
Hari yang dinanti-nanti telah tiba. Semua akan bersiap menuju hotel mewah milik keluarga Rama. Rama dan Gita berada didalam satu mobil yang sama. Tidak ada istilah pingit, karena mereka memang sudah tinggal satu rumah saat Nayya telah hadir ke dunia.
Karangan bunga suka cita berjejer indah, penuh memenuhi sekeliling hotel. Pintu masuk yang di tata secantik mungkin, dekorasi pelaminan dan meja tamu sangatlah elegan. Perpaduan warna antara putih, biru muda dan cream memenuhi seluruh ruangan serbaguna yang akan dijadikan tempat akad dan resepsi.
Semuanya sangat indah. Hiasan, lampu-lampu, bunga hidup dan aksesoris penunjang lainnya membuat ruangan resepsi ini terlihat sangat mewah.
Gita dan Rama mengusung konsep mewah dan elegan di acara pernikahannya, terlihat dari gaun mewahnya hingga konsep dekorasi yang menawan. Dekorasi acara yang bernuansa cream ini, didukung dengan tata cahaya yang memberi kesan megah.
Kain putih tipis dipasang sebagai backdrop. Dilapisi tirai lampu kecil di luarnya. Dekorasi pelaminan dihiasi flower wreath besar dengan rangka lengkung. Hiasan standing lamp berbentuk bunga mekar juga menghiasi dekorasi utama. Serta, dekorasi bunga yang didominasi warna putih memberi kesan elegan pada resepsi pernikahan Gita dan Rama.
Tamu undangan dan sanak saudara telah hadir semua. Mereka menunggu kedatangan calon pengantin. Antusias mereka sangat tinggi, hari yang dinanti-nantikan semua orang akan segera dimulai.
Orang tua Gita dan Rama terlihat sangat bahagia. Akhirnya, penantian mereka kini tak sia-sia. Semuanya akan kembali pada tempatnya, benar perkataan Kakek Prima saat Gita pergi meninggalkan Rama. Cinta akan kembali ke tempatnya, dan akan datang saat waktu yang tepat. Dan, inilah waktunya.
Gita dan Rama berjalan di atas red carpet. Semua mata tertuju pada Gita dan Rama. Gita bak bidadari yang turun dari langit. Rama seperti pangeran yang menggandeng bidadari. Mereka bertepuk tangan, sorak sorai menyambut kedatangan pengantin baru. Semuanya sangat indah.
Gita dengan anggunnya memakai gaun putih berjalan dengan tenang memegang tangan Rama. Rama tersenyum bahagia. Semua terpana dengan calon pengantin yang sama-sama cantik dan ganteng.
Akad nikah akan segera dimulai. kursi untuk akad nikah telah dipersiapkan. MC mempersilahkan Gita dan Rama duduk di kursi. Kedua orang tua, penghulu dan saksi di persilahkan duduk di l kursi yang telah disediakan di depan pelaminan.
"Selamat datang kepada semua tamu undangan yang telah berkenan hadir di acara pernikahan super mewah ini, mari kita semua menjadi saksi akad nikah saudara Rama Hanggara dan Anggita Nindya yang sangat luar biasa ini. Tepuk tangan yang paling meriah untuk pengantin kita!" Seru sang MC
Prokkk..prokkk..prokkkk
"Terimakasih atas antusiasnya. Mari kita segera langsungkan akad pernikahan ini dengan sakral dan khidmat. Dipersilahkan kepada bapak penghulu yang memimpin jalannya akan ini." MC itu memberikan microphone pada penghulu
Gita telah duduk di samping Rama. Berhadapan dengan penghulu dan juga Ayahnya. di samping dan di belakangnya ada Ibu, saudara dan teman-temannya. Anak Gita dan anak mendiang Siska digendong oleh Ibu Gita dan Mami Rama. Mereka tak menyembunyikan masalah ini, mereka terbuka mengenai anak Gita dan Rama. Biarlah, karena ini hanya kesalahan.
"Baiklah, sebelum acara akad dimulai, kita semua bersama-sama mengucapkan basmallah" ucap penghulu
Bismillahirrahmanirrahim..
"Sebelum dimulai. Bapak mau nanya dulu ya sama pengantin kita. Apakah saudara Rama Hanggara mencintai saudara Anggita Nindya?" Tanya penghulu
"Saya mencintainya pak." Jawab Rama mantap
"Apakah saudari Gita mencintai saudara Rama Hanggara?" Tanya penghulu itu lagi
"Iya, pak! Saya juga mencintainya." Jawab Gita malu-malu
"Kalau pengantin baru bawaannya gugup dan deg-degan seperti ini ya? Santai saja, jangan gugup. Nanti Ijab Qobulnya gugup lagi. Bismillah mari kita mulai acara yang khidmat ini." Ucap sang penghulu
Pak penghulu membantu Ayah Gita mengucapkan ijab qobul.
"Saya nikahkan engkau (Rama Hanggara) bin (Angga Hanggara) dengan (Anggita Nindya) binti (Ridwan Susanto) dengan mas kawin (Seperangkat perhiasan sebanyak 500 gram beserta mobil dan rumah lengkap dengan isinya) dibayar tunai." Ucap Ayah Gita
Dengan gugup, Rama menjawab
"Saya terima nikahnya (Anggita Nindya binti Ridwan Susanto) dengan mas kawin….. (Seperangkat perhiasan sebanyak 500 gram beserta mobil dan rumah lengkap dengan isinya ) dibayar tunai."
"SAH? SAH?" Tanya pak penghulu
"SAHHHHHHHHHHHH" Jawab semua saksi dan tamu undangan
__ADS_1
Alhamdulillah..
Semua mengucap syukur. Semua bahagia, hari bahagia Gita dan Rama telah tiba. Mereka akan memulai hidup baru, sebagai suami dan Istri. Rama mengecup kening Gita membuat semua orang berteriak histeris.
Akad nikah telah selesai dilaksanakan. Kini, Rama dan Gita SAH menjadi sepasang suami istri. Acara resepsi pun segera dimulai. Sudah banyak tamu undangan yang hadir di acara pernikahan mereka.
Tamu undangan datang dan pergi. Semua kolega perusahaan Keluarga Rama hadir di resepsi. Teman, kerabat dekat dan rekan kerja pun semuanya hadir. Tak terkecuali Vina, Intan dan Dimas, mereka pun hadir menempati kursi VIP. Semuanya bersalaman, mengucapkan selamat kepada Gita dan Rama sebagai pengantin baru.
MC memimpin jalannya resepsi dengan meriah. Kini, saatnya pengantin melakukan lempar bucket bunga. MC mempersilahkan Rama dan Gita menuju panggung live musik untuk bernyanyi dahulu sebelum melaksanakan acara bucket bunga dan sawer.
"Ucapan selamat yang meriah untuk pengantin baru kita ini ya. Dihari yang bahagia ini, lagu apakah yang akan pengantin pria nyanyikan untuk pengantin wanita? Yang romantis yaaa!" ucap MC tersebut
"Untuk istriku, tercinta. Aku akan menyanyikan sebuah lagu yang berjudul All of Me by John Legend." Ucap Rama
"Wuuuuuuuu.. So sweet! Coba dong apa yang ingin kamu ucapkan untuk istrimu. Tatap matanya, ungkapkan isi hatimu padanya!" Pinta MC itu
Gita tersipu malu. Ia sangat bahagia bisa bersanding dengan Rama seperti ini. Inilah impian pernikahannya yang sesungguhnya. Pernikahan yang didasari dengan hati dan keinginannya.
"Istriku, Anggita Nindya. Kisah kita bukanlah hal yang mudah. Berkali-kali kita jatuh, sering kali kita terpuruk, merasa ingin menyerah pada cinta ini, merasa sudah tidak ada harapan untuk kita bersama, itulah cinta kita. Cinta yang penuh lika-liku dan perjuangan. Cinta yang tak mudah kita dapatkan, menyatukan kita sampai bisa berdiri disini adalah salah satu tujuan hidupku, kebahagiaan hidupku yang sesungguhnya. Tak mudah untukku bisa berdiri disini denganmu, banyak suka dan duka yang telah kita lalui. Akhirnya, kita telah mengalami masa-masa sulit itu. Kita bersanding di atas pelaminan ini. Terimakasih kamu telah menjadi bagian dari hidupku. Terimakasih atas cintamu yang tak pernah habis untukku." Rama memeluk Gita
"Sungguh, romantis sekali. Jangan pada iri ya kalian. Hehehehe. Baiklah, apakah ada yang ingin Pengantin wanita katakan?" tanya MC itu
Gita tersenyum, mengambil mic yang dipegang Rama
"Apa ya? Aku speechless. Semua yang ingin aku katakan sudah diwakili olehnya. Aku hanya bisa berkata, aku beruntung bisa menjadi istrimu. Aku bahagia hidup di sisimu. Semoga kita selalu bahagia, menata masa depan yang indah bersama-sama hingga rambut kita memutih." Gita gugup
"Waaaaaaa. Ucapan nya sedikit tapi ngena banget kehati. Bener gak?????"
" Benerrrrrrr.. Wikwiwwwww, Horeeeeee, Yeeeeeea, asikkkkk" Berbagai macam jawaban meramaikan suasana.
*🎵🎵Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
Cause I give you all of me
And you give me all of you, of you 🎵🎵*
Suara Rama benar-benar indah. Semua takjub mendengar Rama bernyanyi untuk Gita. Gita sangat bahagia, lelaki dihadapannya itu kini menjadi suaminya. Hati yang selama ini menahan rindu, amarah dan rasa sakit hilang begitu saja ketika Rama mengucapkan janjinya sehidup semati untuk bersamanya.
Kini, saatnya pelemparan bucket bunga, tradisi yang telah dari dulu sering dilakukan ketika resepsi pernikahan berlangsung.
"Saatnya lempar bucket bunga yaa semuanya. Siapapun yang mendapat bucket bunga ini, mungkinkah akan segera menikah? Mitos atau fakta nih? Kalian yang tentukan yaaaa!" suara MC itu menggemparkan seisi ruangan
"FAKTAAAAAAAAAAAA!" jawab semua tamu undangan
__ADS_1
"Baiklah, silahkan pengantin, dipegang dengan erat. Saya akan hitung sampai 3, ketika selesai segera lemparkan bersama-sama ya!" Pinta MC itu
"Baik" jawab Gita dan Rama
"Mari kita mulai.. Hitung bersama-sama yaa! Satuuuuuuuuuu, duaaaaaaaaaaaa, tiiiiiiiiiiiii..gaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!"
Gita dan Rama melemparkan bucket bunga bersama-sama. Bunga tersebut terlempar jauh dan diteriaki riuh-riuh semua tamu dan berhenti tepat di tangan Intan. Ya, bunga itu jatuh ditangan Intan. Intan menangkapnya. Intan yang mendapat bucket bunga tersebut.
"Horreeeeeeeeee!" semua bertepuk tangan kepada Intan.
Intan disuruh naik ke atas bersama Gita dan Rama. Dia tersenyum bahagia. MC pun menyambutnya.
"Siapa nih namanya?" Ucap MC
"Intan." Jawab Intan malu
"Intan ini siapanya Gita dan Rama nih?"
"Aku teman Gita sekaligus anak buah Bos Rama di kantor." jawab Intan
"Wah, teman dekat pengantin ini ya. Selamat yaa Intan sudah mendapatkan bucket bunga. Intan sudah menikah belum nih?" tanya sang MC
"Belum."
"Waaaah, semoga dengan mendapat bucket bunga ini Intan segera menikah ya. Amiiin"
"Amiiiiinn.." jawab mereka serentak
"Intan kesini sama siapa? Apa ada pasangannya Intan disini?"
"Adaaaaaaaaaaa" jawab rekan kerja mereka
"Silahkan kepada pasangan Intan maju kedepan dong. Ayooooo!" pinta sang MC
Dimas malu, tetapi memancarkan rona kebahagiaan. Ia didorong-dorong oleh temannya agar naik keatas. Dimas pun segera naik.
"Baiklah, ternyata ini calon suami yang mendapat bucket hari ini. Selamat ya! Apa nih yang ingin kalian ucapkan kepada pengantin kita?" tanya sang MC
"Gita, Pak Rama. Gue bahagia kalian bisa bersatu kembali. Gue tahu, kisah kalian itu nggak mudah. Gue bahagia akhirnya kalian bisa menikah. Selamat menikah, semoga kalian bahagia. Menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah. Amin" ucap Intan
"Terimakasih kepada Intan telah mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Kini, pasangan Intan, siapa kak Namanya? Silahkan beri ucapan selamat kepada pengantin kita!"
"Saya Dimas, kalian pasti tahu siapa saya. Selamat menikah Gita dan Rama. Aku adalah saksi hidup percintaan kalian sampai bisa seperti ini. Aku bangga dengan kalian, kekuatan cinta yang kalian miliki, tetap bertahan dan berjuang demi cinta kalian. Ram, lo sahabat gue! Akhirnya lo nemuin kebahagiaan lo yang sesungguhnya! Selamat menikah, selamat bahagia." Ucap Dimas
Semua bertepuk tangan. Dimas dan Intan benar-benar membuat acara jadi meriah.
"Wawww.. Bucket bunga yang dilemparkan tepat sasaran ternyata ya. Semoga kalian berdua juga bisa menyusul sahabat kalian. Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah ketika lelaki dan wanita berdiri di atas pelaminan. Betuuuuuuuul?" tanya MC
"Betuuuuuuuuuul"
"Selamat menikah, dan selamat bahagia. Selamat menempuh hidup baru. Rama dan Gita"
*Bersambung*
__ADS_1