Cinta Untuk Mentari

Cinta Untuk Mentari
video call


__ADS_3

Riri baru saja kembali ke villanya. Nampak Pak Yuda dengan setia menunggu sambil mengobrol dengan beberapa tukang yang masih menginap disana untuk beberapa hari lagi. Mereka diijinkan tinggal di ruangan loker staf di belakang selama proyek renovasi masih berlangsung.


"Selamat malam" sapa Riri ketika melewati mereka


"Malam Bu" semua serentak menjawab dengan senyuman


Riri pun perlahan menjauh dari pandangan mata mereka


"Bu Riri cantik ya Pak, sudah bersuami atau masih gadis sih?" tanya seorang tukang pada pak Yuda


"Beliau belum menikah"


"Wah kesempatan dong pak Yuda hahaha, kan tiap malam pak Yuda yang jagain ibu di kamar". "Cie pak Yuda!!" seru mereka berbarengan


"Kasihan Bu Riri kesepian, malam-malam begini. Dingin pak hahahaha" ujar seorang lagi


"Awas kalian, kalau ingin tetap selamat jangan macam-macam pada Bu Riri" jawab pak Yuda ketus secara tiba-tiba dengan wajah serius


Semua tukang tiba-tiba saja menjadi tersentak kaget. Setahu mereka belum pernah pak Yuda seseram itu menampilkan auranya selama mereka bekerja disini.


"Sebaiknya kalian beristirahat, sudah malam. Besok pekerjaan kalian masih banyak yang belum selesai. Saya ke dalam dulu" ujarnya sambil melangkah masuk


Semua tukang terdiam dan satu persatu membubarkan diri menuju belakang villa.


Pak Yuda nampak masuk ke dalam villa tempat Riri tinggal. Ia menempati kamar bagian bawah sedangkan Riri tinggal dilantai dua. Seperti biasa ia memeriksa sekeliling villa kalau-kalau ada yang sesuatu yang mencurigakan sebelum memutuskan untuk mengunci pintu villa dari dalam dan beristirahat di kamarnya. Ini selalu ia lakukan untuk menghindari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ia kemudian melaporkan kedatangan Bu Riri pada pak Doni.


"Bu Riri katanya baru saja kembali pak" ujar pak Doni usai membaca pesan yang masuk ke ponselnya


"Ok" ujar Sugi sambil melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Ia berniat menunggu sekitar setengah jam lagi sebelum memutuskan untuk menghubunginya. Belum ada sepuluh menit ternyata Riri telah menghubunginya lebih dahulu


"Hei babe" jawabnya pelan seperti menahan rasa rindu yang ada di dalam hatinya


"Haiii sayang lagi dijalan atau sudah dirumah?" Suara Riri terdengar riang seperti biasa


"Lagi kangen sama kamu....so much it hurts baby"


"Yahhh i Miss you too" jawab Riri dengan suara penuh penyesalan


"Aku baru sampai di rumah. Sepi nggak ada kamu" sahutnya tak kalah manja


Pak Doni yang melihat perubahan wajah Sugi hanya bisa memutar bola matanya, ia nampak buru-buru menyingkir dari sana, tugasnya hari ini sudah usai.


"I know. Sabar ya sayang, besok kan kita ketemu"


"Tadi kemana sama Gia?"


"Tadi aku inspeksi dua Spa gitu, terus sempat nyobain paket 90 menit massage sama Gia. Kata Gia paketnya salah satu yang terbaik. Dan benar kata dia, massage enakkkk banget. Pelayanan staffnya juga jempolan banget. Aku merasa puas"


"Masa? Aku kok gak diajak"

__ADS_1


"Namanya inspeksi kan masih nyoba-nyoba juga. Nanti kita kesana bareng ya"


"Nggak ah, mau dipijat kamu aja"


"Iya nanti kalau kita ketemu aku pijitin"


"Sekarang"


"Yah nggak bisa sayang"


"Besok ya"


"Kan acara ayahmu"


"Siapa bilang kamu boleh datang jam enam sesuai acara??"


"Terus jam berapa?"


"Jam tiga sudah di sana, pokoknya ngobrol sama aku dulu. Aku rindu setengah mati sama kamu, tahu nggak!!" Suaranya terdengar kesal


"Iyah aku juga, ok aku datang jam segitu"


"Dijemput pak Doni ya, nggak boleh nolak"


"Tapi kalau dilihat..."


"CK! Iyah sayang" jawab Riri pasrah, karena ia paham kalau nada bicaranya sudah memaksa seperti ini artinya sangat serius dan tidak bisa dibantah lagi


"Aku siapkan gaun disini??"


"Aku sudah punya gaun, tenang. Semua sudah siap"


"Ok, kita video call yah aku mau lihat pacarku yang cantik ini"


"Aku lagi..." Suara Riri seperti kelabakan


Sambungan teleponnya tiba-tiba terputus berganti sambungan video call dari Sugi. Riri terburu-buru mengambil selimut yang ada di atas ranjangnya. Lalu memencet tombol accept dilayar ponselnya.


Wajah Sugi terlihat jelas sedang murung menatap kearah layar ponsel


"Kok lama banget"


"Eee... Itu ambil selimut" Riri menutup mulutnya menahan tawa


"Hah? Mana? Kenapa di tutup, aku mau lihat"


"Tadi aku ngobrol sama kamu sambil ganti baju" Riri pelan-pelan melepas selimut yang menutupi badannya


Sugi terlihat menatapnya penuh cinta

__ADS_1


"Aku pakai lagi ya, dingin"


"Bentar..."


"Udah??"


"Belum puas sih, tapi pakai dulu bajunya sana. Aku mau melihatmu ganti baju"


Aku meletakkan ponselku diatas meja dengan hati-hati dan mengambil kaos hitam dan celana piyama dari dalam lemari. Tiba-tiba muncul sebersit pikiran iseng untuk mengerjainya


Aku mendekat kearah ponsel


"Mau lihat sesuatu nggak??"


"Apa?" Katanya sambil tersenyum


"Tunggu ya...." Aku menjauh dari sana agar ia bisa melihat seluruh tubuhku.


Aku mulai meliukkan tubuhku dengan gerakan erotis, seperti yang aku lihat di film-film yang pernah aku tonton. Dengan gerakan menggoda perlahan aku mulai melepaskan satu tali penutup dada sehingga jatuh di lenganku. Aku menatapnya tajam sambil mengigit bibirku gemas


"F*UCK!!!! D*AMN You BABY!!! " Ia berteriak gemas seperti dugaanku sebelumnya. Tentu saja aku semakin bersemangat melakukannya. Kini penutup dadaku benar-benar lepas, aku mendekatkan diri kearah ponsel mengarahkan dadaku padanya sambil terbahak


"Gimana?" tanyaku padanya sambil memakai kaos dan celana piyama yang tadi telah kusiapkan "dingin banget, sial!!" Pekikku kembali mendekat padanya


Ia nampak mengacak rambutnya sendiri, yang membuat wajahnya terlihat semakin menarik di mataku. Beberapa detik aku termenung karena terpesona dengan apa yang aku lihat. Ekspresi yang ia keluarkan tadi benar-benar membuatku semakin jatuh cinta pada laki-laki ini


"Kamu menyiksaku, gara-gara kamu "dia" jadi ikutan bersemangat. Gimana dong?!"


"Hahahaha masa? Mana? Coba kulihat"


"CK! Please baby stop. Awas yah besok. Aku mau minta pertanggungjawaban"


"Kita lihat besok ya hahahaha" aku kembali tergelak


"Dasar teaser..." Ujarnya dengan wajah kesal


"senyum dong sayang Muahh... Muah muah...I love you so much..muahh!!" Aku menciumi layar ponselku


Ia tersenyum "I love you too. Sekarang tidur lebih awal ya, biar wajahmu besok lebih fresh. Tuh matanya sudah kayak panda begitu. Kalau gitu terus aku bisa ambil alih loh kerjaanmu disana" ancamnya dengan suara halus


"Jangannnn...iya...iya.. aku malam ini tidur lebih awal. Besok ketemu kamu pasti sudah cantik lagi"


"Ya sudah, sleep well. Good night honey"


"Good night baby" ujarku sambil memberi ciuman jarak jauh padanya


Perasaan hangat kembali hadir dalam hatiku


"Aku berjanji akan membuat proyek ini berhasil. Demi masa depanku dan hubungan kita" gumamku sendiri saat merebahkan tubuhku diatas ranjang

__ADS_1


__ADS_2