Cinta Untuk Mentari

Cinta Untuk Mentari
Keputusan Sulit


__ADS_3

Saat acara hiburan dan makan malam berlangsung Ibu Rita mendapat kabar dari asisten bahwa ada kejadian kriminal yang melibatkan Silvi di hotel ini. Wajahnya seolah tak percaya dengan berita yang baru saja ia dengar.


Ayah Sugi, bapak Danu juga merasa heran dengan berita tersebut.


"Mereka semua sekarang ada dimana?" Tanyanya


"Mereka ada di kantor manajemen yang lama Bu"


"Antar saya dan bapak kesana sekarang, sekalian beritahukan ke orang tua Silvi dan ajak mereka untuk ikut kesana. Saya yakin ini hanya salah paham. Informasikan secara sembunyi- sembunyi, jangan membuat keributan"


"Baik Bu saya mengerti, silahkan lewat sini" kata asisten sambil menunjukkan jalan menuju buggy car yang sedang parkir diluar ballroom


"Pasti ini ada hubungannya dengan Riri. Tuh benar kan dugaanku, kalau dia hanya akan menjadi masalah dalam hidup Sammy" gerutu Bu Rita


"Kita cari tahu dulu Bu, siapa tahu ternyata berbeda dari dugaan kita. Anak kita tidak gampang di tipu oleh siapapun seharusnya begitu juga untuk urusan wanita"


"Ayah kenapa jadi membela Riri sih?" Bu Rita memalingkan wajahnya ke tempat lain


"Aku tidak membela siapapun, yang salah yah tetap salah. Begitu juga yang benar. Makanya kita cari tahu dulu sebelum berasumsi macam-macam" ujarnya bijaksana


Ketika mereka sampai, Sugi terlihat sedang berbincang dengan Pak Doni. Di sebelahnya Riri nampak diam mendengarkan.


"Sayang, orang tuamu sudah datang" Riri berbisik pada Sugi


Menyusul kemudian orang tua Silvi nampak turun dari Buggy Car. Wajah mereka terlihat khawatir


Sugi berdiri kemudian mendekati mereka diikuti oleh Pak Doni dan Riri.


"Ada apa ini Sam? Coba jelaskan pada kami" tanya ayahnya


"Ayah, Ibu, Om dan Tante saya akan menceritakan tentang apa yang terjadi hari ini. Tapi saat saya bercerita jangan memotong cerita saya, semua bukti dan pengakuan dari pelaku sudah saya kantongi. Jadi cerita ini bukanlah karangan saya atau siapa pun yang berada disini"


Wajah mereka menjadi semakin khawatir setelah mendengar ucapan Sugi


"Ok begini ceritanya... ...


Sugi akhirnya menceritakan awal kejadian sampai akhirnya nama Silvi disebut sebagai dalang dari kejadian ini.


"Tidak mungkin Sam!!! Silvi tidak mungkin mampu merencanakan semua itu!!!" Teriak Nyonya Karta yang langsung ditenangkan oleh suaminya

__ADS_1


"Sabar dulu Bu, ceritanya belum selesai" ujar Tuan Karta dengan gesture gelisah


"Semua bukti mengarah pada Silvi tante. Saya hanya menjelaskan apa yang saya tahu. Silahkan kalian melihat video ini"


Mata mereka terbelalak saat melihat video tiga orang laki-laki yang dibayar Silvi akan masuk ke kamar 201"


"Maaf Tante dan Om saya berencana meneruskan masalah ini pada pihak berwajib. Karena ini benar-benar kejahatan terencana yang sangat berbahaya".


"Jangan nak Sam, tolong jangan laporkan Silvi. Silvi anak baik-baik, Tante yakin ini hanya salah paham" ujar Nyonya Karta dengan suara bergetar


"Sam!!! Kenapa harus ke polisi sih??!!!" Teriak Bu Rita histeris


"Terus menurut ibu bagaimana? Apa karena korban bukan orang terdekat atau keluarga sehingga ibu jadi merasa masalah ini ringan? Mungkin perlu ada korban keluarga dekat dulu ya, baru ibu memahami kalau ini tindakan berencana yang sangat jahat?? Begitu??!!"


Bu Rita terdiam


"Aku tahu Silvi sangat dekat dengan Ibu, tapi apa karena kedekatan itu kita jadi buta dan tuli dalam kondisi seperti ini?!" Sugi nampak emosi


"Tapi kan kejadiannya belum benar-benar terjadi Sam. Gagal" sahut Tuan Karta


"Oh artinya harus terjadi dulu nih om baru bisa ditindak. Begitu ya? Saya paham maksud om. Coba om pikir kalau kejadian ini menimpa Silvi apa om masih bisa bilang begitu?"


"Jadi gimana nih yah? Menurut ayah aku harus melaporkan kejadian ini apa tidak?"


"Menurut ayah karena ini kejahatan terencana dan cukup berat harusnya tetap dilaporkan Sam, tapi ini kan menyangkut Silvi. Apa tidak ada jalan kekeluargaan untuk masalah ini?"


"Om dan Tante silahkan masuk untuk bertemu Silvi didalam, saya mau bicara dengan orang tua saya"


Tuan dan Nyonya Karta bergegas menuju kantor tempat dimana Silvi diamankan. "SILVIII!!Terdengar teriakan histeris dari Nyonya Karta dI dalam ruangan


"Setelah kejadian ini ibu yakin masih menganggap Silvi anak sendiri? Masih yakin mau menjadikan dia mantu tersayang?"


Bu Rita menatap Sugi dengan tatapan iba "Mungkin karena perasaan sukanya padamu terlalu dalam Sam, makanya dia nekat melakukan ini semua"


"Astaga Bu, masih saja ibu membela orang sejahat dia. Hati-hati Bu besok-besok mungkin ibu yang akan dia celakai. Orang yang berani dan terbiasa berbuat jahat akan terus mengulang kejahatannya Bu"


"Ucapan sam ada benarnya bu, kita harus selalu waspada. Kita hanya mengenal Silvi semasa ia kecil jadi kita tidak benar-benar mengenalnya secara baik Bu"


"Tapi tetap saja ibu kasihan. Maafkanlah dia Sam, ibu Mohon padamu jangan membawa masalah ini ke Polisi. Masa depannya masih panjang" Ibu Rita terisak

__ADS_1


"Aku akan melepaskannya tapi dengan beberapa syarat. Pertama jangan menjodohkan aku lagi dengannya, kedua dia harus kembali ke luar negeri dan jangan pernah menginjak rumah kita lagi. Ketiga Ibu harus menyetujui hubunganku dengan Riri dan tidak menggangu hubungan kami, selamanya"


Bu Rita yang masih terisak terlihat pasrah mendengar syarat dari Sugi.


"Satu lagi bu aku mau Silvi meminta maaf pada Riri, sampaikan itu pada Tante dan Om Karta di dalam"


Orang tua Sugi nampak masuk ke dalam menyusul orang tua Silvi.


Tadi sebelum mereka datang Sugi telah membahas hal ini pada Pak Doni dan Riri. Sebenarnya Sugi tetap bersikukuh untuk melaporkan kejadian ini pada pihak berwajib. Tapi Riri sebaliknya, walaupun ia juga ingin sekali melakukan hal itu tapi ia menilai hal itu akan sulit dilakukan. Mengingat orang tua Silvi adalah orang kaya yang sangat berpengaruh.


"Orang tuamu dan orang tua Silvi berteman sangat baik, aku khawatir kalau misalnya Silvi jadi diproses, orang tua Silvi tentu tidak akan tinggal diam. Bisa jadi mereka akan membalas dendam di kemudian hari. Aku juga akan lebih dibenci ibumu karena dianggap biang kerok masalah inim Dan aku bisa saja menjadi target Silvi kembali di masa depan"


"Benar juga pak, malah jadi timbul masalah baru" sahut Pak Doni


"Terus apa kita harus melepaskan mereka begitu saja?"


"Ya jangan..." Riri nampak berpikir tiba-tiba saja wajahnya tersenyum


"Pasti Bu Riri punya ide cemerlang" pak Doni menyinggungkan senyum


"Tentu saja pak, begini... Mereka pasti akan membela Silvi mati-matian bila perlu mungkin mengiba dan memohon padamu. Kalau mereka sampai begitu kenapa tidak ajukan syarat. Kita punya nilai tawar tinggi kan, nah ajukanlah syaratmu sayang"


Sugi tersenyum "Iyah benar juga... Kenapa tidak terpikir olehku sebelumnya ya?. Kamu kok bisa berpikir sampai sejauh ini?" Ujar Sugi keheranan


"Hehehehe entahlah" Riri tersenyum geli


"Terus apa yang harus kita lakukan pada empat orang komplotannya?" Tanya Pak Doni


"Mereka harus diproses secara hukum. Gampang kenakan saja pasal perzinaan dengan saksi sekuriti dan pak Doni. Nanti saya informasikan ke Direktur hotel ini untuk membuat laporan" jawab Sugi


"Wah benar juga" pak Doni menyetujui saran itu


"Barang buktinya juga ada. Saya tadi sempat memeriksa ponsel laki-laki yang berkumis, di dalamnya banyak foto telanj*ng si wanita pramusaji. Beberapa fotonya bahkan memperlihatkan setengah badan laki-laki yang lain sewaktu mereka berada di dalam kamar hotel 201"


"Masa? Boleh saya melihatnya juga Bu?" Kata pak Doni antusias


Riri dan Sugi memandangi pak Doni dengan wajah jijik. Pak Doni nampak terkekeh melihat reaksi dari keduanya


"Hahahaha ya maaf itu kan kalau boleh hahahaha" pak Doni nampaknya makin terkekeh dengan ucapannya sendiri. Sugi dan Riri hanya bisa menggeleng melihat kelakuan pak Doni

__ADS_1


__ADS_2