Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!
Sepertinya.......


__ADS_3

Ketegangan itu masih terjadi. Tak disangka Gita mengatakan hal yang tak diinginkan oleh Rama. Kakeknya melihat bahwa Rama benar-benar mencintai Gita. Tetapi Gita seakan tak ingi bersama Rama.


"Gita, dengarkan aku. Karena Rama telah tidur denganmu, ada kemungkinan kau akan hamil. Jika itu terjadi, aku tak bisa membiarkanmu. Kumohon, jika nanti kau hamil, kau harus menjadi bagian dari keluarga ini" Tegas Prima


"Baiklah, jika itu mau kalian. Tapi aku tak mau kalau harus tinggal di rumah ini seperti Siska. Aku tak akan kabur dan tak akan melakukan hal yang aneh-aneh. Kalian bisa percaya padaku." Tegas Gita


"Baiklah, ku pegang janjimu. Kau mau makan dulu disini?" Tanya Prima lagi


"Tidak, terimakasih Tuan. Saya ingin pulang saja." Jawab Gita


"Rama, tolong antar Gita pulang dan jangan banyak bertanya padanya." tegas Prima


"Baik Kek".


Gita diantar pulang oleh Rama. Didalam mobil, mereka seperti orang yang tak saling kenal. Biasanya mereka bercanda, tertawa bersama, kini hal itu sirna. Gita terlihat serius sekali. Rama mencoba membuka pembicaraan.


"Kau masih marah padaku?" Tanya Rama


"Tidak, semua sudah terjadi. Biarlah berlalu." Gita cuek


"Aku ingin kau tetap di sisiku." Rama penuh pengharapan


"Semoga saja." Gita tersenyum


"Masihkah ada sedikit cintamu untukku Git?" Rama bertanya perlahan


"Cintaku masih ada untukmu, tapi rasa sakitku melebihi rasa cinta ini." Gita tetap tersenyum meskipun itu sulit.


"Kau belum memaafkan ku?" Ujar Rama


"Aku sudah memaafkan mu kak. Sudahlah, anggap saja itu tak pernah terjadi. Aku akan melupakannya perlahan." Gita ikhlas


"Terimakasih. Kau memang wanita yang hebat. Pantas saja aku sangat mencintaimu. Semoga cintamu bisa kembali padaku seutuhnya." Rama berharap


Akupun berharap begitu. Tapi entah mengapa rasa sakit ini selalu saja mendorongku agar aku membencimu, dan menjauhimu. Aku sungguh mencintaimu, tapi aku tak bisa bersikap. Kau lihat Siska pingsan tadi? Kurasa dia benar-benar mencintaimu. Memang dia wanita yang sedikit nakal, tapi sepertinya hatinya memang tulus untukmu. Kalaupun aku bersamamu, aku tak menjamin hidupku bahagia selagi Siska masih ada diantara kita. Aku yakin dia akan menghancurkan kebahagiaan kita. Aku percaya kau tak berbuat apapun padanya, tapi aku yakin dia akan berbuat apapun pada kita agar kita terpisah.


Rama telah sampai dirumah Gita. Mereka canggung, teringat kisah romantis mereka beberapa minggu yang lalu. Saat itu cinta mereka masih malu-malu. Kini, cinta berubah menjadi rasa sakit.


"Aku permisi dulu kak" Gita membuka pintu mobil


"Git, tunggu..." Rama menahan


"Kenapa kak?" Gita sedikit was-was


"Hati-hati, jangan terlalu banyak aktifitas, aku takut kamu kenapa-napa. Aku berharap anakku ada di sana nanti." Rama menunjuk perut rata Gita.


"Eh.. i..iya Kak. Aku akan hati-hati. Terimakasih sudah mengingatkan. Aku permisi." Gita keluar dari mobil Rama.


"Iya, Git. Semoga aja keinginanku terwujud."


Gita keluar dari mobil dengan mata berkaca-kaca. Dia sedih, Rama sangat berharap dia hamil. Tapi, Gita tak mau hamil dengan kejadian seperti ini. Kalau pun Gita hamil, Gita tak ingin Rama mengetahuinya. Akan bagaimana Siska nanti? Siska adalah ancaman bagi Gita.


*Aku menantikan hari dimana kau dan aku berjanji sehidup semati sampai mati. Tersenyum bahagia berdua menyambut hari itu. Mencintaimu adalah kebahagiaan untukku. Tapi sekarang apakah mungkin aku masih mencintaimu? Mulutku selalu mengatakan aku sudah membencimu, tetapi hatiku tak pernah berkata begitu. Hatiku tahu, kau melakukannya karena kau ingin membuktikan padaku bahwa kau takut kehilanganku. Tetapi mulutku berkilah, mataku yang terkejut dengan sikapmu, membuat mulutku berkata aku sudah membencimu dan tak mencintaimu. Tapi itu salah, hatiku selalu untukmu meski kau telah menodaiku.

__ADS_1


Mengapa aku bisa terjebak dengan cinta yang sulit seperti ini? Mengapa untuk bisa bersama kak Rama saja aku harus melewati rintangan sepanjang ini? Apakah dia bukan jodohku? Lalu, bagaimana aku bisa mencintai orang lain kalau hatiku telah ia ambil*?


***


-Dirumah Keluarga Rama-


Rama sudah kembali kerumahnya. Ia ingin berbicara dengan Siska. Semenjak Siska menjebaknya, ia tak sempat berbicara dengan Siska.


"Siska dimana?" Tanya Rama kepada pelayan rumahnya.


"Nona berada di kamar tamu, Tuan" Ucap asisten Rama.


Rama berjalan dengan cepat menuju kamar dimana Siska tinggal. Rama membuka paksa pintu kamar Siska.


"Dasar kau wanita tak tahu diri!!! Untuk apa kau ada disini hah? Untuk membuktikan bahwa kamu hamil anakku, begitu? Jangan mimpi kau, *****. Kalaupun kau hamil, aku tak akan pernah mengakuinya anakku, karena aku yakin 100% aku tak pernah berhubungan **** denganmu. Mainkan saja peranmu itu sesuka hatimu. Lambat laun kau akan kutendang dari rumah ini." Bentak Rama


"Tega kamu Rama! Mengapa kau tak mengakuinya? Lelaki macam apa kau HAH? Aku ini tunanganmu! Aku yang akan menjadi istrimu. Harusnya sikapmu tak seperti ini padaku. Dan kau? Kau tak seharusnya melupakan malam itu. Dasar biadab kau Rama. Teganya kau padaku." Siska berusaha menangis


"Kau memang rubah licik. Bisa-bisanya kau memanipulasi keadaan ini. Mungkin sekarang aku belum punya bukti, tapi lihat saja nanti ketika aku sudah mengumpulkan semuanya, aku akan menendangmu jauh-jauh.


***


Sudah dua minggu setelah kejadian itu terjadi. Gita bekerja seperti biasanya, ia menyembunyikan rapat-rapat hal yang menimpanya. Ia harus terlihat seperti biasa.


" Git, kita makan di cafe depan kantor yuk. Gue udah ajak Rani sama Ajeng juga." Ajak Intan


"Boleh kak, kita makan apa nanti?" Tanya Gita


"Makan apa aja deh, yang jelas gue bosen makan di kantin" Ucap Intan


"Yeelaaaaah, mana ada kerang di cafe. Lo ke restoran seafood dong, pasti ada menu kerang disana." Jawab Intan


"Yaudah, kita ke sana aja yuk" Ajak Gita


"Kemana?" Tanya Intan heran


"Ke resto seafood. Aku pengen makan seafood kak. Rasanya kayak udah meleleh aja dibibir. Sluurrrppp." Gita meracau


"Yaelah ni anak. Udah tau resto seafood agak jauh dari kantor kita. Ntar kalo masuknya telat gimana?" Ucap Intan.


"Iya juga sih, yaudah deh kak." Gita tak semangat.


Intan mengernyit bingung dengan permintaan aneh Gita. Makan siang kok pakai kerang rebus? Harus sekarang lagi. Ada-ada saja.


Jam makan siang pun tiba.


"Git, kenapa lo kok gak semangat gitu sih?" tanya Rani


"Gak apa-apa mbak, cuacanya panas. Jadi aku gerah" Jawab Gita seadanya.


"Tau nih, Si Gita aneh-aneh aja. Ngambek kali ama gue gegara pengen kerang gak dikabulin." Ceplos Intan


"Kerang apaan Git?" tanya Ajeng

__ADS_1


"Kerang rebus ituloh kak. Duh, kayaknya enak banget siang-siang gini makan kerang rebus." Jawab Gita semangat.


"Lo mah kayak orang ngidam aja sih. Nanti deh, pulang kerja kita kesana. Gimana?" Ajak mbak Rani.


"Beneran nih kak? Asyikkkkkkkkk" Gita senang


Rani melihat tingkah aneh Gita. Tak biasanya Gita seperti itu. Tapi mereka menganggap itu hal yang wajar saja.


Sepulang kerja mereka pulang bersama karena ingin mewujudkan keinginan Gita untuk makan kerang rebus. Mereka berempat diantar suami Rani yang kebetulan menjemputnya ketika pulang kerja.


"Nih, jangan cemberut lagi. Ini tempat kerang rebus spesial buat lo, paling enak di daerah sini. Gue kalo kesini pasti makan kepiting bakar lada hitam. beuhhhh mantap" Intan menggoda.


Mereka memesan mulai dari kerang, udang, kepiting, dan gurita. 15 menir mereka menunggu akhirnya hidangan datang juga.


"Hmmm, wanginyaaaaaa" Cium ajeng


"Ayo makan Git" Ucap Rani


"Iya mbak"


Tetapi, Gita merasakan hal yang aneh. Kerang rebusnya hanya wangi saja, ketika dimakan tidak enak. Dia malah melihat kepiting bakar milik Intan yang terlihat sangat enak.


"Kak, kerang rebusnya gak enak." Gita mengeluh


"Masa sih Git? Sini gue cobain." Intan mencoba kerang rebus Gita


"Ah masa, enak gini kok Git, masa lu bilang gak enak." Intan menyanggah Gita.


"Menurut kakak enak? Yasudah kerang rebusnya buat Kak Intan aja deh ya?" Pinta Gita.


"Lah, terus lu makan apa dong? Mau pesen lagi?" Tanya Intan


"Nggak. Aku mau kepiting bakar kak Intan aja. Kayaknya itu enak banget." Gita meleleh melihat kepiting.


"Gita, lo aneh banget sih? Tadi pengen banget kepiting rebus. Udah ada, lu malah gak mau. Eh, sekarang mau kepiting gue. Yaudah nih, hari ini aja yaa gue baik sama lu, besok-besok mah jangan harap." Ucap Intan.


Intan mulai merasa ada hal yang aneh dengan temannya yang satu ini. Tak seperti biasanya Gita begini.


***


Siska merasa tubuhnya tak enak. Badannya pegal-pegal dan rasanya remuk. Siska meminta izin kepada Maya untuk berobat berkonsultasi dengan dokter. Maya mengizinkan namun dengan satu syarat tak boleh lebih dari satu jam.


Siska di izinkan pergi. Ia menolak menggunakan supir. Ia ingin mengemudikan mobilnya sendiri. Berkonsultasi dengan dokter tak memakan waktu lama, karena Siska pasien VIP.


Muncul rencana lagi di kepala Siska. Masih ada waktu, ia akan menelepon seseorang dan menemuinya. Siska mengeluarkan handphonenya dan segera menelepon.


"Gita, ini gue Siska. Lo dimana?"


"Aku di resto seafood mutiara. Ada apa kamu nelepon?" Tanya Gita khawatir.


"Gue pengen ketemu lo. Gue kesana ya?" Pinta Siska


"Yaudah, terserah." Jawab Gita simpel.

__ADS_1


*Ada apa Siska ingin menemuiku? Memangnya dia bisa keluar dari rumah itu? Apa mungkin dia hamil?


*Bersambung


__ADS_2