Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 135


__ADS_3

Persiapan demi persiapan di lakukan oleh Rara dan juga Fariz mereka melakukannya dengan baik agar hasilnya sesuai yang mereka inginkan.


Siang hari Fariz mengadakan acara meeting bersama pihak EO yang juga di hadiri Rara dan Tama, mereka semua akan membahas tentang lamaran yang akan di gelar oleh Fariz dan Rara.


Setelah acara selesai Fariz kembali ke restonya, semenjak Zidan pindah ke resto cabang, membuat Fariz harus bekerja ekstra, dan masih mencari orang yang bisa menggantikan posisi Zidan.


Kehidupan keluarga Umi dan Abah Hasan memang bener - benar sedang di selimuti rasa kebahagiaan. namun hal itu sangat berbeda dengan yang di alami oleh Aisha.


Hidup menjadi sebatang kara dan kini harus menjalani pengobatan di rumah sakit jiwa, tak ada orang yang peduli dengan dirinya, Bayu kini mulai jarang mengunjungi rumah sakit karena kesibukannya dalam dunia bisnis.


Kejiwaan Aisha mulai kembali normal, namun kadang saat mengingat dimana jasad sang adik di turunkan ke liang lahat di situ Aisha akan kembali histeris, Aisha belum sanggup untuk menerima kenyataan tersebut.


Aisha menjadi orang yang sangat pemurung, di saat pasien kejiwaan yang lain berlari kesan kemari, berebut barang dengan pasien yang lain, namun Aisha lebih memilih menghabiskan kesehariannya di dalam kamarnya.


"Bayu sini mama mau bicara" ujar mamanya Bayu.


"Iya mah kenapa ?".


"Bayu bagaimana keadaan Aisha ?".


"Aisha keadaannya mulai membaik, namun ketika mengingat Ayla dia akan kembali histeris" jelas Bayu.


"Apa kamu tidak ingin memberi tahu suaminya di Bali, karena bagaimana pun mereka masih terikat pernikahan yang sah secara negara".


"Mah aku takut jika kita memberitahu pihak suaminya maka kondisi Aisha akan kembali menurun, ia sangat takut jika nanti di perlakukan seperti dulu lagi".


"Mama paham, tapi bagaimana pun Aisha dan Suaminya harus menyelesaikan urusan mereka, antara lanjut atau cerai itu urusan mereka, tetapi jika di biarkan seperti ini bagaimana setatus Aisha, ia harus mempunyai setatus yang jelas demi kehidupannya di masa yang akan mendatang".


"Nanti Bayu pikirkan lagi" ujar Bayu dan berlalu menuju kamarnya.

__ADS_1


Yang di katakan orang tuanya emang tidak ada salahnya, Aisha harus menyeselaikan urusannya dengan suaminya, itu harus di lakukan demi keberlangsungan hidupnya di masa depanya.


...******...


Pulang dari berlibur kini Syifa dan Bani di sibukan dengan persiapan menjelang hari lamaran antara Fariz dan juga Rara. usaha yang di kelola Bani pun mengalami kenaikan, membuat Bani harus menambah karyawan untuk memenuhi setiap permintaan kliennya.


Hari lamaran Fariz dan Rara akan di gelar dua hari lagi, semua persiapan pun sudah di lakukan, Abah Hasan tak mengundang banyak orang dalam acara tersebut, ia hanya mengundang keluarga intinya saja.


Waktu acara pun tiba, keluarga yang ikut dalam rombongan pun sudah berkumpul di rumah Abah Hasan. Acara lamaran tersebut akan di gelar pada pukul sembilan pagi.


Sementara Rara sejak pagi sudah mulai di rias oleh tim make up, Rara dan keluarga sengaja menyewa beberapa kamar untuk mereka beristirahat.


"Adik Kakak cantik sekali" puji Tama saat melihat sang adik telah selesai di rias.


"Kakak" sahut Rara malu.- malu. "Kakak Rombongan Fariz sudah datang belum ?" tanya Rara.


"Mereka sedang dalam perjalanan, macet katanya" jawab Rara.


"Papa pasti bahagia melihat kamu bahagia" ujar Tama. "Jangan sedih ya, ini hari bahagia kamu, oh iya kakak kembali ke tempat acara kasian mama sendiri menyambut para tamu yang datang" ujar Tama seraya berlalu dari kamar sang adik.


Tama merupakan sosok kakak yang juga merangkap sebagai papa untuk Rara. Tama menjaga Rara dengan sangat ketat, bahkan Tama kadang merelakan kebahagiaannya demi sang adik.


Rangkaian demi rangkaian acara pun berjalan dengan lancar tanpa hambatan. hingga tiba saatnya penyematan sebuah cincin yang di lakukan oleh orang tua Rara dan Juga Fariz.


Satu set perhiasan di berikan Fariz pada Rara sebagai tanda bahwa Fariz telah melamar Rara.


Rasa bahagia itu pun tak bisa di bendung oleh Umi hingga ketika memasangkan cincin di tangan Rara, Umi sampai meneteskan air matanya.


Acara tersebut di tutup dengan doa yang di pimpin langsung oleh Bani dan acara lamaran pun sebagai moment perkenalan dua keluarga. Tama memperkenalkan satu persatu anggota keluarganya. begitupun dengan Fariz yang di wakili oleh Bani yang memperkenalkan anggota keluarga yang ikut dalam rombongan tersebut.

__ADS_1


"Alhamdulilah acaranya lancar" ucap Fariz.


"Iya, tadi aku sempet dag dig dug gak karuan, tapi sekarang sudah lega" ujar Rara.


Fariz dan Rara mendapat ucapan selamat dari setiap tamu undangan. termasuk temen - temen Rara ketika masih sekolah ada sebagian dari mereka yang menyempatkan datang di acara lamaran Fariz dan Rara termasuk Arsya juga datang bersama keluarganya.


"Ini namanya Arsya, dia sepupuku" Rara memperkenalkan Arsya pada Fariz. ini merupakan pertemuan pertama antara Fariz dan juga Arsya. ada rasa malu di dalam benak Fariz saat mengingat ia pernah menaruh prasangka buruk terhadap Arsya.


"Kamu kan yang dulu pernah aku liat di cafe, ia kan ?" tanya Arsya yang mengingat betul wajah Fariz saat itu.


Kenapa si harus ngungkit - ngungkit masa lalu udah kaya cewek saja. gerutu Fariz dalam hatinya.


"Ia saya yang waktu itu di cafe" Fariz pun mengakui jika itu benar dirinya.


"Pasti waktu itu kamu cemburu kan, ngiranya Rara jalan sama cowok lain" tebak Arsya lagi, Fariz pun hanya tersenyum ke arah Arsya.


"Hahaa memang orang yang baru mengenal aku dan Rara ini pasti mereka akan menyangkanya bahwa kita itu pacaran" ujar Arsya seraya tertawa mengingat dimana orang - orang selalu beranggapan bahwa dirinya adalah pacarnya Rara, karena Rara sangat jarang deket dengan cowok kecuali dirinya.


Sedangkan Fariz hanya menyunggingkan senyumannya saat mendengar cerita tentang Arsya dan Rara. Rasa malu dan bersalahnya belum bilang saat dirinya mengira jika Rara mempunyai lelaki idaman lainnya.


Sementara Bani dan Tama sedang berbincang - bincang sangat serius, Tama menceritakan kejadian beberapa hari yang lalu, Tama mendapat kabar jika Malik berusaha melarikan dirinya dari dalam penjara dengan cara mengelabuhi petugas.


"Bagaimana bisa ia mencoba kabur, bukannya penjagaannya sangat ketat ?" tanya Bani.


"Jadi gini dia di bantu anak buahnya yang berkunjung ke sana, anak buahnya sudah menyiapkan baju ganti untuk Malik, dan ada yang bilang juga mereka bekerja sama dengan seorang petugas" jelas Tama.


"Kenapa dia tidak sadar - sadar sih, padahal hukumannya sudah seumur hidup, jika keluar juga bukannya dia jadi buronan polisi,cepat atau lambat polisi juga akan menemukan dia di tempat persembunyiannya" ujar Bani tak habis pikir dengan jalan hidup Malik.


"Kini anak buah dan petugas yang membantunya sudah di tangkap, namun kita harus berhati - hati takutnya ia masih memiliki anak buah yang masih berkeliaran di sekitar kita" jelas Tama agar Bani bisa berhati - hati dengan orang yang baru.

__ADS_1


Apa orang yang pernah mengawasi rumah ku juga ada hubungannya dengan Malik, tapi dari mana ia tau alamat rumah baru ku, aku tidak boleh berburuk sangka dulu. gumam Bani dalam hatinya.


__ADS_2