
Haii semuanya, terimakasih sudah mau meluangkan waktunya buat baca cerita saya, maaf masih banyak ke salahan, mohon di koreksi di kolom komentar.
Terimakasih atas dukungan kalian semua, hingga author semangat melanjutkan cerita ini.
🍃Happy Reading🍃
Keluarga Kyai Hasan bersiap - siap untuk berangkat ke acara akad pernikahan Salwa dan Robby, Kyai Hasan juga mengajak Usatzah Aisyah dan Ustaz Ali untuk ikut sebagai perwakilan pesantren.
"Apa kamu yakin mau datang ?" Tanya Umi.
"Iya Umi" jawab Bani singkat.
Tak banyak bicara, mobil meluncur membawa mereka ke tempat acara, para penghuni pesantren saling berbisik satu sama lain. Saling bertanya kemana kah mereka akan pergi.
...*******...
Sawla sudah selesai di make up, begitu cantik dalam busana pengantin serba putih, tersungging senyuman di bibirnya, namun senyuman itu senyum kepalsuan, hatinya menjerit - jerit ingin pergi jauh.
Pengantin pria dan rombongan sudah meluncur ke tempat acara, termasuk Asyifa dan keluarga, Asyifa sangat bahagia melihat Robby yang akan menikah, Asyifa menggunakan kebaya seragam keluarga di padu padankan dengan model kerudung dan di poles sedikit dengan make up sungguh membuat siapa pun melihatnya terpana.
Kaluarga Kyai Hasan sudah tiba di tempat acara dan di sambut oleh pak Wisnu.
"Alhamdulillah akhirnya pak Kyai dan keluarga bisa datang" ucap Pak Wisnu saat menyambut ke datangan Kyai Hasan dan keluarga. di persilahkan memasuki rungan dan duduk di tempat yang sudah di sediakan.
Fariz yang berada di samping sang kakak, bisa merasakan kekecewaan di wajah kakaknya, Bani tak banyak bicara ia duduk dan sibuk memainkan ponselnya.
"Nak Bani terima kasih sudah mau datang, maafkan anak bapak ya kalau dia punya salah" ujar Pak Herman.
"Sama - sama pak, maafkan Bani juga jika ada perkataan atau perbuatan Bani yang kurang enak" jawan Bani seraya tersenyum.
Iring - iringan pengantin pria sudah tiba, kini semua keluarga dari pihak pengantin perempuan sedang bersiap - siap dalam menyambut ke datangan sang besan.
Pengantin pria di persilahkan duduk di tempat ijab kabul, dan keluarganya si persilahkan duduk di tempat yang sudah di sediakan untuk tamu undangan, acara akan segera di mulai.
__ADS_1
Dua orang perempuan menggandeng pengantin memasuki tempat acara, mata Asyifa langsung melotot saat melihat siapa pengantin perempuannya.
"Bukanya itu Ustazah Salwa, hah kenapa menikah dengan kak Robby lalu bagaimana dengan ustaz Bani" ucap Asyifa dalam hatinya. Banyak teka - teki di pikiran Asyifa antara Ustaz Bani, Robby dan Salwa.
Salwa menyunggingkan senyum kepalsuan, Ummah dan Abi Umar saling pandang, menurut mereka sosok pengantin perempuan itu tidak asing.
"Bi ko Ummah kaya pernah liat perempuan itu, tapi di mana " bisik Ummah pada suaminya.
"Iya Abi juga gak asing dengan wajahnya" bisik Abi Umar.
Dengan anggun Salwa berjalan ke arah tempat akad, Robby dengan sigap membantu Salwa untuk duduk di kursi. Melihat ke romantisan tersebut membuat Bani memalingkan pandangannya.
Acara akan pun di mulai, Robby menjabat tangan Ayah dari Salwa yang selaku wali nikah mereka. dan mulai membacakan kalimat ijab.
"Saya terima nikahnya Salwa Azzahra Alfatunissa putri bapak untuk saya dengan maskawin 100 garam emas, uang 100 juta dan seperangkat alat shalat di bayar tunai".
"Sah"
"Sah"
"Sah"
"Ummah itu kan Ustazah Salwa, ustaz yang ada di pesantren Kyai Hasan" bisik Salwa pada Ummahnya.
"Yang bener kamu, pantes Ummah gak asing liatnya" jawab ummah "pantes di sana juga ada kyai Hasan" ucap Ummah seraya menunjuk ke tempat Kyai Hasan dan keluarga duduk.
"Hah ada Kyai Hasan juga, tapi aku gak liat ustaz Bani. kasian juga ya ustaz Bani di tinggal nikah" ucap Asyifa dalam hatinya.
Robby dan Salwa kini sudah berdiri di panggung pelaminan, satu - persatu tamu undangan naik ke panggung pelaminan untuk memberikan ucapan selamat dan mengabadikannya dengan berfoto.
Ketika giliran keluarga Kyai Hasan yang akan mengucapkan selamat kepada pengantin, Asyifa izin ke toilet untuk merapihkan make upnnya, hingga Asyifa tidak melihat ke beradaan Bani di acara tersebut.
Kyai Hasan mengucapkan selamat pada kedua mempelai, serangkaian doa pun dipanjatkan untuk kedua mempelai. Kini giliran Bani yang memberikan selamat ke pada kedua mempelai dan tiba - tiba Robby memeluk eret Bani dan membisikan sesuatu pada Bani.
__ADS_1
"Maaf jika saya merebut ke bahagian kamu, tapi ini semua aku lakukan untuk mempertanggung jawabkan perbuatan ku, apa kamu mau nanti dapat bekas saya, nggak mungkinkan, percayalah jodoh terbaik mu akan segera datang" bisik Robby di telinga Bani.
"Selamat ya, semoga jadi keluaraga sakinah, mawadah dan warahmah" ucap Bani pada kedua mempelai seraya menyunggingkan senyum termanisnya.
"Terima kasih ya bro udah mau datang" ucap Robby seraya menepuk - nepuk bahu Bani.
Salwa tak banyak bicara, ia sedang mencoba menahan tangisnya agar tidak tumpah, Salwa pura - pura tersenyum bahagia di hadapan keluarga Kyai Hasan.
Setalah memberi selamat, Kyai Hasan dan yang lainnya mengantri untuk mengambil makanan, kecuali Bani ia memilih duduk di meja yang paling pojok, memikirkan kata - kata yang di bisikan oleh Robby.
Kini giliran keluarga Salwa yang menaiki panggung pelaminan untuk memberikan selamat. Salwa terkejut melihat sosok Asyifa ada di sana. "Kenpa syifa ada di sini, siapa yang mengundangnya, bukankah Robby hanya mengundang keluarga inti saja" ucap Salwa dalam hatinya.
Salwa semakin terheran - heran saat melihat suaminya segitu kelihatan sangat dekat dengan keluarga Asyifa.
"Salwa kenalin ini, Abi Umar dan Ummah, mereka sudah aku anggap sebagai orang tua ku juga, aku dari kecil hingga selesai sekolah tinggal bareng dia" Robby menjelaskan siapa pak Umar dan Ummah.
"Sa sa saya Salwa" ucap Salwa memperkenalkan dirinya dengan gugup.
"Nah kalau ini kak Abian anak pertama dari Abi Umar dan ini istrinya" Robby lanjut menjelaskan. "Nah Kalau ini Asyifa anak bungsung Abi Umar, dia sudah aku anggap seperti adikku sendiri" ucap Rooby.
"Selamat ya Kak Robby dan kak ustazah Salwa" ucap Asyifa seraya menyalami kedua mempelai.
"Kamu tau Salwa padahal kakak belum memperkenalkannya" tegur Robby.
"Aku kenal kak, Ustazah Salwa adalah ustaz di tempat Syifa pesantren" jelas Asyifa.
"Oh gitu ya, bagus deh kalau kalian sudah saling kenal" ujar Robby.
Setelah keluarga Asyifa turun dari pelaminan, Salwa berbisik pada Robby.
"Sebenarnya ada hubungan apa kamu dengan Asyifa ?" tanya Salwa seraya berbisik.
"Aku dan Asyifa sepupuhan, Almarhum Ayahku adalah Adik dari Abinya Asyifa" jawab Robby pelan agar yang lain tidak mendengar percakapan mereka.
__ADS_1
Asyifa ikut keluarganya mengantri mengambil makanan. namun pandangannya terhenti ketika melihat seseorang yang sedang duduk sendiri di pojokan.
"Minum dulu yah, biar agak tenang" ucap Asyifa seraya memberikan segelas minuman yang ada di tangannya.