Cinta Untuk Mentari

Cinta Untuk Mentari
pengalaman baru


__ADS_3

Belum sempat masuk ke kamarnya, tangan Sugi sudah lebih dulu menyambar pinggangku. Aku meronta dengan sekuat tenaga saat ia membawaku masuk ke dalam kamarnya


Aku merasa tidak bisa lagi melawan karena kalah dengan kekuatannya yang besar sesuai dengan tubuhnya yang tinggi atletis.


"Sayang...aku jangan diapa-apain" ujarku khawatir


Ia melepaskanku di atas ranjangnya yang empuk "Ck! Aku nggak ada niatan begitu, aku hanya ingin agar kita bisa tidur bersama malam ini" katanya sambil ikut rebahan disebelahku


"Tapi aku mau cuci muka dulu"


"Ya sudah aku ikut mengantarmu ke kamar" ucapnya sambil kembali berdiri


"Kehidupanku sudah tidak bebas lagi, masa mau cuci muka aja harus di antar begini. Memangnya aku anak kecil ya harus diantar -antar...."


Riri mengomel sepanjang jalan menuju kamarnya, Sugi terlihat mengekor padanya dengan senyuman mengembang.


Setelah kembali ke kamar Sugi, aku merebahkan tubuhku di sampingnya


"Kamu ingat nggak pernah janji sama aku kalau aku lagi cape banget, kamu janji mengurusku dengan baik. Aku rasa sekarang aku memerlukan sentuhanmu. Semalam tidurku kurang nyenyak. Biasanya kalau sudah begini, insomniaku pasti kumat" ujar Sugi yang sedang memiringkan badannya menghadap ke arah Riri


"Ya sudah buka bajumu. Aku mau ambil minyaknya dulu di kamar" jawabku sambil bersiap untuk turun dari ranjangnya


Sugi menyambar lenganku "aku sudah punya minyaknya, ini!!" Ia menyodorkan sebuah bungkusan yang aku yakin isinya minyak untuk memijat


"Persiapan banget sih?" tanyaku curiga dengan sikapnya yang aneh ini


"Itu harus" dia mengangkat kedua alisnya sambil tersenyum geli


Aku menghela napasku dan kembali mendekat. Seperti biasa aku menggosokkan kedua telapak tanganku agar suhunya hangat, kemudian mulai membalurkan minyak pada punggungnya. Biasanya hanya kisaran lima sampai sepuluh menit ia sudah tertidur. Tapi ini sudah lewat dari lima belas menit kulihat matanya belum juga terpejam.


"Kok belum tidur?, biasanya bentaran aja udah merem" kataku saat menekan-nekan telapak kakinya.


"Aku lagi menikmati sentuhanmu sayang, rasanya rileks banget"


"Aku udahan yah, tanganku pegal"

__ADS_1


"Kalau pegal, gantian aja. Gimana kalau aku yang pijitin kamu sekarang?. Sejam juga aku mau. Lepas bajumu ya, atau diangkat aja. Sini-sini aku bantu" ujarnya sambil bangun dengan semangat


Aku mengangkat tanganku untuk menahannya "Eh bentar dulu, nggak mau ah. Yang begini aja cepet banget sih!!" Gerutuku padanya.


Ia nampak mulai tertawa melihat wajahku yang kesal.


"Hahahaha" ia menarik kedua pipiku dengan gemas "aku bercanda sayang, tapi kalau mau diseriusin juga aku rela kok hahahaha"


"Sakittt ahh Aaaa..." Aku meraba pipiku sambil meringis


"Sakit ya? Maaf" ujarnya sedih sambil mengusap lembut pipiku


"Kamu beneran cape apa bohongan sih? Malah makin semangat begini. Aku mau balik ke kamarku aja deh"


"Aaaa...Sayanggggg aku lagi pengin ditemenin" rengeknya manja.


"Hah?? apa ini benar-benar Sugi yang aku kenal? " Aku menatapnya tak percaya


Sugi menarik tanganku dan menepuk bantal disebelah lengannya, menyuruhku agar rebah disana. Kali ini aku menuruti keinginannya.


"Aku sepertinya akan terus membuatmu kerepotan sayang. Aku benar-benar nyaman sama kedekatan kita. Aku jatuh cinta berat sama kamu. Mungkin kamu akan kaget melihat tingkahku yang sangat berbeda dari keseharian di kantor. Aku paling nyaman ketika hanya ada kita berdua seperti ini. Inilah aku yang sebenarnya Riri" ia berbisik, jari telunjuknya menyusuri semua lekukan yang ada di wajahku.


Mataku terpejam saat jarinya mulai turun dari hidung ke bibirku, kurasakan perutku berkontraksi seperti ada kupu-kupu sedang terbang berputar di dalamnya. Napasku jadi tercekat


"stop it! sayanghh" aku menangkap jarinya agar ia mau berhenti.


"Diam sebentar sayang"


Lagi-lagi tangannya menyusuri bibirku pelan-pelan


"Bibir merekah menggairahkan ini.... milikku" ia menunduk dan mulai menciumku dengan penuh gairah.


Aku tidak bisa menolak ciumannya. Ia selalu bisa membuatku tersesat masuk semakin jauh ke dalam dunia yang indah. Aku merasa seperti dibuat mabuk olehnya. Ciuman Sugi seperti candu dalam otakku, yang kini berhasil menguasai seluruh kesadaranku.


Sugi melepaskan bibirku, kami terengah-engah karena mulai kehabisan napas.

__ADS_1


"Sudah ku bilang,... aku tidak akan mau lagi menyembunyikan hasratku....Saat ini aku sangat menginginkanmu Riri" bisiknya masih terengah-engah sambil mengendus-endus telinga dan leherku


Sekujur tubuhku jadi merinding di perlakukan seperti itu.


"Aku...mmm aku lagi on, mau sentuh dia sebentar nggak?" Bisiknya lagi. Ada sebersit nada frustasi dalam suaranya


Aku yang sedang mengatur napas menatapnya dengan ragu.


"Please... Aku nggak maksa kita melakukannya sekarang tapi bantu aku sedikit ya. Aku milikmu Riri, semua yang ada padaku sudah menjadi milikmu sejak pertama kali kita saling bersentuhan" suaranya terdengar parau. Aku bisa merasakan ia sedang menahan gejolak hasrat kelelakiannya


Aku merasa harus membantunya, selain penasaran, entah kenapa aku merasa ingin membuatnya lebih tenang saat ini.


"Mungkin ini yang namanya perasaan cinta yang mendalam. Siap melakukan apa saja untuk seseorang yang paling kita cintai. Astaga!!! Aku sudah benar-benar jatuh cinta terlalu dalam padanya" gumamku dalam hati


Dengan perasaan ragu dan debar jantung yang bertalu-talu aku menurunkan tanganku menyentuh bagian tubuhnya itu dengan perlahan. Kemudian rasa penasaranku semakin menjadi. Pelan -pelan aku mulai meremasnya. Walaupun terhalang oleh kain celananya aku bisa merasakan bentuk, ukuran, rasa hangat dan betapa kerasnya bagian itu. Aku hampir saja tertawa geli dengan pengalaman pertamaku ini.


Sugi kemudian memelukku sangat erat "ohh Damn it!!! I love you so much Riri. Ini pengalaman luar biasa untukku. Shhh...Cukup sayang, aku sudah mengerti rasanya seperti apa" ia menarik tanganku lembut dan mengecupnya berulang-ulang.


"Udah?" Tanyaku dengan wajah keheranan


"Belum, aku ke kamar mandi sebentar yah" ia bangun dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi.


Sekitar lima menit kemudian ku dengar kucuran air keran mengalir deras disertai suara air siraman dari closet.


Pintu kamar mandi kemudian terbuka, dengan senyuman yang lebih kalem Sugi kembali ke ranjangnya dengan kikuk. Ia merebahkan tubuhnya di sebelahku dan memeluk dari belakang


"tidur yuk, ngantuk" bisiknya nyaris tak terdengar


"Hahahaha" akhirnya tawaku pecah dalam pelukannya


"Hehehehe..." Ia ikut terkekeh, dari suara tertawanya aku bisa merasakan perasaan tidak enak yang bercampur rasa malu menjadi satu.


Sedetik kemudian suasana tiba-tiba hening, kurasakan hembusan napas Sugi yang teratur pada ujung kepalaku.


"Sudah tidur rupanya. Ini hal baru buatku. Oohh ternyata kalau dia sedang bir*h* itu seperti tadi kelakuannya. Ck! Aku seperti tak mengenalnya sama sekali. Lucu juga sih melihat dia merengek, maunya menempel saja. Tapi aku juga senang itu artinya dia merasa aman dan nyaman bersamaku" aku bergumam sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2