Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 71


__ADS_3

Malam menyapa, gelap pun telah membungkus langit, di iringi semilir angin dan rintik - rintik hujan, membuat suasana malam yang begitu syahdu, Asyifa menggeliat dalam dekapan kekasih halalnya. kini dirinya bukan lagi seorang gadis remaja, sang suami telah memiliki dia seutuhnya. pancaran rona malu bercampur bahagia masih tersirat, kini baktinya telah berpindah bukan lagi pada orang tua, melainkan pada imamnya. dia juga telah selangkah berubah menjadi perempuan dewasa dan mungkin mungkin sebentar lagi akan menjadi calon seorang ibu dari anak - anaknya.


Lembut sentuhan itu masih terasa saat menyentuh bibir mungilnya, dan belaian tangan yang ia rasakan mampu menggetarkan jiwa, melukis khayalan, membawa ke surga dunia. inilah cinta yang penuh keindahan, cinta yang sesungguhnya, terjaga oleh restu dan juga terjaga oleh akad. pelukan mesra yang mereka rasakan tanpa duri dosa.


langit pun seakan menjadi saksi bisu bawa kedua tubuh bersanding hangat, inilah malam ke indahan cinta. saat mereka menjadi satu dalam ikatan cinta yang halal, merajut hidup penuh bahagia dan membina mahligai rumah tangga sebagai Ibadah.


...******...


Saat Syifa terbangun ia sadar jika suaminya sudah tak ada di sampingnya, Syifa mencari sosok suaminya, memonitor seluruh penjuru kamar, namun sosok sang suami pun tak nampak, terdengar gemercik suara air dari dalam kamar, dan itu artinya suaminya sedang ada di kamar mandi.


Saat Syifa akan turun dari kasur, ia baru sadar bahwa tubuhnya kini dalam ke adaan polos, bahkan ia merasakan perih di area ke wanitaanya. "Kamu mau menggoda Abang" tegur Bani saat keluar dari kamar melihat Syifa sedang berdiri dalam keadaan tanpa busana. dengan repleks Syifa langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Mandi dulu sana, bentar lagi adzan subuh, sudah abang siapkan air hangat" titah Bani pada istrinya.


"Tapi abang tutup dulu matanya, dan ambilin handuk Syifa" ucap Syifa malu - malu.


"Gak usah di tutupi, abang sudah liat semuanya, bahkan menikmatinya" ucap Bani sengaja menggoda istrinya.


"Abang" rengek manja Asyifa, pipinya sudah merah merona dengan blus on alami.

__ADS_1


Bani memberikan handuk untuk menutupi tubuh istrinya, Syifa pun meraihnya dengan cepat dan langsung memakainya. Bani duduk di atas sejadah dan melantukan ayat suci al-quran seraya menunggu adzan subuh berkumandang.


Pagi ini mereka melakukan Shalat bersama untuk pertama kalinya setelah sah menjadi sepasang suami istri. mencium tangan suaminya dengan mesra. membuat Syifa kembali teringat betapa panasnya pertempuran semalam.


Setelah selesai Shalat Syifa membereskan tempat tidurnya, namun ia kaget saat melihat ada setetes darah di seprainya. buru - buru Syifa menggantinya, karena Syifa tahu pasti itu tetesan darah perawannya.


Hari ini Syifa dan Bani ingin menghabiskan waktu mereka berdua dengan berjalan - jalan di mall, Syifa sengaja mengajak Bani ke sana karena ia ingin mengajak Bani untuk menonton bioskop, Syifa ingin merasakan bagaimana jika menonton bioskop bareng kekasih halalnya. sebelum menonton bioskop, Syifa dan Bani berkeliling mall tersebut, Syifa memasuki satu persatu toko pakaian namun belum ada yang menarik perhatiannya.


"Cari apaan si dari tadi keluar masuk toko ?" tanya Bani bingung apa sebenarnya yang di cari istrinya.


"Lagi nyari baju tapi bingung belum ada yang cocok" jawab Syifa polos, hal itu membuat Bani menggelengkan kepalanya karena sudah hampir lima toko pakaian yang mereka masuki namun belum ada yang sesuai kriteria yang di cari Syifa.


Syifa pun mengurungkan niatnya untuk membeli baju, kini ia lebih tertarik untuk makan, cacing di perutnya sudah meminta jatah makan siang, Bani dan Syifa memilih makan di sebuah restoran jepang. setelah selesai mengisi perutnya kini Syifa dan Bani melangkahkan kakinya menuju tempat bioskop yang ada di lantai paling atas. mereka memilih filem dengan genre romantis dan komedi. Syifa pun membeli makanan dan minuman untuk di dalam.


Satu jam setengah filem di putar, kini saatnya Bani dan Syifa keluar dari studio. "Gimana bang ceritanya ?" tanya Syifa meminta pendapat pada suaminya.


"Ceritanya. . " Bani berpikir sejenak, mencari jawaban yang tepat. "Ceritanya bagus, lucu juga" ucap Bani asal.


"Lucunya di awal tapi akhirnya sedih itu harusnya happy ending " rengek Syifa yang tak terima jika filem tersebut berakhir dengan menyedihkan.

__ADS_1


"Mananya juga filem" ujar Bani. "Kita habis ini ke mana ?" tanya Bani mengalihkan pembicaraan mereka.


"Aku mau ke toko baju" ucap Bani seraya berjalan menuju toko Baju, tangan Syifa tak lepas dari genggaman Bani, banyak orang memperhatikan Bani dan Syifa, ada yang bilang serasi, cocok, sosweet dan ada juga yang bilang kalau Syifa dan Bani itu adalah adik dan kakak.


"Hmmm Abang gak malu kan jalan bareng Syifa ?" tanya Syifa.


"Ngapain malu, mereka tak tau tentang kita, jadi lebih baik kamu jangan omongin kata mereka ya" ucap Bani lembut, mampu membuat Syifa sedikit lega.


Syifa membeli satu baju gamis yang menurutnya cocok untuk dirinya, setelah membayar baju tersebut Syifa dan Bani keluar dari toko Baju. "Kamu duduk di sana" Syifa menunjuk sebuah bangku tunggu. "aku mau ke sana sebentar" ujar Syifa pada Bani.


"Kamu mau ke mana ?" tanya Bani bingung.


"Pokoknya duduk di sana, udah itu saja" ucap Syifa pada Bani, karena tak mau berdebat akhirnya Bani pun nurut saja dengan yang di perintahkan Syifa.


Syifa berjalan memasuki sebuah toko secara diam - diam agar suaminya tak melihatnya. hampir sepuluh menit Syifa berada di dalam toko tersebut, setelah itu Syifa kembali menghampiri suaminya yang sedang menunggu di bangku tunggu, "Ayo pulang" ajak Syifa pada Suaminya.


"Kamu dari mana si sebenarnya ?" tanya Bani penasaran.


"Nanti aku kasih tahu kalau sudah sampai rumah" jawab Asyifa santai. membuat Bani semakin penasaran dan juga bingung.

__ADS_1


Syifa dan Bani keluar dari mall tersebut dan menuju ke tempat parkir, Bani dan Syifa melangkah sambil bergandengan tangan.


"Hei kalian ada di sini juga" tegur seseorang membuat Syifa dan Bani menghentikan langkah kakinya dan langsung menoleh ke sumber suara tersebut.


__ADS_2