Cinta Untuk Mentari

Cinta Untuk Mentari
Persiapan Perayaan


__ADS_3

Siang ini hak saham yang mereka miliki resmi berpindah tangan ke seorang pengusaha bernama Anton Doneri Putra yang kehadirannya di wakilkan oleh seorang asisten. Prosesnya berlangsung cepat dan ringkas, tanpa banyak basa basi.


Mereka sekarang sedang dalam perjalanan menuju ke kantor baru untuk mempersiapkan acara sore ini. Tiba-tiba saja seorang laki-laki mengaku dari sebuah jasa dekorasi menghubungi Riri untuk mengabarkan bahwa saat ini mereka akan menuju ke kantor.


"Dekorasinya atas nama siapa pak?" Tanyaku heran pada orang yang menghubunginya ini


"Atas nama Ibu Riri"


Aku menoleh ke arah Damar dengan wajah bingung "Ya sudah pak, saya juga sedang menuju ke sana"


"Baik Bu, terimakasih" Jawab laki-laki itu kemudian menutup sambungan teleponnya


"Kak, kakak ada memesan jasa dekorasi?"


"Nggak, eh semalam kan Sam melarangmu untuk memesan makanan. Katanya biar dia yang mengurus. Mungkin saja itu juga dari dia" jawab Damar menerka-nerka


"Aku tanya dia dulu deh" kataku sambil mengetik pesan di ponselku


"Sayang, sori ganggu. Ada menghubungi jasa dekorasi juga ya?"


Aku mengirimkan pesan tersebut, belum ada beberapa detik Sugi sudah menjawabnya


"Ada 😊, sudah datang yah? Nanti pihak kateringnya menyusul sejam lagi"


"Oh, pantas. Mereka baru saja menghubungi ku"


"😘 Sampai nanti" jawabnya lagi


"😘♥️♥️" Aku kembali membalas pesannya, agar dia tidak uring-uringan karena merasa aku terlalu cuek padanya


Aku kembali menoleh ke arah Damar " ternyata benar dari Sugi, kak"


Damar tersenyum sambil mengangguk "Sebegitu sayangnya loh dia sama kamu. Biar pacarnya nggak repot seharian"


Aku ikut tersenyum mendengar ucapan kak Damar "kalau sudah dia yang mengurus pasti yang disiapkan juga spesial, padahal aku maunya perayaan kecil aja kak. Aku merasa nggak enak sebenarnya di suruh duduk diam aja kayak begini"


"Jangan begitu, ini usaha dia untuk menyenangkan kamu. Lagian seperti kata dia semalam, kamu selama ini nggak pernah minta dibelikan ini itu. Bahkan kartu debit dari dia pun kamu belum pakai sama sekali. Pakai dong Tari, pakai kartunya.... Hahahah" Damar tergelak


Aku menghela napas ku "itu lagi yang dibahas..."


"Aku serius, pakailah sekali-sekali Tari. Untuk menunjukkan kamu menghargai pemberiannya, dia pasti sangat senang"


"Iyah kak nanti pasti aku pakai, kan aku memang jarang belanja"


"Aku tahu. Eh nanti sebaiknya kamu pulang lebih awal ya, biar bisa ganti baju dan dandan. Sewaktu kembali ke kantor bawakan aku satu stel pakaian ganti ya. Aku mandi di kantor aja"


"Ya, aku akan siapkan semuanya untuk kakak"


Saat kami tiba, orang dekorasi sudah mulai melakukan tugasnya. Mata kami berdua tertuju pada bagian depan kantor yang sudah mulai dihiasi dengan rangkaian bunga cukup besar pada sisi dan kirinya. Kulihat ada tali dari rangkaian melati dan pita masih menjuntai turun disebelah kirinya.


"Astaga, kenapa jadi besar begini peresmiannya kak hahahaha" aku tergelak


"Hahahaha pakai acara gunting pita segala, luar biasa memang pacarmu itu" Damar menggeleng


"Selamat siang pak, kami mau menghias yang di bagian dalam" kata seorang staf dekorasi yang buru-buru mendekat


"Oh iya silahkan pak" Damar bergegas membuka pintu ruko

__ADS_1


Setelah dibuka, nampak dua orang staf dekorasi masuk membawa beberapa rangkaian bunga ke dalam.


Aku mengikuti mereka dan mulai menghidupkan pendingin ruangan dengan suhu yang cukup dingin.


Ku lihat mereka bekerja dengan sangat cepat. Tidak ada setengah jam rangkaian bunga yang di pasang memanjang disekitar nama perusahaan D&W (baca: Di n double Yu) yang berada di tengah-tengah dinding sudah selesai mereka pasang. Mereka juga menggelar karpet merah kecil di depannya.


"Karpet merahnya untuk apa pak?" Tanyaku heran


"Katanya nanti ada band akustik yang mau menyanyi disini" kata staf tersebut


Dengan wajah kaget aku menoleh ke arah Damar


Damar yang melihat kearahku hanya terkekeh sambil berdiri di pojok ruangan


"Duh jempolan sekali pacarmu itu, luar biasa" ia mengacungkan jempolnya padaku


Beberapa menit kemudian dua orang laki-laki membawa masuk sebuah meja panjang, mereka meletakkannya di sisi sebelah kiri. Kemudian membawa lagi sebuah meja bundar, beserta kursi-kursi kayu klasik tiffany yang berjumlah delapan. Meja-meja itu ditutup kain putih seperti yang ada di setiap resepsi acara-acara besar.


Rasa kaget kami belum usai, karena pihak katering yang di pilih Sugi juga sudah datang. Mereka mengatur semua makanan di meja panjang tadi.


Satu Bunga untuk centerpiece sudah nampak di letakkan di meja prasmanan satu lagi diletakkan di meja bundar. Seorang laki-laki terlihat sedang mengatur peralatan makan diatas meja bundar. Ia mengaturnya sedemikian rupa layaknya acara makan malam resmi.


Damar mendekat "kayaknya lebih baik kamu pulang sekarang Tari, sebentar lagi acara kita akan mulai" ia melihat jam di pergelangan tangannya


"Iyah kak, memang sudah waktunya"


"Hati-hati dijalan ya" katanya sambil menyerahkan kunci mobil padaku


"Iya kak" jawabku sambil tergesa-gesa keluar dari kantor menuju mobil


Hari ini berjalan dengan cepat, matahari pun sudah condong ke arah barat. Aku saat ini sedang bersiap-siap dirumah, satu stel pakaian Damar pun sudah aku masukkan ke dalam tas tenteng.


Ponselku berbunyi, kulihat Sugi melakukan panggilan.


Aku mengangkat teleponnya pada deringan kedua "hi sayang" ujarku bersemangat


"Semangat sekali, lagi dimana sayang?" Jawabnya dengan suaranya yang serak dan berat


"Lagi dirumah, bentar lagi mau berangkat ke kantor"


"Aku jemput ya? Damar biar bawa mobil sendiri"


"Damar masih dikantor, tadi aku pulang sendiri"


"nanti Damar biar sama pak Doni aja"


"Ok, aku tunggu"


Sugi mematikan sambungan teleponnya


Beberapa menit kemudian terdengar suara mobil masuk ke halaman.


Setelah mengunci pintu rumah aku mendekati mereka. Sugi nampak sudah keluar dari mobilnya, ia terlihat tersenyum lebar memandangiku


"Pak Doni, ini pakaiannya Kakak. Minta tolong dibawakan sekarang pak. Terimakasih pak" aku menyerahkan tas tenteng di tanganku padanya


Pak Doni nampak mengangguk "Baik Bu saya berangkat sekarang ya"

__ADS_1


"Iyah pak, hati-hati dijalan" ujarku sambil mendekati Sugi yang langsung melingkarkan tangannya pinggangku


"Baik Bu" kata pak Doni yang telah masuk kedalam mobil kemudian ia mundur dan memutar di depan


Aku mendongak memandang wajahnya "Hi ganteng"


Ia tersenyum "hi baby... you look so lovely"


"Masa?"


Ia mengangguk-angguk "ini salah satu terusan yang dibawa kemari waktu itu ya?" tanyanya dengan wajah puas sambil masuk kedalam mobil


"Iyah" jawabku sambil melangkah menuju pintu gerbang bersiap untuk menutupnya.


"Yuk berangkat" kataku ketika aku sudah ikut masuk kedalam mobilnya


Ia mendekatkan pipinya "cium dulu"


"Ck!" Aku mendekat berniat mengecup pipinya, tapi ternyata ia memalingkan wajahnya. Hingga tepat mengenai bibirnya


"Sweet!" Sahutnya sambil tersenyum


Ia nampak mengambil sesuatu di jok belakang


"Ini untukmu sayang" ia menyerahkan seikat bunga mawar merah di tanganku


"Selamat yah untuk kantor barunya. Ini babak baru untuk kehidupanmu dan Damar. Semoga sukses dan kita bisa tetap bersama selamanya" ujarnya tanpa ragu


Aku menatapnya dengan rasa haru "terimakasih sayang untuk semuanya. Termasuk persiapan dekorasi dan katering yang sangat ekstra untuk sore ini" jawabku sambil menahan tawa


"Aku tinggal perintah, yang repot sebenarnya Pak tua itu hahahaha" ia terkekeh


"Ck! Tetap saja kamu yang menentukan semuanya sedari awal kan" aku memeluknya erat


"Kamu suka?" tanyanya sambil membalas memelukku erat


"Iyah suka"


"Dalam bisnis tidak ada yang namanya makan siang gratis, semua hal ada timbal baliknya" ia berbisik mencoba menggodaku


Aku melepaskan pelukanku "terus om maunya gimana, saya siap kok om" kataku manja sambil menarik turun kerah V gaun ini lalu membusungkan dadaku sehingga belahannya nampak mencuat keluar. Aku juga menaikkan bagian bawah gaunku sampai ke paha.


Sejenak ia nampak menahan nafas dan menatapku tajam sambil menggigit bibirnya sendiri


"kita berangkat sekarang aja yuk" katanya lalu menarik turun bagian bawah gaunku agar menutupi bagian pahaku kembali sambil bergidik "CK! ini cobaan berat hahahaha" ia tergelak


Aku ikut terkekeh melihat tingkahnya


Tiba-tiba saat aku lengah, ia dengan cepat mengecup belahan dadaku yang masih sedikit terbuka. Aku tidak menyangka dia akan melakukan hal itu.


Ia menyalakan mesin dan mulai melajukan mobilnya.


"Sayang, hati-hati menggodaku, kalau saja aku sedang tidak menyetir, kamu bisa habis saat ini juga. Aku ini singa yang lapar tahu!" ia mencubit pipiku lembut


"Sehabis-habisnya aku pasti kamu akan menyisakan bagian yang paling penting, karena kamu mencintaiku dan aku mempercayaimu sepenuh hati. I love you Sugi" ujarku sambil tersenyum padanya


Ia nampak tersenyum, karena mengerti maksud ucapanku

__ADS_1


"i love you too Riri" jawabnya lembut


__ADS_2