Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!
Menuju Malaysia


__ADS_3

Rama benar-benar emosi. Ia tak habis pikir Gita bisa melakukan hal ini padanya. Kalau Gita hamil, kenapa dia tak memberitahu Rama? Kenapa ia malah pergi begitu saja? Harusnya ia meminta tanggung jawab Rama, bukan malah menghindarinya.


Gita, aku benar kan? Kau memang mengandung anakku. Kau tega sekali padaku! Aku dengan senang hati akan menikahimu kalau kau memang hamil, tapi kenapa kau malah pergi meninggalkan aku dan memisahkan aku dengan buah hatiku? Aku sungguh tak tahan. Bisa-bisanya kau memanipulasi keadaan. Bisa-bisanya kau menipu keluargaku dan berkata kau tak hamil. Cepat atau lambat, aku akan segera menemukanmu. Camkan itu! -Rama dalam hati-


Rama dan Dimas mengatur strategi. Dia akan menemukan Gita sebentar lagi. Tak ada cara lain, Rama harus menemukan Vina!


***


Vina sudah berada di Johor Bahru, ia dijemput oleh Ayah Gita dari Bandara. Gita akhirnya bisa melepas rindu kepada sahabatnya itu. Vina juga sangat bahagia melihat temannya akan segera menikah.


Gita dan Vina sedang berada dikamar. Mereka takut ketahuan Ibunya kalau sampai berbicara diluar. Sesuai janjinya, Vina banyak bertanya dan ingin tahu mengenai lelaki yang akan menikahi Gita.


"Dia ganteng gak sih? Masa sih Git, Bisa ada laki-laki berhati malaikat seperti dia. Sumpah, gue salut banget sama lo!" Ucap Vina


"Yaaa, gue juga nggak nyangka sebenarnya. Gue sengaja bilang sama dia kalau gue hamil, biar dia ilfeel jauhin gue. Tapi, ternyata dia malah berniat nikahin gue, Vin!" Ujar Gita


"Lo emang wanita paling beruntung. Lo harus menyayangi Gilvan seperti dia menyayangi lo!" Tegas Vina


"Rasanya, gue sering nyakitin hati dia deh!" Gita termenung


"Kok bisa sih?" Tanya Vina


"Gue selalu khilaf nyebut dia "Kak", gue selalu bandingin dia sama Rama, dan gue bilang masih sayang banget sama Rama, Vin!!! Dan itu memang benar, harus gimana biar gue bisa sayang sama Gilvan?" Gita sedih


"Lu kok jahat banget sih, Git? Lu gak kasian apa sama Gilvan? Please, lo harus bisa lupakan Rama! Lihat masa depan lo yang cerah bareng Gilvan!" Tegas Vina


"Iya, gue lagi belajar mencintai dia. Semoga gue bisa lupain kak Rama secepat mungkin!" Ucap Gita.


***


Persiapan demi persiapan telah dilakukan. Resepsi pernikahan tinggal satu hari lagi. Mereka semua bersiap. Baik keluarga Gita, maupun keluarga Gilvan, mereka sama-sama melakukan persiapan. Keluarga Gilvan sudah datang kemarin menuju Kuala lumpur.


Hati Gita berdebar tak karuan. Ia sungguh takut. Ia akan menikah, hal yang belum pernah ia lakukan seumur hidupnya. Apakah ini akan menjadi pernikahan pertama dan terakhir seumur hidupnya? Mungkinkah Gita bisa mencintai Gilvan sepenuh hatinya?


Ketika Gita sedang melamun, Gilvan meneleponnya.


"Hallo, Van!" Sapa Gita


"Kamu lagi apa?" Tanya Gilvan


"Lagi liatin souvenir untuk besok. Kamu lagi apa?" Tanya Gita juga


"Aku lagi merenung. Benarkah kita akan menikah besok?" Tanya Gilvan


"Tentu saja, benar. Memang kenapa?" Tanya Gita


"Aku sungguh menantikan hari itu." Gilvan membuat Gita semakin merasa bersalah


"Aku juga, Van!" Gita sedikit berbohong


"Kamu bohong!" Celetuk Gilvan

__ADS_1


"Aku tidak berbohong. Aku akan menjadi istrimu!" Ucap Gita


"Dan aku akan menjadi suamimu!" Ujar Gilvan


"Ya, suamiku..." Gita menitikkan air mata.


"Terimakasih, istriku!" Gilvan senang


Ini sudah takdirNya. Aku harus menikah bersama Gilvan, aku tak boleh mengecewakannya. Dia lelaki penolong hidupku, dia sangat mencintaiku, aku tak boleh menyia-nyiakan lelaki yang sudah tulus mencintaiku. Biarkan bayangan Rama pergi dari hidupku dan diganti dengan ketulusan Gilvan. Aku akan tetap menyimpan nama kak Rama dihatiku sebagai cinta pertamaku. -Gita dalam hati-


Benar apa kata orang, Cinta pertama adalah cinta khayalan kita. Tak akan bisa kita gapai, hadirnya hanya untuk membuat kita bahagia sementara, tidak abadi. Biarkan perasaan ini hancur lebur bersama dengan hadirnya Gilvan di kehidupanku.


***


-Keesokan harinya, Rumah besar Kakek Prima-


Raina sedang ada dikamarnya. Ia sedang membereskan baju. Ia memasukkan bajunya kedalam koper imutnya. Kemudian, Rama masuk kedalam kamar adiknya tanpa permisi.


"Kakak, kalau mau masuk itu ketuk pintu dulu kenapa!!!“ Raina protes


"Rai, kamu jadi Ke Malaysia? Sama siapa?" Tanya Kakaknya


"Sama temen-temen aku lah! Abis aku ngajakin kakak kan gak mau. Padahal, kalau sama Kakak aku bisa gratis terbang kesana!" Raina cemberut


"Yaudah!" Jawab Rama simpel


"Yaudah apa sih? Gak jelas banget jadi orang!" Raina kesal


"HAH? Kakak gak salah? Aku berangkatnya besok kak! Bukan sekarang!" Raina protes lagi.


"Mau gak? Cepetan siap-siap! Kakak udah ajak Dimas sama Intan." Ucap Rama pergi meninggalkan adiknya.


"Yeayyyyy.. Liburan kali ini pasti free." Raina senang


Rama memaksakan kehendaknya untuk pergi ke Malaysia. Karena apa? Karena ia ingin menemui Vina. Ia ingin tahu dimana keberadaan Gita. Biarlah walaupun tidak bertemu, ia pun harus bersenang-senang dengan pergi liburan. Menghabiskan waktunya dengan orang-orang tersayang.


Rama sudah memberi tahu Dimas dan Intan agar membuat cuti darurat selama 2 hari. Mereka tentu saja setuju mendengar itu. Rama ingin menenangkan hati dan pikirannya di Kuala lumpur.


Mereka sudah bersiap berangkat menuju bandara. Pesawat akan take off pukul sepuluh dan sampai di Malaysia sekitar pukul dua belas siang. Mereka berempat sudah sampai di Bandara, dengan membawa keperluannya masing-masing.


"Thanks ya Bos, udah kasih kita liburan gratis. hehehe" Ucap Dimas senang


"Iya, Pak Bos. Terimakasih banyak atas kebaikannya." Tambah Intan


"Kita liburan buat nemuin Vina. Semoga aja kita bisa temuin dia disana." Ucap Rama


"Siap, Bos!" Jawab Dimas dan Intan serentak


Mereka telah berada di pesawat. Tak lama lagi, pesawat akan landing. Rama dan yang lainnya sangat antusias menikmati pemandangan alam dari atas awan. Mereka ingin segera berlibur menikmati indahnya Negeri Jiran ini.


Akhirnya, selama dua jam lebih menempuh perjalanan, mereka telah tiba di Bandara Internasional Senai. Mereka sengaja berhenti di Bandara Senai karena Raina merengek ingin pergi ke Legoland dan ingin menikmati liburan di daerah Johor Bahru. Karena dekat dengan pantai.

__ADS_1


Rama dan kawan-kawannya menyewa mobil pribadi agar leluasa pergi kemana saja. Mereka akan pergi ke Legoland terlebih dahulu. Raina sudah merengek terus ingin segera pergi ke sana. Rama terpaksa mengiyakan permintaan adiknya, karena kalau tidak adik kesayangannya itu bisa marah.


Ketika di jalan raya Tun Abdul Razak, mereka terhenti karena ada sedikit kemacetan. Mereka melihat-lihat apa yang menjadi penyebab kemacetan tersebut.


"Ada apaan sih Kak Dimas?" Tanya Raina, karena Dimas yang menyetirnya


"Sepertinya ada resepsi pernikahan. Jadi banyak tamu yang datang, dan menyebabkan jalan jadi macet." Jawab Dimas


"Nyebelin banget sih. Orang mau liburan juga, malah nikah! Kan jadi ngeganggu banget!" Gerutu Raina


"Sabar, Raina cantik. Ini gak akan lama kok!" Ucap Intan menenangkan


"Lagian lu kayak bocah ingusan aja pengen ke Legoland segala lagi. Udah tahu macet kayak gini." Rama kesal


"Nyebelin banget sih kak! Kenapa malah nyalahin aku coba?" Raina marah


"Berisik lu. Udah, nikmatin aja nih macet!" Sambar Rama


Rama teringat akan Gita. Seharusnya, dia ada bersama mereka hari ini. Seharusnya Gita dan Rama bisa berlibur bersama, seperti Intan dan Dimas, meskipun mereka belum memiliki hubungan spesial. Rama jadi ingin mengerjai mereka berdua.


"Dim, lo kapan mau nembak si Intan? Kasian tuh cewek digantung mulu. Lo gerak cepet napa!! Nanti kalo dipepet orang baru tahu rasa lo!" Ledek Rama


"Pak Rama, apaan sih!" Intan malu


"Sabar, Bos. Gue gak mau buru-buru kayak elo! Nanti yang ada si Intan pergi lagi, gue selow aja. Yang penting Intan nyaman sama gue, Ya kan beb?" Dimas genit


"Idih, apaan sih lu! Gak jelas banget!" Intan ngedumel


"Gita gak bakal pergi kalau Siska gak ikut campur kemaren! Gita cuma gak siap aja. Lu mau gue pecat apa? Seenaknya aja mencela Bos lu sendiri." Rama kesal


"Sorry, Bos." Dimas terkekeh


Akhirnya mereka melewati juga rumah yang sedang mengadakan acara pernikahan tersebut. Mereka melihat bucket bunga dan karangan suka cita bertuliskan "Gita and Gilvan with love". Kenakalan Dimas pun dimulai lagi.


"Ram, lo liat gak tuh siapa yang nikah? Gita Ram, Gita! Waduh, cewek yang lu cari-cari malah nikah! hahahahahha" Dimas terkekeh


"Sialan lo! Mana mungkin itu Gita gue! Emang lu tuh ya! Mau gue potong gaji apa?" Rama geram


"Kak Rama kena kali ini. Bisa kebetulan gitu ya pas lewat pas macet ada yang nikah, namanya Gita lagi kayak orang yang lagi kakak cari. hahahaha" Raina pun tertawa


"Puas banget lu ya, semua!!!" Rama menjitak Dimas


"Awww.. Sakit, Bro! Jahat banget lu! Gue kan cuma becanda. Mana mungkin itu Gita elu! Becanda aja bawaannya sensi aja lu kayak emak-emak kurang shopping" Dimas terkekeh


"Udah, udah. Kalian ini ribut mulu sih! Itu bukan Gita yang kita cari. Mana mungkin dia bisa nikah, di Malaysia lagi. Halu aja kalian!" Intan menengahi


Mereka kembali melajukan mobilnya dengan normal karena sudah melewati rumah resepsi pernikahan tersebut. Mereka tak menyadarinya, Gita dan Gilvan adalah Gita yang selama ini mereka cari.


*Bersambung*


Jangan kecewa ya readers semua🤗🤗🤗 Rama dan Gita akan bertemu disaat yang tepat💋

__ADS_1


__ADS_2