Cinta Untuk Mentari

Cinta Untuk Mentari
Hari H


__ADS_3

Hari penting itu pun tiba. Riri sejak pagi sudah sibuk memeriksa setiap detail persiapan hari ini.


Semua staff terlihat bekerja dengan tekun, termasuk pak Kanis yang hari ini datang lebih awal dari biasanya. Ia nampak sibuk mengarahkan beberapa staff saat mendekor taman. Acara ini akan berlangsung di courtyard areal villa, yang merupakan halaman terbuka dikelilingi oleh pepohonan rimbun. Di hari-hari biasa kegiatan Yoga akan dilakukan di sini setiap paginya. Tempatnya landai, dengan rumput yang tertata rapi, dan pemandangan sungai yang sangat alami dan indah.


Di setiap jalan setapak dan disekitar Courtyard dipasang terakota dengan lilin temaram di setiap sisinya. Beberapa meja pun sudah nampak diatur di sana sini.


Pak Kanis kemudian secara tidak sengaja memperhatikan Riri yang sibuk dari kejauhan. Ia teringat obrolannya dengan pak Gilang beberapa hari yang lalu usai konfirmasi kedatangan di hari H melalui telepon.


"Pak Kanis saya turut senang atas dibukanya kembali Villa Lembayung. Ternyata keputusan saya menjual properti ini pada bu Riri adalah keputusan yang tepat"


"Iyah pak, saya juga tidak menyangkanya. Walaupun Bu Riri tidak terlihat ambisius namun beliau sangat cermat dan paham dengan keinginannya. Beliau ternyata sangat memahami bidang ini pak, dan komunikasinya juga luar biasa bagus"


"Saya lega mendengarnya. Berarti sesuai dengan feeling saya saat bertemu dengan Bu Riri hari itu. Saya meyakini Bu Riri seorang pekerja keras dan berkomitmen. Yah semoga semua berjalan dengan lancar pak. Support Bu Riri dengan baik ya pak, orang sebaik itu butuh orang-orang baik dan jujur juga" ujarnya


"Iyah pak terimakasih, sampai bertemu nanti pak"


"Ok pak Kanis"


"Untung saja Bu Riri yang membeli properti ini. kalau saja orang lain mungkin kini aku dan staf yang lain masih sedang berusaha mencari pekerjaan di tempat lain" gumamnya sambil tersenyum lega


"Pak Kanis!, Bu Karin sudah datang?" tanya Riri padanya. Ia sedikit terkejut dengan pertanyaan yang tiba-tiba dari Riri. Bu Karin yang ia maksud adalah senior Sales marketing yang baru saja bergabung beberapa hari ini.


"Mmm... Sepertinya sudah bu, tadi saya sempat melihat kendaraannya terparkir di depan"


"Kartu nama dan sales kit yang baru, pengganti yang sempat salah cetak waktu itu sudah datang kan pak?"


"Oohh sudah bu, kartu nama dan sales kitnya sudah datang kemarin. Saya sudah periksa mendetail, sudah benar semua. Maaf saya lupa mengabarkannya. Nanti secepatnya saya bawa kartu Bu Riri ke kantor"


"Ok,oh iya pak jangan lupa menaruh satu bowl bening, sekotak kartu Bu Karin dan kartu pak Kanis di stand penerimaan tamu undangan di depan" sahut Riri mengingatkan pak Kanis


"Baik Bu"


"Saya ke dalam dulu pak, nanti hubungi saya langsung kalau ada hal yang penting"


"Iyah Bu, saya mengerti"


Riri kemudian pergi menuju villa yang ia tempati untuk beristirahat sejenak.


Hari beranjak sore, sekitar pukul 04.00 Riri sudah terlihat siap dengan setelan jas dan celana panjangnya yang berwarna hitam dengan potongan klasik.


Ponselnya berbunyi, ia pun memeriksa siapa yang menghubunginya. Tertera nama Gia sedang melakukan panggilan.


"Ya yak!" Jawabnya dengan cepat


"Riri!!! Aku sudah sampai di Villa. Kamu lagi dimana?"


"Tunggu di Lobby aja, aku kesana sekarang"


"Ok" jawab Gia lalu menutup sambungan teleponnya


Riri pun buru-buru turun untuk menemuinya

__ADS_1


"Giaa!!!" Sapa Riri setelah tiba di lobby Villa sembari menghampirinya


Gia bangkit dari tempat duduknya setelah meletakkan cold towel yang berada di tangannya kembali ke tray memanjang di depannya


"Wah Bu bos datang hahaha!!!" Selorohnya sambil memeluk Riri dengan erat


"Ck! Kamu ah" Riri melepas pelukannya


"Kayaknya Bu boss kita sudah siap nih untuk hari besar ini"


"Hahaha apa sih yak?! Aku kok tiba-tiba jadi gugup ya"


"Halah bentar juga rasanya biasa aja" ujar Gia sembari kembali duduk di sofa lobby


"Mudah-mudahan aja gitu, eh kamu mau nambah minuman yang lain nggak?" Kata Riri sambil melirik ke arah gelas welcome drink kosong yang tadi diberikan oleh staf disini


"Mau banget..." ia ikut melirik kearah gelas kosong di depannya "Hahahaha gelasnya bocor, perasaan tadi minum baru seteguk eh udah abis aja"


Riri menggeleng sambil tersenyum, ia memanggil seorang staf yang sedang bertugas di lobby untuk mengisi kembali gelas Gia yang telah kosong.


"Pak Dirut nanti datang kan?!" tanya Gia kemudian


"Nggak, dia ada acara penting sama bapak Walikota"


"Hah?? Yang benar saja?! Di acara sepenting ini dia malah memilih bersama laki-laki lain?!! Apa??!!" Ujarnya memasang mimik terkejut seperti drama dalam sinetron kejar tayang


"Hahahaha sinetron banget sih" sahut Riri tergelak


"Yah... jadi nggak bisa pamer pak Direktur deh ke tamu undangan" ujarnya sedih


"Ish nggak boleh gitu. Emangnya kamu nggak sedih?"


"Nggak" jawab Riri sambil tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang putih dan tertata rapi pada Gia


"Dasar..." Gia hanya bisa menggeleng keheranan


Disaat mereka mengobrol beberapa staf yang bertugas untuk acara hari ini nampak sudah siap di posisinya masing-masing. Begitu juga pak Kanis dan Bu Karin terlihat sudah mulai bersiap menyambut tamu yang datang.


"Sini aku mau kenalin kamu sama Manager dan Senior Sales disini sambil inspeksi ulang. Kan kamu sama sekali belum pernah melihat perubahan Villa ini" Riri berdiri lalu menarik tangan Gia untuk ikut bersamanya.


"Ok" ujar Gia dengan bersemangat mengikuti Riri untuk turun ke arah Courtyard. Sementara itu tamu-tamu undangan pun mulai berdatangan satu persatu.


Usai mereka melakukan inspeksi, mereka pun mulai bergabung dengan tamu undangan. Gia terlihat beberapa kali mengenalkan Riri pada teman-temannya yang sama-sama memiliki bisnis yang bergerak di bidang jasa Tour and Travel.


Nampak pula Pak Gilang yang baru saja sampai langsung menghampiri Riri dan menyalaminya.


"Selamat Bu Riri, saya sungguh ikut berbahagia dengan dibukanya kembali Villa ini"


'Terimakasih pak, terimakasih juga karena sudah berkenan datang hari ini pak"


"Kenapa tidak?!! Undangan ini yang saya tunggu-tunggu hahahaha. Saya malah khawatir Bu Riri lupa mengundang saya" ia tergelak

__ADS_1


Riri pun ikut tersenyum "Benar, saya hampir lupa loh pak, untung pak Kanis mengingatkan saya. Oh iya bapak kan belum pernah melihat perubahan Villa ini, kalau berkenan saya bisa antar anda untuk inspeksi sebentar?!"


"Boleh-boleh tapi sebaiknya Bu Riri tetap disini, biar pak Kanis saja yang mengantar"


"Ok saya hubungi pak Kanis sekarang"


"Oh tidak usah repot Bu Riri, itu pak Kanis ada di belakang sana. Saya kesana sebentar ya" tunjuknya ke arah pak Kanis yang sedang mengobrol dengan seseorang


"Kalau begitu silahkan saja pak"


Ia menggangguk lalu dengan cepat menghampiri pak Kanis.


Beberapa tamu dari media yang diundang khusus oleh Riri pun tiba berbarengan. Mereka diundang oleh Riri dengan memakai identitas palsu di hotel Z.


"Selamat datang Bu Arista, Pak Keanu, Bu Anggita, pak Herman apa kabar?!" Riri menyapa mereka dengan penuh senyum. Mereka pun menyambut salaman dari Riri dengan senyuman namun wajah mereka terlihat sedikit bingung.


Mereka tidak pernah bertemu dengan Riri sama sekali sewaktu bekerja si hotel Z. Mereka datang kali ini selain karena tugas juga karena penasaran dengan wajah Riri Amalia yang mereka kenal dulu.


"Saya Riri Amalia atau kalian mengenal saya dengan nama sebutan Riri saja"


Wajah mereka terlihat berangsur lega, karena akhirnya rasa penasaran mereka terbayarkan hari ini


"Aduhhh Bu Riri selama beberapa tahun kita bekerjasama untuk Hotel Z baru kali ini akhirnya kita bisa bertemu. Dan lebih mengejutkan lagi Bu Riri tahu nama-nama kami semua" ujar pak Keanu dengan gayanya yang gemulai


"Iyah, benar bu kami semua penasaran waktu itu. Kok PR hotel Z sama sekali tidak mau bertemu kami. Malah sempat menghilang setelah itu yah" Bu Anggita mengangguk ke arah yang lain


"Iyha Bu" sahut yang lain bergantian


"Hahahaha pokoknya waktu itu saya ada sedikit masalah pribadi. Tapi kan sekarang kita akhirnya bisa bertemu disini. Saya masih ingat wajah teman-teman dari profile media sosial hahaha" jawab Riri sambil tertawa


"Eh sekalinya bertemu ternyata sudah jadi owner properti hahahaha" kelakar Bu Arista tergelak


"Ahh bisa saja Bu, yah...saya hanya sedang ingin mencoba hal baru. Harapan saya semoga semua berjalan dengan lancar"


Bu Arista pun mengangguk


"Semoga dilancarkan bu. Tapi ini keren banget loh" ujar pak Keanu dengan wajah gembira


"Terimakasih pak, oh ia ini kartu nama saya" Riri menyerahkan kartu namanya pada mereka satu persatu.


Mereka pun asyik mengobrol kembali beberapa saat. Riri pun berkeinginan untuk memulai acara karena waktu sudah menunjukkan pukul 18.00. Ia terlihat memanggil seseorang yang ditunjuk oleh pak Kanis sebagai pembawa acara.


Ketika mereka naik ke panggung kecil di tengah- tengah Courtyard, Riri nampak sedikit terpana melihat hiruk pikuk obrolan tamu undangan di sekitarnya. Ia tidak menyangka sama sekali kalau tamu undangan yang datang akan sebanyak ini. Perasaan terharu, semangat, gugup dan gembira terasa bercampur aduk didalam hatinya.


Gia pun terlihat mempersiapkan kameranya untuk merekam secara langsung acara hari ini untuk Damar. Ketika dihubungi melalui video call wajah Damar terlihat tegang karena mengkhawatirkan Riri


"Wajahnya nggak usah tegang, Riri akan baik-baik saja sayang" ujarnya sambil tersenyum


"Iyah semoga semua berjalan lancar hari ini, aku disini deg-degan parah"


"Hahahaha duh santai, Riri itu smart jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan"

__ADS_1


"Iyah, aku tahu. Aku mau lihat sekarang sayang. Please"


"Tunggu yah" jawab Gia. Ia pun menghubungi ulang Damar dan mengarahkan kameranya ke arah Riri


__ADS_2