
Rama mondar-mandir tak jelas. Hatinya sedang dilanda rasa penasaran tak karuan. Gita akan bertemu clien laki-laki. Rasanya Rama ingin terbang sekarang juga pergi bertemu Gita. Rama tak tahan, Rama benar-benar tak bisa membiarkan Gita mengobrol bersama laki-laki lain.
"Rey, sekarang kita meeting lagi ya?" tanya Rama
"Iya, Bos. Pihak mereka akan sampai 5 menit lagi.
Rama menunggu dengan tak sabar. Rama ingin segera bertemu dengan cliennya. Rama benar-benar tak bisa membiarkan Gita bertemu pria lain, meskipun itu ada rekan bisnisnya sendiri.
Tak lama, clien Rama pun datang. Rama berbincang dengan serius. Rama menyelesaikan apa yang harus di selesaikan. Rama tak mau buang-buang waktu. Urusan pekerjaannya harus cepat selesai.
Rama bernegosiasi dengan cliennya. Rama menyelesaikan pertemuannya. Pertemuan yang harusnya masih dua hari lagi dilakukan, diputuskan oleh Rama hari ini. Besok tak perlu lagi meeting seperti ini. Rama meyakinkan cliennya bahwa perjanjian kerja ini akan menguntungkan kedua belah pihak. Tak ada lagi yang harus di bahas, hanya tinggal menyelesaikan tanda tangan saja.
Clien Rama setuju. Semuanya telah selesai, cliennya berjabat tangan dengan Rama dan kembali pulang. Rama sangat bahagia. Rama senang, karena ia bisa pulang saat ini juga.
Rama segera kembali ke hotel. Rama menyuruh Rey membereskan semua pakaian dan keperluannya. Rama bisa bertemu Gita saat ini juga, Rama sangat rindu kepada istrinya itu. Apalagi, Rama bisa menghentikan Gita agar tak bertemu rekan bisnisnya.
" Rey, udah pesan tiket VIP kan?" tanya Rama
"Sudah, Bos. Kita berangkat pukul sepuluh." jawab Rey
"Oke, jangan beritahu Gita ya!" pinta Rama
"Siap, Bos."
Rey telah merapikan semua barang bawaan mereka. Rama berangkat menuju bandara, Rama sengaja tak memberitahu Gita, karena kalau Gita tahu, ia pasti melarang Rama untuk pulang. Biarkan ini menjadi kejutan dari Rama untuk Gita.
Pesawat telah lepas landas. Rama memejamkan matanya didalam pesawat. Ia ingin terlelap dan terbangun saat sudah sampai di Bandung.
***
Hari ini, Gita mempersiapkan berkas-berkas yang akan ia tunjukan pada rekan bisnisnya. Gita cukup percaya diri, karena ia tahu kerjasama antar perusahaan dengan Globalindo ini akan menguntungkan perusahaan Angkasa Putra.
Gita akan segera berangkat menuju restoran tempat dirinya dan rekan bisnisnya bertemu. Tempat dan waktu sudah diberi tahu Andin. Gita mengajak Andin untuk ikut dengannya, jaga-jaga kalau Gita bertanya sesuatu yang tak dimengerti. Andin sudah 6 tahun bekerja bersama Rama, Andin pasti tahu seluk beluknya.
"Sudah siap?" tanya Gita
"Sudah, Nona. Kita berangkat naik apa?" tanya Andin balik
"Naik angkutan umum aja." pinta Gita
"Angkot Nona? Nona Gita gak malu?" tanya Andin
"Kenapa harus malu, Din? Aku gak nyolong. Naik angkot bukan kejahatan kok." jawab Gita
"Bukan gitu maksud saya, hanya saya tak percaya Nona Gita mau naik angkutan umum. Biasanya istri direktur sekelas Nona Gita, pasti ingin selalu terlihat mewah." ucap Andin
"Aku bukan orang kaya, aku biasa saja. Kita harus hidup sederhana. Lagipula, jarak restorannya kan tidak jauh, jaraknya cukup dekat." jelas Gita
__ADS_1
"Baik, Nona."
Andin dan Gita keluar dari perusahaan. Gita tak memberitahu Dimas, karena Dimas selalu menjadi mata-mata Rama. Gita tak mau Rama ikut campur untuk urusan ini. Gita ingin mencoba kemampuan dirinya untuk perusahaan ini.
Gita naik angkutan umum bersama Andin. Gita dilirik dan diperhatikan banyak orang. Gita memang cantik, meskipun ia memakai pakaian yang formal, tetapi tak menutupi kecantikannya sama sekali. Gita menarik perhatian setiap mata yang memandanginya.
Gita merasa risih, tetapi apa boleh buat, ini adalah resiko naik angkutan umum. Ia harus bersikap sewajarnya. Biarkan saja orang lain memperhatikannya. Gita tetap fokus pada handphonenya.
Lima menit sudah Gita didalam angkutan umum. Gita dan Andin turun bersamaan. Gita melirik jam di handphonenya, waktu menunjukkan pukul 10.00 WIB. Ini waktunya meeting dengan clien Rama.
"Din, sudah tanya keberadaan mereka? Mereka masih dimana? Bilang padanya kita sudah sampai." ucap Gita
"Mereka sudah sampai, Nona. Mereka sudah berada didalam."
"Haduh, aku keduluan. Ya sudah, ayo."
Perlahan, Gita masuk kedalam restoran. Melihat dan mencari rekan kerja yang ia maksud. Andin telah mengetahui keberadaan cliennya. Andin mengajak Gita menuju tempat duduk yang dimaksud.
"Nona, ini clien kita dari perusahaan Globalindo. Namanya Tuan Fadil Mahesa, presdir PT. Globalindo utama." Andin memperkenalkan diri
"Fadil?" Gita terbelalak
"Gita?" ucap Fadil
Gita kaget. Fadil adalah teman SMA-nya dulu. Jika Gita anak IPS, Fadil merupakan anak IPA. Fadil dan Gita pernah berteman di kelas X, karena sama-sama belum masuk jurusan.
"Wah, kamu dari Angkasa Putra?" Fadil takjub
Fadil dan sekretarisnya mempersilahkan Gita duduk. Gita terlihat tenang, ternyata rekan bisnisnya adalah teman sekolahnya dulu saat masih SMA. Entah mengapa semuanya terasa seperti kebetulan saja.
Gita berbincang serius dengan Fadil. Meskipun mereka berteman, mereka tetap bekerja secara profesional. Mereka membahas rancangan-rancangan bisnis bersama. Setelah selesai dan mendapat keputusan bersama, Gita dan Fadil memesan makanan dan mengobrol ringan.
***
Rama telah sampai di perusahaan. Rama segera masuk kedalam gedungnya. Semua orang hormat padanya, dan membungkukkan badannya. Rey tetap mengikuti Rama dari belakang.
"Gita pasti belum berangkat bertemu clien kan Rey?" ucap Rama
"Sepertinya belum, Bos. Karena ini masih jam sebelas. Biasanya kalau meeting dengan klien jam dua belas kan?" ucap Rey
"Iya, lu bener juga."
Rama menaiki lift. Ia melewati kubik tempat Gita bekerja dulu. Rama tersenyum tipis, ia mengingat kenangannya bersama Gita. Sungguh, kisahnya dengan Gita adalah kisah yang manis. Ia tak melupakan sedikitpun momentum bersama Gita si perusahaan ini.
Setelah sampai di depan ruang kerjanya, Rama celingak-celinguk melihat meja Andin. Andin tak ada ditempat. Rama segera membuka pintu ruang kerjanya, Gita pun tak ada ditempat. Rama berpikir Gita pasti telah berangkat bertemu klien.
Rama bertanya pada staffnya, dan mereka berkata Gita beserta sekretaris Andin pergi keluar.
__ADS_1
"Mereka sudah berangkat Rey!" ucap Rama
"Telepon Nona saja Bos." ucap Rey.
"Tidak, aku akan menelepon Andin. Istriku bisa membangkang padaku, tapi bawahan ku akan selalu patuh padaku." ucap Rama
Rama menelepon Andin, dan Andin pun segera mengangkatnya karena itu Bosnya.
"Halo, Kalian dimana?" tanya Rama
"Kita di restoran melati, Bos. Sedang bertemu presdir dari Globalindo."
Tutt..tut..tut...
Rama mematikan teleponnya. Rama dan Rey segera bergegas menuju restoran tempat Gita dan Andin berada.
"Istri gue emang nekad ya Rey! Berani banget dia bertemu lelaki lain!" Rama kesal
"Bos, jangan emosi dong. Nona Gita hanya bertemu rekan bisnis kalian kan? Tidak usah terlalu sensitif begitu dong!" ucap Rey
"Tetap saja dia bertemu lelaki lain. Ini tak bisa dibiarkan."
"Bos, jangan marah-marah ya disana?" pinta Rey
"Memangnya kenapa?"
"Mereka kan relasi bisnis kita, Bos harus jaga emosi. Meskipun Nona Gita bertemu mereka, itu juga untuk kebaikan perusahaan kan bos? Nona Gita mungkin sedang menguji dirinya, apakah ia mampu atau tidak melakukan tugas seperti elu Bos!" Rey menjelaskan
"Gue gak peduli. Cinta gue sama istri gue lebih besar daripada cinta gue ke perusahaan ini."
Rama dan Rey telah sampai di restoran yang dituju. Mereka melihat Gita sedang berbincang dan tertawa dari kejauhan. Itu membuat Rama semakin emosi.
"Tuh, Rey! Lu liat kan? Saking ramahnya istri gue, sama rekan bisnis saja dia bisa tertawa riang seperti itu. Ini sudah merupakan perselingkuhan tak kasat mata!" Rama terbakar api cemburu
"Bos, bos! Kenapa sih lu kayak anak TK? Jangan malu-maluin deh! Plis deh, mereka gak ada apa-apa. Gue yakin itu." Rey meyakinkan
Rama mendekati tempat duduk Gita dan rekan bisnisnya. Rama menarik nafasnya dalam-dalam dan berkata,
"Istriku sayaaaaaaaang....." Rama terdengar lebay
Gita dan yang lainnya menoleh, betapa shock dan melototnya Gita melihat keberadaan Rama di belakangnya.
"Sayang?" Gita kaget
*Bersambung*
Kenapa kesannya seperti Gita sedang selingkuh ya? Rama keterlaluan deh cemburunya 😆
__ADS_1
Happy reading ya gaesss
Jangan lupa like, vote dan komen. Apalagi kakau komentarnya buat diriku tambah semangat 😁😁😁