Cinta Untuk Mentari

Cinta Untuk Mentari
Press conference


__ADS_3

Sugi baru saja menyelesaikan rapat keduanya siang ini. Ia menyandarkan badannya pada jok belakang dengan mata terpejam. Wajah dinginnya nampak semakin muram saat ini. Mereka berdua sedang menuju ke lokasi rapat berikutnya. Pak Doni memperhatikan sesekali dari spion atas dengan perasaan khawatir.


"Pak, apa sebaiknya kita beristirahat sebentar? Masih ada waktu sekitar dua jam sebelum pertemuan yang ketiga" ujar pak Doni khawatir


Sugi terdiam, tangannya meraba saku kemejanya untuk mengambil ponsel. Ia bermaksud melihat kembali foto Riri untuk membuatnya lebih tenang. Sugi mengernyitkan dahinya saat melihat nama Riri di antara sekian pesan yang masuk ke ponselnya.


Ia kemudian tersenyum saat membaca pesan dari Riri. Perasaannya menjadi lebih lega karena mengetahui Riri masih ada untuknya. Ia mengetikkan balasan untuknya


" I miss you too, so much ♥️ besok pagi telepon aku ya 😘"


Pak Doni yang masih sesekali memperhatikan dari spion atas nampak tersenyum. Ia tahu pasti ketika Sugi tersenyum membaca sesuatu di ponselnya kemungkinan besar yang mengirimkan pesan adalah Bu Riri


"Pak Doni, tolong pesankan saya paket burger di restauran diujung jalan ini"


"Baik pak" pak Doni mengangguk "akhirnya selera makan beliau kembali" gumamnya dalam hati


________________________________________________


Pagi ini aula kantor pusat Wijaya Grup sedang di penuhi oleh wartawan. Mereka menunggu sejak dua jam yang lalu sebelum press conference di mulai.


Di dalam kantornya pak Danu Wijaya nampak membaca berkas yang telah di siapkan oleh asistennya. Berkas itu berisi informasi penting terkait berita yang beredar.


"Pak nanti kalau anda merasa ragu menjawab pertanyaan dari wartawan, lebih baik jangan dijawab sekarang. Bapak sampaikan saja yang bapak ketahui, selebihnya sampaikan pada mereka akan di jelaskan kembali oleh pak Sugi, setelah beliau kembali dari perjalanan bisnisnya" ujar Pak Krisna, asistennya


Pak Danu mengangguk "ok, kita turun sekarang saja, lima belas menit lagi acaranya mulai"


"Baik pak" pak Krisna bersiap-siap mengambil berkas yang ada si atas meja


Ketika mereka memasuki aula, semua orang yang hadir nampak mengalihkan pandangan pada mereka. Kilatan lampu Blitz kamera tak henti-hentinya menyambar untuk mendapatkan gambar terbaik. Posisi kamera telah di siapkan sedemikian rupa oleh masing-masing media yang meliput, baik dari media online maupun televisi.


"Selamat pagi rekan-rekan media yang saya hormati. Saya Danu Wijaya, selaku pemilik dari perusahaan Wijaya Grup. Saya mewakili perusahaan berterimakasih atas kesediaan rekan-rekan untuk hadir pada ini hari"

__ADS_1


"Disini saya ingin melakukan klarifikasi mengenai berita yang belakangan beredar mengenai anak saya Sammy Sugi Artha Wijaya. Saya minta maaf karena anak saya belum bisa ikut serta memberikan klarifikasinya hari ini, karena sedang berada di luar negeri untuk perjalanan bisnis. Kami akan melakukan press conference kembali pada saat anak saya telah kembali. Dapat saya sampaikan bahwa anak saya sampai detik ini belum menikah dan belum memiliki anak"


Beberapa orang media yang nampak tidak sabar tiba-tiba saja langsung mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Suasana aula menjadi riuh seketika.


"Sebentar, kita belum masuk ke sesi tanya jawab Nanti akan ada waktu sendiri untuk sesi tersebut. Klarifikasi saya belum usai"


Setelah mendengar ujaran pak Danu, suasana nampak kembali tenang.


"Mengenai hubungan antara wanita yang bernama Mita dengan anak saya, saya bisa informasikan bahwa mereka memang pernah menjalin hubungan pribadi. Namun beberapa tahun yang lalu mereka mengakhiri hubungan itu dan memilih untuk menjalani kehidupan masing-masing sampai detik ini. Dapat saya nyatakan anak saya sudah tidak ada hubungan lagi semenjak hubungan mereka berakhir"


Semua staff kantor pusat Wijaya Grup menonton siaran langsung dari press conference itu dari ruang meeting dikantor. Tidak terkecuali Dewi, ia bahkan memilih tempat paling depan untuk menontonnya. Wajahnya tersenyum puas ketika melihat beberapa orang bersorak kecewa dengan jawaban-jawaban yang diberikan oleh Pak Danu, terkait pertanyaan-pertanyaan jebakan yang di lontarkan oleh awak media.


Dewi yakin sekali kalau dirinya masih dalam posisi aman, karena ia merasa tidak ada bukti yang akan memberatkannya. Saat bertemu dengan Mita pun tidak ada saksi mata yang melihat pertemuan itu. Mereka berbicara di lokasi yang sepi, tanpa ada staff lain yang melihat. Dan tidak ada bukti percakapan apapun di ponselnya. Karena setiap ia mengirimkan sesuatu pada Silvi, ia akan menghapus bukti percakapan tersebut.


"Di masa lalu apakah benar pak Sugi tidak mengetahui, kalau Bu Mita sedang dalam keadaan hamil? Apakah anda yakin anak tersebut bukan cucu anda pak?" tanya Salah seorang wartawan media online Gossip-in!


"Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar mengenai anak tersebut. Nanti kita akan buktikan dengan hasil test DNA saja" ujar pak Danu sambil tersenyum


"Yahhh nunggu lama lagi!!!" Celetuk kecewa beberapa orang media


"Hal ini masih kami bicarakan di internal kami. Saat ini kami masih sedang melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Nanti apakah akan ada pihak yang akan kami tuntut atau tidak, kami pasti akan informasikan lebih lanjut" Jawab pak Danu dengan wajah tenang


Sejam kemudian acara tersebut akhirnya selesai dengan baik. Pak Danu terlihat puas dengan jawaban-jawaban yang ia lontarkan tadi.


"Hari ini perfect pak" ujar Pak Krisna saat mereka telah kembali ke ruangannya. Pak Danu nampak mengacungkan jempolnya pada Pak Krisna.


"Pak, saya masih menyelidiki siapa yang membocorkan informasi ini pada media. Saya dengar rumah Bu Mita ditunggui oleh wartawan setiap hari tapi tak sekali pun ia muncul untuk memberikan klarifikasinya"


"Kalau memang benar Bu Mita yang memberitahu media tentang masalah ini seharusnya inilah kesempatan baginya untuk lebih banyak menyerang pak Sugi. Tapi nyatanya ia sama sekali tidak muncul di publik. Saya jadi curiga yang melakukan hal ini adalah orang terdekat pak Sugi. Mungkin saja termasuk staff disini, pak" kata pak Krisna dengan wajah serius


"Iyah kecurigaanmu beralasan. Yang paling dekat dengannya sekarang adalah Riri tapi sepertinya bukan dia orangnya"

__ADS_1


"Iyah bukan Riri sepertinya pak"


Tiba-tiba saja telepon internal di ruangan ini berbunyi


"Selamat siang, main office dengan Krisna" jawab pak Krisna dengan cepat


"Pak, Arum staf kantor depan mau bicara sama pak Krisna. Apa boleh langsung saya suruh melalui telepon internal?" Tanya Ika sekretaris pak Danu


"Mengenai apa?"


"Dia tidak mau mengatakannya pada saya pak, tapi kata dia sangat penting"


"Ok Ika, suruh telepon langsung kemari"


"Baik pak" jawab Ika lalu menutup teleponnya


Telepon kembali berbunyi


Pak Krisna mengangkat telepon tersebut "Selamat siang, main office dengan Krisna"


"Selamat siang pak saya Arum, staf kantor depan disini"


"Ya Arum, ada apa?"


"Mungkin ini informasi yang tidak penting pak, tapi saya merasa harus menyampaikannya pada bapak. Tiga hari yang lalu, Bu Mita sempat kemari pak"


"oh okay, kamu bisa kemari sekarang?" tanya pak Krisna dengan wajah penasaran


"ke ruangan pak Danu ya pak?"


"Iyah"

__ADS_1


"baik pak saya kesana sekarang"


Arum menutup teleponnya


__ADS_2