Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!
H-1 Malaysia


__ADS_3

Rey telah selesai membereskan keperluan Rama dan Gita untuk bulan madu besok. Besok mereka akan berangkat ke Malaysia, sambil mencari keberadaan Gilvan. Rey segera menelepon Vina, karena Vina belum tahu bahwa mereka besok harus terbang ke Malaysia.


"Hallo, Vin. Kamu dimana?" tanya Rey ketika telepon tersambung


"Gue di cafe. Emangnya ada apa?" tanya Vina


"Ada yang harus aku bicarakan padamu."


"Yasudah, ngomong aja!“ ucap Vina


" Aku ke cafe aja yaah sekarang?" pinta Rey


"Kenapa lu harus kesini? Ngomong di telepon kan bisa?" Vina tak suka


"Sekalian pengen makan nih, laper! Hehehe" Rey terkekeh


"Terserah deh."


Entah mengapa Rey ingin sekali menemui Vina. Rey tahu, bahwa Vina sedang bekerja. Rey ingin makan siang bersama Vina. Rey meminta izin pada Ibu Rama karena Rama tak bisa diganggu. Diketuk pintu kamarnya pun ia tak membukanya.


Rey membawa mobil Rama. Keluarga Rama sudah mempercayakan apapun pada Rey, meskipun Rey bekerja di rumah itu belum lama. Rey mengemudikan mobilnya dengan semangat. Entah mengapa, Rey menjadi bersemangat kalau sudah menyangkut tentang Vina.


Rey telah sampai di cafe tempat Vina bekerja. Ia segera masuk kedalam cafe tersebut, dan melihat-lihat dimana keberadaan Vina. Rey melihat Vina sedang duduk di kursi bartender karena pembeli tidak terlalu ramai.


Rey segera duduk ditempat pengunjung. Vina melihat Rey duduk. Rey melambaikan tangannya kearah Vina, Vina segera mendekatinya. Tatapan Vina pada Rey masih seperti biasa, tatapan jutek dan malas.


"Mau pesan apa?" tanya Vina


"Pesan makanan yang kamu suka saja! Kita makan siang bersama." ucap Rey


"Gue udah makan. Lo makan aja sendiri. Cepetan, mau pesan apa?" tanya Vina ketus


"Pesan jus melon aja deh, aku haus." jawab Rey


"Gak jadi pesan makanan?"


"Nggak jadi, karena kamu sudah makan." jawab Rey


"Terserah deh! Tunggu sebentar gue buatin dulu." Vina berlalu


Vina terlalu cuek pada Rey. Mungkin memang benar, lelaki yang Vina cintai adalah Gilvan sang mantan suami Bosnya. Rey tetap tersenyum, karena baginya jatuh cinta itu tak perlu memiliki.


Rey melihat Vina memikul beban berat. Terlihat dari pandangan matanya dan gerakan tubuhnya. Seperti tiada semangat dan sedang dalam keadaan hati yang gundah gulana. Rey memperhatikan Vina. Tak lama, Vina datang kembali membawakan jus melon pesanannya.


"Nih!"


"Thanks, Vin." jawab Rey


"Lu kesini mau ngomongin apa sih, Rey?" tanya Vina


"Oh, iya. Jadi gini, besok kita on the way Malaysia. Kamu ingat kan?" tanya Rey


"Bukannya lusa ya?"


"Rama sudah pulang. Jadi, besok aja katanya!"


"Yasudah, sore ini gue prepare!"


"Oke, besok kita berangkat pagi."


"Baiklah! Yaudah, gue kebelakang dulu. Kalo udah, bill nya lu taro aja disini. Gue sibuk. Bye Rey!" Vina meninggalkan Rey


Rey merasa hatinya tak enak. Jika dengan Gita, Vina bisa berlama-lama duduk enjoy bersama, tetapi berbeda dengan dirinya. Vina seperti tak nyaman, dan malah ingin segera pergi meninggalkannya.

__ADS_1


Rey tak menghabiskan jusnya, Rey membayar tagihannya dan segera berlalu. Rey tak pamit kepada Vina, karena Rey melihat Vina pura-pura sibuk dan tak mau melihatnya.


Rey memutuskan untuk pulang ke rumahnya dahulu, ia akan mengambil perlengkapannya dan kembali lagi kerumah Rama. Kediaman Rey tak terlalu jauh, hanya setengah jam dari cafe tempat Vina bekerja.


***


Rama dan Gita kelelahan, mereka bermain terlalu lama. Hingga mereka berdua ketiduran. Mereka terbangun sekitar pukul 19.00.


"Sayang, bangun. Ini jam berapa coba?" Gita membuka matanya


"Aughhh, masih ngantuk sayang. Sini, tidur lagi." ajak Rama


"Eh kamu ya!!! Banguuuuuuun!!!!!!!!!“ Gita menjewer kuping Rama


" Awwwww, sakit tau!!“ Rama pun bangun


Gita terbelalak melihat jam sudah pukul tujuh malam. Makan malam bersama keluarga pun terlewatkan. Gita malu setengah mati kalau harus keluar dari kamar.


Gita dan Rama bergegas mandi. Rama meminta Gita untuk mandi bersama. Gita menolak, tetapi Rama tetap saja memaksa. Gita malu, tetapi Rama tetap menggodanya.


Mereka tak makan di ruang makan, mereka meminta pelayan menyiapkan makan malamnya dikamar saja. Gita sangat malu kalau bertemu Ibu mertua dan Kakek Rama. Apa yang akan dikatakan Gita nanti kalau mereka bertanya.


Tenaga Rama terkuras habis, Rama menghabiskan makanan dengan lahap sudah seperti orang yang belum makan dari kemarin. Gita tak fokus makan ketika melihat suaminya makan berantakan seperti itu.


Setelah selesai makan, Gita dan Rama menonton TV bersama.


"Besok kita berangkat pagi ya?" ujar Rama


"Boleh!" jawab Gita


"Kita telepon Gilvan jangan?" tanya Rama


"Jangan, nanti kalau Gilvan menghindar gimana?"


"Gak ada apa-apa kok." Gita gugup


"Pasti ada apa-apa!"


"Nggak sayang." Gita ketakutan


"Jujur aja, aku akan mendengarkan dengan tenang." ucap Rama meyakinkan


"Benar begitu?"


"Tentu saja!"


Gita terdiam sejenak. Mana mungkin ia membongkar aib sahabatnya sendiri. Tetapi, Rama adalah suaminya. Mau tak mau Gita harus jujur kepada suaminya, ia tak boleh berbohong apalagi Rama sudah bertanya. Gita amat bingung.


"Kamu jangan kaget!" ucap Gita


"Tenang aja, gak akan." jawab Rama santai


"Vina telah berhubungan dengan Gilvan." jawab Gita sambil menggigit bibirnya


"Waduh, kasihan si Rey kalau gitu." kata Rama santai


"Bukan begitu maksudku!" Gita gelagapan


"Lah, terus gimana?" Rama tak mengerti


"Vina sama Gilvan telah berhubungan badan!!!" Gita menutup wajahnya


"HAHHHHHHHHHHHHH????????“ Rama kaget, ia refleks berteriak

__ADS_1


"Tuh kan, kamu kaget."


"Kamu serius? Mana mungkin sih?" Rama heran


"Menurutku, Gilvan begitu pasti karena hasrat tak tertahan. Ia tak bisa melakukannya denganku, karena aku memilihmu, tetapi dengan Vina, entahlah. Aku pun tak mengerti, kak!"


"Kamu benar tidak di apa-apakan oleh Gilvan? Kenapa aku jadi curiga sama kamu ya?" Rama mulai cemburu


"Tuh kan, kamu mulai lagi. Ini nih yang buat aku males cerita sama kamu! Semuanya selalu aja disangkut pautkan dengan aku! Sudah aku bilang tidak, ya berarti tidak. Kamu cari gara-gara terus deh!" ucap Gita kesal


"Kok kamu malah marah sih? Yaudah, teruskan. Lalu, sekarang si Gilvan dan Vina bagaimana?"


"Gilvan menghilang tanpa kabar. Gilvan memberi Vina uang tiga ratus juta. Vina seakan-akan wanita malam yang telah selesai dipakai lalu dibayar. Kejam banget kan?"


"Aku sepertinya terbalik dengan kisah itu. Aku membuatmu tak suci lagi, dan aku akan bertanggung jawab padamu, aku akan menikahi mu, tetapi malah kamu yang pergi meninggalkanku! Malah kamu yang menikah dengan laki-laki lain! Kamu wanita macam apa coba? Berani meninggalkan lelaki yang serius ingin bertanggung jawab denganmu!" Rama panjang lebar menjelaskan


"Kamu itu ya! Sepertinya kalau kamu nonton sinetron azab yang di TV itu, kamu pasti lebay deh! Kamu pasti berisik kayak emak-emak yang baper! Baru denger cerita gitu aja kamu udah heboh membanding-bandingkan. Gimana kalau nonton sinetron azab yang judulnya suamiku adalah istriku? Kamu pasti gak berhenti-hentinya mencemooh." Gita kesal dengan Rama


"Kamu jadi ngelantur deh. Mana mungkin aku se-rempong itu! Aku ini lelaki yang cool, lelaki yang macho, gak mungkin aku lembek kalau nonton sinetron!“ sanggah Rama


" Udah ah. Lanjut Vina dan Gilvan. Aku ingin mereka bertemu dan menyelesaikan permasalahan mereka."


"Ya itu dia, kita harus menelepon Gilvan!“ ucap Rama


"Gilvan pasti tak mau. Dia selalu saja menghindar dari Vina, bagaimana dia bisa bertanggung jawab?"


"Kamu yakin Gilvan bakal ada dirumahnya kalau kita kesana?" tanya Rama


"Emang si Gilvan mau kemana sih? Pasti dirumahnya kan? Kita datangnya malem-malem aja!"


"Ide bagus!" ucap Rama


"Pastinya dong." Gita bangga


"Lagi yuk?" ajak Rama


"Apaan?" Gita heran


"Mempertemukan Rama Junior dengan Little Gita!" Rama mendekat


"Aku capek tau gak! Jadi cowok ga pernah ada capeknya apa!" Gita menggerutu


"Kan aku masih kangen kamu!" ucap Rama


"Tadi kan udah, masa kamu gak puas sih? Kamu ini gatel banget deh!"


"Suruh siapa kamu cantik seperti ini? Aku jadi sering tergoda!“


"Tutup matamu biar gak tergoda!" Gita menutup mata Rama


"Jangan gitu dong! Ayo! Mau, ya? Mau, ya?" ucap Rama


"Nggak! Besok lagi aja ya? Pleaseeeee!" Gita memohon


"Kamu tahu kan kalau nolak itu gimana?" Rama mengeluarkan jurus andalannya


"Aaaaaaah, Kak Rama!!!!!!!“


*Bersambung*


Happy reading ya gaes


Ini belum menuju konflik baru antara Gilvan dan Vina. Author kasih yang ringan-ringan dulu aja ya? Biar gak jenuh. Besok mulai konfliknya 😁

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote ya. Mau komen emoticons doang juga gak apa-apa. Aku bahagia banget kalau kalian gak cuma jadi pembaca 😘


__ADS_2