Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 171


__ADS_3

Syifa mengelus pelan perutnya yang nampak membuncit, sungging senyuman terus saja terukir di bibirnya. Allah begitu luar biasa rasanya mendapatkan kesempatan menjadi calon ibu, anugrah yang tak terhingga dan sulit di ungkapkan dengan kata - kata. tak putus rapalan doa serta sujud syukur atas nikmat yang sudah terlimpah baginya.


Empat bulan lewat satu minggu usia kehamilan Asyifa zeima Azzahra kini. dan kemaren seluruh keluarga besarnya telah berkumpul guna membahas acara tasyakuran empat bulanan atau walimatul hamil.


Bani memutuskan acara tersebut akan di laksanakan di pesantren dan semua anggota keluarga pun setuju. Umi sangat antusias menyabut acara tersebut, hingga ia menyiapkan acara tersebut tanpa mau di bantu oleh Bani maupun Syifa.


Syifa dan Bani sedang bersiap - siap untuk berangkat ke pesantren, bahkan bi Tuti sejak pagi sudah berangkat ke sana guna membantu acara tersebut.


Bani sedang berdiri di depan lemari, tangannya sedang sibuk memilih baju koko yang akan di kenakannya sore ini.


"Sayang, kamu belum siapa juga ?" tanya Syifa.


Bani menoleh sekilas. "Sayang bagusan yang mana biru atau cream ?" tanya Bani seraya menunjukan dua buah baju koko.


"Pakai yang mana saja bagus ko, masih terlihat ganteng dan juga keren".


"Wah, sekarang kamu pintar menggombal yah ?".


"Bukan gombal sayang tapi beneran, kok. mau pakai apa saja bagus yang terpenting bersih dan tidak berlebihan. karena sebaik - baiknya pakaian adalah takwa. ketakwaan yang melekat di hati". ujar Syifa seraya tersenyum.


Lelaki itu mencampakan kedua baju tersebut begitu saja, ia memutar badannya menghadap sang istri, dan menarik perlahan sang istri hingga tenggelam dalam pelukannya.


"Abang, lepas ih ! nanti kita telat loh, Syifa juga belum selesai siap - siap nih" protes Syifa. yang di protes malah senyum - senyum dan masih enggan melepaskan pelukannya.


"Syifa tau enggak, apa bedanya kita sama ikhfa syafawi ?".


Syifa menatap tajam pada suaminya. "Apa sih, bang ? Nanti saja deh kalau mau main tebak - tebakan, kita lagi buru - buru nih" ujar Syifa.

__ADS_1


"Tau atau enggak nih, kalau gak di jawab gak bakal abang lepasin nih".


"Iya deh, iya. Emang apa bedanya ?".


"Jadi, kalau mim sukun ketemu Ba di sebut ikhfa syafawi. Nah kalau Muhamad Rabbani altafaraz ketemu Asyifa Zeima Azzahra di sebut cinta until jannah". Bani tertawa sendiri setelah menjelaskan tebak - tebakan tersebut.


Sementara salah satu tangan Syifa mendarat di perut sang suami menghadiahinya sebuah cubitan kecil yang membuat Bani merintih kesakitan.


"Abang ini ya ! sudah tau lagi di kejar waktu malah main gombal - gombalan" gerutu Syifa.


"Tapi seneng kan di gombalin Abang ?".


Mata Syifa membeliak, apalagi ketika Bani malah mempererat pelukannya. "Seneng sih" sahut Syifa dengan pipi yang merah merona dan senyum yang merekah. siapa yang tidak suka , justru becanda dengan pasangan halal menjadi salah satu sunnah dan bonusnya adalah pahala.


Mata Bani mengamati setiap ini wajah Syifa. entah kenapa ia ingin sekali berlama - lama menatap wajah cantik sang istri yang tanpa balutan hijab. ulasan senyuman teduh serta pipi yang bersemu saat di goda. Bani merasa telah jatuh cinta pada pesona bidadari surganya. lebay ? iya, mungkin bisa di bilang begitu, tetapi tidak ada kata lebay dalam sebuah cinta yang halal.


"Kamu cantik, apalagi kalau sedang tersenyum". ucap Bani, memotong bayangan Syifa akan suaminya itu.


Sejenak imajinasi terbengkalai dan fokusnya kembali normal. saat ini ada acara yang harus segera mereka datangi.


"Abang, jadi mau pakai yang mana baju kokonya ?".


"Syifa yang pilihkan saja, ya sayang". pinta Bani.


Syifa mengangguk, kemudian menuju depan lemari. koko warna biru pastel menjadi pilihannya, senada dengan baju yang akan di pakainya nanti. "Yang ini saja, ya, Abang, biar samaan sama baju yang akan di kenakan Syifa".


Bani mengangguk, mengambil alih baju koko dari tangan sang istri, bergegas memakainya dan kembali pandangan teralih pada sang istri. Syifa tampak cantik sekali hari ini, gamis berwarna biru pastel dan bercorak pink melekat di tubuhnya, serta hijab yang senada dengan bajunya. perut yang terlihat membuncit menambahkan aura ke ibuannya, memancar memenuhi raut wajah Syifa.

__ADS_1


"Abang, usia kandungan Syifa kan, baru mau jalan masuk lima bulan. bukannya kalau tasyakuran walimatul hamil itu umumnya waktu kandungan berumur tujuh bulan, ya ? makanya ada istilah tujuh bulanan ?" Syifa melempar tanya saat sedang berdiri di depan cermin merapihkan jilbabnya.


Bani tersenyum, kemudian tangannya terulur mengelus perut sang istri. "Sebenarnya banyak yang salah persepsi, lebih afdalnya memang saat usia kandungan empat bulan, Tahu kenapa ?" tanya Bani balik pada sang istri. sedangkan Syifa hanya menggelengkan kepalanya. "Karena pada saat usai kandungan empat bulan Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh ke dalam janin seorang ibu, dan saat itu juga Allah menuliskan qadha dan qadar_nya kelak saat bayi itu terlahir ke alam dunia. maka di anjurkan untuk memperbanyak bacaan shalawat serta tilawah alquran".


Memang masih banyak salah sekali yang salah kaprah. tujuh bulanan termasuk sudah menjadi tradisi setiap perempuan yang mengandung.dan banyak juga yang lebih memilih usia kandungan tujuh bulan dalam melaksanakan tasyakuran,padahal harusnya saat empat bulan. karena pada saat itulah segala kebaikan di turunkan untuk calon bayi yang akan lahir.


"Ayo sayang berangkat nanti telat lagi" ajak Syifa.


Mereka berdua berangkat menuju pesantren, butuh waktu hampir setengah jam mereka sampai di pesantren. ke datangan Syifa dan Bani di sambut oleh Ummah dan Umi.


"Assalamualaikum" ucap Bani dan Syifa secara bersamaan.


"Waalaikumsalam" jawab semuanya kompak.


"Syifa kamu tambah cantik saja, apa lagi perut kami semakin buncit menambah aura ke ibuan kamu saja" ujar Zahwa. Syifa pun hanya tersenyum simpul.


"Ma, kenapa perut Aunty Syifa buncit, apa Aunty kebanyakan makan ?" tanya Zayn, sontak membuat orang yang mendengarnya antara kaget dan juga ingin tertawa.


Bani menghampiri keponakannya dan mensejajarkan tubuhnya dengan Zayn. "Aunty Syifa nggk kebanyakan makan, sayang tapi Aunty sedang mengandung dede bayi" jelas Bani pada Zayn.


"Mengandung itu apa om ?" tanya Zayn lagi.


"Jadi gini, intinya dalam perut Aunty Syifa ada dede bayi" jelas Bani lagi. Zayn hanya mengangguk, entah dia paham atau hanya pura - pura paham saja.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Note: Mohon maaf sebelumnya jika ada kekeliruan dalam menjelaskan hal masalah walimatul hamil. Tak ada niatan sama sekali untuk menyinggung siapa pun itu.

__ADS_1


Indonesia itu beragam jadi hargai setiap perbedaan pendapat


__ADS_2