Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 20


__ADS_3

Tio menunggu Bani di dalam mobil, tak lama setelah Bani masuk ia melihat pak Roger keluar dari kantor itu dengan tergesa - gesa. lalu Tio menyuruh salah satu dari mereka untuk mengikuti pak Roger.


"Kira - kira Bani tadi ketemu gak yah sama si Roger ?" Tio bertanya pada dirinya sendiri.


Malik masih melamun, di pikirannya banyak pertanyaan yang tak mampu ia jawab. untuk apa dia datang ke sini ? kenapa dia tidak menghubungi ku ?, Malik tenang jangan buat dia curiga dengan kamu. ucap batin Malik.


"Suprise " Teriak Bani membuat Malik dasar dari lamunannya. Bani langsung memeluk Malik.


"Hey bro, sepertinya kejutan untuk mu berhasil" ujar Bani.


"I i iya " jawab Malik gugup. Malik tenang jangan gugup. ujar batin Malik.


"Apa kabar bro, sengaja aku datang ke sini, karena aku merindukan mu" ujar Bani.


"Tapi kenapa kamu tidak menghubungi ku terlebih dahulu ?" tanya Malik yang kini mulai tenang.


"Hey ini namanya kejutan, kalau aku mengubungi mu terlebih dahulu bukan kejutan namanya" protes Bani.


"Hahahaa betul juga kamu" ujar Malik sambil tertawa. " Ada yang pentingkah hingga kamu datang dengan tiba - tiba begini ?' tanya Malik penasaran dengan tujuan Bani datang ke kantornya.


"Tentunya ada dong tapi nanti itu mah belakangan" jawan Bani santai.


"Jangan - jangan kamu mau nikah ya ?" tebak malik.


"Doakan saja semoga aku bertemu dengan jodoh terbaik ku" ujar Bani. "Bagaimana dengan usaha mu ?" tanya Bani mengalihkan pembicaraan.


"Ya beginilah masih naik turun" jawab Bani.


"Sama saja aku juga naik turun, asal kamu tau aku ini sedang turun banget eh tahunya ada yang pesanan banyak banget, memang bener ya allah itu maha adik" ujar Bani.


"Bagus dong kalau gitu" ucap Malik.


Bani dan Malik berbicang - bincang seputar ke hidupan mereka masing - masing, membuat Malik sedikit merasa lega karena ke datangan Bani hanya sekedar untuk temu kangen.


...*******...


Sementara di pesantren hari ini ada kegiatan tentang pelatihan masak, ustazah Aisyah yang di dampingi oleh ustazah Sari adalah pemandu dalam kegiatan itu, dan pada kesempatan ini pesantren langsung mengundang seorang chef yang lumayan terkenal bernama chef Aldo.


Santri perempuan begitu semangat memperhatikan kegiatan tersebut apa lagi Chef Aldo memiliki wajah yang ganteng dan menjadi daya tarik bagi kaum hawa. sedangkan santri laki - laki tak seheboh santri perempuan tapi mereka tetap fokus memperhatikan cara masak chef Aldo. seperti santri yang bernama Rizal, karena dia bercita - cita menjadi pengusaha kuliner, sehingga ia begitu fokus dan mengingat setiap kata yang di katakan oleh chef Aldo.


"Nay kalau latihan di temenin orang ganteng enak yah, jadi semangat" ujar Mila.


Mila tadi pagi sudah kembali ke pesantren setelah libur tiga hari.

__ADS_1


"Kalau soal yang ganteng kamu mah semangat terus" ledek Nayla.


"Tentu dong, kaya kamu gak gitu aja" ejek Mila.


Nayla dan Mila tertawa, mereka menutup mulut mereka dengan tangan masing - masing agar suata tawa mereka tidak terdengar oleh ustazah Aisyah dan ustazah Sari.


"Lihat si Syifa nyempe melonggo !" seru Mila pelan pada Nayla.


"Jangan melongo, nanti iler kamu keluar" Bisi Nayla di kuping Asyifa.


"Diam jangan berisik" ujar Asyifa.


Waktu sudah menunjukan pukul sepuluh lewat tiga puluh menit, kegiatan hari ini pun selesai, santri kembali ke asrama masing - masing untuk persiapan Shalat dzhur. dan hari ini Asyifa dan kedua temennya mendapat tugas membatu menyiapkan makan siang, untuk makan siang dan sore tidak sebanyak santri kalau pagi, hanya cukup tiga atau empat orang saja, karena kalau untuk makan siang dan malam ada orang yang akan membantu bi Ijah di dapur.


Usatazah Salwa sedang duduk di meja kerjanya, rasa bahagia sedang menyelimutinya. sehingga ia tidak sadar kalau ada yang memperhatikannya.


"Saya perhatikan ustazah sedang senang sekali" tegur ustaz Ali.


"Ustaz sejak kapan anda di situ ?" tanya Ustazah Salwa kaget.


"Sudah satu jam" jawab ustaz Ali asal.


"Serius ustaz ?" tanya ustazah Salwa seakan tidak percaya karena dia berapa di ruangan itu baru tiga puluh menit yang lalu.


"Kenapa kamu senyum - senyum ?" tanya balik ustaz Ali.


"berarti harus segera di nikahkan ini takut jadi" ustaz Ali tidak melanjutkan pembicaraannya.


"Doakan saja ustaz saya sedang menunggu jawaban dari dia" ujar ustazah Salwa sambil tersenyum lebar.


"Semoga dapat jawaban yang tepat ya" ujar ustaz Ali.


"Amin".


Ustaz Ali kembali ke ruangan kerjanya. kini ustazah Nissa mendekati ustazah Salwa.


"Hey gimana reaksi ustaz Bani setelah kamu kembali mengirim surat untuknya ?' tanya Ustazah Nissa penasaran.


"Tau gak, dia balas surat dari aku" ujar ustazah Salwa senang.


"Serus ?" tanya Ustazah Nissa seakan tidak percaya, karena setelah puluhan surat di kirim dan baru kali ini ustaz Bani membalas surat Salwa.


"Dia sedang shalat isthikharah untuk mendapatkan jawaban yang pasti" jawab ustazah Salwa senang.

__ADS_1


"Mudah - mudahan mendapat jawaban yang terbaik buat kalian" doa ustazah Nissa.


"Amin".


...******...


Tio sudah hampir dua jam menunggu Bani di mobil, tapi Bani belum kembali, ada rasa cemas karena Bani tak kunjung keluar dari dalam kantor Malik, dia sudah mencoba berkali - kali menghubungi Bani namun tak ada jawaban, ia pun sudah mengirim pesan tapi tak satu pun pesannya yang di balas.


"Ya Allah lindungi Bani" doa Tio.


Tak lama kemudian ponselnya berdering. Pasti ini Bani. ujar Tio dalam hatinya. namun pas melihat layar ponsel, ternyata bukan Bani melainkan anak buahnya yang di perintahkan mengikuti pak Roger.


"Laporan bos" suara dari ujung telepon.


"Iya".


"Target setelah dari kantor Malik dia langsung pulang ke rumahnya, setelah menunggu satu jam namun tidak ada pergerakan dari target" jelas orang suruhan Tio.


"Tugas kamu sudah selesai, kamu boleh pulang, tunggu perintah selanjutnya". ujar Tio.


"Baik bos".


Tio kembali memeperhatikan pintu masuk ke kantot Tio.


Sementara Di dalam kantor Bani dan Malik asik bercerita tentang masalah masing - masing, Malik yang bercerita tentang pertemuannya dengan istrinya, Bani hanya menjadi pendengar setia untu Malik.


"Wah gak kerasa aku di sini udah hampir dua jam ! Seru Bani.


"Iya juga ya, Abis kita tidak pernah berjuma lagi setelah pernikahan aku" ujar Malik.


"Mentang - mentang sudah punya istri jadi lupa cara nongkrong sama teman" jawab Bani.


"Makanya cepetan doang kamu juga cari istri, jangan kerja mulu, biar ada yang ngurusin" ujar Malik.


"Oh ya, aku mau pulang dulu" ujar Bani.


kemudian Bani mengeluarkan amplop coklat dari dalam sakunya. dan menyerahkannya pada Malik.


"Aku punya hadiah buat kamu tapi nanti bukanya setelah aku pergi" ujar Bani sambil memberikan amplop tersebut pada Malik.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


***Hai hai hai para readers

__ADS_1


Tak bosan author ingetin buat kalian, jangan lupa Like, dan Vote untuk mendukung dan menghargai Karya Author.


Follow ig: nunungsn16***


__ADS_2