Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 62


__ADS_3

Pada Sore hari, keluarga Kyai Hasan sudah mulai berangkat menuju hotel yang menjadi tempat acara pernikahan mereka, mau tak mau keluarga Kyai Hasan harus berangkat lebih awal agar bisa beristirahat terlebih dahulu, jika harus besok berangkat pagi waktunya tak akan ke kejar. Kyai Hasan pun memesan kamar hotel lagi, karena yang di sewakan keluarga pak Umar kurang, Kyai Hasan memesan tambahan lima kamar hotel lagi, karena keluarga yang ingin ikut menginap di hotel banyak.


Iring - iringan keluarga Kyai Hasan pun keluar dari pesantren dan di saksikan oleh para santri dan juga pengurus pesantren, Kyai Hasan menyarankan pada para mengurus dan pengajar di pesantren agar mereka berangkat subuh jika mereka ingin datang pas akad dan berangkat sore hari ketika mereka akan datang di resepsi, karena kalau para pengurus dan pengajar pesantren ikut dalam rombongan Keluarga sekarang, tak ada yang mengordinir santri di pesantren.


Tak lupa Bani juga mengabari calon mertuanya kalau mereka sudah berangkat menuju hotel tempat acara, awalnya Bani juga ingin mengirim pesan untuk sang calon istri namun Abahnya melarang katanya Pamili, Bani pun menurut saja.


Rombongan keluarga Kyai Hasan terjebak macet karena keberangkatan mereka bersamaan dengan jam keluarnya para pekerja. dua jam perjalanan akhirnya mereka sampai di hotel, Keluarga Kyai Hasan langsung di arahkan menuju kamar mereka oleh para pegawai hotel.


setelah mendapatkan kamar masing - masing, mereka pun langsung istirahat karena perjalanan yang cukup melehkan.


Bani menyegarkan tubuhnya, dan melaksanakan shalat magrib di kamar hotel.


"pengantin tegang amat" goda Fariz pada kakaknya.


Bani baru mengingat sesuatu, bahwa ia melupakan janjinya pada Syifa yang akan bercerita tentang masalah Aisha, ia takut jika. besok Aisha datang ke acara dan menggagalkan acara pernikahannya.


Bani menghubungi seseorang, namun tak ada jawaban, ia tau pasti kalau habis magrib Tio sedang manghabiskan waktunya dengan istri dan anaknya.


Bani ragu akan cerita ini ke Fariz namun setidaknya Fariz mau membantu ke amanan untuk esok hari.


"Fariz kakak mau cerita sesuatu tapi kamu janji harus bantu kakak" ucap Bani.


"Iya" jawab Fariz singkat.


Bani pun mulai menceritakan pertemuannya dengan Aisha dan Bani juga menceritakan apa yang terjadi sebenarnya pada Aisha, bahkan Bani menceritakan kekecewaannya Aisha saat tau Bani akan menikah.


"Kaisan juga hidupnya tapi ya gimana lagi" ucap Fariz. " Kakak undang dia ke acara besok ?" tanya Fariz.

__ADS_1


"Iya kakak kasih undangan, namun langsung di robek, kakak gak tau dia tahu gak alamat tempat kakak nikah" Jawab Bani jujur.


"Syifa tau masalah ini ?" tanya Fariz lagi.


"Kakak pernah janji akan cerita sesuatu ke Syifa, waktu itu kakak ajak Syifa keluar namun Abi dan ummahnya melarang katanya Pamali, akhirnya kakak mau cerita via chat tapi kakak kelupaan. ucap Bani terus terang.


"Ya sudah nanti Fariz bantu jelasin ke Syifa tentang masalah ini, dan aku juga bakal liatin setiap tamu yang datang, kali aja ketemu jodoh" ucap Fariz.


"Ujungnya gak enak" ucap Bani.


...****...


Setelah Shalat isya Keluarga pak Umar bersiap - siap untuk berangkat ke hotel, untuk keluarga yang ikut ke hotel pun tak banyak karena begian keluarga telah menyewa hotel sendiri dan sebagian dari mereka juga ada yang sama - sama satu daerah dan dekat dengan tempat acara jadi tak perlu menginap di hotel.


Abian dan Abi Umar menyusun barang bawaan mereka di bagasi, telah merasa cukup. mereka pun berangkat menuju hotel, waktu yang mereka tempuh hanya dua puluh menit saja, Tiba di Hotel keluarga pak Umar pun di sambut pegawai hotel dan di arahkan menuju kamar mereka masing - masing.


"Syifa istirahat ya " titah Ummah pada Syifa.


"Tapi bareng Ummah ya" jawab Syifa.


"Dasar manja" ucap Ummi seraya menyubit pipi Syifa gemas.


Ummah sengaja menyuruh Syifa tidur agar besok bisa bangun pagi dengan ke adaan yang fresh, Syifa tidur di kelonin oleh Ummah, dengan cepat Syifa pun tidur dalam pelukan ummahnya.


...****...


Bani tak Bisa tidur dengan nyenyak sebentar - sebentar terbangun, karena waktu sudah menunjukan jam tiga dini hari, Bani pun bangun memutuskan untuk melakukan Shalat malam dan berdoa agar di beri kelancaran dalam acara pernikahannya nanti. setelah itu Bani kembali tertidur hingga suara adzan subuh membangunkan Bani kembali.

__ADS_1


Jam empat Syifa sudah di bangunkan oleh Ummah, Syifa bangun dan langsung pergi ke kamar mandi untuk cuci muka, keluar dari kamar mandi Syifa merasakan getaran hebat dari tubuhnya saat melihat di kamarnya sudah ada banyak orang. "Syifa sekalian mandi nak" ucap Ummah saat melihat Syifa mematung di depan pintu kamar mandi.


Syifa kembali masuk kamar mandi, mengguyur tubuhnya dengan air dingin yang menyegarkan tubuhnya, Setelah selesai mandi Syifa pun melaksanakan Shalat subuh, karena adzan subuh berkumandang. Setelah itu Syifa di ajak para perias untuk ke kamar pengantin, Syifa pun mulai di make up, begitu pun dengan Ummah dan juga yang lainya.


Jam Tujuh pagi keluarga kyai Hasan sudah selesai di make up, dan para tamu undangan sudah mulai berdatangan, bahkan rombongan pesantren pun sudah pada datang. begitupun keluarga pak Umar mereka pun sudah pada datang, untuk acara akad semua keluara baik keluarga kyai Hasan dan Pak Umar mereka menggunakan seragam keluarga kecuali tamu dan juga rekan dari kedua keluarga tersebut.


Bani merasakan hatinya begitu dag dig dug tak karuan, Abah yang paham akan mengerti kondisi anaknya lalu memberikannya minum yang sudah abah bacain beberapa bacaan al-quran.


Paniti acara sudah bersiap - siap di tempat mereka masing - masing, para mc yang memandu acara tersebut memberi tahu kalau acara akan segera di mulai, dengan acara awal penyambutan pihak pengantin laki - laki. rombongan pengantin laki - laki sedang bersiap - siap, begitupun keluarga pengantin perempuan sedang bersiap - siap menyambut pengantin pria.


Acara awal penyambutan pengantin pun berjalan dengan lancar, Bani di bawa menuju tempat proses ijab kabul, di sana sudah ada penghulu, dan juga saksi dari kedua pihak.


rasa gugup pun mulai menyerang kembalu, Bani terus merapalkan shalawat dan juga surah - surah pendek, agar bisa tenang.


Acara pun di buka dengan acara pembacaan al-quran dan Shalawat oleh petugas, setelah itu ada sambutan dari pihak laki - laki yang di wakli oleh pak Husein yang merupakan kakak dari Kyai Hasan. sedangkan sambutan dari pihak keluarga perempuan di wakili oleh ustaz Zaenal yang merupakan tokoh masyarakat di lingkungan tempat tinggal keluarga pak Umar.


Syifa menunggu dengan perasaan cemas, ia bener - bener penasaran apa yang sebenarnya terjadi tempat acara. di dalam kamar Syifa di temani oleh tim make up, dan Juga Rani dan Melati yang juga merupakan temen dekat Asyifa. untuk mengusir ke cemasan Syifa, Rani dan Melati mengajak Syifa untuk mengabadikan moment tersebut dengan berselfi ria bahkan membuat beberapa video.


Tibalah saatnya pada proses inti atau proses ijab kabul. Namun sebelum ijab Kabul Bani terlebih dahulu membacakan surah Ar-Rahman, suara merdu Bani membuat semua tamu undangan kagum dengan suara tersebut, mereka seakan - akan terhipnotis denga suara tersebut. setelah selesai Bani mulai menjabat tangan pak Umar.


"Saya terima Nikahnya dan Kawinnya Asyifa Zeima Azzahra binti Umar Abdullah dengan mas kawin perhiasan emas satu kg dan seperangkat alat shalat di bayar tunai".


"Sah"


"Sah"


"Sah".

__ADS_1


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2