Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 192


__ADS_3

Pagi hari Aisha sudah di sibukan dengan membantu membuat sarapan untuk para seluruh orang tinggal di yayasan, semua yang tinggal di sana gotong royong dalam segala hal.


Usai membantu membuatkan sarapan Aisha di panggil Umi untuk menemuinya di yayasan, dengan langkah yang ragu Aisha langsung memasuki ruangan tersebut.


"Ayo masuk" ajak ibu Nuni yang merupakan pengurus yayasan.


Aisha di persilahkan duduk, di sana ada Umi Lilah, ibu Nuni dan ada beberapa pengurus yayasan lainnya.


"Jadi gimana Aisha dengan tawaran yang semalam ?" tanya Umi Lilah.


"Hmmm jika yang lain memperbolehkan insya allah Aisha siap Umi" ujar Aisha seraya tertunduk.


"Kami semua sangat senang jika kamu mau ikut bergabung dengan yayasan di sini, jujur kami di sini sangat kekurangan orang, apalagi Yuni mau keluar, ia mau nikah dan ikut suaminya. tenang saja, kamu akan di bayar kok walaupun tidak seberapa" ujar Ibu Nuni.


"Mau ya Aisha, anak - anak sangat senang belajar dengan kamu" ujar Yuni.


"Iya aku mau, sekali lagi terima kasih sudah mau menerima saya dengan baik tanpa melihat masa lalu saya" ujar Aisha merasa senang, karena di sana ia bisa di hargai dan juga di hormati, tanpa menghakimi tentang masa lalunya.


"Terima kasih Aisha sudah mau menerima tawaran kami, semoga allah membalas semua kebaikan kamu". ujar Umi Lilah.


"Sama - sama, Aisha pamit dulu ya, mau siap - siap - siap buat mengajar anak - anak" ujar Aisha.


Aisha tak henti - henti mengucapkan rasa bersyukurnya karena bisa di pertemukan dengan orang - orang baik seperti Umi Lilah dan Abah Anom. mereka lah yang membuat Aisha kembali mempunyai harapan kehidupan yang layak.


Aisha menghubungi Bayu untuk memberi tahu kabar baik tersebut, dan Aisha juga memberi tahu Bayu jika dirinya akan tinggal di yayasan saja karena dia merasa nyaman berada di sana.


"Maaf Aisha, aku belum bisa mengunjungi kamu, menurut informasi mantan Suami kamu masih mencari kamu, bahkan dia mengawasi setiap gerak - gerik saya" ujar Bayu.


"Tidak apa -apa, maaf jika gara - gara kamu membantu aku, kamu jadi ikut terseret dalan masalah ini".


"Sudah lupakan saja, yang terpenting di sana kamu bisa jaga diri kamu baik - baik" ujar Bayu dan mengakhiri panggilannya.


Aisha menuju dapur untuk ikut sarapan pagi bersama setelah itu ia akan mengajar anak - anak tersebut.


...*******...


Setelah selesai membaca alquran, Syifa turun ke dapur duluan, sedangkan Bani masih khusyuk membaca alquran. pagi ini perut Syifa sudah minta di isi.


Syifa membuat segelas susu khusus ibu hamil dan makan roti tawar dengan selai coklat untuk mengisi perutnya. tak lama kemudian Bani menysusul sang istri ke dapur.


"Mau kopi apa teh, Sayang ?" tanya Syifa pada suaminya.


"Kopi saja sayang" sahut Bani.


Syifa membuatkan secangkir kopi untuk sang suami dan menyajikan sepiring roti bakar yang masih anget.

__ADS_1


"Bi pak Yanto udah di kasih roti bakarnya ?" tanya Syifa.


"Sudah neng".


"Kalau bibi ?".


"Bibi juga sudah neng" sahut Bi Tuti yang kini sedang sibuk membuatkan sarapan pagi untuk majikannya. Syifa tak pernah membeda - bedakan makanan untuk bi Tuti maupun pak Yanto.


"Malam Abang pulang jam berapa ?" tanya Syifa.


"Jam Sembilan sayang" sahut Bani sambil menyeruput kopi buatan sang istri.


"Maaf malam Syifa gak nungguin abang pulang".


"Tidak apa - apa kok sayang" sahut Bani.


Hari ini Bani berangkat kerja seperti biasanya. ia pun berpesan agar istri tetap di dalam rumah saja. Bani tak memberi izin istrinya keluar rumah tanpa dirinya.


Tiba di kantor Bani langsung menuju ruangan Tio, ia ingin membahas untuk masalah kemaren.


"Menurut kamu, bagaimana solusi untuk masalah ini ?" tanya Bani.


"Laporkan polisi".


"Gak ada cara lain lagi ?".


Bani mengubungi Tama sesuai saran dari Tio, lalu menyuruh Tama untuk datang ke kantornya. selama menunggu Tama datang Bani memilih mengerjakan kerjaannya terlebih dahulu.


Satu jam kemudian Tama datang, kini mereka berkumpul di ruangan milik Bani.


"Ada apa sih, nyuruh gue ke sini ?" tanya Tama penasaran.


Tio menceritakan semuanya pada Tama, sari kejadian awal di rumah Bani hingga pengintaiannya semalam. Tio juga memberikan bukti foto dan Video semalam.


"Ini seriusan ?" tanya Tama.


"Iya seriuslah".


"Gila, gila gila ! seru Tama seakan tidak percaya dengan apa yang di lihat di dalam rekaman video tersebut. "Ah lu ngintai beginian masa gak ngajak - ngajak gue" protes Tama.


"Sorry malam itu buru - buru jadi lupa ngabarain loe" ujar Tio.


"Ini sudah jelas dia pelakunya, jadi gimana untuk jalan keluarnya ?" tanya Bani.


"Laporin saja, bukti sudah ada !" seru Tama.

__ADS_1


"Menurutku ini bukan masalah kejahatan tapi ini masalah sebuah kesalahpahaman saja" ujar Bani.


"Tapi harusnya dia tidak melakukan hal seperti itu, harusnya dia bicara langsung saja, kalau mereka tidak percaya dengan kita ya sudah buktikan saja kalau kita berbohong" ujar Tio.


"Sepertinya dia bukan orang yang apa - apa di pikir pake otak, tadi dia langsung menyerang atau dengan uang" Timpal Bani.


"Yang di katakan Bani bener, dia apa - apa mainnya uang dan uang, menurutnya mungkin semua masalah bisa di beli dengan uangnya" Tama ikut menimpali.


"Jadi menurut ku orang seperti ini jangan maen kasar tapi harus maen halus" ujar Tio.


"Bagaimana kalau kita temui Bayu, kali saja dia bisa bantu untuk masalah ini" usul dari Tama.


"Apa nantinya gak bakal merembet ke mana - mana ?" tanya Bani.


"Gak merembet karena secara tidak langsung dia juga bisa terlibat dari masalah ini" ujar Tama.


Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk datang ke perushaaan milik Bayu. mereka bertiga menggunakan mobil milik Tama.


satu jam setengah perjalan menuju perushaan milik Bayu. gedung yang menjulang tinggi di antara gedung - gedung lainnya.


"Stop bentar deh !" Tio meminta Tama untuk menepikan mobilnya sebentar.


"Ada apa sih ?" tanya Tama ketika setelah berhasil menepi di trotoar jalan.


"Lihat ke arah dekat pintu masuk ke perusahaan Bayu, itu bukanya orang yang kemaren berhasil kita ikutin ?" tanya Tio seraya menunjuk ke arah orang tersebut.


"Iya mirip"sahut Bani.


"Sedang apa dia di sana ? apa Bayu juga mengalami hal yang sama seperti kamu ?" tanya Tama dan Bani hanya mengangkat bahunya.


Tama Berinisiatif untuk menghubungi Bayu.


"Kamu ada di kantor ?" tanya Tama saat Bayu menjawab panggilan teleponnya.


"Iya, emang kenapa ?".


"Aku ingin bertemu dengan kamu, ada sesuatu hal yang ingin di bicarakan". jelas Tama.


"Kamu datang saja ke kantor ku, tapi jangan pakai kendaraan kamu atau gunakan plat palsu saja".


"Emang kenapa ?" tanya Tama penasaran.


"Lakukan saja apa yang aku perintahkan !".


"Sebenarnya aku sudah ada di dekat kantor kamu. tapi aku lihat ada dua orang yang mengawasi kantor kamu" ujar Tama.

__ADS_1


"Itu alasannya kenapa aku menyuruh kamu agar menggunakan plat palsu atau jangan gunakan kendaraan pribadi !".


__ADS_2