
Bani pulang dari kantornya untuk menjemput istrinya lalu mereka akan berangkat ke kantor polisi dan di sana Tama sudah menunggu kedatangan mereka.
Selama perjalanan menuju kantor polisi tak ada pembicaraan sama sekali. Syifa dan Bani asik dalam diamnya masing - masing.
Sampai di kantor polisi, Tama sudah menunggunya. tangan Syifa tak lepas dari genggaman suaminya. mereka pun memasuki ruang kunjungan. di sana sudah ada Bayu yang telah tiba dari tadi.
"Mana tuan Rico ?" tanya Bani.
"Saya tidak tau, karena beliau tidak menghubungi saya". jawab Bayu.
Sepuluh menit menunggu Tuan Rico akhirnya dia datang dengan tiga orang yang belum di ketahui sapa ketiga orang tersebut, namun jika di lihat dari cara berpakaiannya dua orang tersebut bisa di bilang pengawalnya karena mereka memakai baju serba hitam dengan badan tegap berisi dan terlihat sangar. dan satu orang lagi mungkin juga pengacara atau pun asistennya karena lelaki itu menggunakan jas rapi dan menenteng sebuah tas.
Semua sudah berkumpul. Pihak polisi pun membawa Aisha ke ruangan untuk bertemu orang - orang tersebut.
Mata Aisha berkaca - kaca saat melihat ada Bani dan juga Syifa di sana, Ada rasa malu yang terlintas di pikirannya untuk bertemu secara langsung dengan Syifa dan juga Bani.
"Syifa, Bani maafkan aku, sungguh perbuatkan sangat memalukan" ujar Aisha saat ia sudah berada di hadapan Bani dan juga Aisha.
Bani mau pun Syifa tak ada yang berani membuka suara. senyum ramah itu yang Syifa berikan pada Aisha.
"Apa kabar kamu Aisha ?" suara bariton yang membuat jantung Aisha seketika berhenti. ia sangat hapal dengan suara tersebut. tubuhnya lemas dan bergetar hebat saat melihat ternyata ada mantan suaminya, ah lebih tepatnya suami sahnya karena bagaimana pun Aisha dan Rico masih tercatat sebagai pasangan suami istri sah di mata negara.
Bayang - bayang perlakuan yang di berikan Rico terus menghantui pikiran Aisha. Bayu mencoba mendekati sepupunya dan berbisik "Aku akan selalu melindungi mu".
Bayu menuntun Syifa untuk duduk di tempat yang sudah di sediakan. "Untuk apa tuan datang ke sini ?" Satu pertanyaan lolos dari mulut Aisha.
"Aku datang ke sini ingin membebaskan mu, dan kemudian aku akan membawa mu ke bali lagi" jawab Tuan Rico.
__ADS_1
"Aku lebih baik hidup di penjara dari pada hidup dengan lelaki yang seperti anda" ucap Aisha tegas, entah dari mana ia mendapat kekuatan untuk berbicara seperti itu.
"Aisha, saya datang ke sini ingin meminta maaf atas semua kesalahan yang aku perbuat, dan saya harap kamu mau ikut dengan saya kita perbaiki lagi rumah tangga kita" ucap tuan Riko dengan lembut dan manis, namun Aisha tidak percaya begitu saja. "Aku mohon kamu maafin aku dan mau ikut aku ke bali lagi" Tuan Riko itu memohon pada Aisha.
"Sekali lagi aku tidak bisa !" seru Aisha menolak dengan tegas. hal itu membuat mimik wajah Tuan Rico langsung berubah seketika yang tadinya seperti sedang memohon, mengakui kesalahannya namun kini terlihat sangat emosi.
"Dengar ya Aisha, saya sudah datang ke sini dengan baik - baik dan kamu harus menerima akibatnya jika kamu berani menolak saya". ujar Tuan Rico dengan tatapan tajam ke arah Aisha.
Yang lainnya tak ada yang berani membuka suara, mereka hanya menyimak semua perdebatan antara Aisha dan Tuan Rico.
"Pokoknya saya ingin cerai !".
"Enak saja kamu mau cerai, Hutang ayah kamu saja belum lunas, lalu mau dengan cara apa kamu melunasi hutang ayahmu sedangkan dirimu saja di dalam penjara". ujar Tuan Rico seperti mengejek.
"Saya masih berbaik hati dengan kamu, makanya saya mau menerima kamu kembali" sambung Tuan Rico.
"Ha . . ha. . ha" tuan Rico langsung tertawa. "Mendapatkan uang dari mana sebanyak itu, dengan cara menjual diri kamu sendiri" ujar Tuan Rico mengejek dan seraya tertawa.
"Uang dari mana pun itu urusan saya" ujar Aisha tegas, ia sudah emosi melihat betapa sombongnya lelaki yang kini masih sah menjadi suaminya.
"Oke, aku akan mengabulkan permintaan cerai kamu, namun jika dalam satu tahun kamu tidak bisa mengembalikan hutang ayah kamu sebesar 10 miliyar maka kamu harus kembali menikah dengan saya" Tuan Rico mengajukan persyaratan pada Aisha.
Aisha terdiam dan berpikir bagaimana caranya mendapatkan uang sebanyak itu selama satu tahun sedangkan dirinya saja sekarang berada di dalam tahanan.
"Gimana kamu setuju ?" tanya Tuan Rico. namun tak ada jawaban dari Aisha. "Selama setahun itu kamu bisa mencicilnya" jelas Tuan Rico. namun Aisha masih saja diam.
"Kurang baik apa aku ini, sudah ku kasih jangka waktu satu tahun dan di cicil pula, apa kamu tidak mampu untuk membayar semua itu ? dan menurut ku lebih baik kamu tetap menjadi istri ku" ujar Tuan Rico sombong.
__ADS_1
"Keputusan ku sudah bulat, aku ingin tetap kita bercerai, dan untuk masalah hutang aku juga akan membayarnya". ujar Aisha tegas.
"Oke, kita bercerai, tapi ingat jangan menuntut harta gono gini karena harta yang kau dapat dari harta gono gini itu untuk membayar hutang ayah mu" ujar Tuan Rico sombong.
Setelah itu Tuan Rico memerintahkan pada seseorang yang bisa di bilang asistennya untuk membuat surat perjanjian dan setelah itu di tanda tangani di atas matrai oleh Aisha dan juga Tuan Rico.
Tuan Rico meninggalkan kantor kepolisan tanpa mengatakan sepatah kata pun, ia keluar dengan perasaan kesal karena Aisha tak mau kembali ikut dengannya, karena menurutnya Aisha merupakan ladang uang untuknya, Aisha bisa di sewakan pada teman - temannya ketika mereka mengunjungi klub malam milik Rico.
namun ia merasa percaya diri jika Aisha tidak akan sanggup untuk melunasi hutang tersebut dan Aisha akan kembali padanya.
Setelah kepergian Tuan Rico, secara tiba - tiba langsung menangis dan bersimpuh di hadapan Syifa, sontak membuat Syifa kaget.
"Syifa maafkan aku, sumpah demi Allah aku tidak bermaksud ingin menghancurkan rumah tangga kalian" ujar Aisha seraya terisak.
"Bangun mbak, jangan seperti ini" ujar Syifa.
"Tolong maafkan aku, kamu boleh benci saya, boleh hukum saya seberat apapun tapi aku mohon maafkan saya" pinta Aisha memohon.
"Saya sudah memaafkan mabk Aisha, Ayo bangun jangan seperti ini" ujar Syifa.
"Kamu bener sudah memaafkan saya ?" ujar Aisha sangat senang.
"Iya Mbak" ujar Syifa seraya tersenyum.
Aisha bangun dan langsung memeluk Syifa, ia bener - bener merasa senang karena Syifa telah memaafkannya. "Setelah keluar dari sini saja janji saya tidak akan mengganggu kalian lagi" ujar Aisha seraya melepaskan pelukannya.
Sedangkan Tuan Rico masih memikirkan bagai mana caranya agar Aisha tidak bisa melunasi semua hutang ayahnya, dan bisa kembali padanya.
__ADS_1
"Kamu awasi dia nanti setelah keluar penjara jangan biarkan dia mendapatkan kerjaan yang layak" ujar Tuan Rico pada kedua anak buahnya.