
Ustazah Aisyah langsung menuju rumah Kyai Hasan, dan mengetuknya secara perlahan.
"ustazah, ada apa ya ?" tanya Bi Tuti saat melihat ustazah Aisyah sedang berdiri di depan pintu dengan wajah panik.
"Umi ada ?" Tanya Salwa balik.
"Umi sedang mengikuti Shalat berjamaah di surau" Jawab Bi Tuti.
"Hmm ya sudah, jika nanti Umi sudah balik bilang saja saya menunggu beliau di klinik" ustazah menitip pesan pada Bi Tuti, dan setelah itu ia memilih untuk melakukan shalat subuh kamar miliknya, sebelum kembali ke klinik.
Sementara di Klinik Asyifa telah bangun dari tidurnya.
"Saya di mana ?" tanya Asyifa bingung karena seingatnya ia tidur di kamar asrama.
"Syifa kamu ada di klinik, badan kamu panas" ujar Suster Bella memberi tahu.
"Sus saya mual" ujar Asyifa seraya memutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Suster Bella memberikan kanting kresek mini pada Asyifa. "ini untuk apa ?" Tanya Asyifa bingung.
"Jika kamu mau muntah, maka mutahlah dan masukan ke dalam sini" ujar Suster Bella seraya menunjuk kantong kresek.
Ustazah Aisyah kembali ke klinik dengan terburu - buru. "Sus gimana Syifa ?".
"Syifa sudah bangun, ia sedang istirahat" jawab suster Bella.
Asyifa kembali tertidur pulas, dan sesekali mengigau memanggil nama Abi dan Ummahnya.
"Apa ustazah sudah memberi tahu ini ke Umi ?" Tanya Suster Bella.
"Sudah tapi tadi Umi sedang mengikuti shalat berjamaah di surau, saya sudah titip pesan sama bi Tuti kalau aku menunggunya di klinik" jawab ustazah Aisyah.
Umi baru saja balik dari suaru, bi Tuti langsung menghampiri Umi. "Maaf Umi tadi ada ustazah Aisyah ke sini, ustazah Aisyah titip pesan bahwa beliau menunggu Umi di klinik". ucap Bi Tuti.
"Klinik, siapa yang sakit ?" Tanya Umi panik.
__ADS_1
"Ustazah Aisyah tidak memberi tahu siapa yang sakit, beliau hanya titip pesan kalau beliau menunggu Umi di klinik" jawab Bi Tuti.
Akhirnya Umi berjalan dengan terburu - buru memuju klinik, menurutnya ini pasti darurat hingga Aisyah memanggilnya.
Fariz dan Bani melihat Uminya sedang berjalan tergesa - gesa membuat keduanya saling pandang dan saling bertanya ada apa dengan Uminya.
Umi sudah sampai di klinik dan langsung menuju ruangan suster Bella.
"Aisyah ada apa, kenapa kamu menyuruh Umi ke sini ?" Tanya Umi panik dan saat keruangan suster Bella di dalamnya ada ustazah Aisyah juga.
"Duduk dulu Umi" ustazah Aisyah menyiapkan kursi untuk Umi.
"Jadi gini Umi, Asyifa sakit demam, sudah saya infus soalnya Asyifa juga muntah - muntah. Diagnosa saya kayanya gejala tifus" ujar Suster Bella menjelaskan.
"Syifa sakit, lalu kita harus bagaimana ?" Tanya Umi panik.
"Kalau saran saya lebih baik di bawa ke rumah sakit saja, apalagi demamnya tinggi" jawab suster Bella.
"Ya sudah bawa saja ke rumah sakit, nanti saya minta tolong anak saya untuk mengantar kita ke rumah sakit, dan nanti juga saya akan menghubungi keluarganya" jelas Umi.
Tak banyak bicara Umi langsung kembali kerumahnya, dan melihat Bani sedang menikmati secangkir kopi di ruang televisi.
"Ya sudah ayo Umi" jawab Bani tanpa banyak tanya karena melihat Uminya sangat panik.
"Umi ke kamar ambil tas dulu, kamu tunggu di parkiran saja" ujar Umi seraya berlari ke kamarnya.
Bani mengambil kunci mobilnya dan langsung berjalan ke arah parkiran, namun saat membuka pintu iya hampir bertabrakan dengan Abahnya.
"Mau ke mana pagi gini sudah pegang kunci mobil ?" Tanya Kyai Hasan penasaran.
"Kata Uminada santri yang sakit jadi Bani akan mengantrakannya kerumah sakit" jawab Bani.
"Siapa yang sakit ?" Tanya Kyai Hasan lagi.
"Gak tau, Umi gak bilang, udah ya Bani mau manasin mobil dulu" ucap Bani yang langsung pergi meninggalkan abahnya.
__ADS_1
Kyai Hasan masuk ke dalam rumahnya dan melihat istrinya sudah rapih. "Umi mau ke mana ?" Tanya Kyai Hasan pada istrinya.
"Umi mau nganter Syifa ke rumah sakit dia demam tinggi, oh ya abah tolong kasih tau pak Umar ya, Umi bawa Syifa ke rumah sakit harapan keluarga" ucap Umi dengan terburu - buru.
Umi pangsung menuju klinik. Di sana terlihat suster Bella sedang melepas infusannya. "Kenapa di lepas ?" Tanya Umi penasaran.
"Gak di lepas cuma mau di ganti yang tadi sudah habis" jawab suster Bella santai.
"Ayo berangkat, Bani sudah menunggu di parkiran" ujar Umi memberi tahu.
"Sebaiknya Syifa kita dudukan di kursi roda saja, kasian dia jalannya lemas" saran suster Bella.
Meraka pun akhirnya membawa Syifa ke ruamah sakit,Bani yang baru mengetahui kalau Syifa yang sakit ia ikut panik namun ia harus mengatur ke panikanannya karena ia harus konsentrasi dalam mengemudikan mobilnya, Syifa tertidur lemas dalam dekapan Umi bahkan kadang memanggil Ummah dan Abinya membuat Bani semakin cemas.
Sampai di rumah sakit, Syifa langsung masuk UGD, Umi dan yang lainnya sedang berharap cemas menunggu kabar Asyifa. bahkan Bani sudah seperti setrikaan yang mondar - mandir di depan pintu UGD.
"Bani antar Aisyah dan suster Bella kembali ke pesantren" perintah Umi pada Bani.
"Nggk Umi, Bani mau nunggun Syifa di sini" jawab Syifa membuat semuanya kaget. Umi memandang ustazah Aisyah seakan bertanya ada apa dengan Bani, ustazah Aisyah hanya mengangkat kedua bahunya menandakan kalau ia tidak tau apa - apa.
"Tapi nak, mereka harus pulang". Bujuk Umi agar Bani mau mengantarkan ustazah Aisyah dan Suster Bella.
"Bani mau di sini sampai ada kabar tentang Syifa, Mi tolong ngertiin Bani" ucap Bani seakan memohon agar tidak menyuruhnya beranjak dari rumah sakit.
Karena Bani tak mau mengantra pulang, akhirnya Umi memberikan beberapa lembar uang pecahan lima puluh pada ustazah Aisyah sebagai ongkos naik taxi.
...******...
Pak Umar sedang menikmati secangkir kopi di taman belakang rumahnya, tiba - tiba poneselnya berdering. Kyai Hasan tumben tlepon jam segini. gumam Pak Umar dalam hatinya.
"Iya pak saya akan segera ke sana" ucap pak Umar panik setelah mendengar penjelasan dari Kyai Hasan.
Pak Umar masuk ke rumahnya dan menghampiri istrinya yang sedang mempersiapkan untuk sarapan pagi. Secara perlahan dan halus pak Umar memberitahu tentang kabar Asyifa. Ummah langsung ikut panik setelah mendengar penjelasan dari suaminya.
"Ayo kita ke sana Abi, kasian Syifa" lirih Ummah di sela - sela isak tangisnya.
__ADS_1
"Ya sudah Ummah siap - siap dulu, Abi mau mau beritahu Bian dan Shela dulu" ujar Abi Umar.
Setelah semuanya siap Abi Umar dan Ummah menuju rumah sakit tempat di mana syifa di rawat. Awalnya Shela merengek ingin ikut namun karena hari ini ada jadwal kontrol ke hamilan dia maka Shela dan Abian akan menyusul nanti setelah kontrol.