
"Dok jangan becanda, adik saja baik - baik saja kan".
"Maaf, kami sudah melakukan yang terbaik tapi tuhan berkehendak lain, nyawa adik anda tak bisa kami selamatkan". jelas sang dokter.
Bayu langsung berlari keruangan Ayla di ikuti oleh mama dan papanya, tangis mereka pun pecah melihat Ayla yang sudah terbujur kaku di tempat tidurnya.
"Ini semua gara - gara Aisha" teriak Bayu.
Keluarga Bayu pun mengurus kepulangan Ayla, mereka juga akan memakankan Ayla di pemakaman keluarga, sebelum di bawa ke pemakaman Jenazah Ayla terlebih dahulu di semayamkan di rumah milik Bayu. tetangga pun berdatangan untuk menyampaikan bela sungkawanya.
Jenazah di bawa kepemakaman, orang yang merupakan asisten Bayu pun.memberitahu hal ini pada pihak kepolisian agar Aisha bisa di izinkan untuk mengikuti proses pemakaman. karena bagaimana pun Aisha merupakan kakak kandung Ayla.walupun kesal dengan Aisha, tapi Bayu tak boleh egois dalam hal ini.
Pihak polisi pun menyampaikan berita duka tersebut pada Aisha, hingga membuat Aisha seketika menjadi pingsan tak sadarkan diri.
para polisi wanita pun mencoba menyadarkan Asiha dengan menggunakan minyak kayu putih.
"Aku ingin bertemu adik ku" seru Aisha saat dasar dari pingsannya.
"Kami akan mengantarkan anda ke pemakaman" ujar polisi.
Tiga orang polisi yang terdiri dari satu polisi lelaki dan dua polisi wanita, mengantarkan Aisha ke pemakaman, sepanjang perjalanan Aisha terus menangis memanggil nama sang adik.
Tiba di pemakaman Aisha langsung memeluk keranda sang adik, suasan pun semakin haru, saat petugas pemakaman akan menurunkan jenazah Ayla pun Aisha tetap memeluk sang adik.
Terjadilah perdebatan antara Bayu dan Aisha.
"Bayu aku telah menitipkan Ayla pada kamu, tapi kenapa kamu tidak menjaganya dengan baik, atau jangan - jangan kamu sengaja membunuh adik ku" Aisha menuding Bayu penyebab kematian Ayla.
"Jaga ucapan mu, harusnya kamu intropeksi diri, ini semua gara - gara keegosian kamu" ujar Bayu yang emosi karena di tuduh penyebab kematian Ayla.
__ADS_1
"Aku akan laporkan kamu ke polisi" bentak Aisha.
"Silahkan saja, buktikan jika aku penyebab kematian Ayla". seru Bayu.
"Maaf semuanya, tidak baik berdebat di pemakaman, kita harus segera memakamkan jenazah karena tidak baik jika di biarkan begini saja" ujar seroang ustaz yang di tugaskan untuk memimpin doa dalam acara pemakaman Ayla.
Aisha terus menangis histeris saat melihat jenazah Ayla di turunkan ke liang lahat dan di urug oleh tanah. Aisha memeluk gundukan tanah yang berbatu nisan atas nama Ayla. Polisi membiarkan hal itu, ia paham jika Aisha sedang berduka.
"Ini semua gara - gara kamu, dari kamu yang egois, mementingkan ke inginan kamu, coba kamu mau sedikit menerima nasehat adik mu, ia tak akan pergi seperti ini" ujar Bayu pada Aisha.
"Lihat orang tua kamu meninggal karena masalah kamu, dan sekarang adik mu meninggal karena keegoisan kamu" sambung Bayu.
"Kamu tau apa tentang keluarga ku, sekarang kalian datang bak malaikat tapi dulu kalian kemana saat keluarga ku susah, meminjam uang seribu rupiah pun kalian tak kasih, hingga orang tua ku merelakan aku sebagai ganti ruginya" ujar Aisha yang masih terisak.
"Jangan pernah ungkit masa lalu, apa kamu lupa perlakuan keluarga mu terhadap aku dan saudara yang lainnya, Ayahmu telah memalsukan tanda tangan saudara - saudaranya hingga harta warisan tersebut jatuh ke tangan ayahmu semua, Kemana keluarga mu saat kami hidup susah dan kelaparan, di saat kami sudah bangkit dan memiliki semuanya dengan entengnya ayahmu meminjam uang pada kami, tak sudi untuk kami meminjamkannya juga. itu sebagai karma yang telah ayahmu perbuat" ujar mama Bayu dengan Emosi.
Karena proses pemakaman telah selesai, Aisha pun kembali ke kantor polisi dan di masukan ke dalam sel tahanan. Aisha meratapi hidupnya yang kini tinggal sebatang kara dan harus mendekam di dalam penjara.
Syifa dan Bani telah kembali kerumah mereka, setelah seminggu mereka tinggal di rumah Abi dan Ummah.
Pagi hari Syifa sudah beraksi di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk suami tercintanya. Karena Bi Tuti telah kembali kerumah Umi, maka Syifa menyiapkan semuanya sendiri.
"Sayang hari ini ada sidang buat kasus Aisha, kamu di minta hadir untuk sebagai saksi" ujar Bani ketika sarapan pagi itu telah selesai.
"Jam berapa sidangnya ?" tanya Syifa.
"Nanti jam sepuluh".
"Ya sudah nanti aku akan hadir, sekalian juga mau ngucapin bela sungkawa" sahut Syifa seraya membereskan piring kotor bekas mereka makan, dan Syifa pun langsung mencucinya agar tidak menumpuk piring yang kotor.
__ADS_1
"Kamu mau ngapain ?" tanya Syifa saat melihat Suaminya sedang memegang sapu.
"Kalau pegang sapu ya mau nyapu sama ia mau nari".
"Maksud Syifa itu ngapain abang nyapu, abang duduk saja" sahut Syifa.
"Abang mau bantu istri abang biar gak kecapean, boleh ya".
"Ya sudah tapi yang bersih".
"Siap bu bos".
Bani dan Syifa pun bergotong royong dalam membersihkan rumahnya dalam kegiatan tersebut, di selingi canda dan tawa mereka saat menjahili satu masa lain, membuat mereka tertawa lepas. karena mengerjakannya bareng - bareng membuat pekerjaan tersebut selesai dengan cepat.
"Kamu mandi duluan gih" titah Bani pada istrinya.
sedangkan Bani menunggu ke datangan Tama, mereka bertiga akan berangakat secara berbarengan, sedangkan Tio tidak bisa menghadiri acara sidang tersebut karena banyak sekali kerjaan yang tak bisa di tinggal begitu saja.
Syifa mendapatkan arahan dari Tama ketika nanti dirinya harus memberikan keterangan sebagai saksi.
Aisha di giring ke ruang persidangan dan duduk di kursi kesakitan.dan di ruang tersebutlah Aisha, Bani dan Syifa kembali bertemu, namun saat mereka di pertemukan di ruang siang tak ada satu katapun yang terlontar dari mulut Aisha, bahkan Syifa merasa perihatin dengan masalah yang tengah di hadapi Aisha.
"Kenapa Aisha diam saja ?" bisik Syifa.
"Mungkin ia sudah menyadari kesalahannya" sahut Bani.
Bani dan Syifa menyampaikan rasa bela sungkawanya atas kepergian Ayla kepada Tama, karena Syifa dan Bani di larang mendekat ke arah Aisha.
Syifa mulai memberikan penjelasan dan kronologi tentang kejadian di rumah sakit, Syifa menjelaskan sesuai apa yang terjadi tanpa di lebih - lebihkan atau pun di kurangi dan Kini giliran Bani yang memberikan penjelasan tentang kisahnya dengan Aisha, dan bagaimana Aisha yang selalu meminta datang padanya memohon agar Aisha di jadikan istri keduanya.
__ADS_1
Saat mendengar keterangan dari Syifa dan juga Bani, Aisha hanya meneteskan air matanya dan sesekali tersenyum, karena tak ada pengacara yang membantunya, pihak jaska pun meminta Aisha untuk menanggapi semua keterangan yang di sampaikan oleh Syifa dan Bani.
"Hihihiii kita main yuk, jangan pernah tinggalkan kakak lagi ya" ujar Aisha seraya tertawa namun tiba - tiba langsung menangis histeris.