
Bani sudah sampai kantornya, ia langsung memerikasa berkas - berkas yang harus ia tanda tangan, ia ingin segera penyelesaikan semua kerjaanya agar bisa bersantai ria saat menjelang pernikahannya.
Tio masuk keruangan Bani membawa berkas keuangan. "Bro si indra nanti ngajak makan siang di cafe Yx" ucap Bani.
"Boleh, sekalian aku mau ngasih undangan" jawab Bani.
Tio kembali keruanganya, Bani juga Fokus pada kerjaanya hingga waktu makan siang pun tiba.
"Ayo otw" ajak Bani.
"Bentar gue rapihin kerjaan dulu" Bani membereskan meja kerjanya dan juga menutup laptop kerjanya. mereka pun langsung berangkat menenui temennya yang sudah menunggu di cafe yx.
"Sudah lama Bro" tegur Tio pada temennya.
"Baru ko" jawab Indra.
Mereka pun memesan makanan sesuai ke inginan masing - masing, ketika sedang menunggu makanan Bani memberikan udangan tersebut pada Indra.
"Akhirnya temen gue laku juga" ucap Indara ketika membaca undangan tersebut.
"Dasar sialan kamu" ucap Bani.
"Gue datang sama keluarga gue" ucap Indra.
Pembicaraan mereka terhenti ketika pelayan mengantarkan makan, mereka pun langsung menyantap makan mereka hingga tak tersisa, setelah itu mereka membicarakan tentang kehidupan dan pekerjaan mereka masing - masing.
pulang dari cafe, di jalan Bani melihat sosok yang tak asing. "Tio lihat wanita yang berdiri di sama " titah Bani seraya menunjuk ke arah wanita yang tengah berdiri di pinggir jalan.
"Itu mirip Aisha" seru Tio "Tapi ko penampilannya seperti seles" ucap Tio jadi bingung itu Aisha atau bukan.
"Apa di sekarang bekerja menjadi seles ?" tanya Bani.
__ADS_1
"Mana aku tau" jawab Tio. "Eh sekarang dia gak hubungi kamu lagi ?" tanya Tio.
"Kemaren sih masih tapi tadi gue bilang sama dia kalau gue lagi sibuk, nanti setelah gak sibuk gue bakal nemuin dia sekalian ngasih kartu undangan" jawab Bani.
"Kamu harus segera menemuinya, biar dia gak terlalu berharap sama kamu" saran Tio pada Bani.
Bani dan Tio kembali ke kantornya dan melanjutkan kerjaan mereka masing - masing.
...*****...
Hari terus berganti hari, keseharian Bani di sibukan dengan banyak kerjaan untungnya ada Tio yang bisa ia andalkan dalam setiap pekerjaanya, Hari pernikahan mereka hanya tinggal sepuluh hari lagi, semua persiapan sudah siap, kartu undangan pun sudah di sebar, Bani pun akan libur bekerja mulai besok.
"Bani apa kamu sudah menemui Aisha ?" tanya Tio.
"Astaghfirullah aku lupa" ucap Bani sambil menepuk jidatnya.
"Kamu harus menyelesaikan masalah mu terlebih dahulu, sebelum masalah ini tambah rumit" Saran Tio.
"Asalamulaikum Aisha " sapa Bani.
"Waalaikumsalam" jawab Aisha.
"Apa hari ini kamu sibuk ?" tanya Bani.
"Kebetulan hari ini aku libur kerja, kenapa ya ?".
"Temuin aku di cafe yz ketika makan siang" ucap Bani.
"Baiklah, sampai bertemu nanti makan siang" ucap Aisha bahagia.Bani menutup teleponnya.
"Nanti makan siang temenin aku ketemu Aisha" pinta Bani pada Tio.
__ADS_1
"Aku bakal temenin kamu tapi nanti. kita pisah meja" ucap Tio dan si setujui oleh Bani.
Jam makan siang pun tiba, Bani dan Tio menuju cafe yz. Bani dan Tio duduk di tempat yang berpisah, dan untung saja Aisha belum datang.
Ditempat kontrakan Aisha sedang bersiap - siap untuk pergi. ia menggunakan pakaian yang tertutup seperti dulu agar Bani mengingat kenangan indah bersamanya dulu.
"Kakak mau ke pengajian" tegur Mika.
"Kakak mau pergi ada urusan sebentar, kamu jaga rumah, jika ada yang datang dan kamu tidak mengenalnya jangan bukakan pintu, kunci pintu ya" ucap Aisha pada adiknya yang masih duduk di bangku kelas satu smp.
Aisha pun pergi ke cafe yz dengan menggunakan ojek online, tiba di cafe tersebut Aisha bisa melihat kalau Bani sudah datang dan menunggunya.
"Maaf lama" ucap Aisha seraya duduk di depan Bani.
"I i iya" ucap Bani gagap. ia kaget karena melihat penampilan Aisha yang berbeda dari kemaren.
Bani menyuruh Aisha memesan makanan, Aisha pun menurut saja, ia merasa bahagia bisa bertemu kembali dengan Bani.
"Bani izinkan aku menjelaskan semuanya, beri aku satu kesempatan lagi" ucap Bani.
"Jelaskan sekarang" ucap Bani tegas dengan wajah yang datar.
"Jujur sebenarnya aku tidak bekerja di Bali namun aku di paksa menikah dengan pria paruh baya dan aku di jadikan istri ke tiga untuk melunasi semua hutang orang tua ku" ucap Aisha berusaha menahan air matanya saat kembali membuka luka lamanya.
"Kenapa kamu berbohong" ucap Bani menahan amarahnya.
"Aku di ancam Bani, jika aku tak menikah dengan lelaki itu maka orang tua ku akan di jadikan budak oleh mereka selama umur hidupnya, mereka janji akan membuat keluarga ku bahagia, bahkan mereka pun membelikan rumah yang megah di bali dan juga menanggung kehidupan keluarga ku di sana. mereka memberi keluarga ku dengan berbagai fasilitas mewah. orang tua ku terpincut dengan kemewahan tersebut, hinggs mereka setuju dengan pernikahan paksa tersebut" ucap Aisha sambil menghapus air matannya.
"Tau gak aku menunggu kamu hampir empat tahun" ucap Bani menahan amarahnya, Ada rasa sedih mendengar cerita Aisha namun ia tetap kecewa karena Aisha menyembunyikan masalahnya dari Bani.
"Iya Aku tau, Awalnya pernikahan itu berjalan seperti biasanya, namun lama - lama suami ku marah gara - gara aku sering diam - diam menghubungi kamu, bahkan dia merusak ponselku, dari situ aku di jadikan budak kadang di perlalukan tak sewajarnya dan kadang aku juga sering di kurung di gudang, hal yang paling mengerikan mereka tega menawarkan tubuhku pada lelaki hidung belang dengan bayaran yang setimpal. Aku selalu berusaha kabur dari sana hingga aku berhasil kabur ke rumah orang tua ku di bali, namun sangat di sayang kan ketika aku cerita tentang kehidupan ku, kedua orang tua ku terkena serangan jantung hingga mengakibatkan ke matian, di situ aku benar - benar terpuruk namun aku harus tetap bangkit demi adikku, suamiku marah besar karena aku kabur lalu mengurungku dengan adikku di gudang mereka hanya memberiku satu kali makan, dan satu gelas minum, di situ aku mencoba mencari jalan keluar agar aku bisa kabur, hingga akhirnya ada seorang pelayanan yang membantu ku kabur dari sana, aku pernah merubah penampilanku agar mereka tak mengenali ku lagi, aku mencoba mencari kerjaan agar bisa bertahan hidup, hingga akhirnya uang ku terkumpul dan aku kembali ke tempat ke lahiranku, saudara ku tak ada yang mau menerima aku dan adik ku, aku tak banyak pilihan hingga akhirnya aku mengontrak sebuah rumah dan menjadi seles di sebuah perusahaan, aku berada di sini sudah hampir tujuh bulan, aku selalu mencari sosok dirimu, namun aku belum beruntung, hingga akhirnya tuhan mempersatukan kita kembali". jelas Aisha seraya menyeka air matanya dan mencoba tersenyum.
__ADS_1