Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 87


__ADS_3

Sudah sore hari namun adiknya belum pulang juga, tak seperti biasanya adiknya pulang sore, biasanya paling lambat jam dua adiknya sudah berada di rumah. namun kini sampai jam empat sore adiknya belum pulang juga. Aisha mulai khawatir akan keselamatan adiknya.


Aisha pun bertanya kepada tetangganya yang kebetulan anaknya satu sekolah dengan Ayla adiknya Aisha, dari keterangan anak tetangganya ternyata Ayla sudah pulang sejak dzuhur.


Aisha pun menyusuri gang menuju kontrakannya, berharap bisa bertemu dengan adiknya, namu setelah satu jam menyusuri jalanan Aisha belum mendapatkan kabar tentang adiknya, hingga ia memutuskan pulang ke rumah berharap adiknya sudah ada di rumah.


"Neng, Ayla sudah pulang" ujar salah satu tetangga Aisha.


mendengar Adiknya sudah pulang, Aisha langsung berlari menuju kontrakannya, dan benar saja adiknya sudah berada di rumah sambil menikmati makan sore.


"Kakak dari mana ?" tanya Ayla.


"Harusnya kakak yang nanya, kamu habis dari mana, kenapa jam segini baru pulang, kakak khawatir kamu kenapa - kenapa". bentak Aisha.


"Maafkan Ayla, tadi pulang sekolah ayla kerja kelompok di rumah temen, dan rumahnya lumayan jauh dari tempat tinggal kita" jelas Ayla berbohong, ia tak ingin kakaknya mengetahui apa sebenarnya yang terjadi.


"Harusnya kalau ada kerja kelompok seperti itu kamu harus hubungi kakak terlebih dahulu, kamu kan sudah catat nomor kakak di buku kamu" ujar Aisha lagi.


"Maaf kakak, Ayla lupa" sahut Ayla.


"Kakak cuma khawatir sama kamu de, kamu satu - satunya keluarga yang kakak punya, semoga gajian bulan depan bisa di tabung, biar bisa beli ponsel untuk kamu" ujar Aisha dan berlalu meninggalkan adiknya yang masih menyantap makanan.


Maafkan Ayla karena Ayla berbohong, Ayla gak mau kakak bersedih lagi, makanya sekarang pulang sekolah Ayla akan bantu kakak cari kak Bani. Gumam Ayla dalam hatinya.


Bagi Aisha kini adalah tentang kebagahiaan adiknya dan masa depan adiknya, ia tak ingin adiknya mengalami hal yang sama seperti dirinya. maka dari itu Aisha sangat menjaga adiknya yang merupakan keluarga satu - satunya bagi Aisha.


Terlintas dalam pikirannya bagaimana bisa memiliki Bani jika status pernikahan pertamanya saja tidak jelas, apakah dia masih seorang istri atau sudah menjadi janda, semua itu tak ada kejelasan, karena tak pernah terucap kata talak cerai dari suaminya walaupun dirinya sering mendapat siksaan. untuk mendapatkan kejelasan status berarti dirinya harus datang ke pengadilan, lalu apa yang akan menjadi alasan kuat untuk dirinya pisah.

__ADS_1


Jika dirinya mengajukan cerai berarti itu dirinya harus siap berurusan dengan mantan suaminya lagi, tapi kalau tidak di urus dengan segera bagaimana bisa ia menggapai masa depannya, kebahagiaan bersama orang yang di cintainya.


...******...


Ketika melihat wanita yang bersama Fariz, terlintas di pikiran Umi bahwa itu adalah temen dekatnya Fariz, namun saat Fariz memberitahu bahwa wanita tersebut ingin bertemu dengan Bani membuat umi sedikit terkejut.


"Siapa lagi ini, ya allah betapa banyak cobaan yang menimpa rumah tangga anak saya" ucap Umi dalam hatinya


Umi mempersilahkan wanita tersebut untuk menunggu Bani di dalam rumah, saat umi bertanya tentang maksud kedatangannya, Umi langsung terkejut untuk dua kalinya.


"Harga diri, keluarga, sebenarnya apa yang di perbuat anak hamba ketika di luar rumah, kenapa setelah menikah ada wanita yang datang mencarinya menagih janji dan sekarang harga diri". Gumam Umi dalam hatinya.


Sedangkan Bani dan Syifa sedang berada di rumah sakit untuk memeriksa kandungan Syifa yang sering mengalami kram di bagian perut.


Kondisi kandungan Syifa agak lemah hingga Syifa di anjurkan untuk istirahat total, bahkan Syifa juga tidak di anjurkan untuk berpuasa selama bulan ramadhan.


Ketika sedang perjalanan pulang Bani dapat telepon dari sang adik agar segera pulang karena ada seseorang yang sedang menunggunya.


"Kata Fariz di rumah ada orang yang mencari abang " jawab Bani.


"Siapa ?"


"Gak tau, Fariz gak cerita" ujar Bani yang masih fokus ke kemudi.


Siapa lagi yang cari abang ?. tanya Syifa pada dirinya sendiri.


Sampai di pesantren Syifa dan Bani melangkahkan kakinya secara terburu - buru, Bahkan Syifa melupakan larangan dokter kalau dirinya tak boleh jalan terburu - buru atau pun berlari.

__ADS_1


"Asalamulaikum" ucap Bani saat sampai di depan pintu rumahnya yang sedikit terbuka.


"Walaikumsalam" jawab Umi.


"Sepertinya itu Bani, mereka sudah pulang !" seru Umi.


Bani dan Syifa melangkah masuk ke dalam rumah. Bani melihat ada seseorang yang ia kenal duduk di ruang tamunya sangat terkejut, untuk apa dia datang kerumahnya.


Bani dan Syifa duduk saling berhadapan dengan wanita tersebut. "Ada perlu apa kamu datang ke sini ?" tanya Bani.


Kamu, berarti abang mengenal wanita ini, apa dia juga merupakan mantan Abang juga, atau masih saudaranya Aisha. pikir Syifa dalam hatinya.


Ya allah kuatkan hamba dalam menghadapi setiap ujian yang kau berikan. doa Syifa dalam hatinya.


"Maaf Bani, mungkin ke datangan ku kesini membuat semuanya terheran - heran, dan saya juga mengucapkan maaf karena ke datangan ku sangat tiba - tiba, tapi percayalah kedatangan ku karena ada niatan yang harus aku sampaikan, demi harga diri ku dan juga keluarga ku" jelas wanita tersebut.


"Kalau boleh tahu, Mbak ini siapa ya ?" tanya Syifa sopan.


"Oh maaf saya lupa memperkenalkan diri saya, Nama saya Ratna, saya merupakan adik angkatannya Bani ketika masih kuliah" jelas wanita yang di ketahui bernama Ratna.


"Lalu ada keperluan apa bertemu suami saya ?" tanya Syifa lagi, Bani sudah berusaha agar Syifa tak lagi bertanya pada Ratna, namun karena rasa cemburunya tentunya membuat Syifa tak mampu mengontrol emosinya.


"Maaf jika kedatangan saya membuat kalian salah paham, saya datang ke sini hanya untuk meminta maaf, demi harga diri dan juga kehormatan keluarga saya". jelas Ratna.


"Ratna, biacara langsung pada intinya tujuan datang kamu ke sini apa " titah Bani, ia tak ingin membuat istrinya menjadi salah paham karena cemburu buta, dan Bani juga mengkhawatirkan kondisi janin yang ada di kandungan istrinya.


"Bani, saya datang ke sini atas nama suami saya, untuk minta maaf yang sebesar - besarnya atas semua perilaku suami saya, jujur saya juga malu atas semua perilaku Suami saya, bahkan sekarang kami sekeluarga dalam ke adaan terpuruk atas kejadian yang menimpa suami saya" jelas Ratna tentunya membuat Syifa, Umi dan juga Fariz kaget dan juga bingung, karena mereka bertiga tidak mengetahui siapa suami Ratna.

__ADS_1


"Saya sudah memaafkan semua kesalahan suami mu dan saya juga tidak akan memperpanjang masalah ini, semoga dengan kejadian ini, bisa membuat ia sadar" jelas Bani,


"Saya dan keluarga juga berharap seperti itu, tapi kamu satu sendiri suami saya orangnya keras, saya juga minta maaf karena waktu itu aku mendengar semua percakapan kamu dan suami saya, kalau waktu itu saya tidak mendengar percakapan kalian mungkin sampai sekarang saya tidak akan mengetahui kelakuan suami saya" jelas Ratna.


__ADS_2