
Dunia serasa runtuh, hidupnya sudah berantakan semua adalah salahnya, yang telah gagal menjadi seorang kakak yang menggantikan peran seorang ibu dan ayah, harusnya ia bisa jadi pelindung di situasi seperti ini, namun semua hanya tinggal penyesalan, tangis histerisnya tak akan bisa mengembalikan semua yang telah terjadi.
Bayu pun membiarkan Aisha menangis sejadi - jadinya, tak peduli jika mereka menjadi pusat tontonan bagi para pengguna jalan. setelah mendapatkan alamat rumah sakit, Bayu berlahan mendekati Aisha.
"Ayo kita ke rumah sakit, kita pastikan bener itu Ayla apa bukan" ujar Bayu lembut.
Sepanjang perjalan menuju rumah sakit Aisha masih tetap menangis merutuki dirinya yang telah gagal menjaga sang adik. Tiba di rumah sakit Aisha langsung berlari ke bagian resepsionis menanyakan tentang keberadaan adiknya.
"Maaf mba di sini tidak ada pasien yang bernama Ayla" jelas petugas resepsionis.
"Maaf, Maksud kami di mana ruangan korban kecelakaan yang baru saja di bawa kerumah sakit ini" jelas Bayu.
"Oh anak kecil, itu masih di ruang ICU masih di tangani dokter".
Petugas resepsionis itu pun menunjukan arah di mana ruangan ICU berada. Aisha berlari menuju ruangan ICU, namun saat ingin membuka pintu ruangan ICU ternyata ruangan tersebut dalam keadaan di kunci.
"Kenapa di kunci ?" Aisha meminta penjelasan pada Bayu.
"Itu artinya pasien masih di tangani pihak dokter" jelas Bayu.
"Tapi aku ingin masuk, aku ingin lihat apa dia adik ku atau bukan" sahut Aisha merengek dan mencoba memaksa untuk membuka pintu tersebut secara paksa.
Karena terdengar keribuatan di depan ruang ICU, seorang perawat pun keluar dari ruangan tersebut, namun saat Aisha ingin menerobos masuk perawat itu segera menghentikan aksi Aisha.
"Mohon maaf anda di larang masuk, pasien masih di tangani dokter, mohon kerja samanya, ini rumah sakit jangan buat keributan di sini, paham" ujar perawat itu dengan tegas.
"Tapi saya ingin memastikan apa itu adik saya atau bukan" jelas Aisha.
"Itu nanti ada waktunya, jadi saya harap mohon bersabar dan jangan berbuat keributan, atau kalian akan kami laporkan ke pihak yang berwajib" ujar perawat itu tegas, dan kembali masuk ke ruangan ICU, tak lupa juga ia mengunci kembali ruangan tersebut.
"Aisha kamu harus sabar, jaga sikap mu, jangan sampai semuanya menjadi kacau" sahut Bayu.
Akhirnya Aisha duduk di ruang tunggu, air matanya masih membasahi pipinya.
__ADS_1
Satu jam kemudian
Dokter keluar dari ruangan tersebut. Aisha dan Bayu segera menghampiri dokter tersebut.
"Dok bagaimana kondisi adik saya ?" tanya Aisha.
"Apa kalian keluarga pasien di dalam ?" tanya dokter balik.
"Maaf sebelumnya, kami tidak mengetahui siapa pasien di dalam karena kami belum melihatnya, tapi kami sangat yakin jika pasien di dalam adalah adik kami" jelas Bayu jujur. "Bolehkah kami melihat sebentar hanya untuk memastikan bawa itu adik kami atau bukan " sambung Bayu berharap dokter dapat memgizinkannya.
"Boleh tapi hanya untuk memastikan saja bahwa itu keluarga kalian atau bukan, waktu kalian hanya satu menit, dan tidak boleh mendekat ke arah pasien, karena pasien dalam keadaan yang sangat kritis" jelas sang dokter.
Bayu dan Aisha memasuki ruangan tersebut perasaan Aisha pun tak karuan, bahkan kakinya serasa tak berpijak, dengan bantuan Bayu Aisha melangkah kearah pasien yang sedang tergolek lemah.
Hati hancur seketika saat anak yang tergolek lemah itu adalah adiknya, tubuhnya melorot begitu saja, berbagai alat menempel di tubuhnya membuat Aisha merasakan sakit yang begitu dalam, hingga membuat Aisha tak sadarkan diri, Bayu segera membawa Aisha keluar ruangan dan di ikuti dokter dan juga perawat. Aisha mengalami syok yang berat hal itu membuat dirinya pingsan.
Aisha di bawa ke ruang perawatan untuk di tangani sedangkan Bayu kembali ke ruangan ICU, ia ingin mendengar penjelasan dokter tentang keadaan pasien. Bayu di bawa oleh perawat untuk menemui dokter yang menangani Ayla di ruangannya.
"Jadi begini, pasien saat ini sedang kritis, kami harus melakukan tindakan operasi di bagain kepala dan kaki, karena di bagaian kaki kanannya terdapat tulang yang patah dan di bagian otaknya terdapat gumpalan darah yang bisa membahayakan keselamatan pasien jika tidak segera di tangani" jelas Dokter membuat Bayu sangat terkejut, berapa parah kecelakaan yang di alami saudaranya itu.
"Jika keluarga setuju, silahkan kebagian administrasi" jelas dokter.
Tak berpikir panjang, Bayu langsung kebagian administrasi untuk mengurus operasi Ayla, yang di pikiran Bayu adalah keselamatan Ayla ia pun tak mempermasalahkan biaya yang harus ia keluarkan.
Operasi pun di mulai, Bayu hanya mondar mandir menunggu hasil operasinya. sedangkan Aisha masih dalam ke adaan pingsan, perawat menyuntikan obat penenang pada Aisha agar Aisha dapat beristirahat. pikiran Bayu terpecah belah, ia tak tau bagaimana menjelaskan keadaan Ayla pada Aisha, sementara Aisha belum sadarkan diri. dalam kecemasan itu tuba - tiba ponselnya berdering, dan ternyata mamanya menghubunginya, membuat Bayu bingung harus bagaimana jika tidak di angkat pasti mama nya akan curiga tapi kalau di angkat apa yang akan di katakannya, dengan keterpaksaannya Bayu menjawab panggilan dari mamanya.
"Hallo mah ada apa ?"
"Kamu di mana nak, kenapa jam segini belum pulang ?".
"Mah ini baru jam delapan, sepertinya malam ini Bayu akan menginap di rumah temen".
"Kenapa gak pulang saja ?"
__ADS_1
"Nangung mah, lagi kumpul juga, gak enak mah".
"Ya sudah, tapi kamu jaga diri baik - baik, jangan lakukan hal yang aneh - aneh" seru mama nya dan langsung mengakhiri panggilannya.
Bayu dapat bernapas lega jika mamanya tak menaruh curiga padanya, dan langsung percaya begitu saja pada dirinya.
seorang perawat datang mendekatinya dan memberi tahu bahwa Aisha sudah sadar. dengan langkah gontai Bayu menemui Aisha yang berada di ruang perawatan.
"Gimana ke adaan Ayla ?" tanya Aisha.
"Ayla sedang menjalani operasi, doakan saja semoga ia baik - baik saja".
"Kenapa harus di operasi, apa Ayla mengalami kecelakaan yang sangat parah ?.
"Ayla mengalami benturan di kepala dan kaki hingga membuat ada kumpalan darah di kepala dan juga patah tulang di kaki kanannya" jelas Bayu
Air matanya sudah tak mengalir lagi, mungkin sudah mengering karena terlalu lama ia menangis dan sudah banyak air mata yang ia keluarkan, Aisha mencoba tegar dan ikhlas, yang ia inginkan adalah kesembuhan sang adik. setelah di pastikan keadaan Aisha baik - baik saja, Bayu dan Aisha menuju ruang tunggu operasi. lampu ruangan operasi masih menyala itu tandanya operasi masih berjalan.
Mulut Aisha terus melantunkan doa - doa berharap operasi adiknya berjalan dengan lancar. Ibu, ayah, maafkan Aisha yang tak bisa menjaga Ayla. gumam Aisha dalam hati.
Bayu sangat penasaran dengan inti permasalahan antara adik dan kakak tersebut, namun ini bukan saatnya yang tepat untuk menanyakan semua itu, Bayu pun mencoba memendam rasa penasarannya tersebut.
Tiga jam kemudian
Operasi masih terus berjalan, Aisha yang tadinya tenang mulai gelisah, Aisha mondar - mandir didepan pintu ruangan operasi, mulutnya tak berhenti melantunkan doa - doa demi kelancaran operasi sang adik.
"Bayu kenapa lama sekali ?" tanya Aisha.
"Operasi itu bukan pekerjaan sembarangan, butuh ketelitian, tadi maklum kalau lama" jelas Bayu.
...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...
Untuk beberapa bab ke depan mungkin akan jadi klimaks dari kisah Aisha, Bani dan juga Syifa. nah nanti author akan kasih sedikit pelajaran buat aisha hingga ia sadar semua yang di lakukannya salah. jadi dalam beberapa bab kita akan bahas tentang aisha.
__ADS_1