Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 64


__ADS_3

Bani baru pulang jumatan dan melihat Syifa yang tertidur pulas di tempat tidur, Bani pun memesan makanan ke pihak bagian cattring agar makanan tersebut di antar ke dalam kamar. Tak lama pihak cattring datang membawakan makanan sesuai permintaan Bani.


"Terima kasih" ucap Bani pada pihak cattring yang mengantarkan makanan.


Makanan sudag tertata di meja yang ada di dalam kamar tersebut, namun Syifa tak kunjung bangun, Bani pun menghubungi Kyai Hasan memberi tahu kalau dirinya dan Syifa tak ikut makan siang bersama.


Dengan perlahan dan lembut Bani membangunkan Syifa hingga terbangun "Astagfirullah" ucap Syifa saat melihat Ustaz Bani ada di hadapannya, Syifa mengucek matanya agar tak salah dalam penglihatannya.


"Cuci muka dulu biar fresh" ucap Bani dengan lembut.


"Maaf aku ke tiduran" ucap Syifa saat keluar dari kamar mandi.


"Tidak papa, makan dulu nanti bisa lanjutkan lagi tidurnya" ucap Bani.


Mereka pun makan siang di kamar, tak ada suara sepatah pun yang keluar dari mulut mereka masing - masing, Syifa mau pun Bani sedang menikmati makan siang. Setelah selesai makan Syifa pun ingin mengembalikan piring tersebut ke pihak cattring namun Bani melarangnya.


"Ada yang harus saya sampaikan, ini soal waktu itu yang pernah saya janjikan sama kamu, namun karena lupa hingga aku belum membicarakan ini sampai sekarang" ucap Bani menahan Syifa agar tak beranjak pergi.


"Maaf harusnya bukan waktunya untuk bercerita masalah ini, karena ini moment bahgia kita, namun aku takut jika tak bercerita sekarang nanti kamu tahunya dari orang lain" ucap Bani lagi.


"Ya sudah bicara saja sekarang" titah Asyifa sopan.


"Jadi begini,Empat tahun yang lalu. . . " ucapan Bani terhenti saat pintu kamar mereka di ketuk.


"Biar Syifa yang buka saja" ucap Syifa sambil berlalu untuk membukakan pintu. "Umi, kak Zahwa, silahkan masuk" ternyata yang datang adalah mertua dan kakak Iparnya.


Bani pun langsung menyambut ke datangan mereka, dan di persilahkan duduk di sofa yang ada di kamar tersebut.


"Ada apa ya ?" tanya Bani pada Umi dan kakaknya.


Umi pun menjelaskan maksud ke datanganya, ya itu ada beberapa dari pihak pesantren dan juga keluarga yang akan pulang, Bani dan Syifa di minta untuk menemui mereka terlebih dahulu. selesai menjelaskan maksudnya Umi dan Zahwa berlalu meninggalkan kamar pengantin.


"Ceritanya nanti saja, ayo ikut aku untuk menemui keluarga yang mau pulang" ucap Bani seraya menggandeng tangan Syifa.


"Apa harus seperti ini ?" Tanya Syifa minta penjelasan, ia bener - bener gugup jika harus bergandengan dengan suaminya.


"Emang kenapa ?".


"Malu" jawab Syifa malu - malu, pipinya sudah merah merona.


Bani tetap menggandeng tangan Syifa sampai di lobby hotel, keluarga yang melihat pasangan pengantin pun hanya tersenyum penuh makna.


"Ciee gandengan di kira mau nyebrang jalan" goda keluarga Bani. Syifa dan Bani hanya tersenyum malu - malu saat di goda oleh para anggota keluarganya.


Setelah keluarganya pulang Bani dan Syifa kini bergabung dengan dua keluarga besar pak Umar dan kyai Hasan, gurat bahagia terpancar dari dua keluarga tersebut, termasuk Umi, beliau begitu bahagia melihat putranya menikah.


...****...


Acara resepsi akan di mulai pada pukul sembilan belas, dari magrib Syifa sudah di rias oleh tim make up, begitupun dengan Bani dan juga orang tua dari ke dua mempelai. pukul sembilan belas tamu mulai berdatangan, tamu resepsi rata - rata dari kalangan temen, sahabat dan juga rekan bisnis dari kedua keluarga. Fariz dan Tio berjaga di depan pintu masuk karena takut Aisha datang dan merusak acara.


Bani dan Syifa berjalan di atas red karpet menuju pelaminan, di belakangnya ada orang tua dan juga keluarga, Bani berjalan dengan gagah dan tangan Bani dan Syifa saling bergandengan, sedangkan Syifa berjalan dengan anggun, mereka terus menebar senyuman hingga mereka benar - benar berada di atas pelaminan.


para tamu undangan terus berdatangan, mereka juga memuji ke tampanan Bani dan juga kecantikan Syifa, namun ada yang berbisik - bisik juga karena Bani menikahi gadis belia.


"Cantik si tapi mereka lebih cocok kaya adik dan kakak" ucap seorang tamu.

__ADS_1


"Hustt namanya juga udah jodoh, tapu mereka cocok ko serasi malahan" ucap tamu yang lainnya.


Tamu undangan silih berganti memberikan ucapan selamat, dan kadang mereka juga mengabadikan moment tersebut dengan berselfi ria.


Kini giliran Malik untuk memberikan selamat pada ke dua mempelai, Malik mendekat ke arah pelaminan di ikuti oleh istri yang sedang menggendong anaknya yang berusia satu tahun.


"Selamat ya" ucap Malik.


"Terima Kasih sudah datang", ucap Bani.


Malik menatap tajam ke arah Syifa. pintar juga si Bani nyari istri, cantik, bening masih muda lagi. Gumam Malik dalam hatinya.


setelah Malik memberi selamat, Malik pun mengajak istrinya pulang. "Kenapa kita pulang, kan baru datang ?" tanya istrinya Malik.


"Aku masih ada kerjaan" jawab Malik.


Tio dan Fariz melihat kepergian Malik dan istrinya. Datang cuma numpang makan doang. Gumam Tio dalam hatinya.


Fariz menaiki panggung, ia ingin mempersembahkan sebuah lagu untuk menghibur para tamu undangan. Fariz menyanyikan sebuah lagu dengan judul cinta luar biasa.


Waktu pertama kali


Kulihat dirimu hadir


Rasa hati ini inginkan dirimu


Hati tenang mendengar


Suara indah menyapa


Geloranya hati ini tak kusangka


Rasa ini tak tertahan


Hati ini selalu untukmu


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Tulus padamu


Hari-hari berganti


Kini cinta pun hadir


Melihatmu, memandangmu bagai bidadari


Lentik indah matamu

__ADS_1


Manis senyum bibirmu


Hitam panjang rambutmu anggun terikat


Rasa ini tak tertahan


Hati ini selalu untukmu


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Tulus padamu


Oh-ho huu


Hm-mm


Dari orang biasa


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Terimalah cintaku yang luar biasa


Hm-mm


Tulus padamu


Suara Fariz begitu merdu, entah lagu itu di tunjukan untuk siapa, Namun Fariz begitu menghayati setiap lirik dari lagu tersebut.


Diam - diam ada seseorang yang memperhatikan Fariz saat bernyanyi, ia begitu menikmati setiap liriknya, hingga mampu menggetarkan hatinya, namun sayangnya ia tak mengenali siapa lelaki yang sedang bernyanyi tersebut, perempuan tersebut terus memperhatikan matanya tak lepas terus memandang Fariz, wajahnya berseri - seri saat melihat senyum terukir indah di bibir Fariz.


...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...


Kira siapa ya yang memperhatikan Fariz bernyanyi ?.


Gimana rasanya ya kalau ada seseorang yang kita sayang menyanyikan lagu ini special untuk kita ? kelepek kelepek gak yah ?.


Jangan lupa like dan juga hadianya special hari pernikahan Bani dan Syifa

__ADS_1


__ADS_2