Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!
Meet Siska, Meet Vina.


__ADS_3

Teman-teman Gita sudah pulang semua. Tinggal Gita yang tersisa. Gita terpaksa diam di resto tersebut karena Siska akan mengunjunginya. Perasaannya tak enak, hatinya serasa akan disambar petir ketika ia mendengar nama Siska.


Biarlah. Apapun yang terjadi aku harus kuat. Siska ingin menemui ku untuk apalagi kalau bukan membicarakan masalah Rama. Apapun yang dia katakan aku harus tegar. Aku tak boleh cengeng.


Siska pun datang. Terlihat ia menggunakan jeans dan blazer warna merah maroon. Terlihat mencolok namun ia tetap cantik.


"Kamu udah nunggu lama ya?" Tanya Siska


Tumben dia ramah begini. Aku yakin ini pasti ada apa-apanya. -Gita dalam hati-


"Nggak kok. Aku baru selesai makan disini. Ada apa?" Gita to the point.


"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu, tapi gak enak.." Siska sok baik.


"Apapun yang kau katakan aku takkan keberatan. Silahkan katakan. Aku harus segera pulang." Gita malas basa-basi.


"Kau tahu kan aku sangat mencintai Rama?" Siska serius.


"Lalu?" Ucap Git


"Mengapa kau tega tidur dengannya? Kau mau merebut dia dariku? Begitu?" Siska sedikit sinis


"Tentu saja tidak. Rama yang memaksaku melakukan itu." Gita jujur.


"Kau tahu kan, aku ini tunangan Rama. Aku tunangan tetapi seperti wanita yang dibuang olehnya. Hatiku sakit, apalagi ketika aku tahu dia meniduri mu. Apa kau bisa mengerti sedikit saja perasaanku? Aku sungguh sangat mencintai Rama" Siska menitikkan air mata


"Tetapi Rama mencintaiku." Gita sinis


"Kau!! Apa kau akan merebut Rama dari ku? Iya?" Siska berapi-api.


"Tidak. Aku justru ingin terlepas jadi jeratan ini. Aku hanya tak percaya padamu. Aku tak bisa membiarkan Rama bersamamu. Kau tak akan menjamin hidupnya bisa bahagia." Tegas Gita


"Tau apa kau tentang diriku? Mengapa kau seenaknya berkata begitu?" Siska mulai marah.


"Aku tahu, kau telah berhubungan dengan laki-laki lain, untuk menjebak Rama. Aku tahu kau sangat ingin tidur dengan Rama tapi dia tak menginginkanmu, iya kan? Aku tahu kau pasti menghalalkan segala cara agar kau bisa mendapatkan hati Rama. Apa kau tidak akan menyerah?" Gita bertanya serius


"Aku tidak akan menyerah. Sampai kapanpun aku harus mendapatkan hati Rama. Kalau kau memaksa untuk hidup dengannya aku tak akan tinggal diam. Aku akan mengurus mu." Ucap Siska mengancam


"Kau tak perlu repot-repot mengurusku. Kau hanya harus jadi wanita yang baik. Kau hanya perlu lupakan semua lelaki yang membuatmu bersenang-senang. Fokuslah hatimu untuk Rama, bukan uangnya. Ambisi mu terlalu berlebihan!" Gita mendelikkan matanya


"Kenapa ku menceramahiku? Kau memang wanita sok tahu ya! Tidak tahu apa-apa tapi malah merasa tahu segalanya." Siska membalas.


"Kau tahu, aku sangat menyayangi Rama. Dia cinta pertamaku, dia yang membuatku merasakan arti cinta. Tapi, ketika ku tahu kau telah mengikat janji dengannya, hatiku sakit. Apalagi ketika aku tahu kau bukan wanita yang baik untuk Rama. Aku tahu, kalau aku memaksakan untuk bersama Rama pun, kau pasti akan menggangguku, ataupun mencelakai ku. Aku sudah tau sifat mu yang arogan itu. Untuk itu, kumohon kau berubahlah. Sayangi Rama sepenuh hatimu. Aku tak akan mengganggu kalian, asalkan kau benar-benar mencintai Rama dan berhenti dengan semua lelakimu." Gita tegar. Mulutnya bergetar.


"Kau!!! Berani-beraninya mencelaku!!! Kau pikir kau siapa bisa seenaknya padaku HAH?" Siska marah


"Kau tak perlu marah. Aku tak akan merebut Rama. Hiduplah bahagia dengannya. Aku sudah muak. Aku tak ingin berurusan dengan kalian lagi. Cukup sudah kau buat aku stres seperti ini Siska. Kumohon, cintai Rama dengan sepenuh hatimu. Aku akan segera lenyap ketika waktu yang ditentukan telah tiba." Gita pergi meninggalkan Siska.


"Hei, wanita tak tahu diri! Mau kemana kau? Kita belum selesai!!! Arrrgghhhh" Siska mengacak-acak rambutnya.

__ADS_1


Siska benar-benar marah. Bagaimana dia bisa tahu tentang Siska? Dengan lancangnya Gita menceramahi Siska, Itu sangat membuat Siska marah.


Wanita itu berani sekali. Tapi mengapa ia tahu semua hal itu? Ah, masa bodoh. Aku yakin dia hanya asal menebak saja. Aku yakin ia tak punya bukti. Aku hanya akan fokus pada Rama. Aku yakin sebentar lagi dia pasti akan meninggalkan Rama. Wanita itu takut juga denganku. -Gita dalam hati.


***


Gita pura-pura tegar. Dihadapan Siska ia tak boleh terlihat lemah. Ia harus kuat menghadapi mereka. Gita sudah tekad akan meninggalkan mereka semua, bagaimana pun caranya. Percuma Gita ada untuk Rama, kalau Siska selalu akan menghancurkannya. Lebih baik ia mengalah, agar semuanya baik-baik saja.


Aku yakin ini jalan terbaik untuk kita, Kak. Aku tahu kau sangat mencintaiku, tapi aku tak mau hidupku terancam lagi karena ulah Siska. Lebih baik kita berpisah untuk selama-lamanya. Maafkan aku yang egois, aku ingin bahagia dengan caraku sendiri. -Gita dalam hati-


Dirumahnya, Gita menatap langit-langit rumahnya dengan sendu. Ada satu hal yang sangat ia takutkan. Ia takut hamil anak Rama. Ia harus bagaimana? Semoga saja secepatnya ia menstruasi. Ia takut akan rencananya akan berantakan kalau ia hamil. Gita yakin, Rama pastj menginginkan kehamilan itu, tapi Gita justru tak mau. Rubah jahat itu pasti akan murka dan melakukan cara apapun untuk menghancurkan Gita.


Gita tak mau hal itu terjadi. Gita tak mau menghadapi Siska. Lebih baik Gita pergi saja dari kehidupan mereka semua. Gita ingin bahagia tanpa ada orang lain yang mengganggunya.


Gita menelepon Vina, sahabat karibnya agar bisa datang kerumahnya. Gita sangat hancur dan ingin menceritakan semuanya pada Vina. Sudah lama ia dan Vina tak bertemu, karena kesibukan masing-masing.


Tak lama Vina pun datang, Gita langsung memeluk Vina erat. Vina merasa pasti sahabatnya ini sedang terluka. Tak biasanya Gita seperti ini. Gita menceritakan kisahnya dengan Rama sampai bisa sejauh ini, Gita juga menceritakan betapa menyeramkannya Siska, Gita bingung tak tahu jalan mana yang harus ia pilih.


"Gita, kenapa gak dari kemarin-kemarin lo cerita ke gue? Gue kira lo baik-baik aja. Gue prihatin dengernya. Lo harus kuat, gue ada disisi lo, Git!" Vina memeluk pundak sahabatnya itu.


"Aku juga gak nyangka kak Rama bisa tega kayak gitu sama aku. Aku ngerasa hancur banget Vin! Hatiku remuk sudah ketika dia merenggut paksa kehormatan ku. Aku harus bagaimana sekarang Vin?" Gita menangis.


"Ini pilihan yang berat. Gue nggak berhak nentuin. Lo harus ikuti kata hati lo. Gue cuma bisa kasih saran, kalo lo mau perjuangkan cinta lo sama Rama, lo kejar dia dan kalahkan Siska, kalau lo gak sanggup dan gak mau terlibat lagi, lo harus pergi cari kebahagiaan lo sendiri." Tegas Vina.


"Tapi, aku takut Vin. Aku takut hamil. aaaaaaaaaaaaaa" Gita menangis tak kuasa menahan kesedihannya.


"Gue tanya sama lo sekarang ya, lo mau bertahan apa pergi? Tanpa memikirkan yang lain." Tanya Vina baik-baik.


"Kalo gitu, lo harus pergi tinggalin Rama. Kalaupun lo hamil, lo pasti bisa menguruskan kan? Kalo lo masih berhubungan sama Rama, apa Siska bakal diam aja? Gak mungkin kan" Jelas Vina.


Omongan mu memang benar, Vin. Siska pasti tidak akan tinggal diam kalau aku bersama Rama. Aku harus mengalah. Benar, aku harus menghilang dari kehidupannya. Kak Rama, maafkan aku. Meskipun kau telah merenggut kehormatan ku, tak ada yang bisa merubahnya. Aku tetap akan pergi meninggalkanmu. Itu yang terbaik untuk kita.


"Lo gak perlu takut. Gue ada dibelakang lo. Gue akan bantu lo supaya lo nemuin kebahagiaan lo yang sesungguhnya." Vina meyakinkan Gita.


"Terima kasih Vin, lo emang sahabat gue yang paling mengerti. Malem ini lo nginep disini aja ya?" Ajak Gita


"Iya dong. Gue mau masak disini. Eh, ngomong-ngomong Ibu kemana?" Tanya Vina


"Ibu ke Kuala lumpur Vin, Ayah sakit jadi terpaksa ibu menetap di sana dulu sementara." Jelas Gita.


"Kasihan ayah lo Git. Semoga cepat sembuh deh, gue pasti doain yang terbaik buat kita semua." Vina tersenyum.


"Terimakasih. Lo emang sahabat terbaik gue Vin" Ucap Gita.


Gawai Gita berbunyi. Nama Rama Hanggara muncul dilayar handphone Gita. Gita melihat kearah Vina.


"Angkat aja, jangan terlihat aneh." Saran Vina.


"Halo, kak. Ada apa?" Tanya Gita ramah.

__ADS_1


"Kamu lagi apa? Udah makan?" Tanya Rama


"Lagi ngobrol sama Vina, dia mau nginep disini. Udah kak." Jawab Gita simpel


"Oh, ada temanmu ya? Syukurlah. Kukira kau sendiri, makanya aku menelepon mu." Ucap Rama


"Tidak kok, Vina akan menemani ku setiap malam. Sekarang dia akan memasak. Aku mau bantu dia dulu ya kak." Ujar Gita.


"Oh, yasudah kalau begitu. Kau bantu dia saja. Git???" Rama bertanya


"Eh, iya kak. Apa?" Tanya Gita lagi


"Kau jaga dirimu baik-baik ya. Jangan sampai kelelahan, kau harus banyak istirahat. Jangan lupa makan sayur dan buah. Ya?" Pinta Rama lembut.


"I..iiya Kak. Baik."


Telepon pun ditutup.


kenapa rasanya kak rama seperti berlebihan gitu ya sama aku? Aneh.....


"Git, ayo bantuin. Gue mau bikin pizza mozarella nih. Gue punya resep yang enak dari chef di Cafe. Sengaja gue bawa Mozarella nya." Ajak Vina


"Wah, kamu hebat. Pasti enak nih. Ayok, ayok.. Aku bantu."


Mereka pun membuat Pizza dengan gembira. Persahabatan yang saling mensupport dan saling membantu. Gita sangat bahagia memiliki Vina, meskipun kemarin-kemarin ia lupa dengan Vina, tapi Vina tak sedikitpun marah padanya.


Mereka memakan Pizza sambil menonton drama korea yang diputar melalui laptop Gita. Mereka sesekali membicarakan aktor-aktor korea yang tampan itu, termasuk Hyun Bin, So Ji Sub, Soong Jong ki, Kim So Hyun, dan sebaginya. Mereka bahagia sekali. Sampai akhirnya mereka berdua ketiduran.


Pagi-pagi sekali Vina membangunkan Gita dengan tergesa.


"Ada apa Vin? Ini masih gelap banget. Subuh aja belum kan?" Tanya Gita sambil mengucek mataknya.


"Bangun! Git, lo harus testpack sekarang!" Vina mengagetkan Gita.


"HAH? Kenapa aku harus?" Gita bingung.


"Gue tau lo juga khawatir kan? Semalem gue gak sengaja liat testpack di laci lo. Lebih cepat lebih baik. Ayo, lo gak perlu takut Git. Nih, test sekarang. Tenang, ada gue disini." Kata Vina.


Dengan perasaan was-was, Gita melangkahkan kakinya ke kamar mandi membawa testpack tersebut. Gita melakukannya dengan tangan dan kaki yang gemetar. Gita sangat takut.


Selang beberapa menit, Gita keluar dari kamar mandi.


"Vin?"


"Gimana Git hasilnya?"


*Bersambung*


Mau kalian gimana nih? 😂😂😂

__ADS_1


Author udah punya karangan sendiri ya. Kalau tidak sesuai dengan keinginan kalian jangan sedih, karena semuanya akan indah pada waktunya kok 😘


__ADS_2