
RESEPSI PERNIKAHAN VINA & GILVAN
Perfect wedding Of :
Gilvan Vina, all about that's love.
Semua keluarga besar Vina dan Gilvan telah hadir di gedung serbaguna. Mereka akan memulai akad nikah antara Gilvan dan Vina. Semua tamu dan keluarga sedang menunggu kedatangan Vina, Gilvan dan Givia. Calon pengantin sedang dalam perjalanan.
Setibanya di gedung serbaguna, Gilvan turun dari mobil mewah ditemani oleh Rama dan rekan-rekan lainnya. Gilvan dengan gagahnya menggunakan Jas warna hitam dengan kemeja putih serta dasi yang menempel di kerahnya, membuat wajah Gilvan semakin terlihat cerah.
Kemudian, disusul oleh mobil Vina yang baru tiba di pelataran gedung serbaguna. Vina dan Givia keluar dari mobil mewah ditemani Gita dan rekan-rekanya juga. Vina menggunakan dress putih yang elegant namun tetap terkesan mewah dan cantik.
Semuanya masuk kedalam gedung, karena acara akad akan segera dimulai. Jangan ditanya, bagaimana perasaan Gilvan saat ini, yaang jelas ia benar-benar gugup dan berdebar, tak seperti pengalaman pertama menikah dengan Gita, kali ini benar-benar berbeda, karena pernikahan yang didasari rasa cinta dan kasih sayang diantara keduanya.
"Ram, ini benar-benar gugup." Gilvan berbisik ditelinga Rama.
"Kamu pasti bisa, Van. Aku yakin, kamu lelaki yang hebat. Bravo!" Rama memberi semangat.
"Thanks, Ram."
Sama halnya dengan Vina, ia terus saja memegang tangan Gita. Tangan Vina dingin dan bergetar, ini kali pertama bagi Vina menjadi seorang pengantin dan akan bersanding dengan Gilvan di pelaminan.
Acara pun dimulai dengan khusu dan Khidmat. Semua tamu dan keluarga besar menyaksikan prosesi akad Gilvan dan Vina yang sangat membahagiakan.
"Ananda Gilvan Ardian bin Dani Ardian, SAYA NIKAHKAN DAN SAYA KAWINKAN ENGKAU DENGAN (Davina Melania) BINTI (Sigit Purnama) DENGAN MASKAWIN sebuah mobil mewah dan satu buah apartemen dibayar, TUNAI." papa Vina mengucapkan ikrar ijab qabul.
Dengan gugup dan hati berdebar-debar, Gilvan dengan refleks mengucapkan ijab qabul yang telah ia hafalkan semalam suntuk.
"SAYA TERIMA NIKAHNYA DAN KAWINNYA, Davina Melania BINTI (Sigit Purnama) DENGAN MASKAWIN sebuan mh mobil mewah dan satu buah apartemen DIBAYAR TUNAI." Gilvan dengan lancar mengucapkan akad.
"SAH?"
"SAH?"
"SAAAAHHHHHHHHH"
"ALHAMDULILLAH....."
Selesai sudah kisah panjang Gilvan dan Vina, yang berakhir di pelaminan hari ini. Akad yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua orang. Kini, Vina dan Gilvan SAH menjadi suami istri secara hukum dan agama.
Vina dan Gilvan berjalan diiringi oleh kerabat dekat menuju pelaminan. Dengan telaten dan cepat, Gita membawa untaian gaun panjang Vina. Gita ingin benar-benar mengawal resepsi pernikahan sahabat terbaiknya itu.
Kini, satu-persatu tamu undangan memenuhi latar pelaminan. Mereka memberikan selamat sekaligus rasa suka cita atas kebahagiaan Gilvan dan Vina. Givia hadir ditengah-tengah pelaminan. Karena, semuanya sudah tahu, hal yang menimpa Vina dan Gilvan. Vina dan Gilvan sudah tak menutup-nutupi lagi keadaan.
Tamu undangan mulai menikmati hidangan demi hidangan yang telah disajikan pada resepsi pernikahan Gilvan dan Vina. Semuanya sangat bahagia, dan benar-benar bahagia.
"Akhirnya, aku sudah SAH menjadi suamimu, istriku." Gilvan tersenyum.
"Iya, Mas. Akhirnya, perjalanan panjang kita bisa membuahkan hasil yang baik untuk kita. Aku bahagia, bisa bersanding denganmu di pelaminan ini. Terima kasih, telah berjuang mendapatkan aku dan cintaku."
"Sama-sama sayang, aku memang sudah menjatuhkan pilihan hatiku padamu, sesulit apapun kamu ku gapai, aku akan tetap mengejar mu." ucap Gilvan.
Tamu undangan silih berganti menyalami Gilvan dan Vina. Sesekali, mereka berfoto bersama, mengabadikan momen kebahagiaan di resepsi pernikahan Vina dan Gilvan.
Gita dan Rama duduk duduk di kursi VIP, mereka ikut bahagia melihat kebahagiaan Vina dan Gilvan hari ini.
"Mas, lihat deh! Vina dan Gilvan bener-bener serasi kan? Aku bahagia, akhirnya mereka menikah juga." ucap Gita.
"Iya, sayang. Mereka benar-benar cocok. Kenapa tidak dari dulu saja mereka menikah, mungkin mereka sudah bahagia dari dulu." ucap Rama.
"Mungkin jalannya harus seperti ini, Mas."
"Iya juga sih, bahagia sekali ya bisa duduk berdua di pelaminan. Rasanya, aku juga ingin segera cepat-cepat menikahkan Raina dan Fadli." ucap Rama.
"Tapi, pernikahan Raina dan Fadli tak akan sebahagia Gilvan dan Vina, menurutku. Apa kamu yakin, akan tetap menikahkan mereka?" tanya Gita.
"Tentu saja aku yakin, karena aku yakin mereka berdua bisa saling menyayangi dan mencintai, walaupun tidak sekarang. Butuh waktu bagi mereka untuk mengenal pribadi satu sama lain." jelas Rama.
"Semoga saja begitu, semoga saja cinta hadir pada Raina dan Fadli." ucap Gita.
"Ngomong-ngomong, Raina kemana ya?" tanya Rama.
"Eh, iya ya? Kemana dia? Aku sampai melupakan Raina karena fokus memotret Gilvan dan Vina.
Ternyata, Raina duduk di meja paling belakang kursi tamu. Ia tak ingin ikut dalam riuh-riuh pernikahan Gilvan dan Vina. Ia selalu terbayang-bayang akan dirinya yang juga sebentar lagi akan menikah.
Namun, bedanya pernikahan Raina dan Vina, jika Vina menikah sangat bahagia dan benar-benar merupakan tujuan hidupnya, namun Raina? Menikah karena paksaan Kakaknya, Raina menikah bukan karena inginnya. Raina menikah karena dijodohkan. Ia merenung sendiri, mungkin pernikahan ia nantinya juga akan seperti ini. Benarkah?
"Kenapa sendirian saja? Kenapa tidak ikut bergabung dengan Kakak-kakakmu?"
Fadli tiba-tiba datang dan mengagetkan Raina. Raina terbelalak, ketika kepergok sedang melamun oleh Fadli.
"Ngapain sih ikut campur. Udah sana pergi." Raina malas.
"Aku lihat kamu sendirian, aku izin duduk disini ya." ucap Fadli.
"Terserah." jawab Raina.
Fadli melihat Raina seperti tak bahagia di acara ini. Entah apa yang membuat Raina tak bahagia hari ini.
"Kamu kenapa Raina?" tanya Fadli.
"Nanti, pernikahan aku kayak gini juga gitu? Kenapa rasanya aku malas sekali ya menikah mewah seperti ini?" tanya Raina tiba-tiba.
"Tentu saja, karena kamu tak menginginkan pernikahan ini. Kalau kamu menikah dengan orang yang kamu cintai, kamu pasti menginginkan pernikahan yang mewah seperti ini." jelas Fadli.
"Kenapa sih aku harus nikah sama kamu? Kenapa aku harus nikah sama orang yang enggak aku cintai sama sekali." keluh Raina.
"Jangankan kamu, aku pun berpikiran seperti itu. Kenapa aku harus menikah dengan orang yang belum aku kenal, aku juga sangat menyayangkan hal ini. Tapi, kita tak boleh mengecewakan orang yang sudah mempercayakan semuanya pada kita." jelas Fadli.
"Hah? Jadi, kamu benar-benar akan melakukan pernikahan ini dengan serius?" Raina terlihat tak suka.
"Aku akan mengikuti semua keinginanmu saja, Raina. Kalau kamu memintaku untuk tetap tinggal, aku akan tinggal, kalau kamu memintaku untuk pergi, aku akan pergi nanti. Aku tak akan membuatmu terbebani dengan pernikahan ini." Fadli tersenyum.
"Kamu harus pergi ketika nanti aku telah menemukan laki-laki yang lebih pantas untukku." tegas Raina.
"Tentu saja, aku akan pergi dengan segera jika kamu memintaku pergi. Kamu tak perlu khawatir." Fadli tersenyum.
"Aku juga tak ingin pernikahan seperti ini."
"Kita bicara saja pada Kakakmu, lakukan pernikahan sederhana saja, hanya keluarga dan teman dekat. Jangan resepsi dan sebagainya. Kita bisa mengaturnya nanti."
"Baguslah. Kamu bicara saja pada Kakakku, mengenai hal itu." ucap Raina.
"Siap, Raina." Fadli tetap ramah.
Ara melihat hal itu, Ara melihat bahwa Fadli dan Raina memiliki tarikan satu sama lain. Mereka bisa bilang tidak, tapi Ara melihat, Fadli dna Raina sama-sama cocok. Ara harus tahu diri, ia tak boleh mendekati Fadli lagi. Ara segera berbalik, untuk menemui teman-temannya sesama pelayan restoran Gilvan.
Semua tamu undangan larut dalam bahagia. Semuanya menikmati hidangan dan sesekali berfoto bersama. Sangat bahagia, itulah yang dirasakan Vina dan Gilvan dihari pernikahannya kali ini.
Tiba-tiba, semua tamu undangan diminta untuk berkumpul menuju depan pelaminan. Akan ada lempar bucket bunga yang akan dilangsungkan oleh Gilvan dan Vina. Dan juga akan ada hadiah menarik bagi yang mendapatkan doorprize.
"Raina, ayo kita berpartisipasi ke depan. Kamu jangan murung terus." ajak Fadli.
"Gak, ah. Aku malas!" jawabnya.
"Raina, ayooo! Anggap saja aku temanmu, jangan menganggap aku musuh mu. Ayo, kamu harus bahagia hari ini."
"Enggak ah!"
"Ayokk, Raina. Udah ah, ayo kita ke sana."
Fadli refleks menggandeng tangan Raina, mengajak Raina untuk ikut ke depan pelaminan karena ada doorprize dan hadiah menarik.
Raina yang kaget, tangannya digenggam Fadli, benar-benar tak mengerti perasaan yang mengalir dalam dirinya. Aneh, ada hal tak bisa yang ia rasakan dalam dirinya ketika Fadli menggenggam tangannya.
Akhirnya, Raina ikut bersama Fadli berdiri di depan pelaminan bersama dengan tamu undangan yang lain. Lempar bucket bunga akan segera dilaksanakan. Gilvan dan Vina diberi aba-aba oleh MC, dengan hitungan dari satu sampai tiga sebelum melemparkan bunga yang mereka pegang.
"Satu...."
"Dua...."
"Tiga...."
"LEMPARRRRRRR....."
__ADS_1
aaarrrrggggghhhhh..
Vina dan Gilvan melempar bucket bunga bersamaan, hingga refleks dan tak terkira tangan Fadli dan Raina pun mengangkat keatas, dan
crakkkkk,
Suara bucket bunga hinggap di tangan Fadli dan Raina. Bunga itu jatuh ditangan Raina dan Fadli, hingga semua orang bersorak sorai pada mereka berdua. Rama dan Gita yang melihat kejadian itu benar-benar tak menyangka dan tak percaya, Fadli dan Raina bisa berdiri bersama dengan memegang bucket bunga yang dilemparkan oleh Gilvan dan Vina.
Konon, jika kita mendapat bucket bunga dari pengantin, tak lama lagi, kita akan menyusul mereka dan segera menikah, benarkan begitu? Mungkinkah, Raina dan Fadli?
Lagu romantis dipadu padankan dengan suasana hangat yang menyapa mereka. diiringi lagi endless love, yang sudah sangat melegenda dan membuat siapapun yang mendengarnya merasa hangat dan nyaman.
Cinta ... adalah sebuah untaian kata yang sarat akan makna. Cinta juga mengajarkan seseorang untuk tetap bertahan kuat dan hebat melewati semua rintangannya. Dengan cinta, hidup seseorang akan menjadi bahagia dan penuh makna.
Makna yang tersirat dari cinta itu sendiri, melambangkan betapa hati sudah terpatri dengan indahnya. Cinta ..., akankah ia bersemi selamanya dalam hati?
... My love,...
...cintaku...
...There's only you in my life...
...hanya ada kamu dalam hidupku...
...The only thing that's right...
...satu-satunya hal yang benar...
...My first love,...
...cinta pertamaku...
...You're every breath that I take...
...kamu adalah setiap nafas yang ku hirup...
...You're every step I make...
...kamu adlah setiap langkah yang aku buat...
...And I...
...dan aku...
...aku...
...I want to share...
...aku ingin berbagi...
...All my love with you...
...seluruh cintaku denganmu...
...No one else will do......
...tidak ada yang lain yang akan melakukannya...
...And your eyes...
...dan matamu...
...Your eyes, your eyes...
...matamu,matamu...
...They tell me how much you care...
...mengatakan seberapa besar kamu peduli padaku...
...Ooh yes, you will always be...
...dan ya, kamu akan selalu menjadi...
...My endless love...
...Two hearts,...
...2 hati,...
...Two hearts that beat as one...
...2 hati yang berdetak menjadi 1...
...Our lives have just begun...
...hidup kita baru dimulai...
...Forever...
...selamanya...
...I'll hold you close in my arms...
...aku akan mendekapmu didadaku...
...I can't resist your charms...
...aku tidak bisa menahan pesonamu...
...And love...
...dan cinta...
...Oh, love...
...oh cinta...
...I'll be a fool...
...aku akan menjadi bodoh...
...For you,...
...untukmu...
...I'm sure...
...aku yakin...
...You know I don't mind...
...kamu tahu, aku tidak keberatan...
...Oh, you know I don't mind...
...oh, kamu tahu aku tidak keberatan...
...'Cause you,...
...karena kamu...
...You mean the world to me...
...kamu adalah duniaku...
...I know...
...aku tahu...
...I know...
...aku tahu...
...I've found in you...
__ADS_1
...aku menemukanmu...
...My endless love...
...cinta abadiku...
...And love...
...dan cinta...
...Oh, love...
...oh, cinta...
...I'll be that fool...
...aku akan menjadi bodoh...
...For you,...
...untukmu...
...I'm sure...
...aku yakin...
...You know I don't mind...
...kamu tahu aku tidak keberatan...
...Oh you know...
...oh kamu tahu...
...I don't mind...
...aku tidak keberatan...
...And, YES...
...dan ya...
...You'll be the only one...
...kamu akan menjadi satu-satunya...
...'Cause NO one can deny...
...karena tidak ada satupun yang menyangkal...
...This love I have inside...
...cinta yang aku punya...
...And I'll give it all to you...
...dan aku akan memberikan semuanya kepadamu...
...My love...
...cintaku...
...My love, my love...
...cintaku, cintaku...
...My endless love...
...cinta abadiku...
Semua hadirin.. Vina dan Gilvan juga turut mengundang, nama-nama dibawah ini yang sangat berperan penting dalam acara pernikahan mereka ya. Ini dia nama-namanya :
Suryatina Handayani
Julaeha Ashan
Ai Suryani
Mamane Neli
Rini Astutik
Rhina Sri
Aida Adila
Sri Nur Apriandhi
Maya Apidin Putri
Susanti Istika
Fitri Rahmawati
Irpanudin I
Alvia ambu
Assri Tuti
EkaRisma DwiRafka
Mul Yani
Eli Iman
Lala Sari
Sri Rahayu
Ratni kusmayanti
Raffi Az-zahra
Ella S Walla
Evan Hadi
Angelica huang
Juni Ana
Ica ica
Setya@syafii
LinNano
Ardiansyah GG
Ratih Ratih
La Chellan
Neng Lilis Whce
Bundanya Alen
Mereka yang paling sering muncul dalam komentar. Yang selalu hadir di setiap BABnya.. terima kasih. 😁😁😁
Bagi yang sering komen juga dan belum disebut diatas, komentar ayo, biar aku edit lagi. Otor juga ga bisa inget satu-satu siapa yang rajin komentar 🥰😘
__ADS_1
*Bersambung*