Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 119


__ADS_3

Tama menjemput Bani di depan rumah sakit, lalu mereka menuju kantor dimana tempat Tama bekerja, untuk membicarakan masalah Bani.


"Bani dari remakan cctv yang kamu minta, aku lihat Aisha memasuki ruang perawatan Syifa, dan ia keluar dengan senyum seperti sebuah kepuasan" ucap Tama seraya memperlihatkan rekaman cctv tersebut.


"Itu alasannya kenapa aku meminta mu untuk mendapatkan rekaman tersebut, aku berniat ingin melaporkannya ke pihak yang berwajib" ujar Bani.


"Tapi rekaman ini kurang kuat sebagai barang bukti" jelas Tama.


"Tenang saja, tadi ketika Syifa menceritakan saat Aisha mendatanginya, aku telah merekamnya, mudah - mudahan ini bisa jadi barang bukti juga" jelas Bani.


"Ya sudah kita ke kantor polisi sekarang" ajak Tama.


"Tapi bentar gue gak tau alamat rumah Aisha" jelas Bani.


"Itu masalah gampang, gue sudah tau tentang Aisha" ujar Tama membuat Bani penasaran.


"Maksud kamu ?".


"Ternyata Aisha belum cerai secara resmi dengan suami pertamanya, dan Malam ketika gue kerumah sakit tanpa sengaja gue melihat dia di sana sedang menunggu keluarganya yang sakit" jelas Tama.


Mereka pun berangkat ke kantor kepolisian terdekat, Bani membuat laporan tentang perbuatan yang tidak menyenangkan dan percobaan menganggu rumah tangga, Tak lupa Tama pun memberikan bukti yang mereka miliki, hingga kausus tersebut pun langsung ti tangani dan akan di lakukan penjemputan terhadap Aisha karena pihak kepolisian tidak bisa menemukan alamat rumah Aisha untuk mengirimkan surat tentang penangkapannya.


Bani, Tama dan dua orang kepolisian berangkat menggunakan kendaraan mereka masih - masing menuju ke rumah sakit Z.


Sementara di ruang tunggu rumah sakit, Aisha masih setia menuju adiknya yang masih belum sadarkan diri, bahkan kondisi sang adik kian memburuk, Bayu akan selalu datang tiap hari untuk membawakan makanan untuk saudaranya itu.


"Gimana kondosi Ayla ?" tanya Bayu.


"Sama seperti semalam, tak ada perkembangan bahkan tadi dini hari malah memburuk, untuk dokter cepat menanganinya hingga mampu menyetabilkan kembali kondisi Ayla" Aisha menjelakan bagaimana komdisi sang adik.


"Aku nanti jam makan siang titip Ayla, ada sesuatu yang harus aku selesaikan di luar sana" Ujar Aisha.


"Ya sudah biar Ayla saya yang jaga" sahut Bayu yang tak ingin mencampuru urusuan Aisha.

__ADS_1


Aisha siang hari nanti berniatan untuk datang ke kantor Bani, ia sangat yakin jika istrinya telah membujuk Bani agar mau nikah dengannya. Aisha sudah tak sabar mendengar Bani akan menikahi dirinya.


Sebentar lagi, aku akan mendapatkan cinta ku kembali, memang jodoh tak akan pernah lari ke mana. Gumam Aisha dalam hatinya.


Kedatangan Bani, Tama dan juga dua orang polisi membuat orang - orang yang melihat bertanya - tanya, ada apa ini, ko ada polisi ? begitulah kira - kira pertanyaan orang - orang tersebut.


"Biarkan aku terlebih dahulu yang menemuinya, baru nanti kalian" ujar Bani.


Tama pun menunjukan di mana letak ia melihat Aisha, setelah yakin itu adalah tempatnya Bani berjalan menuju tempat yang di tunjukan Tama.


kedatangan Bani secara Tiba - tiba dan tak di sangka - sangka membuat Aisha senang, namun berbeda dengan Bayu ia malah terlihat seperti orang kebingungan .


"Bani sedang apa kamu di sini atau memang sengaja datang untuk menemui ku.?" tanya Aisha senang dengan ke datangan Bani.


"Ya memang aku sengaja datang untuk menemui kamu" ucap Bani muka datarnya.


"Apa ada sesuatu yang akan kamu bicarakan soal kita berdua" tebak Aisha. "lebih baik kita ngobrolnya jangan di sini" ujar Aisha, ia tak ingin Bayu mengetahui tentang dirinya dan Bani.


"Di sini saja,karena aku gak akan lama - lama di sini, masih banyak kerjaan yang harus aku selesaikan" ujar Bani tegas.


"Baiklah"sahut Bani.


"Kamu di sini saja tak usah ke mana - mana, aku tak ingin orang melihat kami hanya berdua dan nantinya akan menjadi fitnah" ujar Bani menahan Bayu agar tak pergi.


"Ta- pi".


"Sudah gak papa ko" ujar Bani seraya menepuk bahu Bayu. "Jadi begini Aisha kamu tidak lupakan dengan kata - kata ku dulu saat terakhir kamu mendatangi kantor saya" ujar Bani tegas.


"Kata - kata yang mana ya, aku lupa" sahut Aisha, ia benar -benar telah melupakan sebuah ancaman yang Bani berikan.


"Tidak papa jika kamu sudah lupa, tak perlu kamu ingat - ingat lagi. yang saya mau tanyakan, ada urusan apa ya kamu menemui istri saya ?".


"Saya , Saya tidak pernah menemui istri kamu kenal juga tidak" jawab Aisha ketakutan.

__ADS_1


"Oh ya sudah cuma itu saja yang ingin aku tanyakan ko, kalau gitu aku pergi dulu karena masih banyak kerjaan" Bani berlalu meninggalkan Aisha dan juga Bayi. Aisha merasa lega Bani langsung percaya begitu saya dengan dirinya.


"Kamu memenui istrinya Bani ?' tanya Bayu dengan tatapan penuh selidik.


"Tidak, kenal juga nggk" sahut Aisha.


Keadaan menjadi hening, Aisha dan juga Bayu mereka terhanyut dalam pikiran mereka masing - masing, hingga kedatangan polisi menyadarkan mereka dari lamunannya.


"Selamat pagi, apa saudara ini bernama Aisha ?" tanya salah satu bapak polisi.


Polisi, mau apa mereka datang ke sini, apa orang yang telah menabrak adik saya sudah tertangkap ? tapi siapa yang membuat laporannya, apa Bayu yang melakukan ini semu, tapi selama ini Bayu tak pernah membicarakan masalah ini dengan ku. Gumam Aisha yang bingung kedengan ke datangan dua polisi.


"Apa ibu yang bernama Aisha ?" tanya Polisi lagi.


"Iya saya Aisha" jawab Aisha.


"Silahkan ibu ikut kami ke kantor polisi untuk di mintai keterangan" ujar pak polisi.


Yang di pikiran Bayu hampir sama dengan apa yang di pikirkan Aisha, ke datangan dua polisi itu pasti ada hubungannya dengan kecelakaan yang di alami Alya.


"Bayu aku titip Ayla sebentar" ujar Aisha sebelum akhirnya dirinya di giring menuju ke mobil polisi.


Sedangkan Bani dan Tama mereka hanya memantau dari dalam mobil, Bani tak ingin menemui Aisha, ia akan menemuinya nanti di kantor polisi.


"Kenapa wajah Aisha biasa saja, gak ada raut kepanikan di wajahnya" gumam Tama namun dapat terdengar oleh Bani.


"Mungkin dia kira mau di ajak jalan - jalan" Sahut Bani ngasal, ia tak peduli dengan raut wajah Aisha, bagi dirinya adalah sekarang harus memberikan efek jera pada Aisha agar tak mengganggu keluarganya lagi.


"Hahhaa, dia yang gue satu itu sosok wanita yang lemah lembut, bahkan dalam keadaan marah pun ia akan tenang, namun sekarang bisa seganas ini" Seru Tama seakan tidak percaya dengan tingkah laku Aisha yang sekarang.


"Kalau masih seperti dulu, kamu mau emangnya ?".


"Nggaklah, gue sudah punya pilihan" Seru Tama lalu melajukan mobilnya mengikuti mobil polisi.

__ADS_1


***


"Bukanya saya di mintai keterangan tentang adik saya yang mengalami kecelakaan ?" tanya Aisha, raut wajahnya memucat tatkala dirinya melihat sebuah rekaman saat dirinya memasuki ruang perawatan Syifa.


__ADS_2