Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 78


__ADS_3

Bani mencerna semua kata - kata tersebut. "Lalu dengan teganya kalian membakar tempat kerja saya, biar usaha saya gulung tikar, lalu pelanggan saya semua beralih pada kalian semua ?" Tanya Bani yang menahan emosinya. "Menurut ku mereka tidak akan berpindah ke kalian, mereka pasti mencari bahan dan kualitas yang sesuai harga" sambung Bani ia berusaha menahan emosinya.


"Terserah kamu mau ngomong apa, tapi kami sudah berhasil membakar tempat kerja anda, di malam pertama pernikahan anda, gimana setelah main panas di atas ranjang dapat kabar kantor kebakaran pasti tambah panas". ucap salah satu dengan nada yang mengejek. "dan anda tidak bisa menjebloskan bos kami ke penjara" sambung salah satu dari orang tersebut, dan ikuti suara gelak tawa dari yang lainnya.


"Tapi sayang, bos kalian sudah terlebih dahulu di tangkap polisi" ucap Tio.


"Haaaa ekting kamu kurang gereget, Bos kami sedang bersenang - senang dengan wanitanya" ucap salah satu dari orang tersebut.


Bani menyeret Tio agar menjauh dari ketiga orang tersebut. "Apa maksud kamu bos mereka sudah di tangkap polisi ?" Tanya Bani minta penjelasan.


"Ban mereka itu anak buahnya Malik, dalang dari pembakaran kantor adalah Malik" ucap Tio tegas membuat Bani seakan - akan tak percaya.


"Kamu gak usah gada - gada, apa buktinya ?" Tanya Bani.


"Sejak kejadian pembakaran aku telah menyuruh anak buah ku mengawasi gerak - gerik Malik, dan mereka terbukti sering berkumpul bareng di sebuah kota terpencil, bahkan mereka sering menyewa perempuan bayaran" jelas Tio membuat Bani semakin terkejut.


"Tapi Malik sudah di tangkap karena kausus lain".


"Iya, dan mereka bertiga ini adalah kurirnya, Aku sudah lapor polisi, kita tunggu sampai polisi datang" ucap Tio.


Tengah malam, Bani dan Tio kembali menghampiri mereka bertiga. "Apakah kalian sudah punya hidayah buat nyebutin nama bos kalian ?" Tanya Tio dengan suara yang tegas.


"Jangan harap kami mengucapkan nama bos kami, walaupun kami harus membusuk di sini kami rela" ucap salah satu dai ketiganya.


"Haaaaa, oh iya aku sampai lupa, aku hanya ingian memberi tahu tentang keadaan bos kalian sekarang" ucap Tio seraya tertawa mengejek.


"Kami tau keadaan bos kami" ucap mereka bertiga kompak.


"Ah masa" ucap Tio mengejek, "Lihat dulu ini, pasti kalian rindu bos kalian" ucap Tio lalu memperlihatkan sebuah video penangkapan Malik dari layar laptop, membuat ketiganya terkejut, namun berusaha untuk menyembunyikan kepanikanya.


"Itu bukan bos kami" ucap ketiganya kompak.


"Ah masa" ejek Tio lagi. Lalu Tio memutar sebuah video di mana nama dan wajah mereka bertiga itu perihatkan oleh polisi sebagai buronan polisi.


"Masih mau mengelak ?" bentak Tio. Ketiganya tak ada yang berani menjawab.

__ADS_1


Polisi datang memasuki ruangan tersebut, membuat ketiganya Panik dan mencoba melepaskan ikatan di tubuh mereka, namun usahanya sia - sia. Polisi memindahkan ketiganya dalam posisi masih di ikat kedalam mobil kepolisan.


"Terima kasih atas kerjasamanya" ucap polisi tersebut.


"Pak mereka bertiga adalah pelaku pembakaran dari kantor bos saya, dan dalang di balik semua itu adalah Malik" ujar Tio pada pihak kepolisian.


"Silahkan anda buat laporan biar kasus tersebut bisa di proses" ucap polisi sopan.


Polisi sudah kembali dengan membawa ketiga orang tersebut, sedangkan Tio dan yang lainnya masih di gubuk tua tersebut. Ke adaan sudah dini hari, untuk menghindari kecelakaan Bani dan Tio memutuskan untuk kembali besok pagi.


"Sekarang tinggal tugas lo bikin laporan kepihak polisi, hubungi Tama untuk membantu lo" ucap Tio.


"Gue jadi kasian sama mereka, gimana nasib keluarga mereka, setelah mereka mendekam di penjara, kasus pertama saja pasti hukuamnnya berat, kalau gue ikut lapor pasti tambah berat hukuman mereka" ujar Bani.


"Ban mereka pantas untuk mendapatkan ini semua, kalau kau terus memaafkan mereka akan mengulangnya kembali, ini kejahatan malik yang kedua Bani" ucap Tio kesal.


"Iya aku tahu, akan aku bicarakan dengan Tama dan juga keluarga ku dulu, nanti saja bikin laporannya setelah kasus pertama mereka selesai" ucap Bani.


"Ya sudah terserah lo saja deh, inget sekarang lo punya istri yang harus lo lindungi" ucap Tio.


"Kita akan saling terus membantu" ucap Tio.


...******...


Sepanjang malam Syifa tak bia tidur dengan nyenyak, setiap sepuluh menit pasti akan terbangun, Syifa mengkhawatirkan keadaan suaminya.


Syifa pun melakukan shalat malam untuk meminta ketenangan hatinya dan juga perlindungkan untuk suaminya yang berada di luar.


Syifa terus memandang ponsepnya menunggu kabar dari suaminya. "Sebenarnya Abang pergi ke mana sih" gumam Syifa lirih.


"Abang gak nemuin Aisha kan ?" Tanya Syifa lirih. Entah kenapa Syifa mempunyai pikiran sampai ke situ. Hingga suara adzan subuh berkumandang Syifa tak bisa kembali memejamkan matanya, pikirannya melayang tak jelas.


Seperti biasa Syifa membantu Umi dan Bi Tuti untuk menyiapkan sarapan pagi.


"kak Bani sudah pulang ?" Tanya Fariz.

__ADS_1


"Belum" jawab Syifa.


"Sebenarnya kak Bani kemana sih, ko sampai gak pulang ?" Tanya Fariz penasaran.


"Syifa juga gak tau, tapi Abang perginya bareng mas Tio" jawab Syifa yang masih sibuk menyiapkan sarapan pagi.


"Asalamualikum" ucap Bani dengan wajah yang lesu karena kurang tidur.


"Walaikumsalam" jawab penghuni rumah kompak.


Syifa menyambut ke datangan suaminya, dan Bani langsung duduk di meja makan, di sana ada Abah dan juga Fariz yang sedang menikmati secangkir kopi. Syifa pergi ke dapur untuk membuatkan suaminya kopi.


"Kamu habis dari mana, kenapa gak pulang ?" Tanya Abah.


"Ceritanya panjang, nanti Bani ceritain setelah sarapan" jawab Bani.


Sesuai janji, setelah sarapan mereka semua berkumpul di rumah keluarga. "Maaf kalau Bani bikin kalian cemas, karena Bani tidak pulang ke rumah" ucap Bani, lalu Bani menjelaskan kenapa ia tak pulang semalaman, penjelasan Bani membuat anggota keluarganya terkejut.


"Ada masalah sebesar ini kakak gak melibatkan Fariz "protes Fariz. "Kita harus segera lapor !" Seru Fariz.


"Sebenarnya Bani juga ingin melaporkan mereka, tapi Bani merasa kasian dengan mereka, kasus pertama saja pasti berat untuk mereka, apalagi mereka mempunyai keluarga yang harus mereka nafkahi" ucap Bani merasa iba dengan kasus yang menimpa Malik dan anak buahnya.


"Tapi kak, perbuatan mereka sudah termasuk dalam tindakan kejahatan !"Seru Fariz.


"Kalau Abah terserah kamu saja, Kamu sudah dewasa dan juga berkeluarga pasti kamu bisa mengambil ke putusan yang tepat untuk masalah ini" ucap Kyai Hasan.


"Bani akan membicarakan masalah ini dengam Tama juga, Bani akan melaporkan mereka jika kasus mereka sudah selesai" ucap Bani.


Setelah bermusyawarah dengan keluarganya Bani pamit untuk ke kamar ia merasa nagntuk karena semalaman dirinya tak tidur, begitupun Fariz yang pamit untuk pergi ke restonya.


🍃🍃🍃🍃🍃


Hai haii para readers. .


Ada yang kangen dengan kisah Fariz setelah merelakan Asyifa untuk kakaknya, apa Fariz akan menemukan jodohnya dengan cepat ??

__ADS_1


__ADS_2