Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!
perasaanku sesungguhnya


__ADS_3

Gita dan Rama telah sampai di perusahaan. Gita menarik nafas lega, akhirnya ia bebas dan tak gugup lagi. Berdua dengannya didalam mobil membuat Gita takut, takut kalau Rama melakukan hal yang aneh-aneh lagi.


Hanya tersisa waktu dua jam sebelum waktu jam pulang kantor, Gita tak ada kerjaan karena memang pekerjaan nya sudah selesai, rekapan dan laporan tadi sedang di tinjau oleh rekan-rekannya. Ia bosan dan ngantuk.


*Ting..Tong* Bunyi chatting masuk mengagetkan lamunan Gita.


πŸ™‹β€β™‚ Rama Hanggara : Hai peri baik hati.


πŸ‘Έ Anggita Nindya : Hai juga


πŸ™‹β€β™‚ Rama Hanggara : Ternyata kamu juga kesepian


πŸ‘Έ Anggita Nindya : Aku? Kenapa?


πŸ™‹β€β™‚ Rama Hanggara : Masa pacar sendiri gak tau. Dimas pergi tugas ke Bali kan sampai akhir pekan?


*Hah? Masa sih? Kok aku gak tahu ya. Lagi pula kenapa aku harus merasa kesepian, Kak Dimas juga bukan siapa siapa ku. Aduh, harus jawab apa aku ini?


πŸ‘Έ Anggita Nindya : Oh itu*. Aku gak merasa kesepian kok karena cuma seminggu kan? Biasa aja


πŸ™‹β€β™‚ Rama Hanggara : Aku tadi bertemu Dimas.


πŸ‘Έ Anggita Nindya : Oh,ya? Apa katanya?


πŸ™‹β€β™‚ Rama Hanggara : Selama Dimas pergi, dia minta aku menjagamu.


πŸ‘Έ Anggita Nindya : Hahaha bohong banget


πŸ™‹β€β™‚ Rama Hanggara : Serius, dia bilang sama aku titip kamu


πŸ‘Έ Anggita Nindya : Emangnya aku anak kecil dititipin?


πŸ™‹β€β™‚ Rama Hanggara : Telepon aja pacarmu kalau gak percaya


*Apa benar yang dikatakan kak Rama? Kak Dimas gak bilang apa-apa sama aku. Aku harus meneleponnya nanti.


πŸ™‹β€β™‚ Rama Hanggara : Nanti pulang sama siapa?


πŸ‘Έ Anggita Nindya : Sama supir angkot


πŸ™‹β€β™‚ Rama Hanggara : Mau gak pulang bareng aku?


πŸ‘Έ Anggita Nindya : Rumahku kan jauh, kasihan Kak Rama kalo harus nganterin aku lagi.


πŸ™‹β€β™‚ Rama Hanggara : Alasan klasik


πŸ‘Έ Anggita Nindya : Bener kok. Gak apa-apa aku pulang sendiri aja.


πŸ™‹β€β™‚ Rama Hanggara : Apa kamu mau naik motor aja? Biar kamu bisa meluk aku lagi.


Bualan macam apalagi ini. Kenapa betapa senangnya dia menggodaku. Dia memang tak berdebar sedikitpun, tetapi aku? aku tak tahan selalu digodanya. Rasanya ingin kujawab IYA, tapi aku malu. Gita kesal.


πŸ‘Έ Anggita Nindya : Baiklah, naik mobil saja. Kak Rama kan bawa mobil hari ini.


πŸ™‹β€β™‚ Rama Hanggara : Oh, jadi kamu mau aku cium


lagi ya?


Anggita nindya sedang tidak aktif.


Gadis polos itu, kenapa aku suka sekali menggodanya? Kenapa dengan menggodanya membuat hatiku senang? Apalagi jika ia marah seperti ini, mematikan aplikasinya, membuatku sangat senang, seperti aku ini ada artinya dimatanya. Kenapa tidak dari dulu semasa sekolah aku mendekatinya? Aku terlalu malu. Dan sekarang? Aku telah disalip oleh Dimas, akupun telah dijodohkan. Sudah tak ada ruang untuk kita berdua. Tak apalah, biarpun begini aku sudah sangat bahagia bisa dekat bersamanya walaupun hanya sebatas teman dan anak buahku dikantor. Ucap Rama dalam hati.


Gita menelepon Dimas. Memastikan perkataan yang dikatakan oleh Rama.


"Halo kak Dimas, emang bener kak Dim ada tugas luar ke Bali?" Tanya Gita


"Iya bener Git. Pasti Rama yang memberitahu mu ya" Tebak Dimas


"Oh, berarti bener dong yang dibilang Kak Rama tadi."


"Iya bener, kamu jaga diri ya selama aku pergi. Aku terlanjur menghayati peran kita Git, jadi aku bilang ke Rama titip kamu, maafkan aku ya hehehe" genit Dimas


"Yasudah tak apalah. Karena perkataan kak Dim, sekarang kak Rama ajak aku pulang bareng loh." Jujur Gita


"Ya bagus dong. Jadi kamu tidak harus naik angkutan umum. Rama memang baik" Ujar Dimas


"Kak Rama dan Kak Dimas sama aja. Eh kak, udah dulu ya. aku masih banyak kerjaan nih. Bye"


"Iya Git.Bye"


tut..tut..tut..


Waktu yang dinantikan Rama pun tiba, yaitu jam pulang kantor. Mengantisipasi Gita kabur, Rama sudah dari awal menunggu Gita di pintu utama perusahaan.


Selang beberapa menit, Gita dan teman-temannya terlihat berjalan melewari tangga menuju pintu utama. Kenapa harus bersama temannya sih, kata Rama dalam hati.


Haduuuuuuuh, gimana ini? Dari kejauhan Gita melihat Rama sudah menunggunya di depan pintu utama. Bisa mati aku kalau Mbak Rani dan Mbak Intan tau aku bakal pulang bareng kak Rama. Aduh, gimana yaaa? Jangan sampe mereka tahu. Bisa-bisa aku jadi bahan obrolan se kantor kalo ketahuan.


"Mbak, tunggu dulu. Aku kebelet pipis nih. Aku mau ke wc dulu. Kalian duluan aja yaa" Pinta Gita


"Bener gak apa apa? soalnya suami gue udah nunggu didepan." Ujar Rani

__ADS_1


"Gak apa-apa mbak, duluan aja." Ucap Gita


"Yaudah, bye. kita duluan ya!" mereka meninggalkan Gita.


*Dasar Kak Rama, ngapain juga dia standby disitu. Ngobrol sama satpam lagi. Padahal aku menyetujui untuk pulang bareng sama dia. Kucoba chat dia lewat messenger facebook ku.


πŸ‘Έ Anggita Nindya* : Kak Rama ngapain didepan pintu utama?


πŸ™‹β€β™‚ Rama Hanggara : Nungguin kamu


πŸ‘Έ Anggita Nindya : Kenapa harus disitu sih? Kan banyak orang


πŸ™‹β€β™‚ Rama Hanggara : Takut kamu kabur, aku antisipasi nunggu disini.


πŸ‘Έ Anggita Nindya : Aku gak bakalan kabur. Jangan ditempat ramai. Aku ke parkiran aja. Aku tunggu disana


πŸ™‹β€β™‚ Rama Hanggara : Iya peri cantik. Aku kesana sekarang.


Gita enggan membalas pesan terakhir Rama. Kenapa rasanya aku ini seperti pacaran sih? Hatiku selalu berdebar ketika apapun yang berhubungan dengan Kak Rama. Aku tahu, aku memang menyukainya dan masih sangat menyukainya sampai sekarang. Tapi akupun tahu batasanku. Aku tak mungkin bisa bersama dengan Kak Rama. Aku harus sadar diri, tapi hatiku tak bisa menjauh darinya. Sungguh perasaan ini memuakkan.


Gita dan Rama telah berada didalam mobil. Mereka memasang seat belt bersamaan. Perasaan canggung Gita tak hilang juga meskipun sudah beberapa kali naik mobil Rama.


"Kita langsung pulang aja nih?" Tanya Rama.


"Iya dong kak." Jawab Gita


"Kamu gak mau jalan-jalan dulu?" Tanya Rama lagi


"Udah sore kak, aku belum izin sama Ibu." Tolak Gita halus


"Yaudah aku izin dulu sama ibumu, ya?" Pinta Rama


"Eh, gak usah kak. Emang kak Rama mau kemana sih?" Tanya Gita


"Aku mau jalan-jalan, tapi sama kamu" Ujar Rama sambil tangan kirinya memegang tangan Gita.


Ehh, kenapa tangannya? Ya Tuhan, kalau saja dia pacarku mungkin aku sudah menjadi wanita terbahagia didunia ini.


Gita menggeser posisi duduknya, dan mengangkat tangan yang dipegang Rama barusan.


"Maaf" Ucap Rama merasa bersalah


"Gak apa-apa kak. Yasudah, Kak Rama mau kemana? Aku temenin. Aku izin Ibuku dulu ya"


"Aku ingin ke tempat yang indah. terimakasih Git." Ucapnya.


Gita menelepon Ibunya dan bilang akan pergi bersama temannya, mungkin ia akan pulang malam hari. Ibunya mengizinkan asal pulangnya tidak terlalu malam.


"Kak, Rama. Indah banget. Aku baru pertama kali ketempat seindah ini. Waaaaah, bener bener tempat yang menyejukkan." Kagum Gita


"Kamu suka?" Tanya Rama penuh makna.


"Suka banget kak." Jawab Gita.


Gita dan Rama duduk bersama, bersebelahan karena mereka duduk di kursi ala sofa 4 seater. Gita amat tak karuan duduk bersanding dengan Rama. Rama pun sama hal nya dengan Gita, tetapi rama masih bisa bersifat cool. Mereka baru memesan minuman saja karena ingin melihat live musik dahulu. Terdengar iringan musik dan lagu yang menyejukkan hati. Rasanya Gita dan Rama seperti sedang nge-date. Mereka layaknya sepasang kekasih yang sedang berkencan.


"Baiklah, pengunjung yang terhormat. Barang kali disini ada yang ingin request lagu kepada kami, ataupun barangkali ada yang ingin menyanyi di atas stand ini? Silahkah maju kedepan, ayoo.. siapa yang berani? menyanyikan lagu untuk kekasihnya mungkin" Sang vokalis band bersuara menghangatkan suasana cafe ala indoor tersebut.


Rama mengagetkan Gita. Dia mengangkat tangannya. Gita menoleh kearah Rama.


"Naaaaah, ayoo mari maju kedepan Kak. Waduh, si Kakak ganteng sekali ya, dengan setelanee jas nya. Pasti beruntung wanita yang menjadi pacarnya hehehe. Mari maju kedepan Kakak ganteng" Pinta vokalis itu


Rama maju kedepan, naik keatas stand dan melirik kearah Gita.


"Baik kak, boleh tahu siapa namanya?"


"Saya, Rama Hanggara." Ucap Rama sambil senyum.


"Baik Kak Rama. Kakak akan menyanyikan lagu apa? boleh bebas ya, mungkin lagu kenangan bersama kekasih tercinta, atau lagu yang ingin disampaikan untuk kekasih.hehehe"


"Menua bersamamu" Ucap Rama.


"Waw lagu yang penuh sarat akan makna. Mari silahkan kak dimulai." Vokalis itu menyerahkan microphone nya kearah Rama.


Rama melihat sekitar, pandangannya tertuju kepada Gita.


Aku cuma bisa berharap, semoga..


Kita bisa menua bersama..


🎡🎡Cinta kita memang tidak semudah yang dibayangkan


Dulu kita saling menyakiti dan hampir menyerah


Tapi kini kita ada 'tuk saling menyempurnakan


'Ku berdoa untuk bisa hidup dan menua bersamamu


Hanya kamu di hatiku, yang mampu mengertiku


Menjadikan diriku yang lebih baik

__ADS_1


Aku menyayangi kamu


Kamu selalu setia menemani diriku


Cinta kita memang tidak semudah yang dibayangkan


Dulu kita saling menyakiti dan hampir menyerah


Tapi kini kita ada 'tuk saling menyempurnakan


'Ku berdoa untuk bisa hidup dan menua bersamamu. Oh..oohoo...


Tapi kini kita ada 'tuk saling menyempurnakan


'Ku berdoa untuk bisa hidup dan menua bersamamu🎡🎡


Menua bersamamu?


Semoga saja...


Bagus banget suaramu, kak. sungguh aku terpana melihatmu. Betapa beruntungnya kak Siska bisa memilikimu. Ucap Gita dalam hati.


Wowwww... prokkk..prokkk..prokkk riuh sorak sorai semua pengunjung kepada Rama. Suaranya sangat indah sekali. Gita terpaku melihat penampilan Rama. Sampai-sampai matanya tak berkedip melihat Rama.


"Bagus banget suaranya"


"Ganteng, pinter nyanyi lagi"


"Keren banget"


"Daebakkk"


"Wowwww.. Saya sampe merinding denger lagunya. Suara Rama ini bagus banget ya. setujuuuuuu? " Ujar vokalis itu meramaikan suasana.


SETUJUUUUUU.....


"Boleh kita tanya-tanya sedikit dong. Lagu itu spesial buat siapa dan kenapa memilih menyanyikan lagu itu?" Tanya sang Vokalis.


Pasti teruntuk Kak Siska yang sangat cantik. Gumam Gita.


Rama melihat kearah Gita..


"Spesial untuk wanita yang mengisi hari-hari saya selama ini. Wanita yang lucu dan menggemaskan, wanita yang selalu membuat saya tersenyum, wanita yang membuat saya selalu merindukannya setiap saat. Dan kenapa saya memilih lagu ini? Karena tiada hal yang lebih menyenangkan jika kita bisa menua bersama orang yang kita sayang, betul begitu bukan?" Ucap Rama Romantis.


Mengapa dia melihat ke arahku terus? -Gita-


wiiiiihhhhh, So sweet. semuanya bersorak bertepuk tangan kepada Rama.


"Anda benar-benar lelaki yang sangat romantis ya. Pasti beruntung wanita yang mengisi hati anda. Bolehkah jika Anda mengajak pasangan anda kedepan stand ini? Ungkapkan perasaan hati anda yang sesungguhnya, dihadapan semua orang yang menjadi saksi bisu kisah anda. " Ucap Vokalis itu.


Rama melirik Gita, menunjuk kearah Gita.


"Dia orangnya........"


Apa? Aku? Mustahil. Bersikap sewajarnya saja Git. Kak Rama sedang bermain peran denganku. Karena Kak Siska gak ada aku harus bisa menggantikannya. Dalam hatinya ia pasti minta agar aku bekerja sama dengannya. Aku harus bisa akting senatural mungkin.


"Wahh, ternyata pacar anda sangat cantik ya. cocok sekali dengan anda. Silahkan kak, menuju ke stand bersama kami." Ujar sang Vokalis pada Gita.


Gita naik keatas stand tempat Rama berdiri.


"Benar-benar pasangan yang serasi yaa penonton sekalian. Setuju gak nih?"


SETUJUUUUUUU..


"Boleh kami tau siapa namanya kak?"


"Gita, Anggita Nindya" Ucap Gita tersenyum.


"Nama yang cantik, secantik orangnya yaaa.. Silahkan Rama anda ucapkan apapun yang ingin anda ucapkan kepada Gita, kekasih anda"


Rama menghela nafas... Menghadap kearah Gita, lalu memegang satu tangan Gita.


"Terimakasih kau sudah hadir didalam hidupku, terimakasih karena kau telah setia menemani hari-hariku. Membuat hari-hariku lebih cerah dan berwarna. Aku menyayangimu sepenuh hatiku, tak akan kubiarkan kau terluka, tak akan kubiarkan kau menangis, hidupku hanya untukmu, dan menua bersamamu hingga akhir masa memisahkan kita. Tak ada kata yang indah selain temani aku sepanjang hidupmu, berjuanglah bersama-sama denganku. Jangan pernah menyerah pada cinta kita, tetap genggam tanganku seerat mungkin. Terimakasih atas cinta yang telah kau berikan untukku. Aku sangat bersyukur memilikimu." Ucap Rama penuh arti sambil memegang tangan Gita.


Tangan Gita yang dipegang Rama gemetar. Dia senang sekaligus sedih. Andaikan kata-kata itu terucap untuknya, pasti amat bahagialah dia. Dia hanya mewakili Siska yang tak ada disini. Ia paham akan hal itu.


Wiwww... Wikwiwwwww..Cieeeeee.. Romantis banget sihhhhhhh..


CIUM..CIUM..CIUM..CIUM.... sontak pengunjung semua.


Rama mendekat, kini jaraknya hanya sekitar 2cm. Membuat Gita bisa merasakan sembisan nafas Rama. Tanpa basa-basi, Rama mengecup kening Gita dengan lembut membuat semuanya terpesona dan terpana melihat hal romantis yang mereka lakukan.


Wihhhhhhh... So sweet.... Envy banget.....


PELUK..PELUK..PELUK..PELUK..


Rama memeluk gita dengan hangat. Menepuk pundak Gita dengan lembut. Tubuhnya merespon semua yang dikatakan oleh pengunjung lainnya. Gita menikmatinya, menganggap dirinya adalah Siska dimalam itu. Gita sangat bahagia meskipun Rama melakukan semua ini mungkin hanya sebuah akting belaka. Biarlah, yang penting semuanya bahagia malam ini.


"I love you, Anggita Nindya" Rama berbisik ditelinga Gita.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2