Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 45


__ADS_3

Salwa keluar dari kamarnya, mereka melakukan aktivitas makan seperti biasa tanpa banyak tanya. namun setelah selesai makan Salwa merasa aneh dengan dirinya, badannya terasa panas. Aku kenapa ?. tanya batin Salwa.


Salwa langsung pergi ke kamarnya, di dalam kamar Salwa langsung membuka seluruh pakaiannya karena ia merasa gerah, hal itu pun adalah moment yang di tunggu Robby karena dengan sengaja Robby memasukan obat perangsang ke dalam minuman Salwa, Robby yang merupakan lelaki normal, wajar jika Robby membutuhkan sebuah belaian dari sang istri, apalagi setelah menikah mereka pun belum pernah melakukan apa pun, Hal ini juga Robby manfaatkan untuk membuat Salwa hamil, mungkin dengan mempunyai anak rumah tangga mereka akan seperti rumah tangga pada Umumnya.


Aku akan membantu mu, jangan kau tahan. bisik Robby manja di telinga Salwa. tanpa banyak basa - basi Robby sudah tidak memakai pakaian lagi. bahkan sebelum makan Robby telah meminum obat kuat agar bisa terus bertahan.


Pergulatan mereka pun terjadi hingga tengah malam, mereka melakukannya berkali - kali, hingga mereka bener - bener tumbang, butiran keringat menjadi saksi bisu betapa dasyatnya pergulatan malam itu.


Robby dan Salwa tertidur dalam posisi berpelukan dan tanpa sehelai benang, hanya selimut yang menutupi tubuh mereka. ada rasa senang di hati Robby karena ia bisa menyalurkan hasratnya sebagai lelaki normal, namun iya harus bisa beralibi untuk membuat Salwa tak marah dengannya.


Adzan Subuh samar - samar terdengar merdu di telinga Salwa, ia mencoba membuka matanya yang terasa berat, apalagi ia merasa nyaman memeluk guling, namun guling itu terasa sangat hangat dan nyaman, membuat Salwa seraya ingin tidur kembali dan menikmati kenyamanan guling yang di peluknya. hingga akhirnya Salwa kembali tertidur dengan nyenyak.


Mata hari pagi mulai masuk ke dalam kamar aparetemen melalui celah - celah jendela, dengan perlahan Robby membuka matanya, karena melihat Salwa yang tertidur nyenyak dengan memeluk dirinya. secara perlahan Robby memindahkan tangan Salwa dari tubunya, kemudian di gantinya menjadi memeluk guling. Robby memunguti pakaiannya dan langsung pergi ke kamarnya untuk membersihkan badanya.


Salwa mencoba membuka matanya, ia merasakan hal aneh, ia tidak merasakan kenyamanan memeluk gulingnya tak seperti waktu tadi subuh. ketika membuka matanya kepala terasa sedikit pusing. saat ia hendak bangun ia pun terkejut karena tubuhnya sudah tanpa busana. Apa yang terjadi dengan aku ?. tanya batin Salwa.


Salwa pun membersihakn dirinya di kamar mandi, ada rasa sakit di daerah intimnya. Apa semalam dia sudah memperkosa ku ? tanya Salwa dalam hatinya.


Pov Salwa


Aku menikah dengan seorang lelaki yang tak pernah ku cintai, Dari awal menikah aku tak pernah memberi pelayanan layaknya sepasang suami istri. bukan aku tak takut dosa tapi ego ku yang sangat tinggi, aku bersikap cuek tak pernah membuatkannya makanan atau mimuman, tapi entah kenapa ia tak pernah marah sedikitpun, dia selalu menyiapkannya sendiri tanpa banyak mengeluh. bahkan ia tak pernah protes jika kita harus pisah kamar dan ia pun tak pernah meminta jatahnya sebagai suami.

__ADS_1


Awalnya aku bersikap dingin agar ia menyerah dan mau menceraikan aku, tapi nyatanya semakin aku cuek ia malah semakin memperlakukan ku bagaikan ratu, kadang aku malu dengan sikapku ini namun balik lagi semua itu karena egoku yang masih tinggi hingga aku berpikir jika aku menikah dengan Bani apa dia akan memperlakukan ku seperti Robby apalagi kalau dia tau aku sudah tidak perawan lagi.


Aku tak tau malam itu apa yang terjadi dengan dirinya namun yang aku rasakan aku nyaman tidur memeluk guling yang hangat, namun pas bangun aku kaget tubuhku sudah polos, bahkan daerah intim ku merasa ngilu, aku pergi ke kamar mandi merenung di bawah guyuran air.


Aku baru sadar mungkin Robby sudah memasukan sesuatu ke dalam minuman ku karena aku tak tau apa yang sudah terjadi tadi malam. saat melihat cermin di kamar mandi tubuhku sudah penuh dengan tanda kepemilikan seseorang.


Semua itu semakin membuatku dilema dengan perasan yang berkecambuk di dalam hatiku. Sudah banyak dosa yang ku perbuat salah satunya tak memberikan hak pada suaminya. bahkan semuanya nekad memberinya obat agar dapat menyalurkan hasratnya. andai lelaki itu bukan Robby mungkin lelaki itu sudah bermain gila dengan wanita lagi.


Apa aku harus menerima semua yang sudah menjadi takdirku dengan ikhlas, entahlah semua itu butuh waktu dan keteguhan hati yang kuat.


Pov Author.


Robby sudah menghidangkan sarapan pagi untuk dirinya dan Istrinya, hanya sebuah nasi goreng yang ia hidangkan pagi itu. Salwa tak kunjung keluar ia memberanikan masuk ke dalam kamar istrinya.


"Aku baik - baik saja, kalau mau sarapan duluan saja aku belum lapar" jawab Salwa dari dalam kamarnya. Salwa masih duduk di depan cermin memperhatikan seluruh tubuhnya yang penuh tanda merah.


"Aku akan menunggu mu di meja makan" Seru Robby lembut.


Salwa pun langsung memakai bajunya dan kerudungnya dan keluar dengan tertunduk.


"Kamu sakit ? maaf jika aksi ku sudah keterlaluan aku hanya lelaki normal dan tak mungkin aku menyalurkannya ke orang lain karena aku sudah mempunyai kamu" jelas Robby secara lembut.

__ADS_1


Hal itu sontak saja membuat Salwa malu, namun tetap mempertahankan egonya. "Aku tak mau membahasnya sekarang lebih baik kita sarapan, nanti kamu bakal telat datang ke kantor" ucap Salwa, ia nggan membicarakan hal itu, karena ia seakan menjadi merasa bersalah akan semuanya.


Robby pun tak banyak bicara lagi, setelah makan ia langsung pamit untuk bekerja. Kali ini Robby memberanikan diri untuk mengecup kening istrinya sebelum berangkat, walapun tak ada sambutan dari Salwa namun setidaknya tak ada penolakan dari Salwa.


"Maafkan aku, mungkin dengan cara seperti ini kamu akan belajar untuk mencintaiku dan melupakan Bani" ucap Robby dalam hatinya.


Sepeninggalan Robby Salwa hanya termenung di ruang makan, sebelum berangkat kerja Robby selalu merapihkan bekas makan mereka tak lupa juga ia mencucinya.


Air mata mulai jatuh dari membasahi pipi, entah air mata apa yang keluar saat itu, yang jelas hanya Salwa yang tau. di pikirannya terbayang betapa baiknya sosok seorang Robby, yang rela membelikan rumah baru untuk mereka karena keluarga Salwa sudah tak tahan dengan nyinyiran warga dirumah lama. Betapa jahatnya aku ya allah, menyianyiakan seorang suami yang baik dan sabar. gumam Salwa pelan di sela - sela isak tangisnya.


Robby yang khawatir dengan kondisi istrinya langsung membuka ponselnya dan membuka rekaman cctv di rumah yang sudah ia hubungkan ke layar ponselnya. ia memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan dan melihat aktivitas Salwa di dalam apartemen. Robby kaget melihat istrinya sedang menangis di ruang makan. ia pun dengan cepat langsung menyalakan mesin mobil dan kembali ke apartemennya.


Sampai apartemen Robby langsung bersimpuh di kaki Salwa dan meminta maaf atas kelakukannya tadi malam, hal itu membuat Salwa semakin menangis.


"Jika kamu tak bahagia dengan ku, maka aku akan melepaskan mu, itu semua demi kebahagiaan mu" ucap Robby lirih.


Tangis Salwa semakin pecah ada rasa sakit di dadanya saat mendengar kalau Robby Kan melepasnya. Bukankah ini yang aku inginkan tapi kenapa aku malah sakit saat iya mengucapkan hal itu. ucap Salwa dalam hatinya.


dengan rasa malu Salwa meminta maaf pada Robby atas perbuatanya selama ini "Aku akan belajar mencintai kamu, plis jangan tinggalkan aku, bimbing aku agar aku menjadi istri yang berbakti pada suami ku" ujar Salwa lirih. Robby menyambut dengan di peluknya istri tercintanya yang selama ini tak pernah di peluknya.


🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


Setelah kemaren author di landa sakit gigi, kini author di landa Flu dan sakit kepala, doain author biar cepat pulih kembali.


buat yang belum update apknya silahkan update dulu ke yang baru karena di sana banyak sistem yang berbeda, contohnya saja dalam sistem vote, dan ada tambahan baru ya itu memberikan hadiah,


__ADS_2