
Vina dan Rey makan malam bersama di foudcourt yang telah disediakan oleh hotel. Rama dan Gita tidak ikut dengan Vina dan Rey, karena Rama ingin makan didalam kamar hotelnya. Semua itu pasti karena Lathi Challenge yang dilakukan oleh Gita pada Rama.
Vina mulai merasa nyaman bersama Rey. Rey orang yang baik, Vina bisa merasakannya. Cara bicaranya kepada Rey kali ini tak seperti biasanya. Vina kini lebih Ramah pada Rey.
Dinner Rey dan Vina sudah seperti sepasang kekasih. Lampu yang redup, desain yang romantis dan lilin-lilin kecil menghiasi indahnya suasana malam itu. Terlihat pancaran bahagia dimata Rey.
"Kamu suka, Vin?" tanya Rey
"Suka. Terakhir gue dinner kayak gini itu lima tahun yang lalu. Sama mantan gue." ucap Vina
"Wah, sudah lama sekali itu." jawab Rey
"Iya, gue belum pernah pacaran lagi semenjak putus sama dia."
"Kamu belum move on ya?"
"Udah dong, hanya saja gue gak nemu orang yang bisa mengganti dia. Kebanyakan cowok iseng-iseng doang sama gue!" jelas Vina
"Padahal kamu itu cantik, pasti banyak lelaki yang ingin menjadi pacarmu."
Termasuk aku, Rey dalam hati.
"Gak ada yang serius, males gue jadinya."
"Kalau aku serius sama kamu gimana?"
Vina terdiam. Melirik tajam kearah Rey. Vina tak mengerti maksud perkataan Rey. Apakah ia hanya bergurau saja, atau memang Rey serius mengatakan itu.
"Hahahahhaha" Vina mencairkan suasana
"Malah ketawa, dasar kamu Vin!" ucap Rey
"Lo serius emang?" tanya Vina
"Serius!"
"Apa buktinya?"
"Kamu mau minta bukti apa?" tanya Rey
"Gak tahu. Gue juga bingung."
"Bilang aja." ucap Rey
"Intinya gue gak bisa sama siapapun." jawab Vina pasrah
"Kenapa?"
"Gue bakal mengecewakan lelaki yang menyukai gue. Udah lah, lupain aja." jawab Vina
"Aku tahu masalahmu. Aku tak keberatan untuk itu."
"Maksud lo?" Vina heran.
Rey terdiam. Dirinya memang tahu mengenai masalah Vina dengan Gilvan. Rey tahu semua itu hanya kecelakaan, Rey pun tahu hati Vina sangat sakit. Rey ingin mengobati rasa sakit yang Vina alami.
"Aku menyukaimu, Vin. Kumohon, pertimbangkan aku."
"Gak mungkin."
"Aku tak memaksamu untuk membalasnya, aku hanya senang telah mengungkapkannya."
"Cukup, Rey. Gue jadi serba salah." Vina gelagapan
__ADS_1
Vina tak ingin Rey meneruskan perkataannya. Vina benar- benar tak mengerti dengan Rey. Vina kira, Rey hanya bercanda padanya, tetapi malam ini Rey malah mengungkapkan perasaannya. Apa yang harus Vina lakukan?
Vina tak menjawab perkataan Rey. Ia fokus menghabiskan makanan yang sejak tadi didiamkan.
***
Rama telah bangun dan betapa terkejutnya dia ketika bercermin melihat wajahnya yang menyeramkan seperti hantu. Gita hanya tertawa puas melihat suaminya seperti itu.
"Kenapa kamu tega sih buat aku kayak gini?" ucap Rama
"Habisnya kamu pura-pura tidur. Kamu juga licik, kamu memindahkan Vina." ucap Gita
"Semua ini kan gara-gara kamu!" timbal Rama
"Kok aku sih?" Gita heran
"Kamu pikir deh! Mana ada bulan madu tidak romantis? Mana ada bulan madu tanpa tidur berdua? Mana ada bulan madu tanpa malam yang panjang?" Rama bertubi-tubi menyerang Gita
"Aku juga tahu! Maafkan aku." Gita terdiam
"Kenapa kamu jadi melow?"
"Yang kamu lihat di bandara itu memang Gilvan. Maaf, aku menuduh mu aneh-aneh."
"Serius kamu? Tau darimana?" tanya Rama
"Ibu WhatsApp aku barusan, katanya Gilvan menginap di rumah." ucap Git
"Kenapa harus di rumah Ibumu?" tanya Rama
"Dia mencari Vina, tapi tak tahu keberadaan Vina. Jadi, dia ke rumahku."
"Dia sudah tahu kita berada disini?" tanya Rama
"Sudah."
Rama mencuci wajahnya, dsn membersihkan make up atas perbuatan Gita tadi sore. Rama benar-benar kesal pada Gita karena seenaknya membuat wajah tampannya jadi berantakan.
"Sayang?" panggil Rama
"Apa?" jawab Gita
"Berarti aku tidak terbukti kan? Aku tidak melirik wanita-wanita seperti yang kau pikirkan!" sindir Rama
Gita terdiam. Gita telah menuduh Rama yang tidak-tidak. Gita mengakui kesalahannya. Tetapi, hal yang Gita takutkan sekarang adalah, pembalasan Rama.
Rama tak akan membiarkan Gita begitu saja. Pasti akan ada saja hal yang membuat Gita kesal lagi. Tetapi, Gita tak bisa berbuat apa-apa, karena ini memang kesalahannya telah menuduh suaminya sendiri.
"Kenapa tidak jawab?" tanya Rama lagi
"Iya, iya. Aku tidak melirik mereka. Aku yang salah. Maafkan aku!" jawab Gita
"Tidak semudah itu, Marimar!" Nada bicara Rama seperri serial telenovela jaman dahulu
"Hahaha, aku kan sudah minta maaf!"
"Tapi kamu menodai harga diriku!"
"Kamu terlalu sensitif, aku begitu kan karena aku sangat menyayangimu. Maafkan aku yang terlalu cemburu!" jawab Gita
"Aku ingin kamu merayuku. Aku ingin kamu memohon padaku!"
Ya Tuhan, apalagi ini. Kenapa permintaannya selalu aneh-aneh saja. Kenapa dia tak bisa membiarkanku saja sih? Batin Gita dalam hati.
__ADS_1
"Seperti apa?"
"Rayu aku! Sebisa mungkin. Buat aku tak kesal lagi karena ulah mu!" pinta Rama
"Baiklah!" Gita pasrah
Ia berpikir. Bagaimana caranya supaya cepat-cepat terjerat dari keinginan aneh suaminya. Gita mendekat, Gita duduk dipangkuan Rama. Melingkarkan tangannya ke leher suaminya.
"Sayangku, kamu tahu? Kenapa aku cemburu padamu?" Gita mencium lembut pipi Rama
"Kenapa?"
"Karena aku sangat mencintaimu, sayang. Aku benar-benar tak mau kau berpaling dariku. Aku cemburu, aku tak suka kalau kau melirik wanita lain."
"Buktinya aku tidak melakukan hal itu."
"Karena itulah, aku ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahanku. Aku percaya suamiku adalah laki-laki yang setia dan menyayangi istrinya."
"Lanjut!"
Cih, lanjut apalagi? Harusnya segitu aja sudah cukup! Maunya apa sih lelaki satu ini? Umpat Gita dalam hati.
"Hanya kamu yang selalu ada didalam pikiranku, hanya kamu yang aku cintai. Jadi, mohon kebesaran hatimu untukku karena aku telah menuduh mu. Aku akan melakukan apapun yang kau minta, asalkan kau bisa memaafkan ku."
"Kau yakin?" tanya Rama
"Kenapa tidak? Tentu, aku yakin." jawab Gita
"Aku minta kau jelaskan secara deskriptif hubungan kita, dari awal sampai saat ini."
"HAH? kan panjang banget ceritanya! Author saja buat kisah kita sudah 90 episode! Aku gak mau! Itu terlalu panjang."
"Mau atau aku tidak memaafkan mu?"
Gita menghela nafas panjang. Lagi-lagi, keinginannya sudah tak masuk diakal. Rama senang sekali mengerjai istrinya seperti ini. Rama senang melakukan hal-hal aneh yang membuat istrinya kesal.
Rama suka kalau Gita cemberut, bagi Rama itu sangat cantik dan menggoda. Bukan tanpa alasan Rama meminta hal-hal yang aneh seperti ini, Rama hanya ingin melihat wajah menggemaskan Gita ketika melakukan hal yang ia inginkan. Gita sangat menggemaskan kalau berbicara.
"Aku mencintai suamiku saat pandangan pertama. Kita berjumpa lagi di tempat aku bekerja. Ternyata, dia adalah bos ku. Dia orang yang arogan dan sombong," ucapan Gita terpotong
"Buat aku semanis mungkin, jangan buat aku seperti orang jahat."
Kamu memang jahat kan padaku? Dulu kamu memarahiku habis-habisan. Harusnya kamu tahu itu! Umpat Gita dalam hati
"Dia orang yang tampan dan manis. Aku menyukainya, hingga akhirnya hal tak terduga terjadi padaku. Dia mencium ku, membuat jantungku berdebar sangat kencang. Aku menjalani kisah dengannya, dan baru aku tahu ternyata Dia memiliki tunangan. Sakit hatiku kala itu, semua perlakuan lembutnya padaku, apakah kita bisa bersama sedangkan dia sudah memiliki tunangan! Aku sungguh," ucapan Gita terpotong lagi
Rama membalikkan badan Gita, hingga Gita jatuh ke kasur. Rama memegang kedua tangan Gita yang terangkat keatas.
"Kenapa?" tanya Gita
"Sudah cukup. Aku sungguh tak tahan!"
"Maksudmu?"
"Juniorku bangun ketika kamu duduk di pangkuanku. Aku tak tahan, semakin kau berbicara, semakin ingin aku melahapmu."
"Aaarrhhh" Gita kegelian, Rama mencium tengkuknya
"Bersiaplah, ini akan jadi malam keenam kita yang panjang! Aku takkan mengampuni mu lagi. Aku akan membuatmu mengerang sepanjang malam."
*Bersambung*
Ini honeymoon yang pertama ya! Nanti, akan lebih romantis dari ini. Bersiap-siaplah kalian 😅
__ADS_1
Yang punya suami tinggal peluk suaminya masing-masing, yang punya pacar, tinggal bucin-bucinan sama pacar kalian. Yang jomblo? Bayangin aja kalian yang jadi Gita. Oke? 😁😁
Happy reading gais, jangan lupa like, komen dan vote ya! Itu sangat aku hargai.. terimakasih 😘