari trimester pertama yang sangat krusial, ibu hamil biasanya sudah bisa menjalani puasa. Akan tetapi, ada catatan penting yang harus dipenuhi, terutama soal kecukupan gizi dan kesiapan tubuhnya. 


Seperti biasa di bulan puasa, akan selalu ada yang namanya buka bersama, Bani sudah mendapat banyak ajakkan buka bersama, dari mulai temen Sekolah hingga rekan kerjanya, namun semuanya hampir Bani tolak, karena dengan alasan mengkhawatirkan kondisi istrinya. namun yang pasti di akhir puasa Bani akan selalu mengajak makan bersama untuk para karayawannya.


"Bang kapan kita menginap kerumah Abi dan Ummah, Syifa pengen mengarasin sahur dan buka puasa di rumah masa kecil Syifa" rengek Syifa pada suaminya.


"Nanti sabtu minggu saja, biar abang libur kerja" ucap Bani. hal itu tentu membuat Syifa senang.


"Makasih ya, udah mau nuritin kemauan Syifa" ucap Syifa senang.


Keluarga kecil Bani sedang di selimuti rasa bahagia atas kehamilan Syifa, Bani bener - bener menjaga Syifa agar tidak stres ataupun kecapean. kini Bani berubah menjadi suami yang posesif, kadang menurut Syifa apa yang di lalukan suaminya itu terlalu berlebihan, namun mau tak mau Syifa harus tetap mematuhi setiap perintah ataupun larangan dari suaminya.


"Hari ini Abang mau buka puasa sama apa, Biar Syifa masakin" ujar Syifa.

__ADS_1


"Apa saja, biarkan Bi Tuti yang mengerjakan semuanya, Abang gak mau kalau kamu kecapean" ujar Bani.


"Syifa bingung harus ngapain lagi, bete tiap hari harus cuma duduk saja, tanpa aktivitas" rengek Syifa.


"Sabar, ini semua demi calon anak kita" nasehat Bani. "Oh iya nanti katanya kak Zahwa juga mau buka puasa di sini" sambung Bani.


"Alhamduliah jadi tambah rame" ujar Syifa senang.


Sore hari Zahwa beserta anak - anaknya, sedangkan suaminya akan menyusul nanti malam karena masih ada kerjaan yang harus di selesaikan. kedatangan mereka di sambut bahagia oleh Umi. apalagi Umi yang susah merindukan cucunya. anak pertama Zahwa sudah berusia tujuh tahun dan sering di panggil Lala sedangkan Anak keduanya baru berusia 2 tahun dan bernama Zayn.


"Mana suami mu ?" tanya Abah yang tak melihat keberadaan sang menantu.


"Oh, mas Tommy masih ada kerjaan, nanti malam dia nyusul ke sini" jawab Zahwa.


"Syifa selamat ya atas ke hamilannya" ucap Zahwa seraya memeluk adik iparnya.


"Iya terima kasih" ucap Syifa.


"Fariz, Bani sekarang sudah menikah, jadi giliran kamu kapan ?" Goda Zahwa pada adik bungsunya.


"Nanti kalau sudah ketemu calonnya" jawab Fariz santai.


"Beberapa minggu kebelakang, Mas Tommy katanya melihat kamu lagi jalan sama cewek" seru Zahwa.


"Salah liat kali" jawab Fariz cepat.


"Ah masa, kamu diam - diam sudah punya pacar ?" tanya Zahwa.


"Cewek mana yang kecantol sama kamu !" seru Bani.


"Gak ada pacar - pacaran pokoknya" ucap Fariz mencoba bersikap biasa saja, karena kedekatan dengan Rara belum di ketahui oleh keluarganya.

__ADS_1


...🍃🍃🍃🍃🍃...


__ADS_2