Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 124


__ADS_3

Bayu tak ingin mencampuri urusan Bani dan juga Aisha, sebagai saudara ia hanya menyampaikan permintaan maaf, bahkan ia tak akan memberikan bantuan seperti pengacara pada Aisha. iya menyadari jika perlakuan Aisha sudah melewati batas.


Setelah selesai dengan urusan Aisha, Bani, Tio dan Tama izin untuk menjenguk Ayla, Setelah mendapat Izin mereka bertiga pun masuk ke dalam ruangan tempat Ayla di rawat.


"Kak Bani" seru Ayla, ia sangat terkejut dengan ke datangan Bani dan juga kedua rekan Bani. begitupun dengan Bani ternyata Adiknya Aisha adalah anak remaja yang pernah menarik tangannya waktu di dekat tukang buah - buahan.


"Kak Bani maafkan sikap kak Aisha" lirih Ayla.


"Sudah kakak maafkan ko, kamu jangan banyak pikiran yang terpenting sekarang adalah kamu sembuh dulu" ujar Bani lembut.


"Kak jangan lepaskan Kak Aisha, biarkan dia menanggung semua perbuatannya, mungkin dengan cara ini ia bisa dasar" ujar Ayla.


Ucapan Ayla tentu membuat Bani, Tio dan Tama sangat terkejut, bagaimana mungkin anak sebaya Ayla yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, mempunyai pikiran dewasa seperti ini, bahkan anak sekecil Ayla rata - rata pikirannya hanya main dan main, namun Ayla sudah mampu mengerti tentang hal cinta yang begitu rumit.


"Ayla gak perlu mikirin itu, kita berdoa sama - sama semoga Kak Aisha bisa jadi lebih baik lagi, hingga bisa cepat keluar dari penjaranya" ucap Bani. Ada rasa kasian dengan kehidupan Aisha dan juga Ayla namun di sisi lain ia harus menjaga keutuhan keluarga kecilnya.


Ya allah maafkan hamba jika hamba terlalu berlebihan dalam masalah ini, tapi hamba tak punya pilihan lain, hamba hanya ingin mempertahankan keutuhan rumah tangga hamba. doa Bani dalam hatinya.


"Kakak gal bisa lama - lama di sini, kakak harus pulang karena masih ada banyak kerjaan, nanti kapan - kapan kakak akan kembali ke sini lagi ya" ucap Bani seraya mengusap pelan kepala Ayla dengan penuh kasih sayang.


Pulang dari rumah sakit, Bani langsung menuju rumah sakit tempat di mana Shela melahirkan. sedangkan Tama harus terlebih dahulu mengantrkan Tio ke kantornya sebelum kembali ke kantor Bani.


"Gue gak nyangka Adiknya si Aisha punya pola pikir lebih dewasa dari kakaknya" seru Tama.


"Mungkin jiwa mereka tertukar" sahut Tio.


Sementara Bayu menitipkan Ayla pada seorang perawat, ia akan berkunjung ke kantor polisi untuk menemui Aisha, dengan perasaan yang emosi dan juga kesal, Bayu mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata - rata, membelah jalanan yang tak begitu ramai. menyalip satu dua tiga kendaraan yang ada di depannya.

__ADS_1


"Bayu gimana, Bani mau kan mencabut laporannya, pasti dia gak tega kan kalau tau adik ku sedang sakit" Aisha sangat yakin jika Bayu telah berhasil membuat Bani mencabut laporannya.


"Aku memang sudah menemui Bani, bahkan Bani juga telah mengetahui kondisi Ayla, namun setelah mengobrol banyak dengan Bani bahkan dengan Ayla juga, aku memutuskan tidak ingin mencampuri urusan kamu dan Bani, harusnya kamu sadar kenapa kamu bisa sampai berada di sini" jelas Bayu membuat Aisha seketika menjadi emosi.


"Aku menyuruh kamu untuk meminta pada Bani agar mau mencabut laporannya, bukan membicarakan masalahnya" bentak Aisha dengan emosi.


"Kamu takut jika aku mengetahui kelakuan kamu" seru Bayu.


"Aku dan Bani tak ada masalah, aku hanya memperjuangkan yang harusnya aku dapatkan, apa salah dengan semua ini, aku yakin jika ini semua ulah istrinya, Bani sudah di pengaruhi istrinya itu" ujar Aisha dengan nada yang berapi - api.


"Tak perlu menyalahkan orang lain, intropeksi diri dulu saja, kenapa kini Bani lebih mencintai istrinya dari pada kamu yang merupakan cinta pertamanya" ujar Bayu membuat Aisha seketika diam.


Bayu pun meninggalkan ruang kunjungan dan kembali menuju rumah sakit, Bayu tak ingin meninggalkan Ayla lama - lama, walaupun Ayla sudah sadarkan diri namun keadaannya masih lemah. Sementara Di kantor polisi, Aisha kembali di bawa ke sel tahanan. Aisha masih berpikir dan mencari cara agar cepat bebas dari sana.


Aku memang dulu meninggalkan Bani dengan alasan yang kuat, tapi dia meninggalkan hanya demi santrinya, sungguh tidak adil ini. Gumam Aisha dalam hatinya.


"Gak perlu nangis - nangis, gak akan ada yang mengasihani mu, makanya sebelum bertindak itu harus di pikirkan matang - matang sebab dan akibatnya" ujar seorang tahanan wanita yang berada dalam satu sel dengan Aisha.


*****


Satu minggu sudah Aisha mendekam di penjara, dan Sidang untuk kasusnya akan di gelar dua hari lagi. Aisha tak pernah mendapat kunjungan dari anggota keluarganya, bahkan ia pun tidak mendapat bantuan pengacara untuk menghadapai sidangnya nanti.


Selama di penjara Aisha berubah menjadi wanita yang pemurung dan juga tertutup, Aisha tak pernah bergabung dengan tahanan lainnya, ia selalu menyendiri, bahkan ia sering menangis karena tak ada satupun keluarganya yang peduli dengannya.


Bayu masih di rumah sakit, Kini keluarganya pun sudah tau tentang Aisha dan Juga Ayla, mereka juga mendukung Bayu untuk menjaga Ayla tapi tidak dengan Aisha, Bayu di larang keras membantu Aisha yang kini sedang mendekam dalam sel tahanan.


Keadaan Ayla kembali memburuk setelah kemaren dokter mencoba melepas beberapa alat yang menempel di tubuh Ayla, kondisi Ayla kembali krtitis. dokter mau pun perawat sedang berjibaku menyelamatkan nyawa Ayla.

__ADS_1


Bayu dan kedua orang tuanya sedang menunggu keterangan dokter dengan cemas, bahkan saking khawatirnya Bayu terus mondar - mandir di depan ruangan Ayla.


"Nak duduk, Mama yakin semuanya akan baik - baik saja" ujar mama nya Bayu.


"Mah kalau terjadi apa - apa dengan Ayla, Aku gak akan pernah memaafkan Aisha, ini semua gara - gara dia" sahut Bayu.


"Berdoa saja semoga Ayla baik - baik saja" ujar mama Bayu.


"Mah kenapa kamu gak menghubungi suaminya Aisha saja biar mereka yang akan mengurus Aisha" ujar papa nya Bayu.


"Tapi Mama takut mereka membawa Ayla juga".


"Kita katakan saja, mereka boleh membawa Aisha tapi tidak dengan Ayla".


"Jangan memberi tahu dulu ke suaminya tentang keberadaan Aisha, biarkan dulu Aisha mempertanggung jawabkan perbuatannya" ujar Bayu yang tak setuju dengan usulan yang di berikan papanya.


"Ya sudah terserah kamu saja, tapi mama dan papa gak peduli dengan Aisha, mama hanya akan merawat Ayla saja, keluarga kita terlalu banyak menanggung malu dengan perbuatan Aisha itu" ujar mamanya Bayu.


Dokter keluar dari ruangan Ayla dengan raut wajah yang datar, membuat Bayu dan yang lainya langsung berlari menghampirnya untuk menanyakan keadaan Ayla.


"Gimana dengan adik saya ?" tanya Bayu.


"Mohon maaf kami sudah semaksimal mungkin namun tuhan berkehendak lain" ujar sang dokter.


...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...


Mohon maaf jika alur cerita ini tidak sesuai yang kalian harapkan 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2