
Awalnya Bayu enggan untuk keluar, namun ia juga sangat penasaran dengan sosok orang mengaku saudaranya, menurutnya saudara mereka sudah datang semua.
Saat keluar dari dalam rumah, ia sangat terjeut ternyata yang datang adalah Aisha dan Ayla.
"Kalian datang ke sini ?" tanya Bayu seakan - akan tidak percaya dengan kedatangan Aisha dan Ayla.
"Aku sudah datang ke alamat rumah mu, tapi menurut tetangga kamu sudah jarang tinggal di sana" jelas Aisha.
"Iya aku sekarang lebih sering tinggal di sini semenjak mama ku sering sakit - sakitan, dan sekarang mereka juga sedang pergi kontrol ke rumah sakit" Sahut Bayu.
"Sakit apa tante Reni ?" tanya Aisha sangat penasaran.
"Lebih baik kita jangan ngobrol di sini, kalian tunggu di sini aku ambil mobil dulu" ujar Bayu kembali masuk ke dalam rumahnya.
Seperti janjinya, Bayu membawa Aisha dan Ayla menuju kediamannya. "Kenapa kamu bawa kami ke sini ?" tanya Aisha penasaran.
"Nanti aku kan jelaskan" ucap Bayu.
Sampai di depan rumah, Bayu mengajak Aisha dan Ayla masuk ke dalam rumahnya, walaupun jarang di tinggali namun rumahnya sangat terawat karena ia selalu membayar orang untuk membersihkan rumahnya.
"Ayla nonton tv saja, di kulkas banyak cemilan ambil saja apa yang kamu mau, kak Bayu ingin bicara berdua dulu dengan kakak mu" ujar Bayu dan Ayla pun langsung mengangguk mengerti.
Sepertinya ada sesuatu hal yang akan di katakan Bayu, tapi tentang apa ?. gumam Aisha dalam hatinya.
"Ayo ikut aku !" ajak Bayu pada Aisha.
Bayu membawa Aisha ke taman belakang rumah. bayu tak ingin Ayla mendengar percakapan mereka.
"Bayu ada apa ini ?" tanya Aisha mulai penasaran.
"Jadi gini, Suami mu di bali masih mencari keberadaan mu, hingga mereka sering mendatangi rumah kedua orang tua". jelas Bayu membuat Aisha bener - bener kaget.
"Dia bukan suami ku lagi, dan untuk apa mereka mencari ku ?".
__ADS_1
"Apa kamu sudah memiliki akte cerai, apa kamu sudah menjalankan sidang cerai, apa suami mu sudah menjatukan kata talak, ya semuanya pasti belum, dan itu artinya kamu masih sah istrinya" jelas Bayu.
"Tapi aku sudah berpisah hampir satu tahun, dan menurut agama itu sudah masuk talak satu" jelas Aisha.
"Tapi menurut negara belum" Sahut Bayu membuat Asiha terdiam, apa yang di katakan Bayu memang ada benarnya.
"Aku ingin berpisah secara negara dengannya namun aku takut harus berhadapan dengannya, aku takut mereka menangkap ku, menyekap ku, dan menyewakan ku pada lelaki hidung belang, itulah yang menjadi alasan ku kabur darinya. Jelas Aisha.
"Tapi tindakan mu salah, lihat akibatnya, orang tau syok dan meninggal karena ulah mu, dan sekarang orang tua ku ikut - ikutan syok ia takut karena selalu dapat ancaman karena mereka kira keluargaku menyembunyikan kalian" jelas Bayu sedikit emosi.
"Aku tak tau jika mereka masih mencari keberadaan ku" ujar Aisha.
"Aisha, aku harap kamu bisa menyelesaikan masalah ini, jangan sampai berlarut - larut, kami memang keluarga mu, tapi tak ingin mati sia - sia karena kebodohan mu" ujar Bayu.
"Bayu aku juga tidak ingin seperti ini, aku juga tidak ingin menikah dengannya, semua ini terjadi karena sebuah keterpaksaan demi melunasi hutang orang tua ku" jelas Asiha.
"Dan orang tua ku meninggal karena sudah menjadi takdirnya" sahut Aisha ia tak ingin orang tuanya di sangkut pautkan dengan kejadian tersebut.
"Bayu bantu aku, agar bisa terlepas dari semua ini" pinta Aisha yang mulai terisak.
Bayu mengantarkan Aisha dan Ayla pulang, ia tak ingin kedatangan mereka kerumah orang tuanya menjadi masalah baru untuk dirinya, dan juga akan menambah kebencian sang mama pada keluarga Aisha.
"Jika ada perlu hubungi aku saja, jangan pernah sekali - sekali datang kerumah ku, dan juga orang tua ku" ucap Bayu saat Aisha akan turun dari dalam mobil.
...******...
Bani dan Syifa sangat senang sekali karena mereka akan menempati rumah baru mereka, dan mereka pun akan mengadakan syukuran di rumah barunya besok sore dan hanya mengundang tetangga rumahnya dan keluarga inti saja, karena acara tersebut di gelar sangat sederhana sesuai permintaan Syifa.
Hari ini Bani dan Syifa di sibukan dengan persiapan untuk esok hari, Bani dan Syifa sedang mengemasi barang - barang yang akan mereka bawa ke rumah baru mereka.
"Jangan bawa semua pakaiannya, biar nanti kita main ke sini tak perlu repot bawa - bawa baju lagi" ujar Bani pada istrinya.
"Iya bang" jawab Syifa.
__ADS_1
Hari yang di tunggu pun tiba, Syifa dan keluarga kyai Hasan berangkat menuju rumah baru Syifa dan Bani, Bahkan Umi juga sudah mengajak bi Tuti untuk bantu - bantu dalam acara tersebut.
Keluarga Abi Umar pun sudah tiba, namun ada yang kurang karena Abian dan Shela tidak ikut, mereka sedang menunggu orang tua mereka yang sedang dalam perjalanan kerumah Abi umar.
Acara pun berlangsung dengan cepat, Kyai Hasan menjadi pemimpin dalam acara tersebut. Lantunan doa di panjatkan akan keberkahan rumah baru Syifa dan Bani.
Selesai acara Bani memperkenalkan dirinya dan juga keluarganya yang hadir pada para tetangga yang menghadiri pengajian di rumah barunya, Bani dan Keluarganya mendapat sambutan hangat dari para tetangga yang ramah - ramah.
"Ummah nginep ya" pinta Syifa.
"Kapan - kapan nak, gak enak ada tamu ko malah di tinggal, Ummah doakan semoga kamu betah di sini" ucap Ummah seraya memeluk anak bungsunya.
"Kalau kakak kamu sudah lahiran, kami akan sering - sering maen ke sini, sekarang kita harus fokus untuk persiapan lahiran kakak mu" ujar Abi Umar.
"Nanti kak Shela lahiran kabarin aku ya" sahut Syifa.
keluarga Syifa pun pamit pulang, sedangan Umi dan Bi Tuti pun membereskan semua sisa makanan. keluarga Kyai Hasan berencana untuk menginap di rumah Bani.
Rasa Syukur Bani dan Syifa panjatkan, setelah melewati berbagai masalah di awal pernikahan namun kini mereka bisa menikmati buah kesabaran mereka, rumah baru dan juga bayi yang ada dalam kandungan Syifa menjadi hadiah terindah yang harus ia syukuri dalam perjalanan hidupnya.
Malam hari teman Bani yaitu Tama dan Tio datang memberikan selamat atas rumah barunya, kedatangan Tama membuat Fariz menjadi gelisah tak tenang, ia takut Tama akan bercerita langsung pada kakaknya.
Mereka bertiga membicarakan masalah tentang Malik, hal itu membuat Fariz sedikit lega karena Tama tak membahas kedekatannya dengan adiknya.
"Apa sidangnya sudah kembali di gelar ?" tanya Bani penasaran.
"Menurut informasi sih sudah" sahut Tama.
"Lalu hukuman apa yang Malik dapat ?" tanya Tio penasaran.
"Katanya sekarang jadi seumur hidup, lebih ringan dari hukuman Mati" jelas Tama.
"Nanggung, kalau seumur hidup mah, ibarat kata hidup segan mati tak mau" ujar Tio sambil tertawa.
__ADS_1
...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...