Cinta Untuk Mentari

Cinta Untuk Mentari
Kejar


__ADS_3

Belakangan jadwal Sugi sangat padat, dia lebih banyak meeting di luar kantor bersama pak Doni. Aku seperti biasa bertugas di kantor mengurus email, berkas-berkas, memeriksa laporan sampai mengatur jadwal Sugi.


Kami hanya bertemu sesekali saat berangkat dan pulang dari kantor, karena Sugi lebih sering berangkat dan pulang bersama pak Doni. Seringkali juga Sugi pulang saat aku sudah tertidur pulas, sehingga kami jarang berinteraksi di rumah.


Malam ini sepulang dari bekerja aku berencana untuk menengok kamar kosku. Sudah dua bulan ini aku tidak kesana sama sekali. Mungkin debunya sekarang sudah seperti rumah hantu.


Benar saja ketika aku sampai di kosan, lantainya nampak kotor. Aku menoleh ke tempat parkir, sepeda motor kesayanganku juga nampak lusuh. Aku membuka pintu kamar, kulihat sarang laba-laba melintang di depanku.


Dengan cepat aku mulai membersihkan seisi kamar beserta sepeda motorku. Sepeda motorku yang sudah nampak bersih aku masukkan kedalam kamar. Dibantu oleh tetangga kos dan bapak kos yang baik hati. Beliau memberikan ijin untukku dengan alasan keamanan.


Ketika sedang sibuk memilih beberapa pakaian untuk kubawa, ponselku bergetar pertanda ada pesan yang masuk, kulihat nama Sugi muncul di notifikasi. Sugi selalu menghubungiku langsung melalui nomorku sendiri, ponsel yang pernah dia berikan aku simpan sesuai permintaannya.


"Jemput saya"


Aku membaca pesannya disusul dengan alamat yang harus aku tuju.


"Baik pak"


Aku bergegas memasukkan beberapa pakaian yang aku butuhkan termasuk boneka beruang yang ada diatas meja.


Kali ini aku harus menjemput Sugi di suatu Restaurant fine dining di tengah kota. Seperti yang dia inginkan, aku hanya perlu menunggunya di tempat parkir.


"Saya sudah berada di lokasi"


Aku mengirimkan pesan pada Sugi. Kulihat jam menunjukkan pukul 09:05, sambil menunggu kunikmati roti dan susu yang aku bawa sebagai bekal perjalanan hari ini. Belajar dari pengalaman yang lalu-lalu aku selalu menyiapkan bekal roti atau makanan kecil di tas untuk menjaga kemungkinan harus bekerja lembur seperti ini. Pusing yang menggangguku beberapa bulan lalu kurasakan telah jauh berkurang, kemungkinan karena hidupku sekarang lebih teratur.


Ponselku kembali bergetar kulihat pesan berikutnya


"Di depan Restauran"


Dengan cepat aku melajukan mobil ke arah depan Restauran. Kulihat Sugi baru saja keluar dari Restauran itu saat aku sampai. Tanpa harus menungggu lama dia pun masuk ke dalam kursi penumpang.


"Kita ke Eat and Love, tolong ambilkan dokumen saya dalam map merah. Tanyakan saja pada manager Barunya pak Burhan" suaranya terdengar dingin

__ADS_1


"Baik pak" kataku sambil menghidupkan mesin mobil


Kurasakan dia sedang dalam mood yang kurang baik. Aku melihatnya dari arah spion atas, kulihat dia menyandarkan badannya dengan mata terpejam.


"Dia pasti sangat lelah karena setiap hari dia harus bekerja keras seperti ini"


"Sugi.." aku memanggilnya pelan


"Mmm"


"Are you ok?"


"Cape" katanya singkat


"Ada yang bisa ku bantu?"


Matanya terbuka, aku sempat melihat dia menatapku


Aku terperanjat mendengar permintaannya


"Maksudnya tidur aja kan? Nggak yang aneh-aneh?" Tanyaku dengan wajah khawatir


Dia terdengar menghela napasnya "Riri, kapan aku pernah memintamu melakukan hal seperti itu?"


Aku menggeleng "Tidak pernah, baiklah aku temani. Aku percaya padamu" aku melihatnya kembali dari arah spion. Kantung matanya terlihat jelas malam ini. Perasaan ingin membuatnya kembali bersemangat tiba-tiba datang dalam pikiranku.


Dia tersenyum dan kembali terpejam. Ada perasaan yang lega kurasakan ketika melihatnya tersenyum seperti ini.


"Setiap aku pulang kamu selalu sudah tertidur pulas, aku tidak sampai hati membangunkanmu hanya untuk mengobrol. Padahal aku sangat merindukan saat-saat kita bisa bercanda dan membicarakan banyak hal di rumah" batin Sugi


Ketika kami sampai di sentral parkir kulihat dia masih terpejam, sepertinya tertidur. Kuputuskan untuk keluar dari mobil tanpa mengatakan apa-apa. Dengan terburu-buru kakiku melangkah menuju Restauran Eat and Love.


Untung saja aku masih ingat mengenakan masker dan topiku. Entahlah, semenjak kejadian terakhir dengan Hadi aku menjadi sedikit trauma untuk datang kembali kemari. Dengan langkah yang cepat dan waspada aku menuju ke Eat and Love.

__ADS_1


Pak Burhan rupanya telah menunggu kedatanganku. Tanpa menunggu lebih lama, beliau memberikan dokumen yang aku minta dengan cepat. Aku bergegas kembali ke Sentral parkir melalui jalan raya, tidak memutar seperti yang sering aku lakukan.


Di tengah jalan dari kejauhan Aku melihat ada beberapa pria berbadan tinggi besar seperti preman sedang menyisir orang-orang dijalan. Dari gelagatnya mereka nampaknya sedang mencari seseorang. Mereka juga sepertinya membawa senjata tajam yang terselip di pinggangnya. Langkahku otomatis terhenti, perasaanku mengatakan ini bahaya besar untukku.


"Mereka sepertinya berbahaya, apa mereka sedang mencariku? Semoga saja bukan. Tapi kenapa perasaanku mengatakan iya. Bisa jadi orang-orang ini baru datang, seingatku tadi sewaktu aku lewat mereka belum ada disana" aku bergumam sambil bersembunyi di balik tanaman perdu.


"Sial, kenapa ponsel dan tas kutinggalkan di dalam mobil sih?" Aku menggerutu


Aku memutar otakku, ada niatan untuk berbalik dan masuk ke Hotel Z. Tapi saat aku melihat sekeliling, ternyata ada dua orang preman juga sedang berjaga di depan Hotel Z.


"CK!, Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa sebaiknya menunggu?" Keringatku mengucur deras, jantungku berdegup kencang.


Sambil menunggu, dokumen yang ada di tangan kumasukkan kedalam kemejaku. Aku melepaskan sepatuku yang berhak cukup tinggi untuk ku tenteng agar mempermudah aku berlari kalau mereka mengejar.


Ku lihat dua orang yang ada di Hotel Z menyebrang ke sisi sebelah kanan, seketika aku memutuskan untuk menyebrangi jalan ke sisi yang lain dan berjalan sambil menunduk. Aku berharap dengan berjalan di seberang mereka tidak akan memperhatikanku.


Ternyata aku salah, salah satu dari mereka ternyata melihatku dan berteriak kencang


"Hoi!! itu ada cewek lewat di seberang, coba kau cek sana!!!" Perintahnya pada yang lain. Aku yang mendengar hal tersebut tentu saja langsung berlari kencang.


"Kejarrrr!!!" Katanya lagi pada temannya, Tiga orang laki-laki yang bertampang seram menuruti perintahnya dan menyebrang ke sisi yang lain untuk mengejarku.


Beruntung lalu lintas sedang padat. Sehingga dengan mudah Riri kembali menyebrang ke jalur semula dan masuk ke dalam gang kecil lalu memutar melalui semak-semak untuk sampai di Sentral parkir.


Dari semak-semak matanya menjadi awas melihat sekeliling, ternyata didepan pintu masuk sentral parkir juga sudah ada satu orang preman sedang berjaga-jaga.


Riri pelan-pelan berjalan jongkok melewati beberapa mobil yang terparkir disana. Biasanya di jam-jam makan siang dan malam hari seperti ini sentral parkir memang tempat yang sepi.


Riri mencari lokasi mobilnya sambil menunduk berlari kecil, preman yang berjaga disana kelihatannya sedang sibuk bermain game di ponsel. Dengan cepat Riri bergerak mendekati mobilnya.


Dari kejauhan ia bisa mendengar suara seorang preman berteriak


"Sepertinya dia masuk kemari, berpencar!!!"

__ADS_1


__ADS_2