Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!
Ancaman


__ADS_3

Hubungan Vina dan Rey terjalin semakin akrab. Mereka tak malu lagi mengungkapkan perasaan satu sama lain. Mereka tak malu lagi berdekatan ketika sedang bersama Gita dan Rama.


Meskipun hubungan Vina dan Rey memang tanpa status yang jelas, tetapi kedekatan mereka tak bisa dibohongi, keduanya memang sama-sama memiliki perasaan suka, hanya saja Vina masih tak siap jika terlalu buru-buru menjalin status dengan Rey.


Malam ini, malam terakhir mereka berada di Kuala lumpur. Mereka berempat mengadakan double dinner di restoran mewah di Kuala lumpur.


Hangat sekali rasanya, suasana sangat romantis ditambah live musik yang sedang berlangsung, membuat Gita dan Rama hanyut dalam kenangan.


Malam yang begitu spesial. Gita bisa merasakan ketulusan Rama, begitupun dengan Vina dan Rey. Gita menatap Vina lebih dalam, besok mereka akan pulang ke Bandung, dengan begitu Vina harus bersiap mengenai keberadaan Gilvan yang sedang menunggunya.


Gita lupa membicarakan mengenai Gilvan kepada Vina, Gita mengajak Vina pergi keluar taman restoran, karena acara makan malam mereka telah selesai.


"Vin, gue mau ngomong serius sama lo." ucap Gita


"Apaan sih?" Vina penasaran


"Gilvan ada di Bandung." Gita menunduk


"HAH?" Vina kaget tak percaya


"Dia ingin nemuin lo!"


"Gak mungkin! Lu pasti becanda kan Git?"


"Gue serius, dia mencari lo! Dia ingin bertemu dengan lo!" ucap Gita


"Buat apa dia ketemu sama gue? Gue gak ada urusan sama dia."


"Gue tanya sama lo, apa lo masih mencintai Gilvan?" tanya Gita serius


"Nggak sama sekali." ucap Vina mantap

__ADS_1


"Lo harus jelasin ke dia! Jangan lari dari masalah!" ucap Gita


"Dia aja lari dari gue kan? Buat apa gue peduli sama dia!" Vina ketus


"Ini beda, lo gak boleh sama kayak dia. Lo harus bicara sama dia, biar dia gak berharap terus sama lo." Gita menjelaskan


"Gak ada yang perlu dijelaskan lagi. Bilang sama dia gue gak mau dia hadir di kehidupan gue lagi. Gue udah anggap dia mati." jelas Vina


"Sebenci itukah lo sama Gilvan?"


"Lebih benci dari itu!!!“ Vina berapi-api.


" Baiklah, aku tak akan memberitahunya, karena kau tak menyetujuinya."


Gita ingin hubungan Vina dan Gilvan tak memanas seperti ini. Tetapi, mendengar respon Vina yang sudah tak ingin bertemu Gilvan, Gita jadi bingung.


Tak lama, WhatsApp Gita berdering, tanda panggilan masuk. Gita tak mengetahui itu nomor siapa. Gita mengangkat telepon yang baru saja berdering.


"Hallo Git?"


"Kamu tak kenal suaraku?"


"Gilvan?"


"Kamu sedang bersama Vina kan?"


"Ada apa kamu menelepon ku?" Gita ketakutan, suara Gilvan terlihat emosi


"Aku ingin bertemu dengannya, kumohon pertemukan aku dengannya. Aku ingin bicara padanya."


Vina melihat sahabatnya seperti kebingungan. Vina segera meraih handphone Gita.

__ADS_1


"Ada apa lu mau ketemu sama gue?" Vina ketus


"Aku ingin meminta maaf padamu."


"Gue udah maafin kesalahan lo! Tapi, gue minta lo jangan gangguin hidup gue! Lupakan semua yang terjadi di antara kita." ucap Vina


"Aku menyesal, maafkan aku."


"BASI!" Vina emosi


"Vin? Jangan biarkan aku terluka. Temui aku, untuk yang terakhir kali. Aku merindukanmu."


"Van, lo jangan buang-buang waktu sama gue! Gue gak suka lelaki cemen kayak lo! Tolong, menghilang dari kehidupan gue dan jangan ganggu Gita. Kita semua udah bahagia."


"Dengarkan gue, Gita bahagia karena siapa? Gita bahagia karena gue. Kalau Gita bisa bahagia karena gue, Gita juga harus bisa buat gue bahagia sama elo." suara Gilvan meninggi


Gilvan benar-benar frustasi. Hatinya berkecamuk penuh emosi. Ucapan Gilvan jadi kasar. Vina pun kaget mendengarnya.


"Maksud lo apa?" Vina marah


"Semua pilihan ada pada diri lu Vin. Kalau Gita gak bisa buat gue bahagia sama lo, gue pastikan, gue akan buat kebahagiaan Gita lenyap begitu saja!"


"GILVAN GAK TAHU DIRI. Kenapa lo jadi brengs*k seperti ini? Apa yang lo mau HAH?" Vina benar-benar emosi


"Gue mau diri lo, Davina Melania."


*Bersambung*


Jangan pada emosi ya, Author juga emosi ngetiknya. Gak ngerti kenapa Gilvan malah jadi seperti itu. Mungkin Gilvan stress kali ya? 😭


Happy reading..

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya 😘 Kalo votenya, seikhlasnya aja hehe


Terimakasih.. ❤😘


__ADS_2