Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 68


__ADS_3

Apa dia mantannya Abang, lalu janji apa yang abang ucapkan hingga ia ingin menagihnya. Gumam Syifa dalam hatinya.


"Mana Bani, bilang Aisha ingin bertemu" ucap wanita tersebut.


"Maaf Umi, wanita yang saya ceritain kemaren adalah dia, saya sudah mengatakan kalau ustaz Bani tidak ada, tapi dia gak percaya" ucap Satpam seraya tertunduk.


"Bani tidak ada di rumah, jika ingin menunggu silahkan " ucap Umi sopan.


"Ya sudah aku akan pergi saja, namun bilang saja pada Bani Aisha datang untuk menagih janjinya" ucap Aisha dan langsung berlalu pergi meninggalkan area pesantren.


Umi dan Syifa saling tatap meminta penjelasan. "Umi apa mungkin wanita itu mantannya Abang ?" tanya Syifa.


"Umi gak tau nak, nanti kita bicarakan sama Bani ya" ucap Umi menenangkan Syifa.


Syifa menuju kamarnya, di dalam kamar itu syifa menangis di meja riasnya, entah kenapa hatinya begitu sakit ketika wanita itu mengaku sebagai teman dekat dari suaminya, Bahkan wanita itu menatapnya seperti tidak suka. Apakah ini yang namanya cemburu, kenapa sakit sekali. gumam Syifa dalam hatinya.


Sedangkan Umi menceritakan wanita tersebut pada Suaminya.


...*****...


Di sebuah rumah rumah, sekelompok orang sedang merayakan pesta kemenangan mereka dengan cara berpesta miras.


"Pasti mereka sedang menangis melihat kantornya rata dengan tanah" ucap seseorang yang merupakan bosnya, suara tawa merek begitu nyaring, mereka merancu tak tentu karena mereka berada dalam keadaan mabuk ruangan yang kedap udara membuat suara mereka tak terdengar oleh siapapun.


"Sudah dua hari mereka tak bisa menangkap kita, dasar polisi lemah" ucap yang lainya di ikuti suara tawa dari yang lainnya.


"Kalian diam di sini, aku mau naik kelantai dua dengan wanita manisku, aku ingin merileksasi tubuhku " ucap seseorang yang merupakan bosnya itu, selain berpesta miras mereka juga menyewa jasa wanita bayaran.

__ADS_1


Wanita bayaran itu hanya mengikuti kemauan bosnya. "Kamu tahu aku sedang bahagia karena aku telah mengalahkan musuhku, hebatkan aku" ucap lelaki tersebut.wanita tersebut hanya mengangguk tanda setuju. "Sekarang puaskan aku dengan tubuh mu itu, karena sudah kama aku tak merasakan ini" rancu lelaki yang sudah mabuk berat tersebut.


Tio mendapat kabar kalau Roger yang ia curigai ternyata telah lama meninggalkan kota ini, perhatian Tio kini pada Malik, Tio kini menyuruh anak buahnya untuk mengawasi setiap gerak gerik dari Malik. Aku yakin Malik, kamu dalang dari semua ini. Gumam Tio dalam hatinya.


Bani dan Tio telah menyelesaikan urusannya, Dan Bani mempercayakan kasusnya pada Tama dan juga timnya. "Aku mau langsung balik ke rumah" ucap Bani pada Tio.


"Haha pengantin baru tak bisa jauh dari istrinya" ledek Tio. "Sudah berapa ronde kamu bermain dengan Syifa ?" tanya Tio.


"Berisik kamu, Syifa sedang ke datangan tamu, jadi aku harus libur dulu" ucap Bani datar.


"Haha haha kasian" ucap Tio sambil tertawa.


"Ayo pulang atau aku tinggal di sini" ancam Bani karena Tio terus saja menertawakan dirinya.


Bani mengantarkan Tio terlebih dahulu ke rumahnya yang kini di sulap jadi kantor sementara. Setelah itu ia langsung pulang ke rumahnya, Bani pulang agak telat karena ia tadi menghabiskan banyak waktu ketika menceritakan kasusnya kepada Tama dan Timnya.


"Baru pulang nak ?" tegur Umi.


"Dia di kamar, kayanya dia tidur deh, soalnya tadi Umi panggil buat makan siang gak ada jawaban" jawab Umi.


Bani segera ke kamar, melihat istrinya tertidur dengan tangan sebagai bantal, Syifa tertidur di meja riasnya. Bani bingung di kamarnya tiba - tiba ada dua koper. Apa Syifa gak betah tinggal di sini hingga ia ingin pulang ke rumahnya. pikir Bani saat melihat kiper tersebut berjejer di deket lemari baju, Bani mencoba mendekati Syifa. melihat banyak tissu berserakan di meja rias membuat Bani semakin bingung. Apa sebenarnya yang terjadi ?. tanya batin Bani.


Bani membangunkan Syifa dengan lembut, Syifa kaget karena suaminya sudah ada di hadapannya. "Kamu habis nangis ?" tanya Bani saat melihat mata Syifa yang sembab.


"Ng. . nggk" jawab Syifa gugup.


"Kamu gak betah tinggal di sini, mau pulang ke rumah Abi dan Ummah ?" tanya Bani.

__ADS_1


"Nggk ko, Syifa seneng tinggal di sini" jawab Syifa cepat.


"Lalu kenapa kamu menangis, terus itu koper punya siapa ?".


"Itu koper punya Syifa, tadi kak Abian yang mengantarkannya ke sini, Syifa belum sempat merapihkannya karena tadi Umi ngajak Syifa ke pasar " Syifa menjelaskan tentang koper tersebut.


Lalu kenapa kamu menangis ?" Syifa terdiam, ia bingung harus bicara apa sama suaminya. "kita sudah menikah, abang harap tidak ada rahasia di antara kita" ucap Bani sambil membelai kepala istrinya.


"Tadi pulang dari pasar ada seorang wanita bernama Aisha, ia mengaku sebagai temen deket abang, dan ia juga ingin menangih janji sama abang, Aisha menatap Syifa dengan tatapan yang tidak suka saat Umi ngenalin Syifa sebagai istrinya Abang" ujar Syifa jujur, namun tanpa Syifa sadari ternyata air matanya kembali mengalir.


Bani terkejut dengan pengakuan Syifa, bahkan Bani gak nyangka bahwa Aisha akan senekad ini, melihat air mata Syifa Bani langsung memeluk istrinya erat, ia memberi ketenangan untuk istrinya yang sedang di landa cemburu,Bani menghapus air mata Syifa yang mengalir di pipinya. "Jangan nangis lagi ya, sekarang cuci muka dulu setelah itu Abang akan jelaskan semuanya bareng Abah dan Umi juga" ucap Bani lembut dan satu kecupan mendarat di kening Asyifa, tentunya membuat hati Syifa menjadi meleleh.


Umi dan Abah sudah menunggu di bawah untuk meminta penjelasan. Bani keluar daru kamarnya bersamaan dengan Syifa, mereka menuruni anak tangga, Bani menggandeng erat tangan Syifa.


"Kamu makan dulu ya" titah Bani pada istrinya.


"Aku masih kenyang ko" jawab Asyifa.


Karena Syifa tak mau makan siang maka Bani dan Syifa langsung ke ruang keluarga di mana Umi dan Abah sudah menunggunya.


"Umi maaf Syifa ke tiduran" ucap Syifa tak enak hati karena tidak membantu menyiapkan makan siang untuk keluarganya.


"Tidak usah minta maaf, karena kan sudah ada bi Tuti juga yang bantu masak"Jawab Umi lembut seraya tersenyum.


"Bani Umi mau bicara sama kamu" ucap Umi dengan tatapan tajam ke arah Bani.


"Silahkan Umi, Bani juga ingin menjelaskan sesautu sama Umi dan juga yang lainnya" ucap Bani.

__ADS_1


"Apa kamu kenal dengan Aisha dan siapa dia ?" tanya Umi.


Bani menarik nafasnya secara berulang - ulang, lalu ia menjelaskan siapa Aisha sebenarnya, menceritakan semuanya yang terjadi dengan dirinya dan Aisha di masa lalu, Bani juga menceritakan ketika Asiha meninggalkannya. dan Bani juga menceritakan bagaimana ia bisa bertemu dengan Aisha lagi.


__ADS_2