
"Kangen, dong. Tapi Syifa paham kalau tanggung jawab abang dalam bekerja juga enggak bisa di abaikan. makanya Syifa enggak mau banyak menuntut sama abang". jelas Syifa.
Tak perlu di tanya, ia juga sangat merindukan kebersamaan dengan lelaki itu. sungguh ia rindu. tetapi tugasnya adalah mendukung suaminya dengan sepenuh hati apalagi dalam hal berjihad menafkahi keluarganya.
Bani menggeleng pelan. Tidak ! ia tidak setuju dengan cara pikir sang istri yang mengatakan tidak akan banyak menuntut. itu hanya pemikiran diplomatis sebagai perempuan.karena sebagai perempuan yang terlalu banyak menuntut konotasinya bisa sangat jelek, atau mungkin ada yang akan menyebutnya matre dan sebagainya.
"Abang tidak setuju sama opini syifa yang satu ini". ucap Bani seraya menatap lekat sang istri.
"Maksud abang, kenapa enggak setuju ?"
"Iya, buat Abang, sebagai perempuan harus pandai menuntut hak - haknya, tidak hanya pasrah. sudah banyak yang kita lalui dari awal perjuangan cinta kita. dari awal masa - masa meyakinkan diri kita dengan pilihan hati kita dan Allah memberi jawaban ketika kita telah melaksanakan istikharah.kemudian jatuh bangun di awal perjalanan bahtera kita. di antara tawa dan bahagia, rasa sedih, air mata juga kecewa sesekali datang menghampiri.Tapi Syifa masih setia di sisi abang dalam suka maupun duka. apa pantas Syifa tetap pasrah tanpa menuntut apa pun dari abang ? Syifa berhak menuntut lebih. Abang akan melakukan apa pun yang akan membuat Syifa tersenyum bahagia.
Syifa menyimak tanpa berusaha menyela, namun Syifa berusaha mencerna setiap kalimat yang keluar dari mulut sang suami. iya betul, begitu luar biasa perjuangan dari awal, memutuskan menikah muda dan menikah dengan lelaki yang umurnya lumayan tertaut agak jauh, bukanlah hal mudah dalam memutuskannya, membutuhkan sebuah keyakinan yang kuat. Jika di tanya apa yang membuat Syifa masih bertahan di sisi lelaki itu ? jawabanya adalah karena fitrah mahabah cinta yang mengisi seluruh hatinya. cinta itu anugrah yang harus di jaga betul - betul.
"Abang, terima kasih, Syifa jadi merasa sangat spesial. Syifa tak perlu menuntut apa pun lagi karena abang sudah memberikannya sepenuh hati. cinta abang, perhatian abang, dan juga tanggung jawab abang sebagai kepala rumah tangga dan juga imam". mata Syifa tiba - tiba terasa memanas.
Bani mengurai salah satu kaitan tangannya , lalu menghapus titik bening yang menjalar di pipi sang istri. kembali di rengkuhnya tubuh sang istri di sertai hembusan napas lega. kemarin rasanya seperti tertimpa berton - ton bebatuan bernama rindu, saat sedikit jarak mengusik akibat kesibukan lelaki itu. kini beban itu enyah saat jemari menautnya kuat di sela - sela jari sang istri.
"Jadi. . " ucap Bani sesaat setelah keduanya larut dalam kebersamaan.
Syifa melirik sang suami kemudian memonitor mata Bani. "Jadi apa bang ?". Syifa agak was - was saat mencium gelagat yang tak beres dari suaminya. senyum jail itu muncul. pasti akan ada yang terjadi setelah ini.
__ADS_1
"Syifa tak ingin menuntut yang lainkah, sayang ?".
"Yang lain ? Apaan bang ?" Syifa ragu untuk mendeskripsikan maksud lelaki itu.
"Hanya untuk menengok buah hati kita atau sering di sebut nafkah batin mungkin". satu cubitan mendarat di perut lelaki itu, sontak ia pun mengaduh kesakitan.
"Ini masih sore, jangan macam - macam !, lepasin pelukannya sayang, Syifa belum shalat Ashar".
Bani terpaksa melepaskan pelukannya, padahal ia masih ingin bermanja - manja dengan sang istri, namun karena harus menunaikan kewajiban sebagai orang muslim, maka Bani hanya pasrah, dan berharap malam bisa mendapat menengok sang buah hatinya.
...******...
Sang surya telah bersinar dengan sempurna di tempatnya. Seorang lelaki tengah menyeret langkahnya menuju sebuah lapas perempuan tempat di mana Aisha menjalani masa hukumannya. lelaki itu adalah Bayu.
"Bagaimana hasilnya ?" tanya Aisha.
Bayu menyerahkan surat tersebut. surat itu berisikan tentang bahwa Aisha dan tuan Rico telah resmi bercerai.
Bahagia ? iya, Aisha sangat bahagia, akhirnya ia bisa terlepas dari tuan Rico. Tapi apa ada yang membuatnya seakan meneteskan air mata, yaitu gelarnya sekarang yang merupakan janda yang kesuciannya hilang bukan karena suaminya namun di renggut oleh orang yang berani membayar mahal dirinya. ia kembali teringat dimana ia harus di usir dari kontrakanya hanya karena setatusnya seorang janda muda. dan apa ketika dirinya nanti kelur dari sini akan di terima baik oleh masyarakat ? setatusnya nanti akan bertambah selain janda namun ia juga mempunyai gelar mantan narapidana.
"Lalu bagai mana dengan hutang - hutang ku ? sudah berapa banyak yang kamu kasih ke tuan Rico ?".
__ADS_1
"Aku belum membayarkannya sepeserpun dan nanti ketika makan siang aku akan bertemu dengannya untuk membahas soal hutang tersebut" jelas Bayu.
"Belum sama sekali, kenapa ? apa ada kendala dalam penjulan tanah dan juga yang lainnya ?" tanya Aisha penasaran.
"Semua tidak ada masalah, tapi aku hanya ingin surat cerai terlebih dahulu aku dapatkan baru itu aku akan membayarkan hutang - hutang orang tua mu. aku tak ingin dia bermain curang" jelas bayu.
"Maksud kamu curang bagaimana ?".
"Aku takut jika aku sudah membayar lunas hutang orang tua kamu terlebih dahulu sebelum ada keputusan cerai dari pengadilan, maka dia bisa saja membatalkan perceraian kamu dari dirinya, karena ia tak ingin bercerai dengan mu, karena kamu merupakan ladang uang untuk dirinya". ujar Bayu.
Aisha hanya manggut - manggut tanda ia mengerti, yang di katakan Bayu memang ada benarnya, tuan Rico kemaren bersikap baik dengan dalih akan memperbaiki rumah tangganya dengan Aisha, namun pasti ujungnya Aisha akan di sewakan kembali pada lelaki hidung belang.
"Berapa uang yang di hasilkan dari penjualan semua nya dan berapa sisa kekurangan hutang ku pada tuan Rico ?" tanya Aisha.
"Tenang saja, kita bisa langsung melunasinya sekarang juga, dan aku juga akan meminta surat perjanjian jika beliau tidak akan menganggu kehidupan kamu dalam bentuk apa pun". ujar Bayu.
"Maksud kamu uang tersebut sudah ada 10 miliyar, tapi bagaimana bisa ?" tanya Aisha.
"Hari tabungan dan hasil jual perhiasaan aku mendapatkan hampir satu Miliyar dan dari dua lahan itu aku mendapatkan hampir delapan miliar lebih". ujar Bayu menjelaskan.
"Apa kamu yakin sebanyak itu ?" tanya Aisha seakan - akan tak percaya.
__ADS_1
"Aku tak sengaja bertemu dengan seorang investor yang ingin membeli lahan kamu dengan harga tinggi, karena menurutnya itu akan di jadikan tempat wisata" jelas Bayu.
Aisha meneteskan air matanya, ia banyak - banyak berterima kasih pada Bayu yang setia selalu membantunya, dan tak lupa Aisha juga berterima kasih pada yang maha kuasa karena ia di beri kemudahan untuk membayar hutangnya sekaligus terlepas dari sang suami. ia sangat malu, padahal menurutnya dirinya terlalu hina, selain menjadi istri ke tiga, ia juga menjadi wanita malam yang sering di cekokin minuman beralkhol oleh para lelaki hidung belang yang menyewanya, belum lagi berbuatanya yang berujung di penjara. namun nyatanya Allah masih baik padanya, memberi pertolongan di saat dirinya bener - bener susah.