Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 140


__ADS_3

Pagi hari menyapa, menggantiakan gulita malam, sinar mentari pagi mulai nerebos celah jendela. Syifa baru saja nyelesaikan tugasnya membuat sarapan pagi untuk suaminya, sebelum berangkat ke kantor.


"Inget di rumah jangan cape - cape, kalau ada apa - apa langsung hubungi abang saja" sahut Bani dan berlalu pamit untuk berangkat bekerja.


Sepeninggalan Bani, Syifa hendak mengambil cucian kotor di dalam kamarnya, karena hari ini jadwal Syifa untuk mencuci pakaian. namun, Tiba - Tiba perutnya terasa melilit, seperti saat akan kedatangan tamu bulanan. bergegas kekamar mandi untuk mengecek dan ternyata, saat ini dia sedang menstruasi. Syifa menghela nafasnya dalam, hatinya di rasuki rasa kecewa. sama seperti Bani, entah kenapa dia juga sebenarnya diam - diam mengharapkan bahwa dokter memberikan kabar baik. tetapi melihat kenyataan saat ini, angannya harus kembali terhempas. dengan perasaan yang masih di balut kekecewaan Syifa pun melanjutkan pekerjaan rumahnya.


...*****...


Pesta pernikahan sudah tinggal menghitung hari, namun Fariz dan Rara kini sering terlibat cekcok akibat berbeda pendapat, kedua - duanya sama - sama keras kepala dan tak ada yang mau mengalah. kadang hal kecil pun akan menjadi masalah besar bagi mereka.


Fariz kembali menarik Zidan untuk sementara waktu mengelola Restonya, dan Resto cabangnya tetap ada dalam pengawasan Zidan.


Rara datang ke resto Fariz dengan raut kesalnya, karena Fariz bener - bener susah di hubungi.


"Kenapa kamu susah sekali di hubungi, apa sih gunanya ponsel kamu itu" gerutu Rara saat memasuki ruangan Fariz.


"Apa kamu tidak lihat, aku sedang bekerja, masa begitu saja kamu tidak mengerti" sahut Fariz ikut terpancing emosinya.


"Hanya menjawab panggilan sebentar saja kamu tidak bisa ?".


"Sudah ku bilang, aku sibuk, aku harus mempersiapkan semuanya sebelum aku libur kerja" sahut Fariz. "Lalu ada apa kamu datang ke sini ?" tanya Fariz.

__ADS_1


"Apa kamu lupa hari ini kita ada meeting terakhir sebelum hari H pernikahan kita" shut Rara dengan suara yang meninggi.


"Maaf aku melupakannya karena aku terlalu sibuk dengan kerjaan ku".


"Jadi kami sudah melupakan ku ?" tanya Rara dengan intonasi yang masih tinggi.


"Bukan melupakan mu tapi melupakan acara ini" sahut Fariz menjelaskan maksud dari kata - katanya.


"Oh jadi kamu melupakan acara pernikahan kita, bagus ya"


Aduh salah ngomong lagi, kenapa lagi ini perempuan sensi sekali, salah dikit ngomelnya bikin kepala tambah pusing. gerutu Fariz dalam hatinya.


"Kamu kenapa sih, salah dikit marah, salah marah. aku bukan melupakan acara pernikahan kita tapi aku lupa kalau hari ini ada meeting" jelas Fariz dengan sangat hati - hati ia sangat takut jika dirinya kembali salah ucap. "Ayo pergi sekarang nanti telat lagi, gak usah cemberut, mana ada calon pengantin cemberut jelek tau". sambung Fariz seraya merapihkan berkas - berkasnya.


Ya salam, salah lagi, dia kenapa sih ? setan apa yang merasuki tubuhnya. gerutu Fariz dalam hatinya. Rasanya ingin tertawa sekeras mungkin melihat ekspresi Rara seperti itu, namun ia takut salah lagi yang akan berbuntut panjang pada akhirnya.


Hari ini adalah hari terakhir Rara dan Fariz bertemu, karena ke esokan hari mereka akan menajalani proses pingitan hingga nantinya mereka akan bertemu di depan penghulu.


Selesai meeting, Fariz mengantarkan Rara terlebih dahulu sebelum ia kembali ke restonya.acara pernikahannya pun di gelar di hotel yang sama dengan waktu lamaran, namun kali ini mereka menggunakan ruangan yang lebih besar dari pada ruangan kemaren, karena tamu undangan saat pernikahan mencapai dua ribu tamu undangan. di pagi hari akan di langsungkan proses akad nikah dan malamnya di lanjut dengan acara resepsi.


Setelah Fariz pergi, Rara memasuki rumahnya, dan di sana ia mendapat kejutan dari sahabat dekatnya yang sengaja datang untuk memberikan kejutan bridal shower untuk Rara.

__ADS_1


Bridal shower adalah salah satu acara yang biasanya diadakan untuk menyambut calon pengantin perempuan yang akan segera menikah. Seperti dikutip dari Brides, bridal shower merupakan salah satu tradisi yang sudah sejak lama ada, berasal dari Belanda abad ke-16. Tradisi bridal shower itu dimulai ketika ayah seorang gadis menolak memberikan mas kawin untuk pernikahan yang tidak disetujuinya. Karena hal itu, banyak masyarakat yang kemudian menawarkan bantuan dengan memberikannya hadiah untuk membantu mengisi rumah barunya.


Tradisi tersebut lalu terus bertahan sampai hari ini. Namun seiring dengan berkembangnya waktu, tradisi bridal shower terus berkembang dan mengalami perubahan. Hingga saat ini, bridal shower dikenal sebagai tradisi untuk memberikan kado bagi calon pengantin perempuan sebelum dirinya menikah. Biasanya acara bridal shower ini akan digelar oleh teman-teman perempuan dari calon pengantin wanita yang biasa disebut bridesmaid.


Acara tersebut hanya di gelar secara sederhana di kediaman Rara, para sahabatnya pun memake up Rara dengan sembarangan agar hasilnya terlihat sangat aneh, lipstik merah menyala, pipi yang merah merona membuat tampilan Rara sangat aneh di lihatnya, untuk membuat acara semakin meriah, sahabat Rara meminta agar Rara mau berjalan keliling kompleks perumahannya dengan dandanan seperti itu.


Acara tersebut berjalan dengan lancar, Rara pun sangat berterimakasih pada sahabatnya yang telah memberikannya kejutan bridal shower. Rara tak pernah menyangka akan mendapat kejutan seperti itu, namun teman dan sahabat Rara yang merupakan Anak milenial jadi mereka pun merencanakan acara tersebut tentunya setelah mendapat izin dari Tama dan Juga mamanya Rara.


Sementara di kediaman Abah Hasan, akan di lakukan pengajian penjelang hari pernikahan Fariz. pengajian tersebut diadakan dua kali, karena banyaknya tamu yang di undang membuat mereka mengadakan acara tersebut dua kali agar tidak terjadi penumpukan tamu dalam acara pengajian tersebut.


Hari pertama pengajian, Kyai Hasan menundang seluruh rekan sesama Kyai dan juga para pemilik pesantren, begitu pun dengan Umi yang mengundang teman - temannya dalam majelis ta'lim. para tetangga pesantren. sedangkan di hari kedua, mereka mengundang seluruh keluarga besar Kyai Hasan Dan Umi, termasuk juga keluarga para pengurus pesantren dan warga yang tinggal di lingkungan pesantren.


Cara ini di adakan lebih meriah di banding pernikahan Bani, karena ini merupakan hajat terakhir untuk keluarga kyai Hasan. di acara pengajian ke dua sebagian teman Fariz pun ikut hadir untuk mendoakan kelancaran hari pernikahan Fariz.


Syifa dan Bani sibuk menjadi penerima tamu undangan di acara pengajian sang adik, dua hari mengadakan acara pengajian dengan tamu yang begitu banyak membuat Syifa kelelahan.


di hari kedua Syifa tidak bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik, kondisi kepala yang pusing dan terasa berat memaksa ia harus beristirahat agar sakitnya tidak berlanjut yang bisa menyebabkan kekacauan dalam acara pengajian tersebut.


"Abang, Syifa izin ke belakang sebentar, rasanya kepala Syifa pusing dan berat sekali" ujar Syifa seraya memegangi kepalanya.


"Kamu baik - baik saja ?" tanya Bani panik.

__ADS_1


"Syifa baik - baik saja, hanya ingin duduk saja rasanya kalau berdiri terus menerima tamu, Syifa gak kuat" ujar Syifa dan meninggalkan Bani sendirian. kemudian Syifa pun meminta tolong pada Zahwa untuk menemani Bani dalam menerima tamu.


__ADS_2