
Dengan berhati-hati aku melangkah menyusuri pantai menuju Sentral parkir. Aku merasa Andi mungkin tidak akan muncul seperti perkiraanku sebelumnya. Tapi kenapa tiba-tiba saja perasaanku menjadi gelisah seperti ini. Aku memperhatikan sekelilingku, nampak beberapa orang laki-laki sedang mengobrol santai menikmati angin yang sejuk dibawah pohon yang rindang.
Sebuah tangan memegang lenganku secara mendadak dari balik gapura yang aku lewati. Dengan sigap aku menarik tanganku, lepas dari pegangan orang itu. Aku menoleh kearah pemilik tangan, kulihat Hadi berdiri di depanku dengan senyum yang lebar.
Aku terperanjat "Hadi!!! Kenapa kamu bisa ada disini ?!!" Aku memekik tertahan. Perasaanku mulai tidak enak
"Kenapa? Tidak boleh yah aku menemuimu?" Jawabnya sambil memasukkan kedua tangan kedalam kantong celananya
"Apa paman yang menyuruhmu kemari? Bilang saja padanya aku tidak akan pulang!!!" kataku ketus
Hadi menggeleng "bukan, aku kemari memang ingin bertemu denganmu. Kenapa tidak pernah mengabariku lagi? Aku rindu padamu Riri, apa kamu tidak rindu pada kakakmu ini?"
"Maafkan aku di, aku rasa sebaiknya kita tidak bertemu. Aku mau hidupku baik-baik saja"
"Oh begini caramu membalas kebaikanku Riri. Aku yang membantumu kabur waktu kamu akan dinikahkan dengan si tua Bangka itu!!! Aku juga yang membantumu lari dari kejaran orang suruhan paman dari tempat tinggalmu yang lama.Tapi apa balasanmu?!"
"Hadi, aku selalu berterimakasih atas semua bantuanmu, tapi aku juga tahu kamu selalu lebih memihak paman dibandingkan dengan keluargaku. Dan kita bertemu seperti ini rasanya aneh bagiku"
Hadi mendekat ke arahku, aku mundur perlahan "diam disana di, jangan mendekat. Aku rasa ini sudah jelas, kita tidak akan bisa seperti dulu lagi. Jadi aku mohon biarkan aku sendiri dengan hidupku yang bebas ini. Keluargamu juga sudah mendapatkan semuanya, jadi apalagi yang kalian inginkan dariku??!!!"
Kulihat beberapa orang laki-laki ikut mendekat "sial, aku terkepung. Bagaimana ini?!" Aku mempersiapkan dirku untuk menghadapi orang-orang ini
Ketika tangan Hadi ingin meraih bahu Riri, dia menepis dan mendorongnya dengan kuat. Hadi terdorong mundur dan jatuh terduduk. Anak buahnya kemudian menyergap Riri. Dia melawan sekuat tenaga, tangan dan kakinya bergerak ke segala arah. Entah berapa kali dia meluncurkan tendangan dan pukulan, hingga akhirnya Riri kehabisan tenaga. Riri berhasil ditangkap, tangan dan kakinya diikat. Mulutnya di tutup lakban hitam kemudian dimasukkan ke dalam mobil Hadi.
Mobil bergerak menembus jalanan yang panas. Hadi nampak memeluk tubuh Riri yang masih berontak "Diam sebentar Riri aku benar-benar rindu padamu, kalau saja tadi kamu tidak melawan tidak akan begini jadinya" bisik Hadi ditelinga ku
__ADS_1
"Hadi brengs*k!! Lepaskan aku sial*n!! Apa salahku?? Laki-laki macam apa kamu di, tega sekali memperlakukan aku begini!!" Aku memakinya terus-terusan.
Serentetan kata-kata terdengar dari mulut Riri, walapun suara yang keluar tidak jelas karena mulutnya di tutup lakban.
"Sttt....hush jangan mengomel, nanti cantikmu berkurang Riri. Aku tidak akan menyerahkanmu pada paman tenang saja" bisiknya lagi masih memelukku erat.
Sepanjang jalan Riri terus saja memaki dan berontak dalam pelukan Hadi. Sampai mereka tiba di suatu rumah yang cukup besar di pinggir kota. Mobil terlihat memasuki garasi kemudian pintu garasi tertutup secara otmatis.
Hadi membawaku turun dari dalam mobil dan menggiringku masuk kedalam salah satu kamar yang ada dirumah tersebut. Lakban yang menutupi mulutku di buka olehnya. Aku dipaksa duduk di atas tempat tidur yang ada dikamar itu.
"Sekarang silahkan saja memaki sepuas hatimu, tidak akan ada yang mendengarnya" Hadi tersenyum lebar
"Ini rumahmu?!! Kenapa membawaku kemari!!!?" Tanyaku ketus
"sudah kuduga dia akan melakukan hal seperti ini padaku. Terakhir kali aku bertemu dengannya, aku merasa ada hal berbeda dari diri Hadi. Tatapannya beda, sentuhan tangannya di jemariku dan punggungku juga berbeda. Itu kenapa aku menjadi waspada terhadapnya"
"Apa maksudmu Hadi?!!!"
"Aku mengajakmu tinggal disini bersamaku. Dan aku tidak suka kata penolakan meluncur dari mulutmu yang manis itu" jari telunjuknya menyentuh bibirku. Aku menghindarinya dengan perasaan jijik.
"Hadi hentikan omong kosong ini!!! Lepaskan aku Hadi!!! Kita ini kakak adik di!!!" Aku berteriak dihadapannya
"Hahahahahahaha... hahahaha" tawa Hadi menggelegar "apa?? Kakak adik?? Aku bukan kakak kandungmu!!! Kita tidak ada hubungan darah Riri hahahahaha kamu ini lucu sekali" Hadi kembali tertawa terbahak-bahak
Hadi kemudian berdiri dan melepas arloji beserta cincinnya diatas nakas. Kemudian menggulung lengan kemejanya, dan kembali duduk disampingku
__ADS_1
Aku mulai merasa ketakutan saat melihat dia menggesek-gesekkan kedua tangannya seperti bersiap untuk melakukan sesuatu. Senyumannya menyeringai kearahku. Aku bergidik melihatnya.
Tangannya mengelus rambut Riri yang tergerai "Aku akan mengaku padamu Riri, sudah lama aku menantikan saat kita bisa berdua seperti ini. Aku mencintaimu Riri, aku tidak rela laki-laki lain mendapatkan dirimu termasuk si Andi gembel itu"
"Apa dia yang memberitahumu tentang keberadaanku?!"
Hadi terkekeh "tidak secara langsung. Dia sudah menikah yah? Kasihan kamu menunggunya begitu lama eh ternyata sudah menikah. Menikahnya dengan Arina pula hehehehe. Orang- orang disekitarmu telah berubah, termasuk aku Riri"
Hadi mengelus pipi Riri dengan lembut, Riri terlihat menghindari tangan Hadi sambil berteriak "Hentikan brengs*k!!"
"Kapan lagi aku bisa menyentuhmu seperti ini? Tapi ini juga akan berubah, nanti juga kamu akan pasrah padaku Riri" Hadi kembali tersenyum kemudian tangannya memegang erat wajah Riri agar tidak melawan. Hadi mendekatkan wajahnya sendiri hendak mencium bibirnya
Bibir Hadi dengan hasrat luar biasa mulai ******* paksa bibir Riri yang masih terkatup. Dengan gerakan kuat Hadi berhasil membuka mulut Riri. Riri yang jengah lalu mengigit lidah Hadi yang menerobos masuk kedalam mulutnya. Hadi melepaskan ciumannya.
"B*NGS*T!!! hardik Hadi, darah segar menetes dari lidahnya.
Emosinya memuncak, tangannya naik hendak menampar Riri tapi urung dia lakukan ketika Riri menatapnya dengan wajah tanpa rasa takut sedikitpun.
"Kenapa berhenti, pukul saja aku di!! agar kau puas!!" Nggak berani?? Cupu!!! Aku menantangnya
"Kau rupanya menginginkan cara yang lebih kasar yah??!!" Hadi menyeka darah yang merembes di mulutnya
"aku akan memberikan apa yang kau minta sebentar lagi" Hadi mendekati telepon yang ada atas nakas dan memencet beberapa nomor "Iyah sekarang" katanya
Beberapa orang telihat memasuki kamar dan memegangi Riri dengan erat. Hadi terlihat keluar dari kamar dan muncul kembali membawa satu alat suntik yang berisi cairan berwarna agak keruh.
__ADS_1
"Hadi, kamu mau apa?!!! HADIII!! HENTIKAN !!! ORANG GILAAAA!!! HADIII ANJ*NG!!! Riri mencoba meronta dengan sisa tenaganya
Hadi menyuntikkan cairan tersebut di paha Riri tanpa ragu