Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 193


__ADS_3

"Kita gak jadi ketemu Bayu, Alasannya nanti aku ceritain di kantor" ujar Tama. melajukan mobilnya kembali menuju kantor Bani.


Sementara Bayu melihat ke arah luar melalui jendela, ternyata benar ada dua orang yang sedang mengawasi tempat kerjanya. Bayu berusaha pura - pura tidak mengetahui tentang orang - orang yang selalu mengawasinya ketika ia berangkat dari rumah menuju tempat kerjanya dan begitu pun sebaliknya.


Bani, Tama dan Tio sudah sampai di kantor milik Bani. mereka berjalan beriringan menuju ruangan milik Bani.


"Kenapa sih kita harus balik lagi ?" tanya Tio yang sudah penasaran sejak tadi.


"Bayu menyuruh kita datang jangan menggunakan mobil pribadi, dan ternyata Bayu itu sering di ikuti kemana pun ia pergi oleh dia orang tersebut". jelas Tama.


"Tujuannya untuk apa ?" tanya Bani.


"Mereka sedang mencari keberadaan Aisha" jelas Tama.


"Kenapa harus di cari, bukannya Tuan Rico dan Aisha sudah cerai dan menurut informasi Aisha juga sudah melunasi hutang - hutangnya" ujar Tio.


"Sepertinya Tuan Rico tidak terima dengan semua ini".


"Ah Aneh banget" gerutu Tio.


"Menurutku jika kita ke sana menggunakan plat palsu itu akan membuat mereka semakin curiga dan jangan juga gunakan mobil sewaan itu akan membuat ia akan curiga lalu akan menyelidiki siapa yang sewa mobil tersebut" jelas Bani.


"Itu bener, lalu bagaimana ?" tanya Tio.


"Kita gunakan mobil milik salah satu karyawannya Bayu, jadi mereka gak akan curiga" ujar Bani. ia menyampaikan ide - idenya.


Mereka bertiga pun menyusun rencana untuk esok tak lupa juga menghubungi Bayu untuk memberi tahu rencana mereka ya sudah di susun rapih oleh Bani, Tama dan juga Tio.


Hari esok pun tiba, mereka sudah berkumpul di kantor milik Bani. mereka akan di jemput oleh salah satu karyawan Bayu. mereka berangkat menuju kantor Bayu, benar saja orang yang kemaren sudah ada di depan kantor Bayu sedang mengawasi kegiatan di sana.


"Gila bener itu orang, Enggak ada kerjaan lain apa" gerutu Tio saat melihat orang kemaren sudah ada di sana.


"Itu memang kerjaan dia, kerja begitu saja mereka dapat duit loh" sahut Tama.

__ADS_1


Mereka langsung di antar menuju ke ruangan Bayu, di antar oleh sekertaris pribadinya Bayu.


"Silahkan masuk pak, pak Bayu sudah datang sejak dari tadi" ujar Sekertaris Bayu.


"Terima kasih" ujar ketiganya kompak.


Mereka bertiga langsung masuk dan di dalam Bayu sudah menunggu ke datangan mereka bertiga.


"Silahkan duduk" Bayu mempersilahkan ketiga tamunya untuk duduk.


Tanpa basa - basi mereka langsung menceritakan tujuan mereka datang ke sama, dari mulai teror petasan hingga bukti - bukti yang mereka punya pun di perlihatkan oleh Tama pada Bayu.


"Mohon maaf sebelumnya, saya tidak ada niat apa pun, hanya ingin meluruskan semuanya agar tak menjadi salah paham lagi, apalagi sampai teror - teror yang mereka lakukan di lingkungan keluarga saya, jujur keluarga saya sangat terganggu dengan kondisi seperti ini" ujar Bani.


"Saya juga minta maaf, jujur saya juga kaget jika mereka melakukan hal semacam ini pada kalian, ia menang sekarang Aisha sedang berada di suatu tempat untuk menenangkan dirinya, saya memang di balik kepergiannya Aisha. tapi jika mereka melakukan ini terhadap kalian itu sih sudah keterlaluan" Bayu merasa bingung kenapa masalah ini harus merembet pada Bani padahal mereka tidak tahu apa - apa.


"ke inginan ku cuma satu,agar mereka berhenti mengganggu ketenangan keluarga saya. apalagi ini menjelang hari persalinan istri saya" ujar Bani.


Bayu berpikir sejenak untuk mencari jalan keluar dari masalahnya. kemudian ia mencoba menghubungi Aisha untuk menceritakan apa yang Bani alami.


"Apa perlu aku jemput ?" tanya Bayu.


"Jangan, aku akan menggunakan taksi, aku tak ingin mereka tau tempat ini" ujar Aisha.


Usai menghubungi Aisha, mereka berempat kembali menyusun rencana untuk penjebakan yang akan mereka lakukan. setelag itu Bani, Tama dan Tio pamit pulang dengan di antar oleh salah satu karyawan Bayu.


Sementara Aisha kembali merasa ketakutan jika harus berurusan dengan sang mantan suami. Ia mencoba mendatangi rumah Abah Anom dan Umi Lilah.


"Umi, Aisha ingin bicara !" ujar Aisha.


"Ada apa nak ?".


"Aisha besok harus kembali ke kota sebentar, ada urusan yang harus Aisha selesaikan secepatnya" ujar Aisha mengutarakan niatnya.

__ADS_1


"Jika itu memang sangat penting, silahkan saja Umi tidak akan melarangnya" ujar Umi. Awalnya Umi tak ingin Aisha pergi namun melihat raut wajah Aisha, Umi merasa tak tega. karena bagaimana pun Aisha masih mempunyai keluarga di kota.


"Terima kasih Umi" ujar Aisha senang.


Tak banyak persiapan yang Aisha lakukan, Yang ia siapkan hanya mentalnya demi menghadapai mantan suaminya dan anak buahnya.


Usai Shalat subuh Syifa berangakat menuju ke kota dengan menggunakan Taksi online, tujuannya adalah tempat Bayu bekerja.perjalanan yang di tempuh Aisha memakan waktu berjam - jam.


Aisha Tiba di tempat kerja Bayu pukul sembilan pagi. sebuah keberuntungan untuk Aisha karena saat Aisha memasuki kantor Bayu tidak ada orang - orang yang selalu mengawasi kantor Aisha.


"Bagaimana kabar mu ?" tanya Bayu.


"Aku baik - baik saja" ujar Aisha.


Bayu menunjukan sebuah rekaman di mana ada orang yang melempar sebuah petasan ke pekarangan rumah Bani dan juga sebuah rekaman percakapan antara mantan suami Asiha dan anak buahnya yang akan melakukan segala cara agar bisa menangkap Aisha. Bayu juga menceritakan rencana mereka untuk menjebak mantan Suami dan anak buahnya yang telah susun oleh dirinya, Bani, Tama dan juga Tio, bahkan secara diam - diam Bayu juga sudah melaporkan Mantan suami Aishan pada pihak yang berwajib.


"Jadi tugas aku sekarang bagaimana ?" tanya Aisha.


"Ajak mantan suami kamu untuk bertemu di sebuah cafe" ujar Bayu.


"Lalu bagaimana jika mereka membaca ku kabur ?".


"Itu tidak akan terjadi, tentang saja semuanya sudah aku atur" ujar Bayu.


Aisha menghubungi mantan suaminya untuk di ajak bertemu di sebuah cafe yang sudah di setting tempatnya oleh Bayu dan yang lainnya.


mendengar mantan istrinya ngajak bertemu membuat Tuan Rico senang. Tuan Rico beserta anak buahnya pun menyusun sebuah rencana.


Aisha sudah berada di cafe tersebut dan sedang menunggu kedatangan anak buahnya. cafe tersebut tak terlalu banyak pengunjungnya.


Anak buah tuan Rico memasuki sebuah dapur cafe dengan penyamarannya yang menggunakan baju yang hampir sama persis dengan Karyawan di cafe tersebut.


Tuan Rico masuk dengan di kawal dua anak buahnya. mereka berjalan menuju tempat Aisha menunggu.

__ADS_1


"Selamat siang wanita cantik" sapa Tuan Rico.


__ADS_2