Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 63


__ADS_3

Bani mengucapkan banyak - banyak bersyukur karena dengan sekali ucapan ijab kabul dan langsung sah tanpa harus mengulangnya kembali, Namun ia bingung kenapa Syifa belum ada di hadapannya. mc yang mengerti gelagat Bani pun langsung menggodanya hingga membuat Bani jadi salah tingkah.


"pengntin prianya lagi bingung udah sah tapi pengantin perempuannya belum nonghol juga" ucap ucap Mc membuat Bani tersipu malu.


"Perhatian buat semuanya, siap - siap ya pengantin perempuanya akan memasuki acaranya, siapakan camera masing - masing untuk mengabadikan moment ini" ucap Mc membuat tamu undangan Riuh mencari sosok keberadaan Syifa.


Syifa memasuki tempat acara dan di gandeng oleh Shela dan Tasya dan juga di belakangnya ada Rani dan Juga Melati, Syifa berjalan dengan anggun, senyum sumringah terlukis di pipi Asyifa. semua tamu undangan nampak terpesona dengan kecantikan Asyifa, begitupun dengan Bani yang ikut bengong melihat penampilan Syifa yang berbeda dari biasanya, bahkan ia sempat berpikir itu Syifa apa bukan.


Bani menyambut kedatangan sang istri, Dengan raut wajah malu - malu Syifa menyalami tangan suaminya dan juga mencium punggung tangan suaminya, Kini Bani menggandeng Syifa menuju tempat akad karena ada beberap berkas yang harus di tanda tangan.


Lantunan Khotbah akad masih berlangsung, Kyai Hasan sendiri yang membacakan khotbah nikah untuk kedua mempelai.


kedua pengantin duduk di atas pelaminan, sambil mendengarkan Kyai Hasan memberikan nasehat tentang pernikahan. kyai Hasan membahas hal tentang pentingnya berbuat baik pada pasangan, tentang bagaimana menyikapi permasalahan ataupun tentang hak dan kewajiban seorang suami dalam membimbing istrinya, karena sebaik - baiknya suami adalah yang paling baik terhadap istri mereka.


perempuan itu ibarat tulang yang bengkok, maka para suami harus memperlakukannya dengan lemah lembut dan penuh perasaan. jika di biarkan ia akan tetap bengkok, tapi jika di paksa lurus ia akan patah.


kalau kalian tidak suka terhadap pasangan kalian, bisa jadi yang kalian tidak suka itu Allah jadikan padanya kebaikan yang sangat banyak. karena tidak ada manusia yang sempurna, begitu juga dengan perempuan, kecuali empat orang, Asiyah istri Fir'aun,Khadijah istri Rasulullah, Maryan purti Imran, serta Fatimah putri Rasulullah. Aisyah istri yang paling di sayang Rasulullah pun bukan perempuan yang sempurna. walaupun Aisyah keistimewaannya seperti garam dalam makanan, seperti bumbu dalam masakan, namun tetap saja Aisyah bukanlah perempuan yang sempurna. Aisyah pun menyimpan girah atau cemburu dalam hatinya terhadap Rasulullah.


Bani paham kenapa sang Abah lebih banyak membahas tentang bab seorang istri. itu karena putra mereka menikahi gadis yang usianya lumayan terpaut jauh. Asyifa yang belum genap usia dua puluh tahun pasti menyimpan sifat labil dan manja ala gadis remaja pada umumnya. dari jauh - jauh hari Kyai Hasan pun sudah menasehati serta mewanti - wanti bahwa Bani harus sabar kelak jika salah satu sifatnya itu muncul dari diri istrinya, pada dasarnya perempuan hanya ingin di mengerti serta di perhatikan.


Asyifa pun tak kalah serius mendengarkan khotbah dari Kyai Hasan. Bagiamana kewajiban seorang istri yang harus patuh serta menjaga harta suaminya. patuh jika di nasehati, melaksanakan perintah suami dalam hak ke baikkan, dan juga menjaga harta yang merupakan hak suaminya, harta yang dimaksud adalah menjaga malu serat pandangan hanya untuk suaminya. khotbah di tutup dengan bacaan doa keberkahan untuk ke dua mempelai.


Kini tiba waktunya satu persatu para tamu undangan memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai, Senyum selalu menghiasi wajah kedua mempelai menandakan bahwa mereka sedang bahgaia.

__ADS_1


"Selamat ya adik ku sayang" ucap Robby pada Syifa.


"Selamat bro, akhirnya menenukan jodohnya, jagain adik gue ya" ucap Robby pada Bani.


Giliran Salwa yang memberikan selamat, ada rasa malu, cemburu dan kecewa bercampur menjadi satu. Syifa menyambutnya dengan senyuman.


Para tamu undangan silih berganti memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai, hingga jam setengah sebelas siang tamu satu persatu mulai meninggalkan gedung, dan cara pun di tutup dengan ucapan hamdalah tempat pukul sebelas siang dan akan di lanjutkan acara resepsi pada pukul tujuh malam.


Syifa dan Bani masuk ke kamar pengantin, Syifa di bantu tim make up untuk membuka semua aksesoris yang menempel pada dirinya. setelah itu Syifa bener - bener berdua di dalam kamar, Bani Izin mandi terlebih dahulu, karena ia akan bersiap - siap untuk shalat jumat, Syifa masih sibuk membersihkan sisa make upnya.


"Abang izin ke mesjid dulu" ucap Bani.


"Hah, ehh iya" ucap Syifa gugup, Bani memberi kode agar Syifa mencium tangannya sebelum pergi namun Syifa hanya diam mematung, dan tak mengerti apa yang di inginkan Bani, akhirnya Bani mengulurkan tanganya, dengan sigap Syifa menyambutnya dan mengecup punggung suaminya.Bani pun meninggalkan Syifa di kamarnya sendiri.


Setelah ke pergian Bani Syifa langsung pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya, selesai mandi Syifa duduk di pinggir tempat tidur menunggu Bani pulang dari shalat jumat, hingga Syifa pun ke tiduran.


Aisha dengan bersiap - siap untuk pergi ke rumah Bani, Aisha yakin kalau Bani dan keluarganya masih tinggal di tempat yang dulu.


Seperti biasa Aisha menggunakan ojek online agar cepat sampai, hanya butuh waktu empat puluh lima menit perjalanan, Kini Aisya sudah tiba di depan pintu gerbang pesantren. Aisha menghampiri satpam yang sedang bertugas di sana.


"Apa bener di sini kediamannya keluarga Bani ?" tanya Aisha.


"Iya betul, ada yang bisa di bantu ?" tanya satpam tersebut.

__ADS_1


"Saya temennya Bani, dan saya ingin bertemu Bani juga keluarganya karena ada sesuatu yang harus di sampaikan" ucap Aisha ramah.


Satpam tersebut bingung, kalau itu memang bener temennya Bani tapi kenapa ia tak tau tentang pernikahan Bani.


"Apa bener kamu temennya Bani ?" tanya Satpam dengan tatapan herannya.


"Iya saya temennya, emang kenapa ?" tanya Aisha balik.


"Kalau memang temenya Ustaz Bani pasti tau doang hari ini adalah hari pernikahanya Ustaz Bani dan Syifa" ucap satpam tersebut dengan tatapan penuh selidik.


mendengar penuturan satpam, Aisha langsung melongo, ia merasa bener - bener bodoh hingga ia melupkan hari tersebut. "Apa bapak tau di mana tempat pernikahan Bani ?" tanya Aisha.


"Walaupun saya tau, saya tidak akan memberitahunya juga karena saya curiga masa temen Bani gak tau hari pernikahan Bani dan juga tak tau tempat pernikahannya, jangan - jangan kamu mau berbuat jahat pada keluarga Kyai Hasan" ucap Satpam.


"Heh kalau ngomong itu di jaga, saya memang temennya Bani" ucap Ketus Aisha yang kesal karena di tuduh orang jahat.


"Lebih baik sekarang pergi saja, atau mau saya panggilkan warga ?" Satpam tersebut mengusir Aisha agar pergi dai tempat tersebut.


Aisha yang takut satpam itu beneran manggil warga sekitar, ia pun dengan berat hati dan perasaan kesal pergi dari tempat tersebut, namun ia dapat sebuah ide untuk bertanya -ada warga di mana alamat tempat pernikahan Bani.


Aisha pun mencari warga yang sekiranya tau tentang tempat acara pernikahan Bani, setelah keliling daerah tempat tinggal Bani, Aisha pun mendapat informasi dimana alamat tempat pernikahan Bani dari salah satu warga yang di temui Aisha.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


Kira - kira Aisha datang gak ya ke tempat acara pernikahan Bani dan Syifa.


jangan lupa like dan mawarnya untuk pernikahan Bani dan Syifa.


__ADS_2