
Malik menerima amplop tersebut merasa bingung namun ia berusha berpikiran positif. di pikiranya itu adalah sebuah undangan pernikahan Bani.
Bani menemui Tio yang sudah menunggu di parkiran. Tio merasa lega karena Bani telah kembali.
"Bos lama banget ?" tanya Tio penasaran saat Bani memasuki mobilnya.
"Namanya juga temu kangen sama temen yang sudah lama" jawab Bani santai.
"Gimana reaksi si Malik saat melihat foto - foto itu ?" tanya Tio penasaran.
"Kita balik saja dulu, nanti ada yang curiga" Titah Bani.
Tio menjalankan mobilnya kembali ke kantor Bani.
Sementara di ruangan Malik membulak - balikkan Amplop pemberian Bani." Kira - kira ini apa sih isinya ?" gumam Malik.
Ketika ingin membuka amplop tersebut tiba - tiba ponsel Malik berdering, dan di lihat ternyata Roger yang menghubunginya.
"Ada apa kamu menghubungi ku ?" tanya Malik.
"Harusnya saya yang bertanya sama kamu, kenapa kamu tidak memberi tahu kalau Bani akan datang ke kantor kamu " ujar Roger dari sebrang telepon.
"Saya juga tidak tau kalau dia datang ke kantor saya" jawab Malik
"Tadi saya bertemu dengan dia, untung dia tidak mencurigai semuanya, bahkan dia tidak mengecek pembayaranya, dan dia juga bilang kalau pesanan ku sudah 60% jadi" jelas Roger.
"god job" ujar Malik, lalu mematikan teleponnya secara sepihak.
Mendengar penjelasan dari Roger, Malik merasa senang, karena tidak akan ada yang menyaingi ushanya, Bani akan rugi besar. itulah pikir Malik. Malik melanjutkan kerjaannya yang tertunda hingga ia melupakan amplop pemberian dari Bani.
Bani dan Tio sudah sampai di kantor, Bani berjalan menuju ruangannya di ikuti oleh Tio.
Bani duduk di kursi kerjanya menghela nafas panjang.
"Pak gimana tadi ?" tanya Tio penasaran.
"Oke Saya akan jelaskan" ujar Bani.
Bani mulai menjelaskan dari tertemuanya tidak sengaja dengan pak Riger ketika ia akan menuju ruangan Malik.
"Di kerja di sana ?" tanya Tio.
"Menurut resepsionis yang mengantar saya sih, dia gak kerja di sana tapi katanya udah sering keluar masuk dengan bebas ke kantor itu" ujar Bani.
"Tadi aku melihat dia di keluar kantor dan aku menyuruh beberapa orang untuk mengikutinya. namun hasil dari laporannya Pak Roger pulang kerumahnya dan tidak melakukan pergerakan lagi"Jelas Tio.
__ADS_1
"Lalu bagaimana reaksi Malik melihat kedatangan mu dan Melihat foto itu ? tanya Tio penasaran.
Bani mulai kembali bercerita tentang ke terkejutannya Malik saat Bani masuk ke ruangannya. Bani mencoba mencairkan suasana seakan - akan pertemuan mereka real karena ke rinduan.
"Lalu amlpop itu ?".
"Amplop itu aku kasih pas aku ingin pulang dan bilang di bukanya setelah aku pergi" jawab Bani.
"Berarti bos gak ngoceh - ngoceh dong" ujar Tio
"Permainan yang sangat halus" ujar Bani dengan bangga. kedua orang tersebut lalu tertawa bersama - sama.
...*****...
Di dalam kamar Asrama Asyifa dan kedua temenya sedang berada di kamar, Nayla yang sedang tiduran untuk mengistirahatkan badannya setelah kegiatan hari ini, sedangkan Mila dan Asyifa sedang membereskan lemari baju mereka masing - masing. di sela - sela kegiatan mereka tak lupa mereka bercerita tentang kegiatan hari ini dan di selingi oleh canda dan tawa membuat suasana semakin hangat.
Mila tak lupa juga bercerita selama ia di rumahnya, terbesit dalam hati Asyifa ia juga menginginkan ke pulangannya, kumpul dengan keluarga,namun rasa itu harus dia tahan hingga satu bulan lagi.
Asyifa selesai membereskan lemarinya dan kini duduk di dekat Nayla, Karena juga sudah selesai akhirnya Mila juga ikut duduk di dekat Nayla dan Asyifa. tiba - tiba Asyifa mengeluarkan air matanya membuat Kedua temennya bingung dan panik.
"Kamu kenapa ?" tanya Nayla dan Mila kompak.
"Aku gak papa", jawab Asyifa dan berusaha penghapus air matanya.
"Maaf kalau ada kata - kata kita yang bikin kamu sedih" timpal Nayla.
"Hmm aku sedih aja, entah kenapa aku ingin kumpul dengan keluarga, ingin tidur di peluk Ummah" ujar Asyifa bercucuran Air mata.
Mila dan Nayla langsung memeluk tubuh Asyifa, mereka tau apa yang di rasakan Asyifa karena dia sudah mengalaminya terlebih dahulu.
"Mungkin ini efek dari kunjungan keluargamu kemaren, dulu aku juga setelah di kunjungi suka langsung sedih bahkan sakit" ujar Nayla sembari melepakan pelukannya.
"Dulu juga aku seperti kamu ko, intinya enjoy aja nikmati saja waktu mu di sini" ujar Mila lalu melepaskan pelukannya.
Asyifa menghapus sisa air matanya "Apa aku ini terlalu lebay ?" tanya Asyifa kepada kedua temennya.
"Nggak lebay itu semuanya wajar ko, kamu baru seminggu lebih beberapa hari jadi wajar kalau kamu masih suka sedih inget rumah, dan apa lagi kamu baru saja di kunjungi keluarga kamu" jelas Mila.
Mila dan Nayla berusaha menghibur Asyifa, hingga Asyifa kembali tersenyum, Asyifa mereasa beruntung sekali mendapatkan teman yang begitu baik dan mengerti akan kondosinya, membuat dirinya semakin betah tinggal di pesantren.
Canda dan tawa mereka terhenti Mila melihat jam di dinding menunjukan waktu sudah pukul lima belas pas, berarti sudah memasuki waktu Ashar, Mereka masuk ke wc secara bergantian, mereka mandi secara asal karena di kejar waktu, setelah mereka rapih, mereka langsung berlari ke arah surau dan mengambil posisi untuk shalat berjamaah.
Untung tidak telat, kalau telat nanti singa betina akan mengeluarkan taringnya. Gumam bantin Asyifa.
...******...
__ADS_1
Malik baru saja menyelesaikan tugasnya hari ini. kemudian matanya tertuju pada amplop yang tadi di berikan Bani, kemudian ia mengambilnya dan di lihatnya secara seksama.
Tok . . Tok . . Tok
pintu ruangan Malik di ketuk.
"Masuk" ujar Malik dan kembali meletakan amplop tersebut.
"Untuk apa kamu datang lagi ke sini ?" tanya Malik.
"Bos lupa, kalau bos itu belum mentransfer uang untuk saya". ujar Pak Roger.
Malik mengambil ponselnya dan mengirim sejumlah uang yang sudah di janjikannya lewat mbanking.
"Sudah aku transfer silahkan kamu cek" titah Malik kesal.
Roger langsung mengecek tranferan dari Malik namun dia terkejut karena malik hanya memberikan setengah dari perjanjiannya.
"Kenapa hanya segini ?" tanya pak Roger kesal.
"Saya akan membayar full setelah Bani benar - benar bangkrut" ujar Malik dan kembali mengambil amplop dari Bani.
"Itu apa ? Apa tugas baru untuk saya ?" tanya Roger.
"Bukan, ini amplop dari Bani, aku gak tau isinya, tadi dia berpesan untuk membukanya setelah di pergi dari kantor ini" jelas Malik.
"Ya sudah buka saja langsung" titah Roger.
Malik mulai membuka amplop itu secara perlahan lalu mengeluarkan isi dari amplop tersebut. betapa terkejutnya Malik dan Roger karena isi amplop tersebut adalah beberapa lembar foto dan satu buah flasdisk.
πππππ
Hi Para Reader
Selamat Tahun Baruππ§¨
Author mau ngucapin terimakasih buat kalian yang sudah setia menunggu up dari cerita ini.
Tapi Author juga sedih sekarang ini yang Like ataupun Vote semakin sedikit. ayo dong bantu like dan Vite biar Author bisa dapat ranking.
Kemaren banyak yang minta up tiap hari udah Author laksanakan nih, dan malah author sudah Double up, tapi kalian masih cuekin Author.
Ayo dong dukung Author yah, karena dukungan kalian sangat berarti buat ngelanjutin cerita ini.
ig.nunungsn16
__ADS_1