
Tiba di kantor polisi Aisha langsung di bawa ke ruang pemeriksaan, sampai saat ini Aisha belum menyadari bahwa Banilah yang telah melaporkannya.
"Tolong ibu jelaskan maksud video ini" ucap bapak polisi, lalu memperlihatkan sebuah video di mana dirinya secara mengendap - ngendap memasuki ruang perawatan Syifa.
"Bukannya saya di mintai keterangan tentang adik saya yang mengalami kecelakaan ?" tanya Aisha, raut wajahnya memucat tatkala dirinya melihat sebuah rekaman saat dirinya memasuki ruang perawatan Syifa.
"Bukan, tapi anda telah di laporkan seseorang atas tindakan perbuatan yang tidak menyenangkan" jelas pak polisi.
"Haha saya di laporkan ?" Aisha terkejut mendengarkan penjelasan polisi, tubuhnya menjadi melas, namun otaknya harus tetap berpikir tentang bagaimana ia bisa bebas dari bayang - bayang penjara.
"Silahkan Anda jelaskan dari video ini, bersikaplah yang kopratip agar permasalahan anda cepat selesai" ujar polisi dengan tegas membuat nyali Aisha semakin menciut.
"Kalau di video itu kan terlihat saya memasuki ruang perawatan dan berarti saya ingin menjenguk teman saya yang sedang sakit, masa ia menjenguk saja tidak boleh, aneh sekali" ujar Aisha berbohong.
"Apakah anda mengetahui siap yang di rawat di dalam ruangan tersebut ?".
"Kan sudah di bilang itu temen saja" ujar Aisha ia tak ingin menyebutkan nama dari pasien yang berada di ruangan tersebut.
Aisha terus di cecar berbagai pertanyaan yang membuatnya semakin tersudutkan. hingga akhirnya sebuah rekaman di mana Syifa menceritakan ketika Aisha memasuki ruang perawatannya.
"Sial wanita itu malah melaporkan ku ke polisi, lihat saja aku akan mengadukan perbuatan mu pada Bani, aku yakin dia pasti ilpil melihat tingkah mu. gumam Aisha dalam hatinya.
Kebencian terhadap Syifa telah mendarah daging di tubuh Aisha, membuat ia mati - matian untuk merebut Bani kembali, ia yakin jika Syifa telah menguna - guna Bani sehingga sikap Bani menjadi berubah seratus delapan puluh derajat padanya.
"Pak itu hanya rekaman suara saja, bisa saja ia berbohong hanya untuk menjebloskan ku ke dalam penjara, ini tidak bisa di buktikan ke asliannya" Aisha membela dirinya, ia tak ingin masuk ke dalam tahanan, lalu jika masuk tahanan bagaimana nasib sang adik.
serangkaian pemeriksaan telah di lakukan hingga akhirnya polisi menetapkan Aisha menjadi tersangka, dan artinya hari ini juga Aisha sudah harus mendekam di penjara.
Sebelum di bawa ke tahanan, Bani dan Tama langsung memasuki ruang pemeriksaan, hal itu membuat wajah Aisha berseri - seri ia sangat yakin jika kedatangan Bani untuk memberikan pembelaan pada dirinya.
"Bani kau ada disini, aku yakin kamu pasti akan datang untuk membebaskan mu, lihat istri mu diam - diam telah melaporkan ku dengan barang bukti yang tidak akurat, memalukan sekali istri mu itu", ujar Aisha.
"Oh istri ku telah melaporkan mu, hebat sekali istri ku" seru Bani.
__ADS_1
"Bukan hebat Bani tapi menjijikan" gerutu Aisha.
"Sepertinya kebencian mu terhadap istriku sudah mendarah daging, dan obsesi mu untuk memiliki ku sudah di atas langit, mungkin ini cara satu - satu untuk membuat kamu sadar dengan semua tingkah laku mu yang menjijikan itu" ujar Bani tegas.
"Maksud kamu apa ?" tanya Aisha.
"Kamu kira yang melakukan ini semua adalah istri ku, tapi kamu salah besar, sebenarnya aku yang telah melaporkan mu. istriku tak sejahat yang kau pikirkan, dia adalah wanita yang mempunyai hati yang begitu lembut". penjelasan Bani membuat Aisha terasa di sambar petir di siang bolong, ia tak menyangka jika Bani akan setega ini pada dirinya.
"Tega sekali kamu membuat ku masuk penjara, di mana letak hatimu sebagai lelaki, kamu beraninya hanya kepada wanita lemah seperti aku" hancur, kecewa dan juga marah menjadi satu. perasaannya tak menentu. kepada siapa ia harus meminta perlindungan, karena lelaki yang di harapkan sebagai pelindung nyatanya telah tega menjebloskannya ke sebuah penjara.
"Harusnya kamu berpikir sebelum bertindak. sudah ku katakan jika kamu berani mengganggu keluarga kecil ku, maka aku akan melaporkan mu ke pihak polisi, apa kamu lupa akan hal itu".Aisha baru menyadarinya, namun ia sudah terlambat. Kenapa aku tidak ingat ke situ, bodoh sekali kami aisha. gumam Aisha merutuki kebodohan dirinya.
"Aku tau pasti kamu di bujuk oleh istri mu untuk melaporkan ku, aku kenal sifat mu yang pemaaf, jadi mana mungkin kamu akan melaporkan ku". ujar Aisha.
"Aku juga manusia yang mempunyai batas kesabaran, melaporkan mu adalah murni ke inginan ku. kamu tak perlu menjelekan istri ku, karena kamu tidak mengenal bagaimana sifat istri ku yang Asli" ujar Bani.
"Pak tahan saja dia, aku tak akan pernah mencabut laporan ku" ujar Bani pada pihak ke polisian.
Aisha di bawa ke ruang tahanan, karena perasaannya campur aduk, ia pun pasrah saat di gelandang ke sel tahanan.
"Terimakasih sudah membantu" ujar Bani.
"Sama - sama, gue pergi dulu".
"Gak mampir nih ?".
"Kapan - kapan saja, nanti kalau ada perkembangan tentang aisha gue langsung ngabarain lo".
Setelah mobil Tama pergi, Bani memasuki pesantren dan berjalan menuju rumah Abah dan Umi.
"Nak mana Syifa ?" tanya Umi.
"Syifa masih di rumah Abi" sahut Bani.
__ADS_1
"Kenapa Syifa tidak ikut apa dia masih marah ?".
"Syifa tidak marah Umi, Bani ke sini hanya mau mengambil mobil saja, dan tadi Bani juga sudah menyelesaikan masalah Aisha" jelas Bani.
"Tapi kenapa tidak ikut pulang Syifanya".
"Kak Shela baru saja melahirkan, jadi Syifa ingin menemani kakaknya di sana" jelas Bani, membuat hati Umi sedikit tenang.
"Aisha bagaimana ?".
"Dengan sangat terpaksa Bani melaporkannya ke polisi, semoga dengan cara ini membuat ia menyadari semua perbuatannya" jelas Bani.
"Bani mau ke rumah Abi lagi, mungkin beberapa hari ini Bani akan menginap di sana, apa Umi mau ikut sekalian menjenguk anak Kak Shela" ujar Bani.
"Ya sudah Umi ikut, tapi tunggu Abah sebentar masih ada kegiatan di pesantren, nanti Abah dan Umi pulangnya minta di jemput oleh Fariz" Ujar Umi dan berlalu untuk bersiap - siap seraya menunggu Abah.
...*****...
Hari ini Fariz sangat sibuk apalagi tak ada Zidan yang membantunya, membuat ia harus pintar - pintar dalam mengatur waktunya.
Tok tok tok
Pintu ruangan Fariz ke ketuk dari luar.
"Masuk" teriak Fariz dari dalam ruangan.
"Maaf pak menganggu, di luar sana ada seseroang yang ingin bertemu dengan bapak" ujar salah satu pegawainya.
"Siapa ?" tanya Fariz.
"Ia tidak menyebutkan namanya".
"Suruh saja dia masuk keruangan saya" seru Fariz.
__ADS_1
... 🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...