
Makan malam keluarga Kyai Hasan berjalan dengan lancar, namun Bani merasa ada yang aneh karena makan malam kali ini tidak di ikuti oleh Fariz.
"Umi, kenapa Fariz tak ikut makan malam, bukannya dia sudah pulang dari tadi ?" pertanyaan Bani membuat Umi tersenyum.
"Adikmu katanya sudah makan di luar, mungkin dia tadi makan bareng Zidan" jawab Umi sambil tersenyum.
Bani kemudian teringat kembali dengan video yang di kirim Tama, membuat dirinya semakin penasaran. Karena rasa penasaranya tinggi Bani pun memutukan untuk mendatangi kamar Fariz.
Bani mengetuk pintu kamar adiknya. "Umi, Fariz sudah makan tadi bareng di luar, jadi kalau mau makan malam makan saja duluan" teriak Fariz dari dalam kamarnya.
"Ini kakak mu, bukan Umi !" sahut Bani dari balik pintu.
Fariz langsung membuka pintu kamarnya. "Ada apa kak ?" tanya Fariz pada kakaknya.
"Tadi sebenarnya kamu dari mana ?" tanya Bani balik.
"Kan sudah ku bilang tadi aku habis bertemu Zidan" jelas Fariz, namun tak membuat Bani langsung percaya begitu saja.
"Kamu tidak sedang berbohongkan ?" tanya Bani membuat Fariz menjadi gelagapan.
"Untuk apa aku berbohong" sahut Fariz dengan cepat. Kenapa kak Bani bertanya seperti itu, apa kak Tama bener - bener memberi tahu tentang kedatangan ku kerumahnya. gumam Fariz dalam hatinya.
"Apa tadi kamu kerumah Tama ?" tanya Bani Fariz terkejut, ia bingung harus menjawab apa, apalagi untuk mencari alasan, otaknya seakan tidak mampu untuk berpikir lebih tenang.
"Hmm kata siapa aku kerumah Kak Tama ?" tanya Fariz mencoba menenangkan dirinya agar tak membuat kakaknya curiga.
"Nih !" Bani menunjukan sebuah video yang berdurasi hanya beberapa detik saja dan dalam video itu terlihat Fariz sedang berjalan ke arah camera dan membawa beberapa tentengan.
"Ini baju yang tadi kamu pakai, jadi sebenarnya kamu tadi ketemu Tama apa Zidan, lalu untuk apa kamu ke rumah Tama, ada hubungan apa di antara kalian ?" Bani langsung melontarkan berbagai macam pertanyaan membuat Fariz kebingungan sendiri.
__ADS_1
"Jawab kenapa diam saja" sahut Bani.
"Hmm Jadi gini, tadi aku dan Zidan sedang mencari tempat makan yang buka, karena mencari jalan alternatif dan ngikutin google maps, ternyata kita melewati rumah kak Tama, saat aku lewat kak Tama sedang berada di depan terasnya, karena dia mengenali mobilku, maka dia menegorku, akhirnya aku memberhentikan mobil ku di depan rumah kak Tama untuk bersilaturahmi di hari raya" jelas Fariz dengan sangat hati - hati.
"Lalu Zidannya ke mana, kenapa dia tidak asa di vidoe, lalu tentengan itu apa ?" Bani kembali bertanya, karena jawaban dari Fariz belum memuaskan.
"Zidan masih di mobil karena tadi ketika berhenti ia sedang menghubungi kekasihnya, nah ketika aku turun dari mobil, aku melihat ada keluarga kak Tama juga yang berada di teras, gak enak doang datang dengan tangan kosong, nah di mobil ada beberapa kotak kue yang di kasih orang tua Zidan, ya sudah aku bawa saja sebagai buah tangan" jelas Fariz.
"Oh" jawab Bani singkat dan berlalu meninggalkan kamar adiknya.
Fariz pun bernafas lega karena kakaknya langsung percaya begitu saja dengan karangan bebasnya. "Mampus kalau aku ketahuan, bisa - bisa jadi bahan ledekan" gumam Fariz.
Bani kembali ke kamarnya, di sana istrinya sudah menunggu. "Dari mana ?" tanya Syifa.
"Dari kamar Fariz" jawab Bani singkat.
"Sayang, kapan kita pindah ke rumah kita ?" tanya Syifa.
Syifa sudah tak sabar ingin tinggal di rumah baru bersama suaminya, ia ingin merasakan bagaimana menjadi seorang istri yang sesungguhnya, ia ingin melayani suaminya dari mulai sarapan, makan siang, makan malam, bahkan membersihkan rumah dan juga mencuci pakaian. karena selama di rumah Umi Syifa hanya bisa membantu memasak saja karena susah di kerjakan oleh Bi Tuti begitupun dengan beberes rumah dan mencuci pakaian, Bi Tuti semua yang mengerjakannya.
...*****...
Aisha merayakan hari raya dengan sederhana karena hanya berdua dengan adiknya, tak ada makanan khas lebaran yang tertata di meja makan, tak ada acara silaturahmi ke rumah sanak saudara. mereka menganggapnya sama seperti hari biasanya, namun ada satu yang mereka rindukan adalah sosok orang tua, Ayla dan Aisha tak mampu untuk mengunjungi makam ke dua orang tuanya yang di bali, karena semua itu terkendala dengan uang, dan Aisha masih takut jika harus datang ke sama karena mantan suaminya, lebih tepatnya suaminya pasti masih mencarinya.
"Dek kakak akan mencoba berkunjung kerumah Bayu apa kamu mau ikut ?" tanya Aisha pada adiknya.
"Apa mereka mau menerima ke datangan kita ?" tanya bali Ayla, ia ragu jika saudaranya akan menyambutnya dengan baik.
"Kita kerumah Bayu dek, bukan kerumah tante Reni" jelas Aisha. Tante Reni dan Om Surya adalah orang tua dari bayu yang merupakan saudara Aisha satu - satunya yang tinggal di kota yang sama dengan Aisha.
__ADS_1
"Kakak yakin, Bayu akan menerima kita dengan baik" jelas Aisha.
Di hari ketiga lebaran Aisha merasa jika Bayu sudah tak di sibukan lagi dengan sanak saudaranya hingga membuat Aisha leluasa bertemu dengan Bayu.
Aisha dan Ayla berangkat kerumah Bayu, mereka menggunakan angkutan umum, membutuhkan waktu satu jam untuk sampai di rumahnya Bayu, namun sampai sana rumah Bayu terlihat sepi dan menurut tetangga sejak bulan puasa Bayu sudah jarang tinggal di sana.
"Apa kita coba saja kerumah tante Reni" sahut Ayla.
"Boleh, bismillah semoga mereka mau menerima kita" doa Aisha.
Aisha dan Ayla keluar dari komplek perumahan Bayu menuju jalan raya, mencari angkutan Umum yang melewati perumahan tante Reni.
hanya butuh lima belas menit mereka sudah sampai di gerbang perumahan milik tante Reni, dari sana Aisha dan Ayla berjalan menuju rumah Tante Reni. mereka menyusuri setiap gang menuju rumah tante Rani, karena lupa Aisha sampai berkali - kali bertanya pada warga sekitar dimana rumah tante Rani.
Setelah hampir lima belas menit mereka berjalan, Akhirnya mereka bisa menemukan rumah yang mereka cari. dengan memberanikan diri Aisha memencet bel rumah tante Reni dan tak lama keluarlah seseroang, mereka bisa menebak jika itu pasti asisten rumah tangga yang bekerja di sana.
"Mai bertemu dengan siapa ?" tanya Asisten rumah tangga tersebut.
"Apa ini benar rumah tante Reni dan Om Surya ?" tanya Aisha.
"Iya betul".
"Kami saudara tante Reni dan Om Surya, kami ingin bertemu dengan mereka bisa" Sahut Aisha, menjelaskan kedatangan mereka.
"Maaf Nyonya dan Tuan sedang keluar, tapi di dalam ada tua muda" jelas Asisten rumah tangga tersebut.
"Boleh di panggilkan" ujar Aisha.
Asisten itu masuk kembali untuk memanggil tuan muda yang di maksud, sedangan Asiha dan Ayla masih menunggu di luar, karena pintu pagar tidak di buka, untuk membuka pintu pagar tersebut Asisten rumah tangga tersebut harus ada izin dari sang pemilik rumah.
__ADS_1
Bayu keluar dari dalam rumah, dan sangat terkejut karena luar pagar ada saudaranya ya itu Aisha dan Ayla.
"Kalian datang ke sini ?" tanya Bayu seakan - akan tidak percaya dengan kedatangan Aisha dan Ayla.