Cinta Untuk Mentari

Cinta Untuk Mentari
Bathtub


__ADS_3

Setelah lampu kupadamkan, kamar mandi ini seketika menjadi remang karena berganti sinar lilin yang redup. Mataku pun menyesuaikan melihat dalam keremangan.


Namun sinar lilin ini bukannya mengurangi perasaan gelisah yang kurasakan sejak tadi, malah sekarang semakin menjadi-jadi. Aku merasa semua yang aku lihat disekelilingku menjadi begitu indah, seperti masuk ke alam mimpi dan fantasi. Dan Sugi masih berdiri mematung menatapku lekat dengan setengah badannya tanpa pakaian.


"Ehem..." Aku berdehem, berusaha mengurangi rasa gugup yang menyebabkan detak jantungku yang kian tak beraturan saat mendekatinya kembali


"Apa apa?" tanyanya seperti membaca perubahan wajahku


Aku menggeleng "mmm...kamu buka baju dalammu sendiri kan?"


"Iyah" ujarnya santai


"Terus kenapa nggak sekalian buka yang lain juga"


"Kan nunggu kamu" ia mengulum senyumnya


"Ck!"


Ia menarik kedua tanganku dan menempatkannya pada bagian gesper ikat pinggangnya


"Please!" ujarnya berbisik


Aku menuruti keinginannya dan mulai menarik ujung ikat pinggangnya perlahan. Ketika aku membuka kaitannya ia bergerak maju untuk mendekatkan diri, sehingga tanpa sengaja kepalaku yang sedang menunduk menabrak dadanya. Seketika aku mendongak, kulihat ia sedang menunduk memperhatikanku. Mata kami bertemu. Wangi parfumnya yang maskulin menyergap lembut hidungku.


Ia tersenyum lalu mengelus kepalaku. Entah kenapa malam ini ia terlihat sangat berbeda. Ia begitu sempurna dengan lekukan tubuhnya yang berotot dan sorot matanya yang tajam.


Ia kemudian memegangi wajahku dengan kedua tangannya dan dengan cepat mencium kening dan mataku. Seketika kakiku terasa lemas tak bertenaga. Aku hampir saja roboh, beruntung satu tangannya turun memegang erat pinggangku.


"What's wrong baby?" Bisiknya


Aku membenamkan wajahku di dadanya "aku terbawa suasana" bisikku hampir tercekat


Tiba-tiba saja aku merasakan desiran aneh merambat dari bagian perut ke bagian bawah


Sugi terkekeh "hehehe aku tahu, karena aku juga merasakannya"


"Tadi aku pikir dengan membuat kamar mandi ini remang, pikiranku akan tenang dan rasa gugup yang aku rasakan akan berkurang. Bukannya jadi seperti ini" gerutuku di dadanya


"Hahahaha" ia tergelak "kamu jujur banget sih sayang. Aku suka"


"Kamu membuatku tersiksa!"


"Masa?! Hahahaha aku bahkan belum melakukan apa-apa" ia lagi-lagi tergelak


"Ck!" aku berdecak karena merasa sedikit frustasi


"Mau aku bantu? Aku tahu caranya" ia berbisik ditelingaku


Aku menggeleng "jangan sekarang"


"Kenapa? Malu? Itu kenapa aku memintamu untuk membukakan pakaianku. Aku mau kamu melihatku secara utuh, tak ada yang aku sembunyikan lagi Riri"


"Ok, aku akan melakukannya. Tapi setelahnya janji ya langsung masuk ke bathtub. Jangan diam saja seperti patung di perempatan!"


Aku melepaskan diri dari pelukannya

__ADS_1


"Hahahaha" ia tergelak "Duh sayang, you are such a mood killer" ia tak henti-hentinya tertawa


"Biarin, daripada aku gusar sendirian dari tadi"


Tanpa menunggu tawanya selesai dengan cepat aku menyelesaikan tugasku yang sempat tertunda tadi. terakhir aku menarik turun pakaian dalamnya dari belakang tubuhnya. Aku bisa melihat dengan jelas bentuk bok*ongnya yang bulat, padat dan bersih


"Udah sayang, sekarang masuk ke bathtub ya!" perintahku


"Yakin nggak mau melihat yang di depan?"


"Nggak mau"


"Hahahaha" ia lagi-lagi tergelak "Ya sudah" ia melangkah menuju bathtub


"Plak!" Aku memukul pantatnya yang bulat sambil terkekeh "maaf aku penasaran bahahaha" aku terbahak-bahak, sambil menutupi mataku kemudian merangsek mundur pada tembok dibelakangku


"Oh gitu, aku boleh bales nggak?"


Ia sepertinya menoleh dan seperti dugaanku ia berjalan mendekat


"Nggak dong, jangan. Ampun sayang hahahaha aku penasaran, bentuknya bulat begitu yah nggak benar juga kalau dicuekin"


"Ck! dasar"


"Hahahaha, udah... kamu masuk aja dulu sana!"


"Nggak bisa, gara-gara kamu aku jadi pengin bales begini..."


Ia menarik tanganku dengan cepat, sementara mataku masih terpejam. Tanpa bisa kuduga ia meletakkan tanganku pada bagian bawah tubuhnya yang paling sensitif dan menggerakkan jari-jariku untuk menggenggamnya.


"Hahahahaha" ia tertawa dengan puas lalu berlari masuk ke dalam bathtub


Aku benar-benar kehabisan kata-kata


"Aku sudah masuk ya!??"


"Yang benar?!!" tanyaku tak percaya


"Beneran, kalau aku bohong kamu boleh melakukan apa saja pada apa yang kamu sentuh tadi hahahaha"


"Hih!!..."


"Kalau kamu nggak mau buka mata aku turun lagi nih!! Hahaha" Ancamnya sambil tergelak


"Janngannnn..!!" Aku akhirnya pelan-pelan membuka mata. Ku lihat ia berendam di dalam bathtub dengan senyum lebar


"Iseng banget sih" gerutuku sembari melangkah menghampirinya


"Siapa yang iseng duluan?"


Aku duduk di pinggiran bathtub sambil menutup mulut menahan tawa


"Tapi kamu boleh menyentuh bagian manapun yang kamu mau. I like it a lot sayang. Asal jangan lakukan di tempat umum"


"Ya kali, aku nepuk bok*ng kamu kayak tadi di depan pak Doni atau orang tuamu hahahaha"

__ADS_1


"Dasar... mana suaranya tadi kencang banget..plak!! Gemas ya?" Ia menaikkan alisnya


"Aku heran kenapa bentuknya bisa bulat sempurna, punyaku aja rasanya nggak begitu"


"Masa? Coba liat" ia menarik tanganku untuk mendekat padanya. Ia meremas pelan bok*ngku


"Sakittt..." Aku meringis


"Segini sudah sempurna, pas ditanganku. Jangan sampai berpikir kamu tidak semenarik itu ya?"


Aku tersenyum mendengar ucapannya


"Sebentar aku turun dulu"


"Jangan, mau kemana? kalau mau mandi disini aja bareng. Aku janji nggak bakalan mengintip"


"Aku mandi dibawah sebentar saja, tunggu ya sayang" aku mengecup bibirnya lalu bergegas pergi


Ia menghela napasnya terlihat kecewa


Seperti janjiku, aku kembali dengan cepat sambil membawa beberapa barang ditanganku


"Kamu bawa apa banyak banget?" tanyanya heran


"Ini handuk untuk tengkuk sama dahimu, sama minyak pijat"


"Asyikk" ujarnya senang


Aku menghidupkan musik bernuansa pop lembut di ponselku dan kuletakkan agak jauh dari sana.


Aku mulai memijat kepala dan bahunya, kemudian kuletakkan handuk dingin di tengkuknya untuk beberapa lama.


"Handuk ini aku rendam tadi beberapa saat di air es , enak nggak?"


"Banget" katanya sambil mengelus tanganku yang sedang sibuk memijat punggung bagian atasnya


Setelah aku rasa cukup, lalu aku mengangkat handuk tadi untuk kurendam kembali ke dalam air es


"Bersandar sayang, aku mau meletakkan handuk dingin ini sekarang didahimu"


Ia menuruti ucapanku dan aku pun mulai meletakkan handuk dingin tadi diatas dahinya.


Kulihat matanya masih terpejam pertanda ia sangat menikmatinya


Dengan perlahan aku mulai memijat tangannya satu persatu.


"Enak banget sih, kamu harusnya mulai memikirkan untuk membuka spa" sahutnya hampir seperti berbisik


"Nanti kita pikirkan yang itu, sekarang kamu rileks, nggak usah membahas yang berat-berat"


"Ok" jawabnya hampir tak terdengar


Setelah beberapa lama aku mulai menambahkan air hangat pada bathtubnya, sementara kulihat ia masih terpejam dengan tenang. Sepertinya ia ketiduran.


Aku memutuskan untuk menunggu sekitar setengah jam sebelum membangunkannya. Sambil menunggu aku mulai membaca novel yang sudah lama sekali tidak pernah aku baca kembali lanjutannya.

__ADS_1


Beruntung aku memiliki lampu baca kecil yang bisa diselipkan diantara halaman buku, sehingga tidak menggangu istirahat Sugi saat ini.


__ADS_2