
Di sebuah pulau di Sumba sepasang suami istri sedang menikmati indahnya senja dan matahari terbenam. mereka berselfi ria mengabadikan moment tersebut, Robby begitu sangat menikmati bulan madunya bersama Salwa, sebuah Villa yang mereka sewa langsung menghadap ke lautan lepas, suasana semilir angin laut membuat suasana semakin romantis, Robby dan Salwa menikmati makan malam romantis di iringi musik nan romantis dan juga bunga mawar yang menghiasi seluruh tempat dinner mereka. seperti biasa setelah makan malam Robby akan langsung menggendong istrinya masuk ke dalam kamarnya dan melakukan olahraga di kasur sebelum mereka benar - benar tertidur
Hari ini adalah hari terakhir mereka ada di Sumba, Robby dan Salwa mulai mengemasi barang - barang mereka, tak lupa mereka juga sudah membelikan banyak oleh - oleh untuk keluarganya.
"Kenapa wajah mu murung, apa kurang puas liburan kita ?" tegur Robby.
"Aku puas ko, tapi aku malu dengan sikapku yang dulu pada mu, aku ini bukan wanita baik - baik" Jawab Salwa sendu.
"Sudahlah lupakan saja apa yang terjadi, yang kita pikirkan adalah bagaimana ke hidupan nanti ke depannya". ucap Robby menasehati istrinya.
"Terimakasih sudah sabar menghadapai ku" ucap Salwa lirih, Robby segera menghapus air mata yang jatuh dari mata Salwa. "Jangan Sedih lagi ya, aku akan selalu ada untuk mu" ucap Robby seraya mengecup kening istrinya.
Tiba Di daerah tempat tinggalnya pada siang hari Robby langsung membawa Salwa menunju rumah Mamah Erni, kedatang Robby dan Salwa pun disambut hangat.
"Kalian istirahat saja dulu, pasti cape, mamah akan siapkan makan siang untuk kita" ucap mamah Erni.
"Iya mah" Sahut Robby dan Salwa berbarengan.
Robby memasuki kamarnya dan di ikuti oleh Salwa, mereka sama - sama langsung merebahkan dirinya, karena badan mereka sama - sama terasa letih. "Kamu mandi duluan gih, Mas masih cape" titah Robby pada Salwa.
Karena tak ingin membantah, Salwa pun nurut saja, Ia masuk ke kamar mandi dan juga membawa baju gantinya. Sekitar tiga puluh menit Salwa di kamar mandi ketika keluar dan melihat suami sedang tertidur pulas di atas kasur hingga ia tak tega untuk membangunkannya, Salwa memperhatikan suaminya yang tertidur dengan teliti. Ternyata kamu ganteng juga mas, Sebelas dua belaslah dengan Bani. ucap Salwa dalam hatinya.
Salwa duduk di depan cermin, memoles wajahnya dengan sedikit make up agar tak terlihat pucat, tak lupa juga Salwa mengeringkan rambutnya sebelum menggunakan kerudungnya.
"Nak Ayo makan siang dulu" teriak mamah Erni dari luar kamar hal itu sontak membuat Robby terbangun dari tidurnya.
"Mamah kenapa teriak - teriak ?" tanya Robby.
"Mamah memberi tahu makan siang sudah siap, kamu sono mandi dulu, aku temuin mamah dulu" Jawab Salwa.
Robby langsung berlari ke kamar mandi membasuh seluruh tubuhnya yang sudah lengket terkena keringet. sedangkan Salwa keluar kamar menemui mamah mertuanya.
"Robby mana ?" tanya mamah Erni karena hanya Salwa yang keluar dari kamar tersebut.
__ADS_1
"Mas Robby lagi mandi dulu mah" jawab Salwa ramah. "Tasya mana mah ko gak keliatan dari tadi ?" tanya Salwa yang melihat adik iparnya.
"Tasya lagi sekolah, dia pulangnya sore" Jawab mamah Erni sambil berjalan beriringan.
Mamah Erni dan Salwa menunggu Robby di meja makan, sambil menunggu mamah Erni terus menggoda Salwa agar mau bercerita tentang bulan madunya. tak lama Robby datang membuat Salwa dan mamah Erni menghentikan pembicarakan mereka dan di lanjutkan dengan acara makan - makan.
"Eh iya Rob, Besok kita di undang Abian buat acara empat bulanan kehamilan istrinya" ucap Mamah Erni memberi tahu.
"Ia besok Robby dan Salwa datang ko mah" ujar Robby.
"Kalian kapan kasih mamah cucu ?" tanya mamah Erni membuat Salwa langsung tertunduk.
"Mah kita sebagai manusia hanya bisa berdoa dan ikhtiar" ucap Robby, ia tahu pertanyaan itu membuat Salwa merasa sedih. "Oh ya mah, kita punya oleh - oleh buat mamah dan Tasya" ucap Robby mengalihkan pembicaraan mereka.
Akhirnya mamah Erni pandangannya teralihkan pada oleh - oleh yang di bawa oleh Robby dan Salwa, ketika mamah Erni sedang sibuk memilih kain tenun yang ia inginkan Salwa lebih memilih masuk ke dalam kamarnya, tangisnya pecah karena ia belum bisa memberikan cucu untuk mertuanya.
Robby mengikuti istrinya, dan melihat istriny sedang menangis tersendu - sendu di depan meja rias.Robby memeluk istrinya memberikan sebuah ke tenangan. "Aku gak bisa hamil mas" ucap Salwa lirih.
...*****...
Di rumah keluarga sedang kumpul keluarga membahas semua persiapan acara besok.
"Gimana untuk pihak cattring ?" tanya pak Umar.
"Beres semua Bi, pokoknya tinggal nunggu hari H saja" ucap Abian.
" Syifa gimana persiapan kamu ?" tanya Abi Umar mengganti topik pembicaraan.
"Persiapan apa Bi ?" tanya Syifa balik.
"Ya persiapan pernikahan kamunlah" Sahut Abian.
"Kalau itu, Syifa gak tau, kan baru besok urus surat - surat ke kua nya juga" jawab Syifa.
__ADS_1
"Dek kamu sudah pilih - pilih Wo, hotel, baju, undangan dan sebagainya ?" tanya Shela.
"Belum" jawab Syifa singkat.
"Kenapa Belum ?" tanya Ummah.
"Syifa bakal omongin ini besok sama ustaz Bani" ucap Asyifa.
Kini pak Umar dan keluarga sedang mendata siapa saja yang akan di undang dalam acara pernikahan putri satu - satunya. dari keluarga tetangga hingga rekan - rekan kerja. Syifa masuk ke kamarnya meninggalkan yang lain di ruang keluarga, Syifa meraih ponselnya dan ada notif pesan dari ustaz Bani.Syifa membaca pesan tersebut hanya tersenyum bahagia.
Kabar berita tentang pernikahan Bani dan Asyifa mulai tersebar di pesantren, Ustaz Ali dan Ustazah Aisyah yang dapat pertanyaan tentang kebenaran kabar tersebut langsung membenarkan kabar tersebut, kalau Syifa dan Bani akan menikah emam minggu lagi, para pengurus pesantren kini paham kenapa Syifa keluar dari pesantren.
"Syifa beruntung ya dapat menaklukan hati pak ustaz " ucap Nur pada Nayla dan Mila.
"Namanya juga udah jodoh" ucap Nayla. namun pembicaraan tersebut terdengar oleh santri bernama Rima.
"Alah pasti si Syifa pake susuk hingga ustaz Bani mau sama dia" ucap Rima.
"Kamu itu, pikirannya kotor sekali, sekali - sekali harus di rukiyah" ucap Mila geram dengan ucapan Rima.
"Yang harus di rukiyah itu kalian, yang sudah termakan hasutannya si Syifa" ucap Rima yang tak mau kalah.
Mila,Nayla dan Nur langsung bergegas pergi meninggalkan Rima, menurut mereka berdebat dengan Rima tak akan ada habisnya dan hanya akan menambah dosa.
"Tuhkan kalau pesantren hanya asal - asalan saja, orang lagi ngomong maen tinggal saja, dasar gak punya tatak rama dan sopan santun" gerutu Rima yang kesal di tinggalkan sendiri di lorong asrama.
Mereka bertiga tak menghiraukan ucapan Rima mereka lebih memilih masuk ke kamar asrama mereka masing - masing.
"Di kira Syifa doang yang bisa dapat ustaz Bani, liatin nanti aku juga bakal bisa dapatin ustaz yang lebih dari ustaz Bani". ucap Rima dalam hatinya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Pasti banyak yang bingung ko sampai bab 50 tapi tidak ada visulnya, sebenarnya Author ingin menampilkan contoh visualnya namun Author masing bingung kira - kira contoh Visualnya siapa ?? kira - kira para reader punya masukan ?
__ADS_1