
Vina sangat menyayangi Givia. Vina memang sibuk, namun semuanya Vina lakukan hanya untuk putri kecilnya. Perlahan, Vina mulai bisa menerima kenyataan. Vina sadar, Gilvan bukan yang terbaik untuknya.
Vina selalu menutup hati untuk lelaki manapun. Vina tak pernah memberi kesempatan siapapun untuk mendekatinya. Karena, ia hanya menyimpan Gilvan didalam hatinya. Kini, Vina perlahan bisa sedikit melupakan Gilvan karena kesibukannya.
Ada seorang lelaki yang bernama Andra. Lelaki itu sepertinya tertarik dengan Vina. Andra selalu mencari perhatian pada Vina, namun Vina tak pernah menganggap Andra sedikitpun.
Kali ini, sikap Vina terhadap Andra sedikit lebih baik. Andra senang mendapat perlakuan sedikit lebih baik dari Vina.
Vina bekerja di bagian marketing. Kini, Vina menjadi staff marketing bersama Andra. Mereka satu ruangan namun berbeda bilik. Tiba-tiba, Andra yang sedang berjalan mengambil kopi, berhenti di tempat Vina bekerja.
"Vin, kamu sibuk ya?" tanya Andra
"Gak terlalu, Ndra." jawab Vina
"Hari ini lembur gak?x tanya Andra lagi
"Nggak, langsung pulang." jawan Vina
"Kamu pulang naik apa? Aku anterin, mau gak?" ajak Andra tiba-tiba
"Bawa mobil. Lu mau anterin gue pake apa? Pesawat?" tanya Vina meledek
"Oh, bawa mobil ya! Hehehe, sorry Vin. Gue gak tahu kalau lu bawa mobil. Ya udah, kapan-kapan aja deh gue ajak barengnya." jawab Andra
Vina tak menjawab Andra. Ia fokus dengan pekerjaannya. Sebenarnya, Andra memang ganteng. Banyak karyawan wanita yang mengidolakan Andra. Namun, Andra tak pernah tertarik dengan wanita-wanita tersebut. Ketika melihat Vina, sepertinya Andra mulai tertarik, walaupun Vina selalu mengacuhkan Andra.
Sore ini, Vina akan pulang kantor. Seperti biasa, ia selalu parkir ditempat parkir VIP milik Rama dan Gita. Walaupun mobil Vina hanya mobil bekas, ia sangat menyayangi mobil tersebut. Ia ingin melindungi mobilnya ditempat yang aman.
Ketika Vina sedang berjalan, Andra memanggil Vina.
"Vin!" sapa Andra
Vina menghentikan langkahnya, lalu menolah kearah Andra.
"Kamu parkir dimana? Perasaan setiap hari aku parkir disini, belum pernah lihat kamu naim atau turun dari mobil." jelas Andra
"Gue parkir di tempat parkir direktur." jawab Vina santai
"Wah, becanda aja lu." jawab Andra
"Lu gak percaya Ndra?" tanya Vina
"Masa iya lu parkir ditempat Direktur. Ngaco aja, deh. Yang bisa parkir di sana itu cuma orang yang punya akses sama Direktur." jelas Andra
"Lu kira gue gak punya akses sama direktur?"
"Emang lu punya?" tanya Andra penasaran
"Udah lah, kalau lu gak percaya, percuma aja gue jelasin." jawab Vina
__ADS_1
Vina berlalu meninggalkan Andra seorang diri. Andra menatap Vina tak percaya. Ternyata, Vina memang mempunya akses untuk masuk ke parkir khusus VIP. Andra mengerti sekarang, kenapa semua orang tak berani berteman atau mendekati Vina, walaupun Vina telah lama bekerja, karena Vina memang dekat dengan Direktur dan Presdir Angkasa Putra.
Vina melajukan mobilnya perlahan. Andra masih mematung ditempatnya berdiri. Vina sengaja berhenti ditempat Andra berdiri.
"Lu gak percaya?" tanya Vina menantang Andra
"Percaya, kok percaya! Sorry, gue udah meremehkan elu, Vin." jawab Andra
"Gue duluan, Ndra. Hati-hati dijalan." ucap Vina
"Oh, iya Vin. Tentu, lu juga hati-hati dijalan." jawab Andra gugup
Vina berlalu. Vina melihat, Andra di kaca spionnya. Vina tahu, hatinya harus mulai terbuka untuk siapapun yang ingin tulus dengannya.
Andra melihat Vina tak berhenti. Andra kaget, Vina memang bukan orang sembarangan. Sepertinya, Vina memang dekat dengan direktur. Andra harus hati-hati, sedikit saja membuat Vina kesal, Andra takut nyawanya di angkasa putra akan berakhir.
Vina mengemudikan mobilnya dijalan yang terlihat sepi. Entah kenapa Vina malah memilih jalan ini, karena jalan yang biasa Vina lalui sangat macet.
Mobil Vina tak bisa diajak kompromi. Sepertinya mobil Vina mengalami kerusakan. Mobilnya tak bisa di starter. Vina bingung, apalagi ini sudah sore. Vina bisa-bisa sampai malam hari jika mobilnya tak segera ke bengkel.
Mobil Vina benar-benar mogok. Ia tak mau melaju, Vina kesal sekali. Apalagi ini jalan sepi, tak ada orang yang bisa dimintai bantuan. Vina mencari-cari orang lain atau pun pengendara, namun jalanan tetap sepi.
Vina membuka cover kap mobilnya, melihat mesinnya yang panas dan mengeluarkan sedikit asap. Vina bingung, harus bagaimana. Karena, hampir dua tahun mempunyai mobil, baru kali ini mobil Vina mogok
Vina tak mengerti otomotif, Vina tak tahu apa kesalahan yang terjadi dalam mobilnya. Vina mencoba menelepon orang tuanya, namun tak diangkat. Sebenarnya, Vina ingin menelepon Gita, namun Vina malu sekali. Vina tak ingin terus-menerus merepotkan Gita.
Tak lama, ketika Vina mencoba membenarkan mesin mobilnya, mobil sedan putih berhenti di depan Vina. Vina bersyukur, ternyata ada orang yang mau membantunya.
"A-Andra! Kamu ternyata!" Vina gugup
"Mobil kamu kenapa?" tanya Andra
"Ehm, nggak tahu. Mesinnya panas, trus ngeluarin asap juga."
"Sini, aku lihat."
Andra melihat mesin mobil Vina. Mengotak-atik kabel dan mencoba memasang yang entah Vina pun tak mengerti apa namanya.
"Coba starter sekarang. Kalau gak bisa, terpaksa harus dibawa ke bengkel." ucap Andra
"Oke." Vina segera masuk kedalam mobil
Vina mencoba men-starter mobilnya berkali-kali, namun tetap tak bisa. Mobilnya tetap tak mau menyala.
"Susah, Ndra. Kenapa ya?" kepala Vina nongol keluar dari jendela mobilnya
Andra mendekati Vina. "Ini sepertinya Akinya rusak deh. Ditambah lagi mobilnya udah overheat banget nih! Lu jarang cek air radiator ya? Mobilnya susah distarter pastinya. Harus dibawa ke bengkel, Vin." jawab Andra
"Waduh, gue nggak ngerti tentang mobil. Gue kira nggak seribet ini. Ini udah sore, anak gue pasti nungguin gue sekarang." ucap Vina
__ADS_1
Andra terdiam sejenak.
Anak? Jadi, Vina sudah punya anak? Pasti dia juga sudah bersuami kalau begitu. Pupus sudah harapan gue. Dia terlihat masih sangat muda dan cantik. Gue kira, masih perawan, taunya emak-emak beranak satu. Gak apa-apa deh. Mungkin, gue bisa jadi temen baiknya. Batin Andra.
"Ya udah, lu telpon suami lu aja. Kasihan kan anak lu nungguin lama." jawab Andra
"Gue gak punya suami." jawab Vina polos
"Tapi, lu kan udah punya anak?" Andra makin penasaran
"Gue janda. Puas?"
Waw, mungkin inilah yang dinamakan janda memang menggoda ya? Janda aja cantik gini, apalagi masih perawan. Beruntungnya gue, ternyata dia gak punya suami. Semoga, ada celah buat gue. Vin, gue pasti selalu ada buat lo, agar lo bisa ngeliat gue! Gumam Andra lagi.
"Oh, sorry-sorry. Gue gak tahu. Yasudah, gue teleponin dulu bengkel langganan gue, biar dia segera kemari, lu pulang bareng gue aja." ajak Andra
"Gak usah. Gue sendiri aja. Bukannya depan sana ada taksi ya? Gue naik taksi aja, Ndra." Vina menolak dengan halus
"Ini udah hampir gelap, Vin. Lebih baik lu pulang sama gue aja, gue gak jahat kok. Ayo, gue anterin ke rumah lu. Kasihan anak lu, dia pasti khawatir." ucap Andra
Givia. Dia pasti khawatir padaku. Sayang, maafkan bunda pulang terlambat. Mobil Bunda mogok sayang, bunda bingung harus gimana. Kenapa Mama sulit sekali aku telepon? Givi pasti sedang menungguku. Batin Vina.
"Vin, gimana? Bareng gue aja ya? Kasihan elu!" ucap Andra
Vina bingung. Kalau Vina menunggu taksi, pasti akan lama sampai rumahnya. Lagipula, kini dirinya dan Andra telah saling mengenal. Vina mungkin bisa mempercayai Andra.
"Baiklah, gue ikut bareng lu." ucap Vina
"Yuk, naik. Sebentar lagi, orang bengkel akan kesini."
"Iya."
Vina sangat canggung berada didalam mobil Andra. Baru kali ini, Vina dekat lagi dengan seorang pria. Ada perasaan aneh pada dirinya, Vina malu, namun juga senang bisa pulang cepat.
"Ndra?" sapa Vina
"Ya, Vin?"
"Makasih, atas tumpangannya. Kalau gak ada lu, gue gak tahu harus gimana." ucap Vina
"Sama-sama, Vin. Mungkin, gue emang dikirim Tuhan buat bantuin lo."
"Apa?" Vina kaget dengan jawaban Andra
*Bersambung*
Halo semuanya...
Makasih udah mau baca ya🥰❤
__ADS_1
Oh iya, kalian tetap sabar ya menunggu kehadiran Gilvan. Aku sedang mempersiapkan emosi mendalam untuk mereka. Kalian tenang, belum saatnya Vina dan Gilvan bertemu hehee
Jangan lupa like, vote dan komennya ya 🥰❤